Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)
Tampilkan postingan dengan label tazkiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tazkiyah. Tampilkan semua postingan

Senin

Seri Pengalaman TQ: Pengaruh Tokoh Kartun Itu Akhirnya Hilang

[Pengalaman Praktek Harian Terapi Quran]


Jagoan kecil kami senang sekali mengikuti cerita kartun Boboiboy. Tidak bosan dia melihatnya berulang-ulang melalui hp atau tv. Tak heran jika dia mampu menirukan semua gerakannya, bahkan menghafal dialog yang dilakoni tokoh kesukaannya itu.
Hal tersebut berlanjut dengan koleksi mainan dan baju-bajunya yang bergambar tokoh tersebut.
Awalnya saya pikir itu hal biasa, yang lumrah dilakukan anak-anak. Tapi setelah mengikuti Ta'lim Terapi Quran yang lalu, baru saya ketahui kalau hal tersebut akan mempengaruhi jiwanya karena ditunggangi setan dibalik tokoh tersebut.

Saya pun tersadar, mengapa selama ini jagoan kami kerap bercanda dengan gerakan beladiri ala "Boboiboy", bahkan tidak jarang melukai kakaknya dengan gerakan-gerakan tersebut.

Kuputuskan untuk membersihkan semua barang di rumah dari tokoh kartun tersebut, sambil memberi pengertian kepada si kecil agar tidak lagi menyimpan benda-benda tersebut.

Saya pun mulai melakukan RID (Ruqyah Indzar Da'awy) mandiri dengan tujuan membersihkan anak-anakku dari pengaruh tokoh kartun yang mereka sukai.

AlhamduliLLaah... biidzniLLaah, saat ini si kecil sudah tidak lagi mengikuti gerakan tokoh yang dia sukai, lebih mudah menerima pemahaman untuk beribadah, melakukan amalan-amalan rutin seperti ke Masjid setiap waktu sholat, dan membaca Al-Quran.

Minggu

Seri Pengalaman TQ: Alhamdulillah, Yang Selama Ini Mencintaiku Akhirnya Pergi Meninggalkanku

[Pengalaman Harian Praktek Terapi Quran]


Berawal dari Ta'lim rutin yang kami lakukan setiap Jum'at pagi.
Saat itu, ustadzah sedikit membahas tentang Terapi Qur'an.
Belumlah sampai pada pokok bahasan, tiba-tiba saja aku tidak bisa mengendalikan diri untuk berteriak.

"panas... panaas... udah jangan diterusin ustadzah..."

Itu kata-kata yang keluar dari mulut saya.
Teman-teman ta'lim spontan kaget bercampur takut melihat saya.

Ustadzah meminta kami untuk berwudlu dan mulai proses Ruqyah secara jamaah.
Kepala saya terasa sakit sekali sampai ruqyah selesai, saya pun muntah-muntah.

Setelahnya, aku semakin intens belajar meruqyah diri sendiri. Tidak jarang, setiap kali ada percakapan tentang ruqyah, seperti ada penolakan dalam diri saya dan merasa tidak nyaman.

Beberapa hari lalu, saya kembali mengikuti proses ruqyah bersama beberapa orang lainnya. Begitu membaca ayat-ayat pemutus, kembali saya berteriak, dan ternyata baru didapati ada jin yang cinta pada saya, dan selalu mengikuti saya entah sudah berapa lama.

AlhamduliLLaah, jin tersebut mendapatkan hidayah ALLaah dan bersyahadat lalu meninggalkan tubuh saya.

MasyaALLaah... Setelah ruqyah tersebut, saya rasakan perbedaan yang signifikan pada malam harinya.
Saya bisa tidur dengan nyenyak, padahal sebelumnya saya selalu resah dan kepala sakit.

Terima kasih Ya ALLaah, dengan ijinMu kau bebaskan diriku dari gangguan jin yang selama ini mencintaiku.


Seri Pengalaman TQ: Membantu Orang Lain, Diri Sendiri Terobati


[Pengalaman Harian Praktek Terapi Quran]


Dikisahkan oleh seorang Terapis Qur'an di daerah Tangerang Selatan.

Beberapa hari lalu, seorang ibu muda datang ke rumah saya dengan maksud berkonsultasi tentang permasalahannya dan melakukan Terapi Qur'an.
Terlihat wajahnya begitu hitam legam, menanggung beban berat yang selama ini menjadi masalah hidupnya.

Selama proses Terapi Quran, terjadi beberapa reaksi aktif dan dialog dengan mahluk pengganggunya, diakhiri syahadat dan muntah-muntah.

Kami lanjut melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Sebelum bergegas pulang, si ibu melihat wajahnya di cermin dan mengatakan "kok wajah saya berubah ya bu? Sekarang lebih cerah?".

MasyaAllah. Sebenarnya itupun yang saya lihat perbedaan jelas pada wajah, sebelum dan setelah melakukan Terapi.

Lain lagi dengan diri saya, beberapa hari sebelumnya tengah merasakan sakit kepala dan sariawan yang tak kunjung menghilang, sehingga mempengaruhi selera makan dan sulit berbicara.

 Allahu Akbar... Setelah menterapi ibu tersebut, semua keluhan itupun hilang seketika. Sakit kepala mendadak hilang, sariawan masih tetap tapi tidak lagi terasa panas dan perih.

 AlhamduliLLaahilladzi bini'matihii tatimmush shoolihaat.

Semakin yakin dengan hadits nabi, yang mengatakan:
Barangsiapa melepaskan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat, dan Allah akan senantiasa menolong seorang hamba, selama hamba tersebut menolong saudaranya. (HR. Muslim).

Sabtu

Pemutus (hubungan/perjanjian) Masuk dalam Ungkapan Baro-ah


Sebagaimana penegasan NabiyuLLaah Ibrahim dan para Mukminin yang membersamai beliau..

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ

إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya,

Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain ALLaah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada ALLaah saja,”

kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, ”Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) ALLaah terhadapmu.” (Ibrahim berkata), “Ya Robb kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,
[QS. Al-Mumtahanah (60): 4]

Bisa dengan membacakan ayat-ayat terkait dengan baro-ah.
Bisa dengan redaksi yang disusun sendiri, apakah itu bahasa arab atau selainnya yang bisa dipahami.
(Keduanya juga masuk dalam kaidah Ruqyah Syar'iyyah).

Jadi tidak perlu merasa lebih baik menggunakan yang ini kerena sudah terbukti.. Dan tidak perlu menggunakan yang itu karena merasa ribet atau aneh..

Gunakan saja semuanya yang benar, baik dan bermanfaat.
Karena tidak setiap situasi itu sama perlakuannya. Dan tidak semua perlakuan itu harus sesuai situasinya. Mohonlah selalu kemudahan kepada ALLaah swt..
____________________


Tentang kisah sahabat mulia Sawaad bin Qoorib radhiyaLLaahu 'anhu...

perlu dicermati lagi cara pandangnya..

1. Ada riwayat yang menyebutkan sahabat Sawaad bin Qoorib  سواد بن قارب  itu dari Yaman dan ada yang menyebut sebelumnya tinggal di India (yang diriwayatkan dalam tafsir Ibnu Katsir). Yang benar adalah dari Yaman.

2. Pertanyaan Umar bin Khattab kepada Sawaad bin Qoorib (radhiyaLLaahu 'anhumaa) itu terjadi setelah Umar sebagai Amirul Mukminin, artinya setelah lebih dari 2 tahun setelah Islamnya Sawaad. Dan dari riwayat Imam al-Bayhaqi sebagaimana yang tercantum dalam tafsir Ibnu Katsir, kalimatnya sebagai berikut:

هل يأتيك رئيك الآن؟ فقال "منذ قرأت القرآن لم يأتني ونعم العوض كتاب الله عز وجل من الجن"

"Apakah 'prewanganmu' itu masih juga datang kepadamu?" Sawad menjawab, "Sejak aku membaca Al-Qur'an, dia tidak pernah lagi datang kepadaku. Dan sebaik-baik pengganti dari jin adalah Kitabullah."


Yang ingin membaca kisah lengkapnya di:

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=324700

Atau di sini,

http://kisahmuslim.com/2701-jin-yang-shalih-mengamalkan-ketaatan.html

====================


Mencermati dengan cermat kisah Islamnya sahabat Sawaad bin Qoorib radhiyaLLaahu 'anhu..

Mengingat banyaknya postingan terkait dengan kisah sahabat Sawaad bin Qoorib radhiyaLLaahu 'anhu seorang mantan dukun yang beriman dan dikaitkan dengan pelepasan jin khodam/prewangan, maka perlu disampaikan penjelasan berikut..

Apakah betul secara fakta bahwa melepas jin khodam (baik dari sumber nasab maupun kasab/amalan perbuatan) dengan cara ruqyah (dan pemutusan ikrar) itu dikesankan sebagai suatu cara yang bukan lebih sederhana dan lebih mudah?

Betul, bahwa berinteraksi dengan Al-Quran adalah kebaikan luar biasa besar dalam membentuk jiwa. Sebagai suatu tazkiyyah yang dibutuhkan dari segala jenis kotoran baik yang lama ataupun yang baru.

Namun mendasari kisah sahabat Sawaad bin Qoorib radhiyaLLaahu 'anhu seorang mantan dukun terkenal yang kemudian berIslam, lalu menyimpulkan bahwa "ruqyah dan ikrar pemutus" dikesankan sebagai suatu yang kurang sederhana dan kurang menenangkan hati dibandingkan dengan mengisi hati dan diri dengan Al-Quran serta menjadikannya sebagai "sahabat" dalam keseharian - kemudian disebutkan bahwa khodam/prewangan dari bangsa jin akan pergi dengan sendirinya, maka perlu Mencermati kisah itu dengan lebih cermat lagi.
_________________


Kisah Dukun yang berIslam di hadapan Nabi: Sawaad bin Qoorib سواد بن قارب  radhiyaLLaahu 'anhu

1. Sawaad bin Qoorib dulunya adalah seorang dukun besar, selain itu juga dikenal sebagai penyair.

2. Jin prewangan sahabat Sawaad bin Qoorib itu sudah Islam terlebih dulu daripada Sawaad.

3. Beberapa kali jin itu mendorong Sawaad untuk menemui Nabi dan agar Sawaad beriman (jin itu yang mendakwahi Sawaad dengan caranya - bersyair)

4. Dialog Sawaad dengan Umar bin Khatthab tersebut terjadi setelah Umar menjadi Amirul Mukminin. Artinya itu sudah lebih dari 2 tahun semenjak keislamannya.
___________


Detail membaca informasi sangat diperlukan dalam melengkapi berbagai variabel yang mempengaruhi terjadinya suatu peristiwa. Variabel-variabel penting itu nantinya dibuuhkan untuk membuat analisa atau kesimpulan yang lebih akurat.

1. Dengan berIslam-nya lebih dulu jin prewangan Sawaad (radhiyaLLaahu 'anhu), menjadikan semua ikatan-ikatan batil antara mereka terputus. Setidaknya dari pihak jin-nya.

2. Dengan berIslamnya Sawaad, menyempurnakan terlepasnya ikatan itu dari pihak dirinya.

3. Totalitasnya melepas masa lalunya (perhatikan dialognya dengan sahabat Umar bin Khaththab radhiyaLLaahu 'anhu) mengelupas dan menghapus segala jejak masa lalunya yang pekat (sebagai dukun besar yang terkenal) yang akrab dengan jin perewangannya itu.

4. Sawaad yang dulunya selain dukun adalah juga seorang penyair. Interaksi Sawaad dengan Al-Quran yang kuat dan penuh nikmat itu tidak lepas dari dua latar belakang itu. Kekuatan Al-Quran dari dua aspek yang menjadi latar belakang kehidupan Sawaad bin Qoorib dirasakan oleh Sawaad menjadikannya cukup, tidak membutuhkan sumber kekuatan dari manapun lagi. Apalagi jin prewangannya sudah berIslam terlebih dahulu.
______________


Pelajaran 1

Sudahkah orang-orang yang selama ini memiliki ikatan kerjasama dengan jin kafir/fasiq mengalami yang dialami oleh sahabat Sawwad bin Qoorib...? (jin prewangannya Islam lebih dulu, bahkan kemudian mendakwahinya untuk berIslam).
Bukan hanya statusnya yang sama punya prewangan.

Kata kunci: Jin khadamnya Sawaad sdh Islam lebih dulu dan mendakwahinya, terlepas hubungan batilnya.
Dan inilah yang juga membuat Umar bin Khattab takjub dengan kisah keislamannya Sawaad.


Fakta,
Orang-orang yang sudah lama aktif dalam kajian keislaman dan dakwah, juga aktif membaca Al-Quran dan mengajarkannya, tidak sedikit yang masih melekat jin penyertanya (disadari/tidak oleh dirinya) baik dari jalur leluhur maupun amalan-amalan batil masa lalu..

Itu yang terjadi, berulang dan banyak dialami oleh para aktivis dakwah. Termasuk kepada para terapis Ruqyah yang juga aktivis dakwah. Pengulangan dalam jumlah yang banyak adalah POLA.


Pelajaran 2
Manakah cara yang lebih sederhana bagi orang-orang yang ingin segera bersih dari masa lalunya yang mempunyai ikatan-ikatan batil seperti itu, sementara mereka awam, tidak terbiasa berinteraksi dengan Al-Quran; (pilih)

A. Diruqyah secara intensif dengan berbagai cara yang sudah dikenal selama ini, kemudian juga dibimbing agar dekat dan nikmat dengan Al-Quran
Ataukah,

B. Cukup hanya disuruh banyak membaca Al-Quran, mempelajarinya, dan seterusnya... padahal yang bersangkutan tidak bisa membaca Al-Quran dan tidak terbiasa dengan itu. Dan untuk bisa seperti itu perlu proses yang panjang..



Jika dijumpai banyak sekali aktivis dakwah yang masih "nyangkut" jin-nya yang dulu terikat dengan perjanjian masa lalunya (baik nasab maupun kasab-nya). Maka bagaimanakah keadaannya dengan mereka yang awam dengan Al-Quran? Manakah yang lebih sederhana? (pilih)

A. Meruqyahnya dulu dan kemudian mengajaknya belajar dan mengkaji Al-Quran ataukah
B. Dengan mengajaknya dulu mempelajari Al-Quran hingga lancar, akrab dan hingga merasakan seperti yang sahabat Sawaad rasakan...?

==========


Diantara faktor yang memudahkan lepasnya ikatan-ikatan itu dengan cara yang sederhana dan cepat, bi idzniLLaah adalah;

1. Kesadaran dan pengakuan bahwa adanya ikatan-ikatan itu (nasab dan kasab) pada dirinya,
2. Keinginan kuat untuk bersih dari hal tersebut (perbaikan diri)
3. Memutus ikatan tersebut dan mendakwahi jin-nya. -- jin Sawaad sudah Islam terlebih dahulu
4. Selalu mentazkiyyah diri dengan amalan islami.

Adapun faktor yang menjadikan tidak sederhana dan sulit adalah:
Inginnya bersih, tapi tidak mau menyadari apalagi mengakui (bisa karena kejahilan atau pengabaian)
Persoalan jiwa yang harus diperbaiki lebih dulu (kesombongan, dendam, tidak mau memaafkan)


*Dalam kisah tersebut bukan jin tidak lagi mampu mengaksesnya, tetapi memang jin-nya prewangannya sudah berIslam lebih dulu daripada manusianya (sahabat Sawaad bin Qoorib radhiyaLLaahu 'anhu).


R. Rosyad
WaLLaahu a'lam.

Minggu

3 Hal Misi Khusus RasuluLLaah dalam Al-Quran

Ada 4 ayat dalam Al-Quran yang berkaitan dengan 3 hal misi khusus RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam..

1 (satu) ayat sebagai doa (permohonan NabiyuLLaah Ibrahim 'alaihissalaam) dengan susunan:
• Tilawah - membacakan (apa adanya sebagaimana yang diturunkan).
• Ta'lim - mengajarkan.
• Tazkiyyah - menyucikan.

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
[Surat Al-Baqarah (2), Ayat 129]


3 (ayat) sebagai "jawaban" dari ALLaah swt terhadap permohonan Nabi Ibrahim tersebut yaitu dengan susunan:
• Tilawah - membacakan.
• Tazkiyyah - menyucikan,
• Ta'lim - mengajarkan.
___________



Ketiga hal itu adalah pola pembinaan SDM (baca: tarbiyyah).

1. Tilawah : Asholah dakwah (originalitas nilai)

2. Tazkiyyah : penyiapan jiwa untuk siap menampung ilmu yang bersih agar terjaga kebersihan ilmu itu saat diwujudkan dalam kalimat (lisan/tulisan) dan perbuatan.

3. Ta'lim : proses penuangan ilmu dari sumber-sumber yang bersih ke wadah yang sudah bersih.
[QS. 2:151, 3:164 & 62:2]

Dan susunan urutan yang dimohonkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalaam tentang tugas-tugas khusus yang dijakankan oleh Nabi Muhammad shallaLLaahu 'alaihi wasallam, oleh ALLaah swt dijawab dengan susunan urutan yang berbeda. Ini menjelaskan bahwa proses tazkiyyah harus dilakukan bahkan sebelum ditambahkannya ilmu.

Agar nilai itu yang asalnya original tetap murni tidak bercampur kotoran-kotoran saat dikeluarkan melalui lisan/tulisan serta amal perbuatan.


كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.
[Surat Al-Baqarah, Ayat 151]


لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
[Surat Ali 'Imran, Ayat 164]


هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
[Surat Al-Jumu'ah, Ayat 2]
__________________


3 hal itu adalah misi khusus  الرسالة الخاصة risalah khoshoh Nabi Muhammad shallaLLaahu 'alaihi wasallam (menyiapkan sdm) untuk mencapai misi umum  الرسالة العامة  risalah 'ammah, yaitu merealisasikan ad-dien  إظهار الدين  izh-haarud diin [QS. 9:33, 48:28 dan 61:9]

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
[Surat At-Taubah, Ayat 33]


هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
[Surat Al-Fath, Ayat 28]


 هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya.
[Surat Ash-Shaf, Ayat 9]


R. Rosyad

Sabtu

Seri Pengalaman Terapi Quran: Tokoh Fiktif Kartun Manga

Ruqyah mendakwahi via chatting WA oleh ustdz R. Rosyad.


Tokoh kartun yang jadi topik dalam dialog Terapi Quran via WA kali ini adalah sepasang tokoh di cerita Samurai X, cerita komik (manga) Jepang yang kemudian dibuatkan filmnya.

Kami tidak menampilkan gambar kedua tokoh itu, tetapi yang ingin tahu untuk mempelajari lebih dalam tentang apa itu Samurai X bisa lihat di:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Samurai_X
http://rurounikenshin.wikia.com/wiki/Kaoru_Kamiya

Dialog ini tercatat tanggal 12 Oktober 2017.
Berikut transkrip-nya setelah disetujui oleh yang bersangkutan dan setelah dirubah initial namanya dan penyesuaian redaksi tulisan tanpa mengubah makna. (Keterangan: beliau adalah seorang ibu dengan 3 anak).
________________


[12/10/2017 15:50] Mrs F: Assalaamu'alaikum.
Afwan ustadz, mengganggu...
Tanya, boleh yaaa
[12/10/2017 15:52] Mrs F: Emang saya salah ya kalau pasang Profil Picture WA tokoh kartun jepang ???
[12/10/2017 15:55] Mrs F: Saya dari SMP sudah suka film kartun Samurai X itu.
Suka dengan karakter tokoh di film itu.
Memang tidak boleh suka dengan kartun ???
[12/10/2017 15:56] Mrs F: Saya pasang Profil Pircture wa Kenshin Himura kok orang-orang pada japri protes sih...???
Salahnya di mana...?

[12/10/2017 17:13] R Rosyad: 1. Profil Picture itu bisa mewakili/menjadi bagian jati diri. Dan tokoh Kenshin di PP itu termasuk jenis lukisan makhluk bernyawa, ada hadits yang melarangnya. Malaikat (rahmat) juga tidak mau masuk tempat yang ada lukisan makhluk bernyawa.
Yang ikut memiliki apalagi "menikmati"nya akan ikut terkena masalah.
2. Tokoh yang diidolakan, secara grafis kuat "karakter"nya. Berpotensi disukai jin fasiq.
3. Cerita itu Fiksi alias rekaan fiktif/khayal dari yang membuatnya. Khayalan yang "diilhami" jin.
4. Kekuatan/katangkasan si tokoh hanya ada di dunia jin.

[12/10/2017 17:15] Mrs F: Jadi salah ya
Saya pikir cuma buat Profil Picture wa aja kan

[12/10/2017 17:15] R Rosyad: Sepertinya ada sosok yang sudah lama menyertai anda (Mrs. F) yang juga menjadikan Mrs. F menyukai dan mengidolakan si Kenshin

[12/10/2017 17:15] Mrs F: Iya ustadz, saya ganti
[12/10/2017 17:17] Mrs F: Saya suka sosok ksatria dengan samurai seperti itu

[12/10/2017 17:17] R Rosyad: Gambarnya juga didelete..
Trus koleksi-koleksi Manga-nya juga dihapus baik yang digital maupun yang komik kertas. Filmnya juga..

[12/10/2017 17:18] Mrs F: Kok sedih
[12/10/2017 17:18] Mrs F: Saya suka dan cinta sekali dengan sosok kenshin (emoticon mmenangis).

[12/10/2017 17:20] R Rosyad: BismiLLaahirrahmanirrahiim
Siapapun dirimu yang mencintai Kenshin yang sudah sejak lama ada di Mrs. F.. bertaubatlah kepada ALLaah swt..
Jadilah hambaNya yang baik, patuh, dan berjuang di jalanNya..

[12/10/2017 17:20] R Rosyad: Mrs. F akan membimbingmu..

[12/10/2017 17:20] Mrs F: (emoticon menangis banyak sekali).
[12/10/2017 17:20] Mrs F: kenapaaaaaaa....???
[12/10/2017 17:21] Mrs F: Ada jiwa kaori dalam tubuh ini
[12/10/2017 17:21] Mrs F: Kaori itu belahan jiwa Kenshin

[12/10/2017 17:22] R Rosyad: Iya Saya tahu..
Dan dirimu menempati ruang sukma/nafs Mrs F. Yang nafs Mrs. F ada di sana, di duniamu, sejak lama..

[12/10/2017 17:23] Mrs F: Trus apa salahnya aku di sini...

[12/10/2017 17:23] R Rosyad: Biarkan nafs Mrs. F kembali ke tempatnya semula.. itu fitrahnya.
Dan fitrahmu adalah kembali kepada tugas penciptaan kita, menyembah ALLaah swt.
[12/10/2017 17:24] R Rosyad: Selain bukan haknya dirimu ada di dalam diri mrs. F, kalian juga harusnya berIslam.. menyembah ALLaah swt yang telah menciptakan kita semua..

[12/10/2017 17:24] Mrs F: Aku sudah nyaman di sini
[12/10/2017 17:25] Mrs F: Aku tidak mengganggunya

[12/10/2017 17:26] R Rosyad: Kenyamananmu selama ini karena selama ini mrs. F belum paham bahwa ada yang salah menyukai kisah-kisah kalian dan masuk ke dunia kalian..
Tapi sekarang akan beda..

[12/10/2017 17:27] Mrs F: Itu karena kamu terlalu jauh ikut campur
[12/10/2017 17:27] Mrs F: Dia tidak akan tau jika kamu tidak banyak bicara


[12/10/2017 17:27] R Rosyad: BismiLLaahirrahmanirrahiim

Mrs. F, mari nyatakan dengan tegas bahwa dirimu tidak menyukai lagi semua yang ALLaah swt tidak meridhoiNya..

Istighfar, lalu nyatakan baro-ah..

[12/10/2017 17:29] R Rosyad: Istighfar...

Lalu ucapkan..

A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

Sesungguhnya Kami berlepas diri dari kalian dan dari segala yang disembah selain ALLaah

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

[12/10/2017 17:29] R Rosyad: Kembalilah kepada fitrah penciptaanmu.. Menyembah ALLaah
[12/10/2017 17:30] R Rosyad: Kaori..
Jadilah muslimah..

Ikutilah Mrs. F, nyatakan bersama pernyataan di atas itu..
[12/10/2017 17:30] R Rosyad: INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

*mINNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

[12/10/2017 17:30] Mrs F: Lalu bagaimana dengan Kenshin...?

[12/10/2017 17:31] R Rosyad: Kenshin, in syaaALLaah akan kita doakan. Semoga ALLaah swt memberinya juga hidayah..
Kemudian jadilah kalian pasangan muslim/muslimah yang berjuang di Jalan ALLaah

[12/10/2017 17:32] Mrs F: Baik, apa keuntungnnya kami mengikuti saranmu..?

[12/10/2017 17:33] R Rosyad: Kehidupan kita akan jauh lebih baik.. in syaaALLaah.
Dan akan ada kehidupan setelah dunia ini... yang sangat jauh lebih baik lagi..
[12/10/2017 17:33] R Rosyad: Dengarkan baik-baik..
(AUDIO: QS. Al-Maidah (5): 3 Alyauma akmaltu)

[12/10/2017 17:34] Mrs F: Tadinya aku ingin membawa Mrs. F ini ke jepang
[12/10/2017 17:35] Mrs F: Anak ini ingin sekali melihat bunga sakura dan gunung fuji
[12/10/2017 17:36] Mrs F: Baik... Baiklah... Saya mau ikuti saranmu

[12/10/2017 17:37] R Rosyad: Ikuti ini ...
[12/10/2017 17:38] R Rosyad: (AUDIO: TUNTUNAN SYAHADAT)
[12/10/2017 17:42] R Rosyad: Kaori, sebelum menyatakan keislamanmu
Baca dulu doa ini dulu. Sungguh-sungguh dari hatimu..

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM

Ya ALLaah lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
[12/10/2017 17:42] R Rosyad: Setelah itu nyatakanlah sungguh-sungguh dari hatimu.. 👆🏻 (AUDIO: TUNTUNAN SYAHADAT)

[12/10/2017 17:42] Mrs F: Baiklah

[12/10/2017 17:43] R Rosyad: (AUDIO: IKHTIAR NAFS)
👇🏻
[12/10/2017 17:44] R Rosyad: Setelah itu baca ini..
Semoga nafs Mrs. F kembali ke tempatnya semula..
[12/10/2017 17:44] R Rosyad: ** sy sholat maghrib dulu..
[12/10/2017 18:07] R Rosyad: Mrs. F, PP-nya diganti yaa..

Pakai yg ada kalimat2 hikmah aja.

[12/10/2017 18:13] Mrs F: Iya baik ustadz

(Setelah sholat maghrib)
[12/10/2017 18:31] R Rosyad: Kelanjutan si Kaori tadi gimana?

[12/10/2017 18:36] Mrs F: Saya masih nyari buat ganti pp dulu, ustadz
[12/10/2017 18:58] Mrs F: Iya udah
[12/10/2017 18:58] Mrs F: Iya saya hanya ikuti aja semua petunjuk ustadz sampai selesai, lalu saya sholat maghrib
[12/10/2017 20:10] Mrs F: saya masih tidak faham,  bagaimana sih ceritanya masak suka dengan tokoh kartun manga itu bisa sampai seperti itu...???
[12/10/2017 20:11] Mrs F: Apa karena terlalu menjiwai ketika menonton filmnya... terus nafsnya lepas...?
Trus bagaimana itu 'Kaori' bisa menempati ruangnya...?
[12/10/2017 20:14] Mrs F: Banyak tokoh kartun manga macam-macam, tapi tidak ada yang saya suka tuh...

Kecuali Kaori dan Kenshin saja...

Apa lagi saat SMK ada teman (beneran temen akrab sekali) namanya ARS...
Nah, yang memanggil saya pertama kali plus membiasakan saya dengan sebutan Kaori ya ARS
[12/10/2017 20:15] Mrs F: Lalu beliau minta saya memanggilnya Kenshin
[12/10/2017 20:16] Mrs F: ARS ini baik sekali kepada saya, dari awal masa orientasi siswa sampe sudah beda kelas juga kami saling support satu sama lain.
[12/10/2017 20:17] Mrs F: Semua teman-teman tahu. Teman dan guru panggil saya dengan nama kecil.
Hanya ARS yang panggil saya Kaori, kapan dan di manapun di depan siapapun.

[12/10/2017 20:19] R Rosyad: ARS itu juga penikmat manga Samurai X ?

[12/10/2017 20:20] Mrs F: Tepat sekali
[12/10/2017 20:20] Mrs F: ARS bilang...sosok dan karakter Kaori itu mirip saya
[12/10/2017 20:22] Mrs F: Sekedar tahu, saat itu ARS itu bintang di sekolah inceran semua perempuan-perempuan sampai kakak kelas mengejar dia...
Tapi ARS malah memilih saya... katanya suka karena saya sederhana dan apa adanya...
Kami cuma temenan kok tidak pacaran
[12/10/2017 20:22] Mrs F: ARS bilang nyaman deket saya... Senyaman Kenshin saat bersama Kaori

[12/10/2017 20:23] R Rosyad: Mrs. F mulai ngikuti manga itu sejak SMP kan..?
Kalau ARS juga sudah sejak lama mengikuti Samurai X, maka yang di ARS itu mungkin si Kenshin. Dan "mengenali" Kaori-nya yang di Mrs. F.

Kalo ditelusuri, kemungkinan besar ARS itu juga berlatar belakang nasab/kasab yang tidak jauh beda..

[12/10/2017 20:24] Mrs F: Kalau suka filmnya dari SMP
[12/10/2017 20:24] Mrs F: Tapi sebutan ke saya dengan nama Kaori itu saat SMK
[12/10/2017 20:24] Mrs F: Saat kamu bertemu dari awal masa orientasi siswa

[12/10/2017 20:25] R Rosyad: Iya. Begitulah prosesnya.

[12/10/2017 20:25] Mrs F: Saya juga tidak tahu mengapa ARS tidak mau memanggil saya selain nama Kaori
[12/10/2017 20:30] Mrs F: Bahkan ya... Waktu saya rambutnya panjang... ARS sampe minta saya kuncir rambut seperti Kaori,  dan dia senang sekali liat saya di kuncir/jepit rambut dengan pita ala Kaori...
(padahal saya di bully oleh teman-teman krn katanya jadul dan kuno)
Tapi ARS suka dan senang sekali.
Katanya biarkan saja yang mengejek dan gak suka... Kamu cantik Kaori.
Kamu jauh lebih cantik dari mereka dan siapapun...
[12/10/2017 20:31] Mrs F: ARS itu sepertu malaikat pelindung,  setiap saya butuh pertolongan, kesusahan, sedih,  dan lain-lain... ARS selalu ada di samping saya...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ping...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ping...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ping...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ini Kaori sedih sekali
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Saya harus bagimana ustadz...

[12/10/2017 20:41] R Rosyad: Kaori.. kamu tadi sudah bersyahadat kah?

[12/10/2017 20:41] Mrs F: Sudah
[12/10/2017 20:41] Mrs F: Aku ingin bersama Kenshin
[12/10/2017 20:42] Mrs F: Tolong pertemukan dan satukan aku dengan Kenshin
[12/10/2017 20:45] Mrs F: Iya Kaori... Tunggu sebentar... saya dan Ustadz Rosyad berusaha bantu kamu,  In syaa Allah.
Kami bukan ingin menyakiti kamu

[12/10/2017 20:48] R Rosyad: Kaori, ayo kita sama-sama berdoa..

Tujukan doa ini juga kepada Kenshin yang di ARS itu..

AlhamduliLLaahi Robbil 'Aalamiin
Wash-sholaatu wassalaamu 'alaa nabiyyinaa Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shohbihii ajma'iin..

ALLoohumma yaa muqollibal quluub, tsabbit quluubanaa 'alaa diiniKa

Yaa ALLaah, yang membolak balikkan hati, tetapkanlah-mantapkanlah hati kami berada di jalan agamaMu

Yaa mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa 'alaa thoo'atiKa

Wahai Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati kami agar cenderung taat kepadaMu

ALLaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim

ALLaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim

ALLaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim

[12/10/2017 20:48] Mrs F: Gak Kaori... saya tidak bisa kalau saya yang harus datang dan menemui Kenshin.  Saya juga tidak tahu dia di mana...
Biarkan ustadz yang membantu kamu ya... Dengan cara beliau... saya hanya bisa bantu doa...

Saya ikut sedih... saya bisa merasakan perasaan kamu sekarang ini... Berdoalah kepada ALLaah, semoga ALLaah menyatukan kalian...
[12/10/2017 20:49] Mrs F: Ini Kaori, ikuti saran ustadz ya, ayo kita berdoa bersama... In syaa ALLaah

[12/10/2017 20:50] R Rosyad: BismiLLaahirrahmanirrahiim

Kenshin.. kemarilah dengan kemudahan dari ALLaah..

A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir
[12/10/2017 20:53] R Rosyad: Kaori..

Jika Kenshin sdh di sini.. ajaklah dia untuk menerima Islam..
Perdengarkan juga audio di atas tadi ..

[12/10/2017 20:53] Mrs F: Maa syaa Allah... Saya dan Kaori bersama-sama melihat Kenshin (beberapa emoticon menangis)
[12/10/2017 20:54] Mrs F: Ayo kaori...ajaklah kenshin bersyahadat...

[12/10/2017 20:54] R Rosyad: Putarkan audio tentang Islam tadi..
(AUDIO: QS. Al- 5:3 Alyauma akmaltu)

[12/10/2017 20:55] Mrs F: Iya baik

[12/10/2017 20:55] R Rosyad: juga ini (AUDIO: DAKWAH - MA'RIFATULLAH, QS. Al-Hasyr (59): 22-24)
[12/10/2017 20:58] R Rosyad: Ajari doanya seperti tadi ...
[12/10/2017 20:58] R Rosyad: Doa lapang menerima Islam


Baca sungguh-sungguh dari hatimu..

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM

Ya ALLaah lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
[12/10/2017 21:00] R Rosyad: 👆🏻Kemdian bimbing dengan audio syahadat tadi..

[12/10/2017 21:00] Mrs F: Iya, tadi Kenshin sempat menolak karena belum tahu apa itu islam dan mengapa harus masuk islam
[12/10/2017 21:02] Mrs F: Alhamdulillah setelah di perdengarkan doa-doa tersebut Kenshin seperti tersentuh dan melembut...
Lalu mau mengucapkan syahadat...
[12/10/2017 21:02] Mrs F: Maa syaa Allah...
Kaori dan Kenshin sudah bersama sekarang... (emoticon menangis)
[12/10/2017 21:03] Mrs F: Wallahu'alam...ini sungguhan apa tidak sih...
Saya kok ikutan sedih terharu gini

[12/10/2017 21:03] R Rosyad: AlhamduliLLaahilladzii bini'matihii tatimmush shoolihaat..
[12/10/2017 21:03] R Rosyad: Langsung bacakan untuk ARS ikhtiar nafs...
[12/10/2017 21:04] R Rosyad: Atau ikuti audionya..

[12/10/2017 21:04] Mrs F: ARS...?

[12/10/2017 21:04] R Rosyad: Iya..
Kenshin itu menempati yang di ARS..
Ruang sukmanya selama ini ditempati Kenshin itu

[12/10/2017 21:05] Mrs F: Sama seperti kaori menempati ruang di tubuh saya ya?

[12/10/2017 21:05] R Rosyad: Dan nanti mereka berdua agar bergabung dengan jamaah jin yang sholih..
[12/10/2017 21:05] R Rosyad: Iya

[12/10/2017 21:05] Mrs F: Ya Allah... saya baru faham sekarang..
[12/10/2017 21:05] Mrs F: Terjawab sudah..
[12/10/2017 21:06] Mrs F: saya dengan ARS juga tidak mengerti selama ini... Mengapa kami bisa punya rasa dan jiwa yang sama
[12/10/2017 21:06] Mrs F: Tapi ini unik
[12/10/2017 21:06] Mrs F: Kami seperti sedang memainkan 2 tokoh dengan karakter yang bukan kami sebetulnya...

[12/10/2017 21:06] R Rosyad: Ikuti atau perdengarkan. Ajak Kenshin muslim dan Kaori muslimah itu untuk mengarahkan bacaan Ikhtiar Nafs ke ARS..

[12/10/2017 21:07] Mrs F: Iya baik

[12/10/2017 21:07] R Rosyad: Semoga semuanya kembali kepada fitrahnya

[12/10/2017 21:08] Mrs F: Pantas saja hubungan kami dekat dan akrab seolah kami sudah lama kenal dan bersama...
Ternyata ini
[12/10/2017 21:08] Mrs F: Maa syaa ALLaah laa quwwata illa biLLaah...
[12/10/2017 21:09] Mrs F: Aamiin Allahumma Aamiin

[12/10/2017 21:10] R Rosyad: Sudah dibaca / diperkenalkan audio ikhtiar nafs..?
Sekalian juga buat Mrs. F untuk ruang-ruang kosong yang lainnya..
[12/10/2017 21:10] R Rosyad: diperdengarkan

[12/10/2017 21:10] Mrs F: Iya

[12/10/2017 21:11] R Rosyad: Diulangi 2 - 3 kali..

[12/10/2017 21:11] Mrs F: Iya baik ustadz

[12/10/2017 21:27] R Rosyad: Mrs. F .. sudah ikhtiar nafs-nya?

[12/10/2017 21:28] Mrs F: Sudah ustadz,  Alhamdulillah
[12/10/2017 21:29] Mrs F: Tadi saya lihat lagi gambar-gambar Kenshin dan Kaori, Kok beda
[12/10/2017 21:30] Mrs F: Gambar mereka tetap bagus saya suka.. Tapi rasanya kok datar saja begitu...biasa...
[12/10/2017 21:30] Mrs F: Tidak ada perasaan yang meluap-meluap di dada saya seperti sebelum-sebelumnya

[12/10/2017 21:33] R Rosyad: AlhamduliLLaah..

[12/10/2017 21:38] Mrs F: Mereka pergi dengan wajah yang bahagiaaaaa begitu
[12/10/2017 21:39] Mrs F: saya kok terharu ya dengab mereka..... itu nyata... Bukan kartun
[12/10/2017 21:41] Mrs F: Tadi pas saya ping..ping ustadz tadi... Kaori ini di belakang saya pakai kimono menangis-nangis minta ketemu kenshin...
Saya bingung...makanya langsung japri ustadz lagi
[12/10/2017 21:58] Mrs F: saya kan ngefans sama dia

[12/10/2017 21:58] R Rosyad: Doakan saja agar mereka bertemu dengan jamaah yang shalih, belajar agama di sana dan berdakwah sebagai bentuk syukur kepada ALLaah swt..

[12/10/2017 21:59] Mrs F: Iya ustadz,  in syaa ALLaah

[12/10/2017 22:01] R Rosyad: Ngefans-nya disudahi. Karena sudah tahu hakikat sebenarnya.
Maka, dalam pendidikan anak-anak para sahabat menceritakan kisah-kisah nyata perjuangan mereka bersama Nabi di dalam dakwah dan pertempuran. Itu semua real bukan fiksi.
Rawannya cerita fiksi itu adalah adanya imajinasi dan "ilham" jin yang dimasukkan ke penulisnya, sutradaranya bahkan hingga pemerannya.

[12/10/2017 22:02] Mrs F: Iya ustadz... Sekarang sudah tidak
[12/10/2017 22:04] Mrs F: tadi saya lihat-lihat lagi pandang-pandangi lagi gambar kenshin tapi kok biasa dan datar aja, ya hanya gambar biasa... Tidak ada luapan-luapan batin (seperti didak ada jiwanya).
Tadinya tuh saya kalau lihat gambar Kenshin itu seperti melihat belahan jiwa,
Ternyata itu semua perasaannya Kaori
yang di dalam diri saya.

__________ SELESAI.


Baca juga:
Serial Tanya Jawab TQ Seputar Kartun

KAIDAH dan PERLAKUAN TERHADAP BENDA

Perlu dilihat/ditinjau dari:


1. Asal Bahan
Baik cara memperolehnya maupun jenis materialnya. Haq atau batil.

Contoh:
  • Guci. Ada yang terbuat murni dari tanah lempung; ada juga yang dicampur dengan tulang hewan.. (babi?) untuk mengeraskan. 
  • Senjata kuno, mètalnya bisa didapat lewat ilmu "menarik" secara ghaib dengan ritual tertentu.

Pilihan perlakuannya:
  • Kembalikan ke alam dengan sebelumnya dirubah total dari bentuk awalnya atau 
  • Dikembalikan kepada kepentingan umum dan pihak tersebut bisa dipercaya.



2. Cara Memprosesnya
Apakah dengan ritual ataukah tidak.

Contoh:
Batik kuno, senjata kuno / tradisional.

Pilihan perlakuannya:
  • Bacakan RID kemudian fungsikan sebagaimana mestinya dlm kebutuhan sehari-hari.
  • Jika tidak bisa difungsikan sehari-hari, maka rehab dulu ke bentuk lain sehingga bisa dipakai/difungsikan sehari-hari.



3. Fungsi
Menyerupai sesuatu yang dilarang syariat ataukah tidak.

Contoh:
  • souvenir (yang ternyata aslinya adalah jimat, kaligrafi berfungsi jimat sepenuhnya, bentuk sesembahan).
  • asli jimat atau tolak bala
  • asli sesembahan

Pilihan perlakuannya:
musnahkan secara total.



4. Bentuk/corak
Mengandung sesuatu yang dilarang syariat ataukah tidak.

Contoh:
  • furnitur yang berukuran hewan/simbol kekufuran.
  • guci bergambar atau berukir hewan/manusia.
  • boneka/mainan berkarakter tokoh terkenal, hewan buas, mirip sekali dengan aslinya,
  • kaos/sprei kain kasur sebagaimana boneka dan bersimbol kekufuran.
  • pajangan yang berkarakter/bersimbol seperti di atas. 
  • rumah yang dipakai untuk ibadah agama lain.
  • kaligrafi membentuk makhluk hidup, tercampur dengan simbol rajah/jimat.
  • benda tiruan yang bentuknya seperti benda nomor (2).


Pilihan perlakuannya:
  • hilangkan bagian-bagian yang tidak sesuai dengan kaidah syariat tersebut, kemudian difungsikan bendanya dalam kehidupan sehari-hari sesuai fungsinya.
  • jika masih memungkinkan, rehab total dari bentuk semula menjadi bentuk lainnya yang aman dan bermanfaat. 
  • jika tidak memungkinkan, maka musnahkan secara total.


R. Rosyad

Minggu

Serial Tanya Jawab TQ: Seputar Batu Akik

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang diajukan kepada ustadz R. Rosyad terkait dengan Batu.


Pertanyaan: 
Kami ada batu yang berbentuk jadi, siap pakai dan ada juga yang masih bongkahan. Bagaimana cara membersihkan batu-batu itu, ustadz?

Jawaban: 
1. Untuk yang sudah siap pasang (pakai), dipukul sampai hancur/remuk serpihan sekecil mungkin. Sebelumnya dilapisi lakban/isolasi/kain agar tidak melesat ketika dipukul. Kemudian di buang di tempat sampah.
2. Untuk yang bongkahan, cukup dibelah beberapa bongkahan. Kemudian dibuang jauh dari jangkauan manusia (laut, sungai..)

Sebelum dipukul, bacakan dulu (dengan niat mendakwahi):
- Ayat Kursi, 2 QUL (QS. Al-Falaq dan An-Naas)
- Al-Fatihah, QS. Al-Ikhlash
- QS. Al-Mukminun (23): 29,

وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

wa qur robbi anzilnii munzalam mubaarokaw wa anta khoirul-munziliin

Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat".

- Jika perlu, bacakan 2 kalimat syahadat.
__________________


Pertanyaan:
Saya punya batu-batuan untuk kalung dan gelang. Itu bagaimana ustadz?

Jawaban:
Jika terbuat dari bahan yang biasa dipakai cincin sebagaimana dijelaskan, maka perlakukannya juga sama.
___________________


Pertanyaan: 
Ustadz, terkait batu. Apakah semua batu untuk perhiasan itu harus dihancurkan? Bagaimana dengan permata berlian dan mutiara?

Jawaban:
Tentunya yang kita bahas itu berbeda dan tidak dimaksudkan untuk:
• jenis batu permata yang umum dan banyak dijual bersama emas/perak di toko perhiasan seperti berlian dan mutiara,
• yang harganya sama sesuai standar internasional dan
• yang dipasarkan di pasar perhiasan di manapun dan tidak hanya dipasarkan di kalangan terbatas/khusus bagi orang yang hobi saja atau kolektor saja.
_______________

Sabtu

BATU AKIK

Batu Akik (dan Sejenisnya) Untuk Cincin Maupun Yang Masih Batu Bongkahan


Banyak kasus terkait orang yang memiliki batu akik dan sejenisnya (lak-laki maupun perempuan, tua-muda) baik sebelum saat booming batu maupun sesudahnya. Yang sempat masuk dalam data kami berjumlah ratusan orang, dan dari kami sendiri ada lebih dari 50 orang. Itu kami anggap sebagai persoalan yang perlu dipahami oleh banyak pihak terutama para terapis.

Pemilik sebagian besar tidak berkeyakinan kepada batu itu memiliki kekuatan istimewa/ghaib, mereka beralasan hanya karena senang/koleksi/hadiah. Ada yang jumlahnya satu-dua butir maupun yang koleksi jumlah banyak. Sebagian lainnya sempat memperdagangkannya.

Rata-rata pemiliknya mengalami gangguan fisik, mental-emosional, lemah ibadah, hingga kisruh rumah tangga. Kasus semakin bertambah saat booming batu satu-dua tahun terakhir ini..

Beberapa yang diterapi merasakan berkurang drastis masalahnya saat menghancurkan batu-batu koleksinya itu. Bahkan banyak yang tanpa perlu diruqyah secara khusus.

Sebagiannya lagi (dirinya/anggota keluarganya) merasa panas/nyeri saat membacakan-meniupkan ke batu-batu mereka dengan ayat kursi dan 3 QUL.

90% pemilik beragama baik dan tidak ada keyakinan sama sekali kepada batu-batu yang mereka miliki itu.

Demikian banyak dan seringnya, maka jika ada keluhan (apapun) yang kurun waktu munculnya sekitar 1 atau 2 tahun belakangan ini, biasanya diantara pertanyaan kami adalah "punya batu akik atau tidak?"


Catt: di sini tidak terkait dengan pembahasan hukum cincin dan batu secara syariatnya.
________


Hadits Terkait dengan Cincin dan Mata Cincin

Jika dikumpulkan dari beberapa hadits tentang Nabi memakai cincin, maka bisa disimpulkan dan ditajmi' menjadi:

1. Awalnya Nabi pakai cincin dari emas/perak dengan diberi mata dari batu, memakainya di jari tangan kanan dengan batu menghadap telapak tangan. Kemudian Nabi membuangnya baik emasnya berikut batu-nya. Sambil mengatakan: "Demi ALLaah aku tidak akan memakainya lagi selama-lamanya  والله لا ألبسه أبدا". Kemudian diikuti oleh orang-orang yang sebelumnya sempat ikut membuat dan memakainya.

2. Seandainya hadits tentang membuang cincin perak itu tidak rancu (tidak tertukar) dengan membuang cincin emas, kemungkinan besar kaitannya dengan batu yang menyertainya.

3. Saat dakwah sudah ke manca negara Nabi memakai cincin perak dengan mata dari perak juga yang bertuliskan Muhammad RasuluLLaah محمد رسول الله  untuk tujuan sebagai stempel surat dan tidak pernah beliau memakainya sehari-hari.

4. Nabi menyarankan kepada laki-laki jika menginginkan pakai cincin agar memakai yang terbuat dari perak. Dan jika ingin memakaikan mata maka matanya juga dari perak dengan tidak menuliskan nama beliau.

5. Nabi melarang memakai cincin yang terbuat dari besi atau tembaga/kuningan.

____________


Beberapa Hadits tentang Cincin dan Mata Cincin.


حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اصْطَنَعَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ وَكَانَ يَلْبَسُهُ فَيَجْعَلُ فَصَّهُ فِي بَاطِنِ كَفِّهِ فَصَنَعَ النَّاسُ خَوَاتِيمَ ثُمَّ إِنَّهُ جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَنَزَعَهُ فَقَالَ إِنِّي كُنْتُ أَلْبَسُ هَذَا الْخَاتِمَ وَأَجْعَلُ فَصَّهُ مِنْ دَاخِلٍ فَرَمَى بِهِ ثُمَّ قَالَ وَاللَّهِ لَا أَلْبَسُهُ أَبَدًا فَنَبَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَهُمْ

Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliyallahu'anhuma, bahwasanya RasuluLLaah ShallaLLaahu 'alaihiwasallam membuat cincin dari bahan emas. Cincin itu sering beliau pakai, dan beliau letakkan mata cincinnya di bagian dalam telapak tangannya. Orang-orang pun menirunya dan membuat cincin, kemudian beliau duduk diatas minbar dan mencopot cincinnya seraya mengatakan: "sesungguhnya aku selalu memakai cincin ini, dan aku meletakkan mata cincinnya di bagian dalam" kemudian beliau melemparkannya, sambil berkata: "Demi Allah, saya tidak akan memakainya selama-lamanya." Kontan para sahabat membuang cincin-cincin mereka.
(HR. Bukhari: 6160, Muslim: 3898)


أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
اتَّخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ وَصَنَعَ فَصَّهُ مِنْ دَاخِلٍ قَالَ فَبَيْنَا هُوَ يَخْطُبُ ذَاتَ يَوْمٍ قَالَ إِنِّي كُنْتُ صَنَعْتُ خَاتَمًا وَكُنْتُ أَلْبَسُهُ وَأَجْعَلُ فَصَّهُ مِنْ دَاخِلٍ وَإِنِّي وَاللَّهِ لَا أَلْبَسُهُ أَبَدًا فَنَبَذَهُ فَنَبَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَهُمْ

Telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ayub dari Nafi' dari Ibnu Umar dia berkata; RasuluLLaah ShallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin emas dan meletakkan batu mata cincinnya berada dalam (telapak tangannya). Suatu hari ketika beliau berkhuthbah, beliau bersabda: " Memang kemarin saya telah mempunyai cincin dan memakainya, dan kuletakkan batu matanya dalam telapak tangan, Saya demi ALLaah, tidak memakai lagi selama-lamanya." Maka beliau kemudian menanggalkannya, lalu orang-orang pun mengikutinya.
(HR. Ahmad: 6049)

َ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبِسَ خَاتَمَ فِضَّةٍ فِي يَمِينِهِ فِيهِ فَصٌّ حَبَشِيٌّ كَانَ يَجْعَلُ فَصَّهُ مِمَّا يَلِي كَفَّهُ

Dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik bahwa RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin perak bermata batu Habsyi di tangan kanannya. Beliau meletakkan mata cincinnya di sebelah dalam telapak tangannya.
(HR. Muslim: 3908)


عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّهُ رَأَى فِي يَدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ يَوْمًا وَاحِدًا ثُمَّ إِنَّ النَّاسَ اصْطَنَعُوا الْخَوَاتِيمَ مِنْ وَرِقٍ وَلَبِسُوهَا فَطَرَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمَهُ فَطَرَحَ النَّاسُ خَوَاتِيمَهُمْ

Dari Ibnu Syihab dia berkata; telah menceritakan kepadaku Anas bin Malik radhiyaLLaahu 'anhu bahwa dia pernah melihat RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin perak di tangannya selama satu hari, kemudian orang-orang pun ikut membuat cincin dari perak dan memakainya, lalu RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam pun membuang cincin tersebut dan orang-orang pun ikut membuang cincin yang mereka kenakan."
(HR. Bukhari: 5419, Muslim: 3905)


عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ وَكَانَ جَعَلَ فَصَّهُ فِي بَاطِنِ كَفِّهِ فَاتَّخَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَ مِنْ ذَهَبٍ فَطَرَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَرَحَ النَّاسُ خَوَاتِيمَهُمْ وَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ فَكَانَ يَخْتِمُ بِهِ وَلَا يَلْبَسُهُ

Dari Abu Bisyr dari Nafi' dari Ibnu Umar berkata, "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin emas, dan beliau menghadapkan mata cincinnya ke arah telapak tangannya. Lalu orang-orang ikut memakai cincin dari emas, maka RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam pun membuang cincinnya dan diikuti oleh mereka. Setelah itu beliau membuat cincin dari perak yang beliau gunakan untuk menstempel, dan tidak memakainya."
(HR. Nasa'i: 5197).

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ خَاتَمُهُ مِنْ فِضَّةٍ وَكَانَ فَصُّهُ مِنْهُ

Dari Anas radhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam memiliki cincin yang terbuat dari perak sedangkan batu cincinnya dari perak juga.
(HR. Bukhari: 5421)


عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
أَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَكْتُبَ إِلَى بَعْضِ الْأَعَاجِمِ فَقِيلَ لَهُ إِنَّهُمْ لَا يَقْرَءُونَ كِتَابًا إِلَّا بِخَاتَمٍ فَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ عَنْ خَالِدٍ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ بِمَعْنَى حَدِيثِ عِيسَى بْنِ يُونُسَ زَادَ فَكَانَ فِي يَدِهِ حَتَّى قُبِضَ وَفِي يَدِ أَبِي بَكْرٍ حَتَّى قُبِضَ وَفِي يَدِ عُمَرَ حَتَّى قُبِضَ وَفِي يَدِ عُثْمَانَ فَبَيْنَمَا هُوَ عِنْدَ بِئْرٍ إِذْ سَقَطَ فِي الْبِئْرِ فَأَمَرَ بِهَا فَنُزِحَتْ فَلَمْ يَقْدِرْ عَلَيْهِ

Dari Qatadah dari Anas bin Malik ia berkata, "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam ingin menulis surat untuk orang-orang di luar arab, lalu dikatakan kepada beliau, "Sesungguhnya mereka tidak mau membaca surat tanpa ada setempelnya." RasuluLLaah kemudian membuat cincin dari perak dan memberi ukiran Muhammad RasuluLLaah." Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyyah dari Khalid dari Sa'id dari Qatadah dari Anas sebagaimana makna hadits Isa bin Yunus. Namun ia menambahkan, "cincin itu tetap berada dijarinya hingga meninggal, lalu pindah ke Abu Bakar hingga meninggal, lalu pindah ke Umar hingga meninggal, lalu pindah ke tangan Utsman. Dan ketika Utsman sedang berada di dekat sumur, cincin itu jatuh. Utsman memerintahkan untuk mencarinya namun tidak ketemu."
(HR. Abu Daud: 3681)


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ
أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ خَاتَمٌ مِنْ حَدِيدٍ فَقَالَ مَا لِي أَرَى عَلَيْكَ حِلْيَةَ أَهْلِ النَّارِ فَطَرَحَهُ ثُمَّ جَاءَهُ وَعَلَيْهِ خَاتَمٌ مِنْ شَبَهٍ فَقَالَ مَا لِي أَجِدُ مِنْكَ رِيحَ الْأَصْنَامِ فَطَرَحَهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ أَتَّخِذُهُ قَالَ مِنْ وَرِقٍ وَلَا تُتِمَّهُ مِثْقَالًا

Telah menceritakan kepada kami AbduLLaah bin Buraidah dari Bapaknya berkata, "Seorang laki-laki datang menemui Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam, sementara pada jarinya terdapat cincin dari besi. Beliau bersabda: "Kenapa aku melihat perhiasan ahli neraka pada tanganmu?" laki-laki itu pun membuang cincinnya, setelah itu ia datang kembali dan di tangannya terdapat cincin dari tembaga, beliau lalu bersabda: "Kenapa aku mendapati bau berhala darimu?" laki-laki itu lalu membuang cincinnya seraya berkata, "Wahai RasuluLLaah, lalu aku harus memakai cincin dari apa?" Beliau menjawab: "Perak, dan jangan engkau genapkan (nilai cincin itu) menjadi satu mitsqal."
(HR. Nasa'i: 5100)


R. Rosyad



Baca juga (klik):
Tanya Jawab Seputar Batu.

Jumat

Membersihkan Mulut, diantara Adab Bangun Tidur


Ada postingan yang menyebutkan seorang herbalis menganjurkan agar tidak membersihkan mulut (sikat gigi atau sejenisnya?) saat bangun tidur karena beberapa alasan yang disebutkan sebagai hasil penelitian.

Jika benar, hal ini perlu kita telaah lagi..

========

Ini perlu dikoreksi...

Diantar adab yang dicontohkan Nabi shallaLLaahu'alaihi wasallam saat bangun tidur adalah bersiwak..

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما
أَنَّهُ رَقَدَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَيْقَظَ فَتَسَوَّكَ وَتَوَضَّأَ وَهُوَ يَقُولُ
{ إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ }
فَقَرَأَ هَؤُلَاءِ الْآيَاتِ حَتَّى خَتَمَ السُّورَةَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَأَطَالَ فِيهِمَا الْقِيَامَ وَالرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ

Dari AbduLLaah bin bin Abbas radhiyaLLaahu anhumaa bahwa ia pernah bermalam di sisi RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam. Kemudian beliau bangun dan langsung bersiwak kemudian berwudlu. Lalu beliau membaca: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." Beliau membaca ayat itu hingga selesai satu surat (Ali Imran). Kemudian beliau shalat dua raka'at dengan memanjangkannya berdirinya, ruku', dan sujudnya.
(HR. Muslim: 1280).


 حَدَّثَتْنِي أُمُّ مُحَمَّدٍ أَنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْهَا
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَرْقُدُ مِنْ لَيْلٍ وَلَا نَهَارٍ فَيَسْتَيْقِظُ إِلَّا اسْتَاكَ قَبْلَ الْوُضُوءِ

Telah menceritakan kepadaku Ummu Muhmmad bahwa Aisyah bercerita kepadanya; bahwa RasuluLLaah Shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah tidur di malam hari dan tidak pula di siang hari kemudian bangun, melainkan beliau bersiwak sebelum wudhu.
(HR. Ahmad: 24112)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَنَامُ إِلَّا وَالسِّوَاكُ عِنْدَهُ فَإِذَا اسْتَيْقَظَ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ

Dari Ibnu Umar radhiyaLLaahu 'anhumaa, RasuluLLaah ShallaLLaahu 'alaihi wasallam tidak tidur kecuali siwak dibawanya dan jika beliau bangun, beliau memulai dengan bersiwak.
(HR. Ahmad: 5707)


Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersiwak hingga ke lidah dan langit-langit mulut..


عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَسْتَنُّ وَطَرَفُ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ وَهُوَ يَقُولُ عَأْ عَأْ

Dari Abu Musa radhiyaLLaahu 'anhu dia berkata; "Saya menemui RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam, sedang beliau sedang bersiwak, dan ujung siwak berada di ujung lidahnya beliau mengucapkan; Aa', Aa'.
(HR. Nasa'i: 3)

َ عَن أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَسْتَاكُ وَهُوَ وَاضِعٌ طَرَفَ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ يَسْتَنُّ إِلَى فَوْقَ

Dari Abu Musa radhiyaLLaahu 'anhu ia berkata; "Saya menemui RasuluLLaah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang bersiwak, beliau meletakkan ujung-ujung siwak pada mulutnya, lalu menggosoknya hingga mengenai langit-langit mulutnya."
(HR. Ahmad: 18903)


Jadi, cukup jelas bagaimana Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam  membersihkan mulut beliau secara keseluruhan setiap bangun dari tidur. Apakah itu setelah tidur siang atau tidur malam.

Kita harus yakin bahwa petunjuk kenabian adalah lebih utama. Dan ini sekaligus menunjukkan keutamaan/keistimewaannya siwak. Jika dikaitkan dengan enzim dan segala zat yang ada di air liur, maka kita yakin sepenuhnya dengan sunnah siwak justeru akan menjadi lebih aktif dan efektif segala kebaikan dan melemah segala keburukan.

Semoga kita termasuk yg dikelompokkan dalam umat yg yakin dan bersemangat dengan sunnah-sunnah Nabinya..


R. Rosyad

Kamis

APAPUN KEPUTUSAN YANG TERJADI

Maka Sesungguhnya Itu Adalah Ketetapan ALLaah 'azza wajalla


مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Setiap yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi ALLaah.
[QS. Al-Hadid (57): 22]


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنهما قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

Dari 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliyaLLaahu 'anhumaa berkata; "Saya pernah mendengar RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: "ALLaah telah menentukan takdir bagi semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum ALLaah menciptakan langit dan bumi.' RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam menambahkan: 'Dan arsy ALLaah itu berada di atas air."​ (HR. Muslim: 4797)


Apapun keputusan yang ALLaah swt berikan, maka semua itu baik semata dari sisiNya. Dan kemampuan kita (dengan pertolongan ALLaah) bisa "menerjemahkan" setiap peristiwa sebagai ujian hidup dengan penerjemahan yang baik - In syaaALLaah - akan memudahkan kita menjawab soal-soal ujian itu dengan se-baik-baiknya.


عن جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ أنه يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ

​Dari Jabir bin AbdiLLaah bahwa dia berkata: aku mendengar RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersbda: "Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnuzh zhon pada ALLaah. (HR. Ahmad no. 14053, Muslim juga meriwayatkan dengan redaksi وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ )


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah radhiyaLLaahu 'anhu dia berkata; "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh ALLaah Subhanahu wa Ta'ala daripada mukmin yang lemah. Dan pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLaah dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu, maka janganlah kamu mengatakan; "Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu". Tetapi katakanlah; QoddaraLLaah wa maa syaaALLaah fa'ala 'lni sudah takdir ALLaah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata 'law' (seandainya) akan membukakan jalan bagi gangguan syaitan.'" (HR. Muslim: 4816)


Menjawab setiap soal melalui sikap hati, lisan, tulisan, pikiran dan amal perbuatan dengan jawaban terbaik. Baik per-(soal)an yang terkait langsung hubungannya dengan al-Khaaliq maupun sesama makhlukNya.


وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. [QS. Hud (11), 7]


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

(Dialah) Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. [QS. Al-Mulk (67): 2)


Marilah kita senantiasa memohon pertolongan-Nya agar diberi kemampuan yang terbaik dalam segala keadaan, menyikapinya dan menjalani tugas kehidupan...

اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

ALLaahumma a'innaa 'alaa dzikriKa wa syukriKa wa husni 'ibaadatiKa

Ya ALLaah bantulah kami untuk (selalu) mengingatMu, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada Engkau. (HR. Ibnu Daud dan Ahmad)


______________________________


SubhaanaLLaah...
Masing-masing mendapatkan soal ujian berbeda dari satu peristiwa yang sama.

Robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilaa, subhaanaKa faqinaa 'adzaaban naar.

Masing-masing berlomba memberi jawaban terbaik dari soal ujiannya.. jawaban yang terkait dengan hablun minaLLaah dan hablun minan naas..

Semoga semuanya lulus dengan jawaban terbaik dan menjadi wasilah untuk mendapatkan itqun minan naar..



R. Rosyad_FTQ

Seri Tanya Jawab TQ: Sertifikat Tempat Tinggal Jin...?

Tanya Jawab salah satu anggota room Terapi Quran dengan ustdz Riyadh Rosyadi. 


Tanya:
Mengapa sertifikat harus dibakar? apakah itu juga bisa jadi sarana tempat tinggalnya jin?


Jawab:
Ilmu-ilmu yang tidak sesuai dengan kaidah agama apalagi yang masuk dalam kategori batil itu selalu meminta perjanjian sebagai ikatan ketersambungan (sanad) dan ketergabungan (dengan kelompok) untuk mengalirkan sumber energinya kepada pengikut/anggotanya.

Sertifikat itu adalah salah satu tanda ikatan perjanjian itu. Dan ikatan-ikatan itu harus dilepaskan dan dimusnahkan sebagai bukti berlepas diri secara total.

بَرَآءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۤ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ

"(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)."
[QS. At-Taubah (9): 1]


قَدْ كَانَتْ لَـكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْۤ اِبْرٰهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗ ۚ  اِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰٓؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَآءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗۤ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَـكَ وَمَاۤ اَمْلِكُ لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ   ۗ  رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَـبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

"Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja, kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu. (Ibrahim berkata), Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,"
[QS. Al-Mumtahanah (60): 4]

H. Riyadh Rosyadi

KHUTBAH ‘IEDUL ADHA

Siklus Setahun Kita Adalah Siklus-Siklus Perjuangan



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى ~إله~ آله وصحبه أجمعين


ALLaahu Akbar 3×,  waliLLaahilhamd..
Kaum Muslimin rahimakumuLLaah,

Pagi ini Hari Raya Idul Adha, kita telah bersama berdiri sholat, ruku' dan sujud sebagai pernyataan patuh merendahkan diri dengan penuh kesadaran dan keikhlasan hati..

Hari ini tgl 10 Dzulhijjah dan tiga hari setelahnya nanti, kita bertakbir membesarkan nama ALLaah, tahmid-tasbih memuji dan mensucikanNya,  serta bertahlil – LAA ILAAHA ILLALLAAH - menyatakan bahwa tidak ada yang berhak disembah dan ditaati selain DIA semata.

Hari ini dan tiga hari setelahnya adalah waktu-waktu kita menyembelih hewan ternak seperti unta, sapi, kambing/domba.
Hewan sembelihan disebut Udhiyyah.
Maka penamaan 'idul Adha karena terkait dengan udhiyyah yang dilaksanakan diwaktu dhuha.

Ulama menyebut udhiyyah sebagai,

هِيَ مَا يُذ بَحُ مِنَ النَّعَمِ تَقَرُّبًا إِلى اللهِ تَعَاَلى مِنْ يَوْمِ ْالعِيْدِ إِلَى آخِرِ أيَّام التَّشْرِيْقِ

Yaitu hewan yang disembelih dari jenis hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah di hari raya Idul Adha hingga akhir hari tasyriq.“

Hewan sembelihan disebut dengan Udhiyyah الأضحية.
Secara bahasa ada hubungannya dengan Tadhiyyah تضحية yang berarti pengorbanan hidup.
Keduanya sama-sama dari kata dhahha yudhahhi  ضحّى يضحّى.

Selain disebut dengan udhiyyah, hewan sembelihan pada Idul adha ini disebut juga dengan istilah Qurbaan القربان.
Dan kata qurbaan قربان (sembelihan hewan kurban) ada keterkaitan dengan taqorrub التقرّب yang artinya mendekatkan diri. Walaupun dari asal kata agak berbeda yaitu qoruba dan qoriba tetapi keduanya sama-sama dari akar huruf yang sama qof-ra-ba  ق ر ب .. Dan keduanya akan bertemu pada makna yang sama , yaitu qurban قرباً yang berarti dekat.

Maka Idul Adha adalah Hari merayakan kemenangan karena berhasil mempersembahkan pengorbanan dalam bentuk udhiyyah - penyembelihan hewan dalam rangka mendekatkan diri - taqorrub - kepada ALLaah subhaanahu wata'aalaa.

Hewan yang dikorbankan itu harus memenuhi syarat. Dipilih yang terbaik dan betul-betul tidak boleh ada cacat sedikitpun. Dan merusak hewan Qurban sebelum proses penyembelihannya berarti sedang merusak ibadah besar dan menggagalkan kemenangan itu sendiri.

Dan Udhiyyah dengan hewan qurban bukanlah daging dan darah hewan itu yang menjadi penghubung kita kepada ALLaah, akan tetapi ketaqwaan itulah yang mengantarkan diri kita terhubung menjadi semakin dekat kepadaNya.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ

Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai ALLaah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. [QS Al-Hajj (22) ayat 37]

Sehingga arti kemenangan dari ALLaah dalam perjuangan hidup ini haruslah disertai dengan bukti adanya tadhiyyah, pengorbanan. Harus ada sesuatu terbaik yang dimiliki yang dikorbankan agar bisa mendekat kepada sumber segala kebaikan (yaitu ALLaah swt) sekaligus sebagai bukti kecintaan dan kepatuhan kepadaNya. Semakin baik dan besar pengorbanan Tadhiyyah itu maka akan semakin besar nilai taqwanya di sisi ALLaah subhaanahu wata'aalaa. 

ALLaahu Akbar 3×,  waliLLaahilhamd
Ma’asyiral Muslimin rahimakumuLLaah..

Inilah takbir yang dengannya kita membersamai takbir-takbir saudara-saudara kita yang bergerak keluar dari wukufnya di Arafah sana.. takbir kita di sini membersamai gerak mereka ke suatu tempat yang di sana mereka melakukan aktifitas penting diantara puncak kegiatan fisik para jamaah haji, sebagai penyempurnaan napak tilas apa yang pernah dilakukan bapak para Nabi, Ibrahim ‘alihissalaam. 

Simaklah penuturan sahabat yang juga diantara murid kesayangan Nabi shallaLLaahu ‘alaihi wa sallam..
Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma menceritakan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,

عن ابن عباس رضي الله عنهما رفعه إلى النبي ‘ قال :” لما أتى إبراهيم خليلُ الله المناسكَ عَرَضَ له الشيطان عند جمرة العقبة فرماه بسبع حصَيَّات حتى ساخ في الأرض ، ثم عرض له عند الجمرة الثانية فرماه بسبع حصَيَّات حتى ساخ في الأرض ، ثم عرض له عند الجمرة الثالثة فرماه بسبع حصَيَّات حتى ساخ في الأرض ” قال ابن عباس : الشيطان ترجمون ، وملة أبيكم إبراهيم تتبعون

Dari Ibnu Abbas radhiyallallahu’anhuma, beliau menisbatkan pernyataan ini kepada Nabi, “Ketika Ibrahim kekasih Allah melakukan manasik haji, tiba-tiba syaitan menampakkan diri di hadapan beliau di jumrah’Aqobah. Lalu beliau melemparinya dengan tujuh kerikil, hingga syaitan itupun terjerembab ke tanah . Syaitan itu menampakkan dirinya kembali di jumrah yang kedua, Lalu beliau melemparinya kembali dengan tujuh kerikil, hingga syaitan itupun terjerembab ke tanah. Kemudian syaitan menampakkan dirinya kembali di jumrah ketiga. Lalu beliaupun melemparinya dengan tujuh kerikil, hingga syaitan terjerembab lagi ke tanah“.

Ibnu Abbas kemudian mengatakan,

الشيطان تَرْجُمون ، ومِلَّة أَبِيْكُمْ إبراهيم تَتَّبِعون

Kalian telah merajam setan, dan bersamaan dengan itu (dengan melempar jumrah) kalian telah mengikuti (menapak tilasi) agama ayah kalian Ibrahim
(HR. Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, Shahih, Shahih At-Targhib wat Tarhib (2/17), hadits nomor 1156.)


Kaum muslimin marilah,
Takbir-takbir kita terus kita gemakan sepanjang pagi dan petang di hari ini hingga tiga hari ke depan nanti dalam rangka membesarkan ALLaah dalam seluruh kehidupan kita, memprioritaskan kepatuhan kepadaNya daripada segala bentuk kepatuhan yang tidak selaras dengan keinginanNya. Takbir-takbir kita sepanjang empat hari ini – di pagi dan petang –sekaligus menjadi pengiring lontaran-lontaran jumroh saudara-saudara kita di sana.



ALLaahu Akbar 3×,  Siklus Setahun Kita Adalah Siklus-Siklus Perjuangan dan Pengorbanan
Kaum Muslimin rahimakumuLLaah,

Inilah takbir-takbir yang menghubungkan 2 hari raya kemenangan,
Yang pertama, Takbir Idul Fithri 1 Syawwal 3 bulan yang lalu., takbir merayakan kemenangan melawan hawa nafsu, takbir kemenangan terbersihkannya jiwa dari segala kotoran yang meracuninya (takbir kemenangan tazkiyyah nafs, penyucian jiwa).

Dan yang kedua, Takbir hari ini, takbir kemenangan menghadapi syaitan yang memusuhi, yang menghalangi ketaatan hamba kepada Robb-nya. Takbir kemenagan yang dengan takbir itu syaitan terjerembab tidak berdaya.

Kaum muslimin, ketahuilah bahwa keduanya... hawa nafsu dan syaitan selalu menghalangi upaya kita mempersembahkan yang terbaik untuk bisa mendekatkan diri kepada ALLaah ‘Azza wajalla.

Hawa nafsu sangatlah berbahaya, sangat merugikan.,
Kemuliaan derajat di sisi ALLaah bisa berganti dengan kehinaan karena memperurutan hawa nafsu.. ALLaah swt berfirman,

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاه

Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya (yang rendah),
[Surat Al-A'raf (7) Ayat 176]

Dan orang yang sudah tenggelam dipertuhankan oleh hawa nafsunya, pasti akan sulit dikendalikan. ALLaah swt berfirman,

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

Tidakkah engkau perhatikan tentang orang yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat mengurusnya?
[Surat Al-Furqon (25) ayat 43]

Maka waspadalah diri kita dari perlawanan hawa nafsu diri kita sendiri dan waspadalah pula dari orang-orang yang telah dikalahkan oleh hawa nafsunya..

فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَىٰ

Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan dari (ayat-ayat ALlaah) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa.
[Surat Thaha (20) Ayat 16]

Adapun syaitan, marilah kita simak bagaimana ALLaah swt menjelaskannya,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Sehingga Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
[Surat Al-A'raf (7) Ayat 16-17]


وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ...... ۚ
وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka....
Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
[QS. An-Nisa (4), Ayat 119]

Karena itu, marilah pahami dan sadari serta lakukan tindakan yang tepat sebelum kita nanti menyesali diri, ALLaah swt berfirman,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala [QS. Al-Fathir (35) ayat 6]



ALLaaahu Akbar 3×,  walillaahilhamd
Jamaah rahimakumuLLaah,

Menjadi jelaslah sudah... bahwa siklus hidup kita dalam satu tahun ini diapit oleh dua momentum perjuangan untuk mendapatkan dua kemenangan yang membahagiakan, yang dengan kemenangan itu kita menjadi layak merayakannya.

(Dua momentum itu adalah) Perjuangan membersihkan jiwa, TAZKIYYATUN NAFS dan Perjuangan menghadapi musuh abadi ASY-SYAITAN..

Kedua perjuangan itu membutuhkan modal utamanya agar sampai kepada target kemenagannya, yaitu At-tadhiyyah - pengorbanan.
Dan agar mampu memberikan pengorbanan yang terbaik perlu disertai ilmu kepahaman, keikhlasan, amal usaha yang kontinu (terus menerus-red), ketaatan, keteguhan, totalitas, persaudaraan dan saling menjaga kepercayaan di kalangan kaum muslimin.

Siklus satu tahun kita adalah siklus-siklus perjuangan, bergerak usaha ke sana ke mari (bagaikan SA’I nya ibunda Hajar yang mencari air minum untuk dirinya dan bayi Ismail) sebagai upaya untuk mempertahankan kehidupan diri kita dan kehidupan generasi penerus kita yang agar tetap kepada fitrahnya.. kepada hakikat jati diri kita selaku hamba ALLaah swt yang tunduk kepadaNya selamanya. Dan agar hidup kita bagaikan thawaf, yang kita tetap berada di pusat kebesaran dan keagunganNya, mengikatkan janji kesetiaan kapanpun dan di manapun hinggga akhir hayat untuk selalu tunduk patuh kepada titahNya sesuai tuntunan Rasul-Nya Muhammad ShallaLLaahu ‘alaihi wa sallam.

Akhirnya,
Marilah kita isi hari raya idul adha di hari ini serta tiga hari (tasyriq) sesudahnya nanti dengan takbir, tahmid-tasbih dan tahlil di setiap pagi dan petang, juga dzikir-dzikir lainnya serta doa-doa untuk diri kita dan saudara-saudara kita di manapun berada, saudara-saudara kita di tanah air ini, serta saudara-saudara di belahan dunia terutama yang sangat berharap dengan bantuan dan doa-doa dari kita semua..

Semoga Idul Adha dan hari-hari tasyriq (tiga hari sesudahnya) kita di tahun ini menjadi hari raya besar sebagaimana Hari Raya Besar yang sebenarnya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

(DO’A-DO’A)

*termasuk,
- doa untuk keselamatan negeri, kemenangan dakwah, pertolongan kepada para pejuang di berbagai negeri, keselamatan umat di berbagai negeri.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم إنه هو الغفور الرحيم،
الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر ولله الحمد
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ الْأَ عْمَالِ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Magetan,
H. Riyadh Rosyadi

Jumat

Seri Ramadhaniyah TQ: Makna Al-'Afwu

Al-'Afwu

Secara Terminologis

Al-‘afwu berasal dari akar kata  عفا، يعف، عفوا، العفوة
artinya, mema’afkannya, mengampuninya.

Al-‘afwu berarti juga “berlebihan”.



Secara Etimologis

Berarti mema’afakan atau memberi maaf pihak lain; 

juga dapat berarti menahan diri, menghapuskan dan menggurkan kesalahan pihak lain terhadap pada dirinya.



Secara terminologi berdasarkan ayat-ayat Alquran

Ada berberapa makna konotatif. Di antaranya:

1. Meninggalkan, menghapuskan atau mengabaikan;
QS. Al-Baqarah (2): 109; 178 dan 237.


وَدَّ کَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ  لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِكُمْ كُفَّارًا   ۚ  حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ  اَنْفُسِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَـقُّ  ۚ  فَاعْفُوْا  وَاصْفَحُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى کُلِّ شَيْءٍ  قَدِيْرٌ

"Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
[QS. Al-Baqarah (2): 109]


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَىٰ بِالْأُنْثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih."
[QS. Al-Baqarah (2): 178]


وَإِنْ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ إِلَّا أَنْ يَعْفُونَ أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ ۚ وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۚ وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan."
[QS. Al-Baqarah (2): 237]


Meringankan atau memudahkan;
• Memperluas;
QS. Al-Baqarah (2) : 187

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

[QS. Al-Baqarah (2): 187]


• Kelebihan;
QS. Al-Baqarah (2) : 219

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

[QS. Al-Baqarah (2): 219]


• Menambah banyak
QS. Al-A'raf (7) : 95

ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوْا وَقَالُوا قَدْ مَسَّ آبَاءَنَا الضَّرَّاءُ وَالسَّرَّاءُ فَأَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: "Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.
[QS. Al-A'raf (7): 95]


Kita berharap kpd ALLaah Al-'Afuwwu, memberikan kepada kita 'Afwa:

  1. Mengabaikan segala catatan buruk kita dan menghapuskannya.
  2. Memaafkan segala kesalahan-kesalahan itu dan mengampuninya.
  3. Meringankan proses hisab dan memudahkan jalan ke jannahNya.
  4. Meluaskan, melebihkan dan menambah banyak karuniaNya sehingga kita bisa meluaskan dan membaginya kepada siapapun pihak yang kita kehendaki dengan seizinNya.


Yaa ALLaah, jadikanlah itu semua setara dengan nilai 1000 bulan atau 83,4 tahun...



HR. Rosyadi


Seri Ramadhaniyah TQ: Lailatul Qadr 2

TERUS CARI SEBELUM MALAM RAMADHAN BERAKHIR


Nggak perlu ribet nebak-nebak Lailatul Qadr malam yang ke berapa yaa...? 

Kerahkan saja kemampuan terbaik untuk mendapatkannya di setiap malam. Pasti - dengan izin ALLaah - kita akan dapat malam (lailatul) qadr.

Kalau punya uang Rp 10 jt, Infaq saja 1 jt tiap malamnya... pasti - dengan izin ALLaah - akan dapat 30 ribu kali lipatnya alias Rp 30 milyar.

Mau lebih besar dari itu? Kalau punya Rp 100 jt, kenapa tidak sekalian saja.. tiap malam 10 jt, pasti - dengan izin ALLaah - akan dapat Rp 300 milyar...
Itu perhitungan angka-angka dunia...

عن أَبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ غَالِيَةٌ أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ الْجَنَّةُ

Abu Hurairah radhiyaLLaahu ‘anhu meriwayatkan bahwa RasuluLLaah shallaLLaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ingatlah sesungguhnya barang dagangan ALLaah itu mahal harganya dan ketauhilah bahwa sesungguhnya barang dagangan ALLaah itu adalah jannah”
(HR. Tirmidzi, shahih di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no 954 - oleh Al Albani).

Kita butuh modal banyak untuk bisa menebus jannah ALLaah..

Jika ada orang yang harus ke neraka dulu untuk dibersihkan sebelum akhirnya dimasukkan ke surga. Maka yang kita inginkan adalah "nilai" yang bisa menebus jannah-Nya dalam posisi kita terjauhkan sejauh-jauhnya dari neraka. Itu baru yang namanya sukses besar...

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah berhasil-beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang bisa menipu.
[QS. Ali Imran (3): 185]

Jika ada orang hidup selama 80 tahun dalam keadaan terus menerus beribadah, terampuni dari segala dosa dan terhapuskan segala jejak khilaf dan salah karena lalai atau sengaja, sungguh amat berbahagialah dia. Bagaimanakah jika hidup penuh kebaikan selama 83,4 tahun bisa kita dapatkan hanya di satu malam saja?

Mari.. jangan anggap diri kita sudah mendapatkannya, sebelum yakin malam Ramadhan ini berakhir.

Semoga kita yang mendapatkan keberuntungan dari ALLaah swt bisa melakukan kebaikan yang terbaik di salah satu malam yang kebaikannya digandakan 1000 bulan - 83,4 tahun.

Salinglah mendoakan agar kita semua mendapatkan malam itu dalam keadaan ibadah terbaik, dengan melafazhkan

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni

Ya ALLaah sesungguhnya Engkau adalah Al-Afuwwu yang menyukai 'afw, maka berilah aku 'afw..


HR. Rosyadi



Baca:
Makna Al-'Afwu

Kamis

Seri Ramadhaniyah TQ: Lailatul Qadr

Temukan di 10 Malam Terakhir


Malam qadr terdapat pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana hadits shahih dari Nabi shallaLLaahu ’alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

هِيَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

(Lailatul qadr) itu di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan.

Dan itu terdapat pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Persoalannya, ganjil itu patokannya bisa dari hari yang telah lewat (dari depan), maka ia dicari pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29.
Dan bisa juga berpatokan kepada hari yang tersisa, sebagaimana Nabi shallaLLaahu ’alaihi wa sallam bersabda,

لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى

Pada sembilan malam yang tersisa, tujuh malam yang tersisa, lima malam yang tersisa, tiga malam yang tersisa.

Sehingga jika Ramadhan ada 30 hari maka lailatul qadr terdapat pada malam-malam genapnya, dan jadilah malam ke-22 sebagai sembilan hari yang tersisa dan malam ke-24 sebagai tujuh hari yang tersisa dan begitu selanjutnya, yaitu terletaknya lailatul qadr pada malam 22, 24, 26 dan 28.

Dan jika Ramadhan-nya 29 hari, maka hitungan malam ganjil dengan penanggalan sisa hari sama dengan perhitungan dari awal, yaitu tanggal 21, 23, 25, 27, 29.

Sedangkan hari terakhir Ramadhan belum diketahui secara ru`yah hilal (apakah 29 atau 30 hari) maka dengan demikian hendaknya kita berusaha untuk mendapatkan lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir seluruhnya. Dan itu sesuai dengan anjuran Nabi,

تَحَرَّوْهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ

Temukan dia (lailatul qadr) pada sepuluh malam terakhir.



HR Rosyadi

Selasa

Seri Ramadhaniyah TQ: Yuk, Perbanyak Khatam Al-Quran

Contoh-Contoh Memperbanyak Khatam Quran Dari Para Imam



1. Abu Hanifah

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa Abu Hanifah termasuk pada golongan tabi`in, karena telah bertemu dengan sahabat Anas bin Malik. Banyak riwayat yang menegaskan bahwa beliau adalah ulama yang ahli ibadah.

Yahya bin Ayub, ahli zuhud yang semasa dengan beliau mengatakan:

"Tidak ada seorangpun yang datang ke Makkah, pada zaman ini lebih banyak shalatnya dibanding dengan Abu Hanifah."

Karena itu, beliau dijuluki Al Watad (tiang) karena banyak shalat (Tahdzib Al Asma, 2/220).

Lalu, bagaimana amalan ulama ahli ibadah ini dalam bulan Ramadhan?

Orang yang melakukan shalat fajar dengan wudhu isya selama 40 tahun ini mengkhatamkan Al-Quran 2 kali dalam sehari di bulan Ramadhan, pada waktu siang sekali, dan pada waktu malam sekali.
(Manaqib Imam Abu Hanifah, 1/241-242).

Bahkan disebutkan oleh Imam Al Kardari bahwa Abu Hanifah termasuk 4 tokoh yang bisa mengkhatamkan Alquran dalam 2 rakaat, mereka adalah Utsman bin Affan, Tamim Ad Dari, Said bin Jubair, serta Abu Hanifah sendiri.



2. Imam Malik rahimahullah

Apabila telah datang bulan Ramadhan, ia menghentikan membaca hadits dan majelis ilmu dan mengkhususkan diri membaca Al-Quran dari mushhaf.



3. Imam Syafi’i (204 H)

Beliau selama bulan Ramadhan biasa menghatamkan Al Qur’an dua kali dalam semalam, dan itu dikerjakan di dalam shalat, sehingga dalam bulan Ramadhan beliau mengkhatamkan Al-Quran enam puluh kali dalam sebulan.
(Tahdzib Al Asma’ wa Al Lughat, 1/ 45)


__________

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang mentaati ALLaah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh ALLaah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
[QS. An-Nisa (4): 69]


H. Riyadh Rosyadi