Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)
Tampilkan postingan dengan label dimensi Ruqyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dimensi Ruqyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu

KAIDAH dan PERLAKUAN TERHADAP BENDA

Perlu dilihat/ditinjau dari:


1. Asal Bahan
Baik cara memperolehnya maupun jenis materialnya. Haq atau batil.

Contoh:
  • Guci. Ada yang terbuat murni dari tanah lempung; ada juga yang dicampur dengan tulang hewan.. (babi?) untuk mengeraskan. 
  • Senjata kuno, mètalnya bisa didapat lewat ilmu "menarik" secara ghaib dengan ritual tertentu.

Pilihan perlakuannya:
  • Kembalikan ke alam dengan sebelumnya dirubah total dari bentuk awalnya atau 
  • Dikembalikan kepada kepentingan umum dan pihak tersebut bisa dipercaya.



2. Cara Memprosesnya
Apakah dengan ritual ataukah tidak.

Contoh:
Batik kuno, senjata kuno / tradisional.

Pilihan perlakuannya:
  • Bacakan RID kemudian fungsikan sebagaimana mestinya dlm kebutuhan sehari-hari.
  • Jika tidak bisa difungsikan sehari-hari, maka rehab dulu ke bentuk lain sehingga bisa dipakai/difungsikan sehari-hari.



3. Fungsi
Menyerupai sesuatu yang dilarang syariat ataukah tidak.

Contoh:
  • souvenir (yang ternyata aslinya adalah jimat, kaligrafi berfungsi jimat sepenuhnya, bentuk sesembahan).
  • asli jimat atau tolak bala
  • asli sesembahan

Pilihan perlakuannya:
musnahkan secara total.



4. Bentuk/corak
Mengandung sesuatu yang dilarang syariat ataukah tidak.

Contoh:
  • furnitur yang berukuran hewan/simbol kekufuran.
  • guci bergambar atau berukir hewan/manusia.
  • boneka/mainan berkarakter tokoh terkenal, hewan buas, mirip sekali dengan aslinya,
  • kaos/sprei kain kasur sebagaimana boneka dan bersimbol kekufuran.
  • pajangan yang berkarakter/bersimbol seperti di atas. 
  • rumah yang dipakai untuk ibadah agama lain.
  • kaligrafi membentuk makhluk hidup, tercampur dengan simbol rajah/jimat.
  • benda tiruan yang bentuknya seperti benda nomor (2).


Pilihan perlakuannya:
  • hilangkan bagian-bagian yang tidak sesuai dengan kaidah syariat tersebut, kemudian difungsikan bendanya dalam kehidupan sehari-hari sesuai fungsinya.
  • jika masih memungkinkan, rehab total dari bentuk semula menjadi bentuk lainnya yang aman dan bermanfaat. 
  • jika tidak memungkinkan, maka musnahkan secara total.


R. Rosyad

Jumat

SAKIT, BEROBAT, SEMBUH

Dalam sebuah room diskusi dibahas..

Apakah perlu ada tazkiyyah dulu sebelum proses ruqyahan?

Berikut ini penjelasan prinsip-prinsip penting.



SAKIT, BEROBAT, SEMBUH
Oleh: R. Rosyadi


Setiap penyakit ada obatnya.
Setiap perobatan ada proses sembuhnya.

Yang perlu selalu dipahami dan disadari adalah:
Sakit dan obat itu keduanya dari ALLaah swt
Proses bekerjanya perobatan juga dari ALLaah swt, dan
Sembuh adalah dari ALLaah swt pula.

• Ada wilayah makhluk: upaya sembuh (berobat)
• Ada wilayah mutlak Al-Khaliq yang tidak ada sedikitpun dari makhluq, yaitu: izin kesembuhan



Memahami SAKIT

1. Masing-masing masalah/akibat itu karena ada sebabnya.

2. Secara umum, sebab masalah itu karena ada sesuatu yang salah.

3. Lihat sebabnya, pahami jika perlu digali hingga detail, setelah itu.



Proses TERAPI/BEROBAT

4. Berangkatlah dalam proses terapi, dari titik sebabnya itu.

5. Berharap sembuh adalah fitrah yang membuat kita semua selalu bergerak dalam amal.

6. Wilayah makhluk adalah ikhtiar, ijtihad, tajribah. Jadikan semua itu dinilai sebagai amal shalih. Perhatikan selalu niat dan cara.

7. Tertiblah dalam proses, semoga itu menjadikan bagian ihsan dalam amal.



Memahami SEMBUH

8. Kesembuhan itu mutlak wilayah ALLaah swt.

9. ALLaah swt telah menetapkan semua dengan prosedur sunnah-Nya. Jadilah ilmu yang dipelajari dan dijalankan makhluk.

10. Dan ALLaah swt juga menetapkan kejadian seperti pengecualian-pengecualian yang tidak memerlukan prosedur sunnahNya. Dan itu menunjukkan bahwa DIA-lah Yang Maha Qudrah atas sesuatu yang menjadi iradahNya.

11. Wilayah kita adalah
• Upaya melalui prosedur sunnahNya itu dan
• Doa akan harapan atas Qudrah - IradahNya itu.

12. Ijabah doa termasuk doa kesembuhan itu pasti diperoleh, apalagi kepada muslim.

13. Bentuknya 3 hal:
• Disegerakan penyerahannya di dunia, lalu sembuhlah dia dalam pandangan makhluk.
• Dikumpulkan doa-doa itu lalu diserahkan semuanya di akhirat sebagai tumpukan pahala yang sangat besar.
• Diwujudkan sebagai penghindar/pencegah keburukan di waktu mendatang saat masih di dunia (yang sudah ditakdirkanNya terhadap si pemilik doa), yang nilai daya cegahnya setara dengan bobot doanya itu.

14. Syaratnya Doa agar dikabulkan sebagai salah satu yang 3 itu:
• Tidak tergesa-gesa
• Tidak mengandung dosa
• Tidak dalam rangka memutus silaturrahim.


________

Perlu Tazkiyyah dulu ataukah langsung proses ruqyah/obat, lihat No 4 (berdasarkan 1, 2, 3)
Idealnya tetap melalui prosedur terbaiknya, sebagai wilayah makhluk untuk mendapatkan ihsan amal, no 7.

Asumsinya, kita ini semua tidak ada yang bersih..
فلا تزكوا أنفسكم .... falaa tuzakkuu anfusakum, "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci" [QS. An-Najm (53) :32]

Sembuh/belum itu otoritasNya mutlak.
Kadang terlihat oleh makhluk seperti melalui proses-proses dan prosedur yang telah ditetapkan melalui sunnah (kawniyah)Nya. Kadang dalam pandangan makhluk tidak seperti prosedur pada umumnya.

Lakukanlah yang terbaik.. sebagai Ihsan kita.
Berharaplah dengan cara dan sikap terbaik... sebagai ihsan kita pula.
Lihat No. 8 sd 14.

-----

• Kadang orang yang diterapi sembuh tapi tidak mengantarkan kebaikan kepada dirinya..
• Dan bisa jadi terapis tidak mendapatkan kebaikan sekalipun yang diterapinya ditakdirkan sembuh.

----

Yaa ALLaah, jagalah selalu niat dan cara kami dengan segala yang Engkau ridhai..
Yaa ALLaah, kami memohon kepadaMu al-'aafiyah fid-dien wad dun-yaa wal aakhirah.. untuk kami pribadi dan untuk orang-orang yang Engkau datangkan kepada kami dalam berharap sembuh dariMu.

Aamiin..


Minggu

Serial Tanya Jawab TQ: Seputar Batu Akik

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang diajukan kepada ustadz R. Rosyad terkait dengan Batu.


Pertanyaan: 
Kami ada batu yang berbentuk jadi, siap pakai dan ada juga yang masih bongkahan. Bagaimana cara membersihkan batu-batu itu, ustadz?

Jawaban: 
1. Untuk yang sudah siap pasang (pakai), dipukul sampai hancur/remuk serpihan sekecil mungkin. Sebelumnya dilapisi lakban/isolasi/kain agar tidak melesat ketika dipukul. Kemudian di buang di tempat sampah.
2. Untuk yang bongkahan, cukup dibelah beberapa bongkahan. Kemudian dibuang jauh dari jangkauan manusia (laut, sungai..)

Sebelum dipukul, bacakan dulu (dengan niat mendakwahi):
- Ayat Kursi, 2 QUL (QS. Al-Falaq dan An-Naas)
- Al-Fatihah, QS. Al-Ikhlash
- QS. Al-Mukminun (23): 29,

وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

wa qur robbi anzilnii munzalam mubaarokaw wa anta khoirul-munziliin

Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat".

- Jika perlu, bacakan 2 kalimat syahadat.
__________________


Pertanyaan:
Saya punya batu-batuan untuk kalung dan gelang. Itu bagaimana ustadz?

Jawaban:
Jika terbuat dari bahan yang biasa dipakai cincin sebagaimana dijelaskan, maka perlakukannya juga sama.
___________________


Pertanyaan: 
Ustadz, terkait batu. Apakah semua batu untuk perhiasan itu harus dihancurkan? Bagaimana dengan permata berlian dan mutiara?

Jawaban:
Tentunya yang kita bahas itu berbeda dan tidak dimaksudkan untuk:
• jenis batu permata yang umum dan banyak dijual bersama emas/perak di toko perhiasan seperti berlian dan mutiara,
• yang harganya sama sesuai standar internasional dan
• yang dipasarkan di pasar perhiasan di manapun dan tidak hanya dipasarkan di kalangan terbatas/khusus bagi orang yang hobi saja atau kolektor saja.
_______________

Rabu

HIDUP STERIL, ITU TIDAK FITRAH

Sabar Dalam Membersihkan Diri, Sabar Dalam Berinteraksi


Kesempurnaan jiwa manusia adalah ketika ALLaah swt menciptakannya dengan dua kecenderungan; fujur (unsur kotor) dan taqwa (unsur bersih) yang terus ada sampai akhir hayatnya di dunia.


وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

"dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya."
[QS. Ash-Shams (91): 7-8]


Naluri fitrahnya ingin bersih, maka berhasil-lah siapapun yang berupaya untuk terus menerus membersihkannya.


قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang selalu membersihkan dirinya,"
[QS. Al-A'la (87): 14]


Upaya terus menerus ini tidak boleh berhenti hingga berakhir kehidupannya..

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang telah membersihkannya"
[QS. Ash-Shams (91): 9]


Dalam upayanya membersihkan diri, diapun bergerak bersih-bersih terhadap lingkungannya, dan dia sadar bahwa yang akan dijumpainya adalah beraneka polutan.

Alih-alih menjauh dari polutan itu, justeru disapanya polutan itu dengan ramah. Untuk selanjutnya didatangi terus untuk dibersihkannya lagi. Menakjubkan..

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

"Dan hamba-hamba (ALLaah) yang Maha Penyayang itu (ialah) mereka yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan."
[QS. Al-Furqon (25): 63]


Sadar akan interaksinya menyapa itu akan berdampak terkena dan tertempeli "polutan" maka dia lakukan upaya rutin bersih-bersih diri.

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

Dan mereka yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Robb mereka.
[QS. Al-Furqon (25): 64]


Gerak hidup ini hakikatnya adalah menjalani siklus rotasi; 
berjuang membersihkan diri - membersihkan lingkungan - membersihkan diri - membersihkan lingkungan....dst


Karena sadar, bahwa dirinya tidak bersih sejak awalnya...

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُم ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Robb kalian maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
[QS. An-Najm (53): 32]


Dan cara membersihkan dirinya adalah dengan menjalani siklus interaksi: bersihkan diri dan bersihkan lingkungan.

Takut kotor dengan menjauhi kotoran itu tidaklah bijak. Tidaklah baik mensterilkan diri.

Berinteraksi dalam rangka membersihkan lingkungan yang kotor dengan mengambil resiko terkena kotorannya dengan kemudian bekerja keras lagi untuk membersihkan dirinya lagi, itu adalah jauh lebih baik.

Nabi ﷺ memilihkan pola hidup ini untuk para sahabat..


عَنِ ابْنُ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي لَا يُخَالِطُهُمْ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ قَالَ حَجَّاجٌ خَيْرٌ مِنْ الَّذِي لَا يُخَالِطُهُمْ

Dari Ibnu Umar dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Seorang mukmin yang berbaur dengan manusia dan bersabar atas celaan mereka adalah lebih besar pahalanya dari pada orang mukmin yang tidak membaur dengan manusia dan tidak sabar atas celaan mereka." Hajjaj menyebutkan, "Lebih baik dari pada orang mukmin yang tidak membaur dengan mereka."
(HR. Ahmad - 4780, Ibnu Majah 4022).



Tangguh, tidak mudah rapuh sekalipun celaan beruntun datang dari mereka yang suka mencela...


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِم ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak ALLaah akan mendatangkan suatu kaum yang ALLaah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan ALLaah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia ALLaah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
[QS. Al-Maidah (5): 54]


Kepada mereka inilah ALLaah swt menurunkan imunitas, ketenangan, dan kemampuan membalikkan keadaan. Mereka yang menentang akhirnya menjadi kawan.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Robb kami ialah ALLaah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan ALLaah kepadamu".
[QS. Fushilat (41): 30]


هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan ALLaah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
[QS. Al-Fath (48): 4]


وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
(QS. Fushilat (41): 34]



Semua itu tidaklah ALLaah swt berikan selain kepada mereka yang SABAR yang beruntung masuk daftar yang mendapatkannya. Dan mereka inilah yang efektif sistem pertahanannya ketika datang serangan lawan.


وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[QS. Fushilat (41): 35-36]

........


Yaa Robb kami, anugerahkanlah kami dada yang lapang untuk menampung kesabaran...


رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Robb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.
[QS. Al-Baqoroh (2): 250]


رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Ya Robb kami, tuangkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).
[QS. Al-A'Raf (7): 126]

Aamiin..
____________


Bagaimana jika kondisi diri naik turun, Imunitas tidak sebanding dengan polutan. Bagaimana cara menguatkan imunitas kita?

1. Mohon pertolongan ALLaah swt
2. Meningkatkan asupan gizi
3. Meningkatkan dosis dan kualitas formula vaksin
4. Memperbaiki lingkungan untuk pemulihan dalam masa istirahat
5. Memperkuat teman baik dalam menjalani aktivitas



H. Riyadh Rosyadi

Senin

Keterlibatan Jin Pengganggu dalam Gejala Fisik

Contoh Penyakit Gejala fisik dan Keterlibatan Jin Pengganggu.



▫ Saat Nabi Ayyub 'alaihissalaam mendapat ujian-ujian berat yang salah satunya adalah sakit fisiknya, beliau mengadu kepada ALLaah swt:

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ

Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan".
[QS. Sad (38): 41]



▫ Saat Zainab isteri AbduLLaah bin Mas'ud (radhiyaLLaahu 'anhumaa) sakit mata, Ibnu Mas'ud berkata:

 إِنَّمَا ذَاكَ عَمَلُ الشَّيْطَانِ كَانَ يَنْخُسُهَا بِيَدِهِ

"Itu adalah perbuatan syaitan yang memukul mata itu dengan tangannya."
(HR Ahmad 3433, Ibnu Majah 3521, Abu Dawud 3385)



▫ Saat Hamnah binti Jahsy (saudari Zainab isteri Nabi) radhiyaLLaahu anhumaa sakit istihadhah (seperti darah haid yang terus mengalir) maka Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda,

 إِنَّمَا هَذِهِ رَكْضَةٌ مِنْ رَكَضَاتِ الشَّيْطَانِ

Ini sebetulnya adalah satu (jenis) hentakan dari hentakan-hentakan syaitan.
(HR. Ahmad 26202, Abu Dawud 248)

_________________________________

Syaitan yang dimaksudkan dalam contoh riwayat di atas adalah dari jenis jin.



H. Riyadh Rosyadi

Seri Tanya Jawab TQ: Manfaat Ruqyah, Kesurupan/Kemasukan

Pertanyaan:

1. Gangguan jin kafir, syetan yang bagaimana sehingga perlu dilakukan ruqyah? Berlaku Juga kah itu untuk Ustadz, syeikh, alim ulama bahkan roqi itu sendiri?

2. Apakah semua penyakit yang diderita manusia perlu dirukyah?

3. Apakah semua penyakit selalu ada gangguan/intervensi jin kafir dan syetan?

Di solo, ada yang tidak percaya ada orang kesurupan/kemasukan, dengan alasan: dari mana kamu tahu?  Kapan kamu melihatnya?

Sementara ada yang mengajak diskusi mereka tidak berkenan..

Terima kasih atas jawabannya...


====

Jawaban:

1. Ruqyah Syar'iyyah itu untuk perlindungan, penguatan, penjagaan serta pengobatan.

▫ Kalau sudah disebut Syaitan, maka itu jelas sekali pasti MUSUH NYATA ( ٌعَدُوٌّ مُبِيْن), Level Fasiq tertinggi dan Kafir secara mutlak.

Syaitan meniatkan, merencanakan, melaksanakan permusuhannya (mengganggu, menyakiti, merusak, melemahkan, menghancurkan, mengalahkan serta mengajak untuk bergabung bersama mereka).

Semua itu dilakukan secara berorganisasi dan mereka mengevaluasi atas pekerjaannya.


▫Jin pengganggu ada yang bergabung resmi sebagai syaitan dan ada juga yang tidak.

Ada juga yang mengganggu karena merasa terganggu/tersakiti (walaupun dengan alasan yang belum tentu benar), ada yang memang utusan resmi syaitan dan ada yang ikut-ikutan karena kepentingan pribadi/keluarganya.

Jadi, ada yang kafir, ada yang bodoh sehingga mudah diperalat dan ada yang fasiq (tahu itu keliru tapi dikerjakan juga, tahu itu benar tapi sengaja tidak diikuti).


▫ Nabi Muhammad ﷺ mencontohkan dan mengajari kita semua untuk senantiasa melakukan perlindungan terhadap segala hal.

Dilakukannya:
      📝 Ada yang rutin pagi-petang,
      📝 Ada yang saat melakukan aktifitas tertentu,
      📝 Ada yang saat berada di tempat tertentu, dan sebagainya.
📝 Juga melakukan tindakan Ruqyah jika terkena gangguan.

Demikian para sahabat radhiyaLLaahu 'anhum juga melakukan dan mengajarkannya dan seterusnya...

Tabi'in dan tabi'ut tabi'in juga......dan seterusnya...

hingga kita semua tidak terkecuali perlu mengikut jalan beliau.

Yang disebut di pertanyaan itu, semuanya perlu mengikuti RasuluLLaah ﷺ.


2. Menurut saya, iya.
Bahwa semua penyakit itu perlu ruqyah. Bacakanlah Al-Quran dan doa-doa yang disyariatkan.

Jika diputuskan dengan terapi lainnya tetap bacakanlah Al-Quran.

Ruqyah Syar'iyyah itu sebagaimana yang dicontohkan Nabi adalah juga untuk semua kategori gangguan.

Gejala fisik, non fisik (jiwa/pikiran), racun, luka-luka, sihir, 'ain dan gangguan jin pada umumnya.

Saran kami, sertakan Ruqyah bersama metode dan teknik terapi apapun.

Dan pahami hakikat sakit, hakikat terapi dan hakikat kesembuhan.

Keduanya, terapis dan yang diterapi perlu selalu memahami dan menghayatinya.


3. Tidak selalu.

Tetapi bahwa syaitan ingin selalu mencelakakan kita di setiap keadaan dan waktu, itu sudah pasti.

Sehingga "peluang"-nya kita celaka karena ada intervensi mrk di sana juga besar.

Saran saya, sebagaimana di atas tadi, coba dibantu dengan Cek List (atau teknik lainnya) untuk menganalisa setiap keluhan penyakit yang ada apakah ada intervensi ataukah tidak.

Jika patut diduga maka teknik Ruqyah Syar'iyyah perlu dilakukan.

Dan sebaiknya secara terapi holistik untuk sakit apapun perlu dilakukan.
___________


Bagi yang tidak percaya adanya kesurupan jin, sebetulnya mudah saja.

Ajak ke klinik terapi, dan agar menanyakan langsung kepada beberapa orang yang diterapi atau keluarganya.

Orang seperti itu sama halnya dengan tidak percaya adanya penyebab gondongan itu adalah "virus parotitis epidemika" dengan alasan karena dia tidak melihatnya langsung virus itu.

Padahal virus itu dikenali oleh ahli yang mengetahuinya dan tahu cara kerjanya, diuraikan tanda-tandanya jika sudah menyerang, dijelaskan kelemahannya untuk bisa menyembuhkan.

Kemudian dirumuskan formula vaksin untuk menetralisirnya serta anjuran pola hidup untuk pemulihan dan sekaligus pencegahannya.

Kemudian informasi yang lengkap itu "bisa dipercaya" untuk dipelajari dan disebarluaskan untuk upaya pencegahan dan pengobatan di masyarakat luas.

Kurang lebihnya sama seperti itu terkait dengan gangguan jin/'ain.

Wallahua'lam



H. Riyadh Rosyadi

Ikhtiar dengan Cara Penelusuran Sebab Sakit



Yang punya sakit dan tidak sembuh-sembuh setahun belakangan ini, PERIKSA DIRI apakah ada perbuatan dan atau barang yang tidak seharusnya dilakukan dan dimilikinya sebelum sakit itu...
Tahu, sengaja, sadar atau
Tidak tahu, tidak sengaja, tidak disadarinya.


Contoh,
Setahun lalu sengaja/sungkan/malas dengan mendiamkan suatu kemungkaran di hadapannya, walaupun dia diberi kemampuan melakukan nasihat dengan lisannya, tetapi dia diam.

Sangat mungkin kesalahan ini menjadi sebab awal sakitnya. Istighfari kesalahan itu dengan sungguh-sungguh... lalu lakukan terapi.

Bisa apa saja yang mungkin dia bisa menjalankannya. Sekalipun dengan air bening yang dibacakan Al-fatihah, sekalipun dengan operasi besar di kepalanya...

Ikhtiarnya menjadi ibadah dan evaluasi dirinya menjadi perubahan yang diridhai ALLaah swt.

Jika sembuh, itu menjadi bonus tambahan utk semakin taat kepadaNya (syukur: ziyadah ath-thoo'ah).

Dan jika berakhir dengan dijemput ruhnya maka - In syaaALLaah - dosa akan dibersihkan serta hadiah besar dari "rapelan" doa-doa dan ikhtiarnya akan ALLaah swt serahkan di akhirat.


إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
[QS. Az-Zumar (39): 10]
__________________________


Contoh dan catatan tambahan dari kunjungan ke beberapa daerah:

Sekitar satu tahun belakangan ini banyak sekali sebab sakit berasal dari kepemilikan BATU (cincin) AKIK dan sejenisnya.

Yang terkena efek beragam: pasangan suami-isteri, anak-anak, anggota keluarga, teman sejawat, anak buah, pimpinan, dan sebagainya.

Setelah diistighfari dan dimusnahkan (dihancurkan), banyak yang langsung sembuh saat itu juga. Bi idzniLLaah.


H. Riyadh Rosyadi

Kamis

HAKIKAT PENYAKIT dan TERAPI

BismiLLaahirrahmanirrahiim


1. Berdasarkan surat Al Baqorah (2) : 155 pada kalimat:

ونقص من الأموال والأنفس والثمرات

 wa naqshim minal amwaali wal anfusi wats tsamaraat
.... kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan...

Sakit masuk dalam kategori naqshil anfus kekurangan jiwa.



2. Berdasarkan Hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Dari Abu Hurairah radhiyaLLaahu 'anhu, Nabi ﷺ  bersabda,
Tidaklah ALLaah swt *menurunkan penyakit* kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu kesembuhannya.
(HR. Al-Bukhari no. 5678)



3. Berdasarkan surat Ar-Ruum (30): 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).



Surat Asy-Syura (42): 30

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).


_________________________________________


Berdasarkan ketiga ayat dan hadits di atas maka,

Penyakit adalah:
Segala yang ALLaah swt turunkan dalam bentuk kerusakan atau berkurangnya kemampuan fungsi diri yang dialami oleh makhluk sebagai dampak dari kesalahan dlm menjalankan cara hidup yang tidak sesuai dengan tuntunan Al-Khaliq.


Tujuan sakit adalah agar makhluk:
1. Merasakan sakit, kemudian
2. Menyadari kekeliruannya, dan
3. Agar memperbaikinya dengan mengembalikan hidup sesuai jalan Al-Khaliq.


Sumber awal sakit adalah kesalahan:
Kesalahan itu bisa bersumber dari
1. Diri sendiri ataupun
2. Pihak lain
3. Personal ataupun komunal


Dampak rusaknya tergantung/dipengaruhi:
1. Kesalahannya. Level (stadium) dan jenis (item)-nya, dan
2. Pelakunya. Posisi si pelaku dan jumlah pelakunya.



TERAPI terhadap kerusakan (sakit) adalah PERBAIKAN DIRI kembali ke jalan ALLaah swt secara,
1. Spiritual dan Mental,
2. Fisik,
3. Sistem hidup (ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum dst)


Perbaikan dilakukan oleh
1. Personal: Individu dan komunitasnya (keluarga, masyarakat, bangsa, masyarakat dunia)
2. Institusional: Lembaga baik Laba maupun Nirlaba, Negara, Khilafah (jika terbentuk, aamiin).


waLLaahu a'lam



H. Riyadh Rosyadi

Jumat

Pondasi Dasar: Menjadikan Quran sebagai Syifa

Menjadikan Quran sebagai Syifa
QS. Al-Isra' (17): 18



BismilLaahir Rahmaanir Rahiim


Pokok Pembahasan menjadikan Al-Quran sebagai penyembuh adalah Quran Surat Al-Isra (17) ayat 82:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi syifaà dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.



Dari ayat di atas, paling tidak ada tiga hal untuk menjadikan Al-Quran sebagai penyembuh:

1. PAHAM
Bahwa Al-Quran diturunkan oleh ALLaah swt Yang Maha Menyembuhkan.


2. YAKIN
Bahwa ada jaminan penyembuhan yang ALLaah swt pastikan.


3. MENGHILANGKAN KEDZALIMAN
Menghilangkan baik yang ada pada diri sendiri maupun pihak lain.

a. Yang ada pada diri sendiri
Baik zalim terhadap ALLaah swt, diri sendiri, maupun makhluk ALLaah swt lainnya. 

Yang harus dilakukan: mohon ampunan kepada ALLaah swt dan meminta maaf kepada makhluk-Nya.


b. Yang berasal dari pihak lain

1. dari nasab
Yang harus dilakukan: 
- Memohonkan ampunan untuk mereka yang beriman, 
- Memohon kepada ALLaah swt berkenan memutus perjanjian/ikatan batil yang pernah mereka lakukan.

2. dari yang posisinya di atas kita
Yang harus dilakukan: menasehatinya dengan kalimat haq secara hikmah.

3. dari yang di bawah pengaruh kita
Yang harus dilakukan: dengan amar ma'ruf - nahy munkar

4. dari yang sejajar dengan kita
Yang harus dilakukan: tawashow bil haq bis shobri wal bil marhamah


—————————————


YAKIN 
Yakin bahwa ALLaah swt menyembuhkan, maknanya bahwa kesembuhan yang diminta kepada ALLaah swt itu sudah ada di sisiNya:

* apakah diserahkan di dunia sebagai ujian kebaikan, ataukah
* diserahkan di akhirat sebagai pemberian besar tidak terhingga, ataukah
* sebagai pencegah balà/keburukan yang setara dengan bobot permintaannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال
اُدْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ.

Dari Abu Hurairah RadhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,
Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan engkau merasa yakin akan dikabulkannya do’a
(HR At-Tirmidzi 3479, Hasan shahih)



ٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا”، قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ قَالَ: “اللَّهُ أَكْثَرُ” (رواه أحمد ١٠٧٠٩).

Dari Abu Sa’id berkata; Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan tali silaturrahim, kecuali ALLaah akan memberinya tiga kemungkinan;

- disegerakan pengabulan doanya (di dunia ini), atau
- disimpan pahalanya untuknya untuk (diberikan) di akhirat,
- atau ia dijauhkan dari keburukan yang setara nilainya”.

Para sahabat berkata: “Jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja”, beliau bersabda: “ALLah memiliki yang lebih banyak (sebagai balasan dan pengkabulan
(HR. Ahmad  10709).


*Adapun inti dari TERAPI adalah Perubahan diri menuju kebaikan yang ALLaah swt ridhai.

Itu prinsip-prinsip penting.


—————————————


Secara praktek,

1. Sebelum membacakan ayat-ayat Al-Quran atau doa-doa kesembuhan,  
Perbanyaklah mohon ampunan kepada ALLaah swt dengan mengakui dosa kesalahan itu di hadapanNya atas segala perbuatan yang keliru. 
Dan terhadap orang/makhluk lain meminta dan memberi maaf.

Lakukanlah kewajiban-kewajiban terkait dengan upaya menghilangkan kezaliman sebagaimana di atas.


2. Musnahkan segala barang yang tidak diridhai/tidak disukai ALLaah swt, yang malaikatNya juga tidak menyukai itu. 

Jika ALLaah swt dan para malaikatNya tidak menyukai semua itu, maka sebaliknya itu adalah segala hal yang disukai syaitan.


3. Iringi dengan perbuatan baik yang diridhai ALLaah swt, seperti shodaqoh.


4. Membacakan ayat-ayat Al-Quran dengan memohon agar ALLaah swt Yang Maha Meyembuhkan berkenan memberikan kesembuhanNya.


———————————


H. Riyadh Rosyadi

Rabu

Fondasi Dasar Terapi Quran: Dawa' dan Syifa'

الفرق بين الدواء والشفاء
Perbedaan antara DAWÀ dan Syifà


ALLaah subhaanahuu wata'aalaa berfirman,

 وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا 
[Surat Al-Isra': 82]

Dan Kami turunkan dari Al-Qur`ān (sesuatu) yang menjadi syifà dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur`ān itu) hanya akan menambah kerugian.

لم تذكر الايات الكريمة كلمة دواء
Tidak ada disebutkan dalam ayat-ayat Al-Quran yang mulia kata Dawa'.

الدواء وسيلة الي الشفاء وهو ما يتناوله المريض من عقاقير
Dawa' adalah sarana untuk kesembuhan dan dawa' itu adalah segala yang dipakai si sakit dalam bentuk berbagai macam obat-obatan.

والشفاء هو العلاج لهذا المرض
Sedangkan syifà itu adalah solusi terapi untuk penyakit tersebut.

الدواء ممكن لا يؤثر في المرض وله مضاعفات سلبية علي المريض فكم من دواء عالج جزء في الجسم وأضر بجزء اخر
Ad-dawaà mungkin tidak memberi efek kepada penyakit bahkan itu bisa menambah efek negatif terhadap si sakit. Betapa banyak dari dawaà memberi solusi terapi bagi sebagian tubuh namun mudharat bagi bagian tubuh lainnya.

أما الشفاء فهو علاج بدون أي تأثير ضار والقرءان الكريم شفاء للجسم من الأمراض البدنية وللنفس فانه يطهرها ويزكيها.
Adapun syifaà itu solusi terapi tanpa efek apapun yang membahayakan. Dan Al-Quranul Karim adalah syifaà untuk jasmani dari segala penyakit badan dan jiwa yang membersihkan dan menyucikannya.

———————————


Jadi, jika sudah disebut Syifà maka sudah ada jaminan kesembuhannya. Sedangkan dawà belum ada jaminan itu. Hanya saja ada faktor penghalang yang menyebabkannya tidak menjadi syifà.

Faktor penghalang syifa`-nya adalah kezaliman.

وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
[QS. Al-Isra' (17): 82]


Termasuk jenis syifà adalah apa yang ALLaah subhaanahuu wata'aalaa sebutkan di ayat lain,

يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dari perut lebah itu ke luar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat syifaà bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
[QS. An-Nahl (16): 69]

Jika minuman dari perut lebah itu tidak berefek syifà maka yang salah (menjadi penghalang) adalah sesuatu yang ada di tubuh peminumnya.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رضي الله عنه أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَى الثَّانِيَةَ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ قَدْ فَعَلْتُ فَقَالَ صَدَقَ اللَّهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ اسْقِهِ عَسَلًا فَسَقَاهُ فَبَرَأَ

Dari Abu Sa'id bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Saudaraku sedang menderita sakit perut." Beliau bersabda: "Minumilah madu." Kemudian laki-laki itu datang kedua kalinya, lalu beliau tetap bersabda: "Minumilah madu." Kemudian laki-laki itu datang yang ketiga kalinya, beliau bersabda: "Minumilah madu." Kemudian dia datang lagi sambil berkata; "Aku telah melakukannya." Maka beliau bersabda: "Maha benar ALLaah, dan perut saudaramulah yang berdusta, berilah minum madu." Lalu ia pun meminuminya madu dan akhirnya sembuh. (HR. Bukhari: 5252, Fathul Bari: 5684)


Semoga kita semua mendapatkan karunia limpahan ketaqwaan jiwa dan kesuciannya yang dengan itu memberi jalan segala unsur kebaikan masuk dalam kehidupan kita tanpa penghalang,


اللَّهُمَّ آتِ أنفسنا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

Ya ALLaah, limpahkanlah kepada jiwa kami ketakwaannya; dan sucikanlah jiwa kami, Engkau sebaik-baik yang menyucikannya, Engkaulah Pemiliknya dan Yang Menguasainya.


R. Rosyadi

Pondasi Dasar Terapi Quran: Perbanyaklah Doa, Jangan Bosan dan Kecewa Dengan Doa

Perbanyaklah Doa, Jangan Bosan dan Kecewa Dengan Doa




وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

Dan Robb kalian berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untuk kalian." [QS. Al-Ghafir (40): 60]



Doa ada cara dan akhlaq dalam menjalankannya.

Dan doa itu selalu diijabah ALLaah swt, syaratnya:
1. Yakin dikabulkan
2. Bukan dalam rangka keburukan diri atau buat jahat kepada orang lain
3. Tidak tergesa-gesa  →  tahan diri, pasrahkan semuanya kepada ALLaah, jangan pernah kecewa kepada janji ALLaah swt
4. Tidak memutus hubungan silaturahim  →  Jemputlah doa dengan menyambung kembali silaturrahim terutama dengan kerabat hubungan darah.



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال
اُدْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ.

Dari Abu Hurairah RadhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,
Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan engkau merasa yakin akan dikabulkannya do’a.
(HR At-Tirmidzi 3479, Hasan shahih)



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Dari Abu Hurairah RadhiaLLaahu 'anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda: "Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, selama dia berdo’a bukan untuk keburukan atau memutus tali silaturahim dan selama dia tidak tergesa-gesa dalam berdo’a. Kemudian seseorang bertanya, ‘Ya RasulaLLaah, apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdo’a ?’. Kemudian RasululLLaah ﷺ menjawab, yaitu seseorang yang berkata, ‘Sungguh aku telah berdo’a dan berdo’a, namun tak juga aku melihat do’aku dikabulkan’, lalu dia merasa jenuh dan meninggalkan do’a tersebut. (HR Muslim, no 4918)



ٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا”، قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ قَالَ: “اللَّهُ أَكْثَرُ” (رواه أحمد ١٠٧٠٩).

Dari Abu Sa’id berkata; Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan tali silaturrahim, kecuali ALLaah akan memberinya tiga kemungkinan;

- disegerakan pengabulan doanya (di dunia ini), atau
- disimpan pahalanya untuknya untuk (diberikan) di akhirat,
- atau ia dijauhkan dari keburukan yang setara nilainya”.

Para sahabat berkata: “Jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja”, beliau bersabda: “ALLah memiliki yang lebih banyak" (sebagai balasan dan pengkabulan). (HR. Ahmad  10709).





H. Riyadh Rosyadi

Minggu

Edisi Review Materi TQ: Dua Tipe Pengganggu

DUA TIPE PENGGANGGU



Jika dalam proses Terapi muncul reaksi baik aktif maupun pasif atau dalam analisa pra terapi ada pengganggu, maka perlu diketahui bahwa ada dua tipe pengganggu:

1. Tipe (level) yang Pragmatis 
Yaitu mereka yang melakukannya (mengganggu manusia) karena kepentingan/kebutuhan hidup dunia. Jika ada sesuatu yang jauh lebih baik mereka mau merubah sikapnya.

Tipe (level) ini biasanya diupah makanan, harta atau "janji kedudukan". Ada juga yang seolah ideologis rela mati, tapi ternyata keluarganya disandera pihak lain yang memerintahkannya. 

Mereka pada jenis ini, dengan ditunjukkan kenyataan tentang upah yang bathil itu atau dibebaskan keluarganya itu dengan izin dan pertolongan ALLaah swt akan berubah sikap dan sangat mudah didakwahi.




2. Tipe (level) yang ideologis

Yaitu mereka melakukannya (mengganggu manusia) karena alasan ideologi sesatnya dan tidak tergoyahkan sekalipun harus mati.

Tipe (level) ini amat jarang masuk ke tubuh manusia. Paling banter sebagai pengawas, itupun karena dibayar.

Dan seandainya ada, untuk memastikan bahwa para pengganggu itu betul-betul level dua maka perlu beberapa tindakkan untuk mengujinya sekaligus untuk menelusuri motif utamanya.


Mereka pada jenis ini biasanya punya kekuatan lebih dari yang lain-lainnya dan biasa disembah/dipuja. Maka mereka perlu mendapatkan pelajaran secara fisik dengan merasakan sakit, kehilangan kekuatan dan kehilangan dukungan. 


Kemudian perlu diberitahu bahwa bos besar mereka itu adalah penipu yang selama ini mendoktrin sesuatu yang dusta dan menyesatkan.

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ ۖ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
[Qs. Ibrahim (14): 22]



Setelah itu pulihkan (diobati) rasa sakitnya & dipulihkan kekuatannya serta hal-hal lain yang bisa menta'lifnya (menundukaan hatinya). 

Kemudian dakwahi.


فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
[Qs. Al-An'am (6): 125]


Eksekusi dengan mendakwahinya, kemudian menggabungkannya dalam jamaah yang shalih sebagai bagian HizbuLLaah adalah endingnya.

__________


Praktisi Terapi Quran adalah para da'i bagi dirinya, bagi yang diterapinya dan bagi para makhluk ALLaah swt yang (seandainya) ada dalam proses terapi tersebut.


Praktisi Terapi Quran sebagaimana da'i yang butuh ketekunan, kesabaran, tidak tergesa-gesa dan selalu memohon pertolongan serta kemudahan dari ALLaah swt dalam proses berdakwah tersebut.

Jika sudah terbiasa, akan banyak mendapatkan kemudahan dari ALLaah swt. Tidak perlu lama dan melelahkan.


H. Riyadh Rosyadi


Edisi Review Materi TQ: Nafs vs Psikis

Nafs vs Psikis




Semua yang dipahami dengan istilah psikis adalah persoalan nafs.

Nafs inti ada yang,
1. Di alam sadar yaitu pertimbangan akal sehatnya, dan
2. Di alam bawah sadarnya yaitu kemauannya.

Jika nafs inti dikuasai syaitan, maka kecenderungan terus menerus dalam FUJUR akan terjadi. 

Dan jika pintu-pintu ke nafs itu sepenuhnya terbuka, ketika sedang di luar syaitan tidak akan khawatir kehilangan aksesnya untuk masuk. 

Mereka akan bertahan dan buru-buru masuk lagi jika ada gejala pintu-pintu itu akan ditutup oleh yang punya. 

Maka perjuangan mereka yang bertaubat dari segala kekeliruan-kemaksiatan akan sangat keras karena syaitan tidak akan mendiamkan aksesnya tertutup dan hasil rekrutannya (nafs tersebut) akan terlepas.

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ
Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?

تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,
[Qs. Asy-Syuara (26): 221-222]



Maka tidak sedikit dari mereka yang bertaubat kepada ALLaah swt muncul beraneka penyakit, gangguan dengan "terhalangi" dari karunia ALLaah swt, dan seterusnya.... Namun semua itu tidak lepas sebagai bagian dari jenis-jenis ujian ALLaah swt.

Jika kita mengembalikan kajian tentang segala yang diistilahkan oleh ilmu barat dengan psikis itu kepada tempatnya semula, maka kita tidak akan memisahkannya dengan akar masalah dari awal sejarah keberadaan kita selaku manusia sebagai hamba ALLaah dan sebagai Khalifah.

Yaitu kedengkian iblis kepada Adam 'alaihis salaam berikut keturunannya. 

Sebagaimana kita seharusnya tidak memisahkan penyikapan antara medis dengan non medis.

Semuanya harus dikaitkan dengan nafs. Karena jati diri dan modal hidup utama kita adalah nafs.


H. Riyadh Rosyadi

Senin

KASUS TERBANYAK PENYEBAB KEMATIAN

AL - 'AIN



عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ ﷺ قَالَ أَكْثَرُ مَنْ يَمُوْتُ مِنْ أُمَّتِيْ بَعْدَ قَضَاءِ اللّٰهِ وَقَدَرِهِ بِالْأَنْفُسِ يَعْنِيْ بِالْعَيْنِ

Dari sahabat Jabir radliyaLLaaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ : *Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar ALLaah adalah karena An-Nafs yaitu Al-‘Ain

(HR. Bukhari dlm At-Taarikh Al-Kabiir 4/360, Al-Hakim 3/46 no. , Al-Bazzaar dalam Kasyful-Istaar 3/403 no. 3052, Ad-Dailami 1/364 no. 1467, dan Ibnu Abi ‘Aashim 1/136 no. 311, Ath-Thayalisi ص 242 no. 1760, dihasankan oleh Al-Albani - Shahiihul-Jaami’ no. 1206).



Pernyataan Nabi ﷺ adalah wahyu. Akurasi kebenarannya tidak perlu diragukan.
Analisa sebab yang sudah pasti ini tentu sangat berguna untuk langkah Preventive - Promotive - Curative (Pencegahan, Penguatan dan Pengobatan).


Hampir semua gejolak jiwa bisa menjadi bahan bakar 'ain. Baik gejolak "positif maupun negatif".

Gejolak Positif seperti: Kagum, empati, angan-angan, gembira
Gejolak negatif seperti: Hasad, prasangka, marah, sedih, malu/minder, takut, angan-angan


Yang keduanya (positif/negatif) itu bisa berpotensi mencelakakan jika tidak disertai dengan dzikruLLaah atau niat karena ALLaah dan tidak dikawal dengan rambu-rambu syariah.

Jika tersalurkannya melalui pandangan mata maka itu disebut sebagai 'Ain. Jika tidak melalui media mata maka disebut Nafs (saja).

________


بسم اللّه الرحمٰن الرحيم

Mari kita semua baca perlindungan kpd ALLaah dari nafs syar kita dan mentazkiyyahnya...

_______

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

Innal hamda liLLaahi, nahmaduhuu wa nasta'iinuhuu wa nastaghfiruh. Wa na'uudzubiLLaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi-aati a'maalinaa

Segala puji bagi ALLaah, kami memujiNya, memohon pertolonganNya dan memohon ampunanNya. Dan kami berlindung atas kejahatan jiwa kami dan keburukan-keburukan amal kami.




اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

ALLAAHUMMA FAATHIROS SAMAAWAATI WAL ARDHI, 'AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAADAH, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAH, A'UUDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII, WA MIN SYARRISY SYAITHAANI WA SYIRKIHI WA AN AQTARIFA 'ALAA NAFSII SUU-AN AU AJURROHU ILAA MUSLIM

Ya ALLaah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha mengetahui perkara yang ghaib, serta yang nampak, Robb segala sesuatu dan Pemiliknya, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafs-ku, kejahatan syaitan dan sekutunya dan (aku berlindung) melakukan keburukan atas diriku atau (keburukan yang) aku antarkan kepada seorang muslim.

(HR. Tirmidzi: 3452)
* Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini.

________

ٱللّٰهُمَّ آتِ أَنْفُسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَّكِّهَا فَأَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.

Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah penguasanya.

______

H. Riyadh Rosyadi

Rabu

Hidup Adalah Ujian (2)


Memahami Kerja Musuh ('Adduw) Hizbusy Syaithan dalam Merusak Korbannya





Baca sebelumnya:





Untuk Memahami Hidup sebagai Ujian, kita perlu memahami bagaimana cara kerja musuh ('Aduww) yang begitu terorganisir yaitu Hizbusy Syaithan.

Sebagaimana 5 faktor terinfeksinya Demam Berdarah, karena adanya:
  1. Virus (dengeu)
  2. Nyamuk (Aedes)
  3. Gigitan
  4. Sarang di sekitar target korban
  5. Melemahnya imunitas target korban


Hizb Syaitan menyiapkan faktor 1 sd 3, dan agar misi mereka tercapai maka mereka membutuhkan faktor 4 dan 5 ada pada diri calon korbannya.


Selama ini mereka terus meng-update:
  • virus,
  • merekrut dan membina aparatnya (manusia dan jin)
  • merencanakan bersama agenda aksi, melaksanakan dan mengevaluasinya, revisi, dan reward-punishment


Semua pekerjaan Hizb mereka lakukan dengan disiplin.

Hizb syaithan juga berupaya dengan segala tipu muslihatnya membujuk target korbannya untuk menyediakan sarang-sarang (media-media) aparatur syaithan dalam jiwanya dan di sekeliling kehidupannya. (faktor 4)


Jika perlu dengan "melayani" kemauan-kemauan dan ambisi-ambisi si targetnya. 

Dan itu dilakukan agar media cepat menyebar dan diterima oleh banyak pihak di semua kalangan. Dan mereka (hizb syaithan) "sabar" menunggu saat-saat waktu guncangan besar yang bisa melemahkan jiwa si target (faktor 5). 

Jika itu terjadi, maka mereka akan cepat sekali "menggigit" dengan gigitan terdalam dan suntikan virus sebanyak-banyaknya.
Guncangan-guncangan dahsyat yang melemahkan jiwa si korban bisa di saat masih di-tengah-tengah menjalani kehidupannya ketika mendapat ujian berat dari ALLaah swt (dalam satu tahun akan terjadi sekali atau dua kali).



أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

Dan tidaklah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? [Qs. At-Taubah (9): 126].



Selain itu, mereka juga menunggu saat guncangan ujian terbesar, yaitu saat menjelang ajalnya.

Saat itu pasti mereka berusaha kuat bisa menggigit sedalam-dalamnya menyuntikkan virus mematikan untuk menguasai dan mempengaruhi jiwa (nafs) si korban. Karena saat itulah peluang terakhirnya mendapatkan korban.


Maka, jagalah diri kita semua dari keadaan terjadinya faktor 4 dan 5 itu. Bahkan Nabi ﷺ sendiri sampai-sampai berlindung diri agar tidak kemasukkan syaitan saat menjelang ajal. Itu menjelaskan bahwa memang Hizb Syaitan berusaha semampu daya melakukan itu semua.


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ، وَالْحَرِيقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa benda keras, aku berlindung kepada-Mu dari mati terjatuh, aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari keadaan setan merasuki badanku ketika mendekati kematian. (HR. Nasai 5533 dan dishahihkan al-Albani)
________


Saudara-saudara,
Jangan sampai kita secara sadar/tidak membawa virus dalam jiwa kita melalui jalur nasab bahkan kasab yang belum terbersihkan.

Karena saat ini sudah mudah sekali tersedia keadaan jiwa-jiwa manusia dalam kondisi "trance" (keadaan tidak sadar) yang siap dimasuki. 

Dan jangan sampe kita memiliki 'Ain/Nafs yang syarr (jahat) tersembunyi yang terbina oleh jin nasab maupun kasab yang dengan itu kita ikut merusak diri kita dan merusak jiwa-jiwa orang lain (para muslim khususnya).

Telusuri sejarah nasab kita.
Telusuri sejarah kasab kita. 
Mohonkan kpd ALLaah swt kemudahanNya membersihkan diri kita dari itu semua.


اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

ALLAAHUMMA FAATHIROS SAMAAWAATI WAL ARDHI, 'AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAADAH, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAH, A'UUDZU BIKA MIN SYARRI NAFSIY, WA MIN SYARRISY SYAITHAANI WA SYIRKIHI WA AN AQTARIFA 'ALAA NAFSIY SUU-AN AW AJURROHU ILAA MUSLIM.

Ya ALLaah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha mengetahui perkara yang ghaib, serta yang nampak, Robb segala sesuatu dan Pemiliknya, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafs-ku, kejahatan syaitan dan sekutunya dan (aku berlindung) melakukan keburukan atas diriku atau (keburukan yang) aku antarkan kepada seorang muslim.



ٱللّٰهُمَّ آتِ أَنْفُسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَّكِّهَا فَأَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.
ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.

Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah penguasanya.

_______________



H. Riyadh Rosyadi


Selasa

Seri Terapi Quran untuk Kehamilan dan Kelahiran

Rangkaian Ayat-Ayat Al-Quran Terkait KEHAMILAN dan KELAHIRAN yang Sehat & Berkualitas



 ✅ Menyambut kehamilan dengan gembira (dan ada yang menguatkan kegembiraan itu) dan bertekad kuat mempersembahkan generasi terlahir kepada ALLaah swt.

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
[QS Ali Imran (3): 35]


إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
[QS Ali Imran (3): 45]


Selanjutnya,
Perhatikan rangkaian dan urutan ayat-ayat Nya di surat Maryam (surat ke 19) berikut ini, Ayat 22:

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

✅ Lindungi diri dan janin dari efek lingkungan buruk baik secara sosial maupun polutan fisik. Pergaulan, teman-teman buruk secara agama, media sosial yang komunitas buruk/banyak ungkapan sia-sia, Audio Visual dan Cetak yang kontennya tidak sehat.
Perbanyak lingkungan udara dan air yang berkualitas.


Ayat 23:
فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan".

✅ Jika sakit karena kontraksi atau sejenisnya, bersandarlah pada sandaran yang kuat/tidak goyang denga selalu dzikruLLaah (jangan mengeluh apalagi mengarah seperti menyesali/berputus asa)


Ayat 24
فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: " Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

✅ Ada yang selalu mendampingi dalam rangka mengingatkan dan menguatkan agar keadaan hati terhindar dari suasana sedih. Cepat pulihkan jika sikon sedih datang/muncul, pulihkan dengan dzikruLLaah.
✅ Berendam kaki di air yang mengalir. Merangsang titik-titik meridian refleksiologi dengan sentuhan lembut.


Ayat 25
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menjatuhkan Ruthab yang segar kepadamu,

✅ Gerakkan fisik yang efektif untuk melenturkan otot-otot kontraksi seperti gerakkan menarik pangkal pohon ke arah badan.
✅ Konsumsi khusus Ruthob (jika tidak ada, pakai yang mendekatinya). Mgkin juga bisa dengan herba-herba sunnah (yang disebut secara naqli).


Ayat 26
فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".

Jelang HPL
✅ Konsumsi makan-minum thoyyibah yang sesuai kondisi fisik dengan suasana hati riang menyiapkan energi menyambut karunia ALLaah swt.
✅ Lbh lagi banyak dzikir/tilawah Al-Quran. Kurangi ngobrol, jangan bicara yang tidak perlu.


WaLLaahu a'lam bish showwaab.


[KH. Riyadh Rosyad]