Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)
Tampilkan postingan dengan label Takdir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Takdir. Tampilkan semua postingan

Jumat

SAKIT, BEROBAT, SEMBUH

Dalam sebuah room diskusi dibahas..

Apakah perlu ada tazkiyyah dulu sebelum proses ruqyahan?

Berikut ini penjelasan prinsip-prinsip penting.



SAKIT, BEROBAT, SEMBUH
Oleh: R. Rosyadi


Setiap penyakit ada obatnya.
Setiap perobatan ada proses sembuhnya.

Yang perlu selalu dipahami dan disadari adalah:
Sakit dan obat itu keduanya dari ALLaah swt
Proses bekerjanya perobatan juga dari ALLaah swt, dan
Sembuh adalah dari ALLaah swt pula.

• Ada wilayah makhluk: upaya sembuh (berobat)
• Ada wilayah mutlak Al-Khaliq yang tidak ada sedikitpun dari makhluq, yaitu: izin kesembuhan



Memahami SAKIT

1. Masing-masing masalah/akibat itu karena ada sebabnya.

2. Secara umum, sebab masalah itu karena ada sesuatu yang salah.

3. Lihat sebabnya, pahami jika perlu digali hingga detail, setelah itu.



Proses TERAPI/BEROBAT

4. Berangkatlah dalam proses terapi, dari titik sebabnya itu.

5. Berharap sembuh adalah fitrah yang membuat kita semua selalu bergerak dalam amal.

6. Wilayah makhluk adalah ikhtiar, ijtihad, tajribah. Jadikan semua itu dinilai sebagai amal shalih. Perhatikan selalu niat dan cara.

7. Tertiblah dalam proses, semoga itu menjadikan bagian ihsan dalam amal.



Memahami SEMBUH

8. Kesembuhan itu mutlak wilayah ALLaah swt.

9. ALLaah swt telah menetapkan semua dengan prosedur sunnah-Nya. Jadilah ilmu yang dipelajari dan dijalankan makhluk.

10. Dan ALLaah swt juga menetapkan kejadian seperti pengecualian-pengecualian yang tidak memerlukan prosedur sunnahNya. Dan itu menunjukkan bahwa DIA-lah Yang Maha Qudrah atas sesuatu yang menjadi iradahNya.

11. Wilayah kita adalah
• Upaya melalui prosedur sunnahNya itu dan
• Doa akan harapan atas Qudrah - IradahNya itu.

12. Ijabah doa termasuk doa kesembuhan itu pasti diperoleh, apalagi kepada muslim.

13. Bentuknya 3 hal:
• Disegerakan penyerahannya di dunia, lalu sembuhlah dia dalam pandangan makhluk.
• Dikumpulkan doa-doa itu lalu diserahkan semuanya di akhirat sebagai tumpukan pahala yang sangat besar.
• Diwujudkan sebagai penghindar/pencegah keburukan di waktu mendatang saat masih di dunia (yang sudah ditakdirkanNya terhadap si pemilik doa), yang nilai daya cegahnya setara dengan bobot doanya itu.

14. Syaratnya Doa agar dikabulkan sebagai salah satu yang 3 itu:
• Tidak tergesa-gesa
• Tidak mengandung dosa
• Tidak dalam rangka memutus silaturrahim.


________

Perlu Tazkiyyah dulu ataukah langsung proses ruqyah/obat, lihat No 4 (berdasarkan 1, 2, 3)
Idealnya tetap melalui prosedur terbaiknya, sebagai wilayah makhluk untuk mendapatkan ihsan amal, no 7.

Asumsinya, kita ini semua tidak ada yang bersih..
فلا تزكوا أنفسكم .... falaa tuzakkuu anfusakum, "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci" [QS. An-Najm (53) :32]

Sembuh/belum itu otoritasNya mutlak.
Kadang terlihat oleh makhluk seperti melalui proses-proses dan prosedur yang telah ditetapkan melalui sunnah (kawniyah)Nya. Kadang dalam pandangan makhluk tidak seperti prosedur pada umumnya.

Lakukanlah yang terbaik.. sebagai Ihsan kita.
Berharaplah dengan cara dan sikap terbaik... sebagai ihsan kita pula.
Lihat No. 8 sd 14.

-----

• Kadang orang yang diterapi sembuh tapi tidak mengantarkan kebaikan kepada dirinya..
• Dan bisa jadi terapis tidak mendapatkan kebaikan sekalipun yang diterapinya ditakdirkan sembuh.

----

Yaa ALLaah, jagalah selalu niat dan cara kami dengan segala yang Engkau ridhai..
Yaa ALLaah, kami memohon kepadaMu al-'aafiyah fid-dien wad dun-yaa wal aakhirah.. untuk kami pribadi dan untuk orang-orang yang Engkau datangkan kepada kami dalam berharap sembuh dariMu.

Aamiin..


Kamis

Era Jababiroh (Raja Diktator)

Kita Ditakdirkan Lahir dan Hidup di Era Jababiroh

Oleh: R. Rosyad



حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ سَالِمٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ
كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلًا يَكُفُّ حَدِيثَهُ فَجَاءَ أَبُو ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ فَقَالَ يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأُمَرَاءِ فَقَالَ حُذَيْفَةُ أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Ath Thiyalisi telah menceritakan kepadaku Dawud bin Ibrahim Al Wasithi telah menceritakan kepadaku Habib bin Salim dari An Nu'man bin Basyir ia berkata, 
"Kami pernah duduk-duduk di dalam Masjid bersama RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam. kemudian Basyir menahan pembacaan haditsnya. Kemudian datanglah Abu Tsa'labah Al Khusyani dan berkata, "Wahai Basyir bin Sa'd, apakah kamu hafal hadits RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam berkenaan dengan Umara` (para pemimpin)?" kemudian Hudzaifah berkata, "Aku hafal Khutbah beliau." Maka Abu Tsa'labah pun duduk, kemudian Hudzaifah berkata, "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda:

  • 'Akan berlangsung nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang ALLaah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengangkatnya (mengakhirinya).
  • Kemudian berlangsung khilafah 'ala minhajin nubuwah kekhilafahan sesuai sistem kenabian selama kurun waktu tertentu yang ALLaah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
  • Kemudian berlangsung mulkan 'aadh-dhan (kerajaan "menggigit") selama kurun waktu tertentu yang ALLaah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
  • Kemudian berlangsung mulkan jabriyatan (kerajaan diktator) selama kurun waktu tertentu yang ALLaah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
  • Kemudian akan berlangsung kembali khilafah 'ala minhajin nubuwah kekhalifahan sesuai sistem kenabian.
Setelah itu beliau diam.
(HR. Ahmad: 17680)

_____________________


Zaman Jababiroh (mulkan jabariyan) periode ke-4 memang berbeda dengan 3 periode sebelumnya. Dan di zaman ini kita dilahirkan, orang tua kita dilahirkan, kakek nenek kita dilahirkan... dan seterusnya.

3 periode sebelumnya:

  1. Kenabian, ~ selama 23 tahun.
  2. Khilafah Rasyidah ('ala minhajin nubuwwah) ~ selama 30 tahun, dan
  3. Mulkan 'aadh-dhan, ~ era mulkan 'aadh-dhan eksis selama 1300 tahun (tahun 41 H sd 1342 H). Terdiri dari 3 bani besar kedisnatian berganti memimpin umat dengan segala pasang surut kualitas pemerintahan dan kepemimpinannya: Umawiyah, Abasiyah & Utsmaniyah, dan beberapa Mamalik, dan terakhir dipegang dinasti Utsmaniyah). Yang pasti, secara formal semua kekuasaan di era ini masih bersistemkan Islam dalam pemerintahan dan masyarakatnya. 


Berakhirnya kekhalifahan dinasti 'Utsmaniyah dimulai ketika pada 1909 Sultan Abd-ul-Hamid II dicopot kekuasaannya melalui kudeta militer, sekaligus memaksanya untuk mengumumkan sistem pemerintahan perwakilan dan membentuk parlemen untuk yang kedua kalinya. Ia diasingkan ke Tesalonika, Yunani.

Selama Perang Dunia I, ia dipindahkan ke Istana Belarbe. Pada 10 Februari 1918, Abd-ul-Hamid II meninggal tanpa bisa menyaksikan runtuhnya institusi Negara Khilafah tahun1924 M atau 1342 H.

____________

Jauh sebelum kejatuhan khilafah Utsmaniyah th 1924, kerajaan-kerajaan Eropa telah bergerak ke berbagai negeri yang di sana kerjaan-kerjaan Islam memerintah dan kaum muslimin hidup dalam sistem Islam.

Di Nusantara, kerajaan Islam tertua yang pertama adalah kerajaan Islam (Syiah?) Perlak-Aceh tahun 840 sd 1292 M. Kemudian kerajaan Samudra Pasai (Sunni) tahun 1267 sd 1521 M. Disusul penyebaran kerajaan-kerajaan Islam lainnya ke wilayah Sumatera lainnya.

Di Maluku, kerajaan Islam Tidore berdiri tahun 1110 M, kemudian Ternate 1257 M, disusul Jailolo, Bacan 1521 M wilayahnya hingga Papua Barat, kemudian disusul kerajaan-kerajaan lainnya.

Sulawesi, diawali dengan berdirinya Kesultanan Buton 1322 M, kemudian disusul abad 16 kesultanan Goa, Banggai, dan Bone abad 17.

Di Kalimantan, diawali kesultanan Berau (Kalimantan Utara) tahun 1377 M, kemudian kesultanan Paser 1516 M, kemudian kesultanan Banjar tahun 1526 M, dan disusul kerajaan-kerajaan lainnya di Kalimantan.

Di Jawa, kesultanan Cirebon lebih dulu berdiri 1430 M, kemudian Demak 1475 M yang kemudian disusul kerajaan-kerajaan Islam lainnya yang besar di Jawa (Banten 1524 M, Pajang 1568 M, Mataram 1586 M, Ngayogyakarta Hadiningrat 1755 M dan Surakarta Hadiningrat hingga sekarang).

Adapun kerajaan-kerajaan Islam di Papua dan Nusa Tenggara Barat merupakan perluasan dakwah dari kerajaan-kerajaan Maluku, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa serta Madura.

_______

Masa kerajaan-kerajaan Eropa bergerak ke wilayah Islam.

Portugis masuk Malaka th 1511 M, sempat berkuasa hgg 1641 M. Yang menarik adalah digunakannya mata uang Portugis saat itu adalah Dinar Portugis (Dinheiro - DMP).

Belanda masuk lewat wajihah ekonominya VOC (wajihah ekonomi milik Freemasonry) tahun 1595 M dipimpin oleh Cornelius de Houtman (sebagian yang menetapkan dimulai tahun 1522 tidak sesuai dengan sejarah berdirinya kerajaan Islam Banten).
VOC berakhir tahun 1799 M karena kebangkrutan yang disebabkan banyaknya korupsi di internal petingginya. Kemudian pendudukan dilanjutkan penyerahannya kepada pemerintah kerajaan Belanda hingga pendudukan Jepang tahun 1942.
Berarti pemerintah Hindia-Belanda menduduki sebagian Nusantara sekitar satu abad dan selebihnya adalah VOC (lembaga dagang) yang sebagian besar elitnya berideologi Freemasonry.

Jika dihitung sejak masuknya Portugis-Inggris-Belanda ke tanah air itu sudah terjadi sejak abad 16 kemudian jatuhnya Khilafah Utsmaniyah pada abad 20, maka sebetulnya sudah terjadi pertarungan dalam banyak hal selama 300-400 tahun di seluruh wilayah kekuasaan umat Islam, termasuk di Nusantara.



Beberapa Organisasi Islam Nusantara yang Tumbuh Sebelum dan Sesudah Keruntuhan Khilafah 1924 M


1. SDI - SI
Sarikat Dagang Islam awal pertama didirikan Haji Samanhudi tahun 1905 sebagai gerakan ekonomi yang pada kongres pertama di Solo tahun 1906 berganti nama menjadi Sarikat Islam, kemudian menjadi gerakan dakwah-sosial-politik dengan nama resmi Sarikat Islam didaftarkan ke notaris di Solo oleh HOS Cokroaminoto pada tahun 1912 yang terus bermetamorfosa sebagai gerakan Politik bernama Partai Sarikat Islam tanggal 10 September tahun 1920.


2. Muhammadiyah
Muhammadiyah berdiri tanggal 18 November 1912 oleh KH Ahmad Dahlan - Muhammad Darwisy. Tahun 1909 beliau mencoba dakwah di kalangan elit dan ilmuwan dengan cara masuk ke Boedi Oetomo (BO) yang berdiri tahun 1908. Walaupun cukup mempengaruhi beberapa tokoh yang ada, beliau merasa sulit mengembangkan gerak dakwah di sana karena sebagian besar yang di BO adalah para tokoh Freemasonry. Maka beliau mendirikan sendiri organisasi dakwah dengan nama Persyarikatan Muhammadiyah.


3. Al-Irsyad
Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Jam’iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah) berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H). Tanggal itu mengacu pada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Jakarta. Pengakuan hukumnya sendiri baru dikeluarkan pemerintah Kolonial Belanda pada 11 Agustus 1915.

Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah Al-’Alamah Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshori, seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan. Pada mulanya Syekh Surkati datang ke Indonesia atas permintaan perkumpulan Jami’at Khair -yang mayoritas anggota pengurusnya terdiri dari orang-orang Indonesia keturunan Arab golongan sayyid, dan berdiri pada 1905. Nama lengkapnya adalah SYEIKH AHMAD BIN MUHAMMAD ASSOORKATY AL-ANSHARY.


4. Persis
Persatuan Islam (Persis) tanggal 12 September 1923 yang digagas oleh pendirinya H. Zamzam dan H. Muhammad Yunus, di Bandung.


5. Jam'iyatul Khair
Jam'iyatul Khair yang secara gerakan ormas sudah muncul awal abad 20 (1901 ?). Dan sekitar 1911 mendirikan pusat gerakannya di jalan Mas Mansur Tanah Abang. Sebagai organisasi yang menampung aspirasi baik Al-Alawiyyin, Al Masyaikh dan Al-Ajami, yang kemudian tanggal 27 Desember 1928 izin pertama berdirinya Ar-rabithah Al-Alawiyyah dari pemerintah Belanda, dan izin kedua 27 November 1929.


6. Nahdhatul Ulama
Berdiri tgl 31 Januari 1926 Oleh KH. Hasyim Asy'ari.....



** berlanjut....

APAPUN KEPUTUSAN YANG TERJADI

Maka Sesungguhnya Itu Adalah Ketetapan ALLaah 'azza wajalla


مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Setiap yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi ALLaah.
[QS. Al-Hadid (57): 22]


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنهما قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

Dari 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliyaLLaahu 'anhumaa berkata; "Saya pernah mendengar RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: "ALLaah telah menentukan takdir bagi semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum ALLaah menciptakan langit dan bumi.' RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam menambahkan: 'Dan arsy ALLaah itu berada di atas air."​ (HR. Muslim: 4797)


Apapun keputusan yang ALLaah swt berikan, maka semua itu baik semata dari sisiNya. Dan kemampuan kita (dengan pertolongan ALLaah) bisa "menerjemahkan" setiap peristiwa sebagai ujian hidup dengan penerjemahan yang baik - In syaaALLaah - akan memudahkan kita menjawab soal-soal ujian itu dengan se-baik-baiknya.


عن جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ أنه يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ

​Dari Jabir bin AbdiLLaah bahwa dia berkata: aku mendengar RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersbda: "Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnuzh zhon pada ALLaah. (HR. Ahmad no. 14053, Muslim juga meriwayatkan dengan redaksi وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ )


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah radhiyaLLaahu 'anhu dia berkata; "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh ALLaah Subhanahu wa Ta'ala daripada mukmin yang lemah. Dan pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLaah dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu, maka janganlah kamu mengatakan; "Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu". Tetapi katakanlah; QoddaraLLaah wa maa syaaALLaah fa'ala 'lni sudah takdir ALLaah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata 'law' (seandainya) akan membukakan jalan bagi gangguan syaitan.'" (HR. Muslim: 4816)


Menjawab setiap soal melalui sikap hati, lisan, tulisan, pikiran dan amal perbuatan dengan jawaban terbaik. Baik per-(soal)an yang terkait langsung hubungannya dengan al-Khaaliq maupun sesama makhlukNya.


وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. [QS. Hud (11), 7]


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

(Dialah) Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. [QS. Al-Mulk (67): 2)


Marilah kita senantiasa memohon pertolongan-Nya agar diberi kemampuan yang terbaik dalam segala keadaan, menyikapinya dan menjalani tugas kehidupan...

اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

ALLaahumma a'innaa 'alaa dzikriKa wa syukriKa wa husni 'ibaadatiKa

Ya ALLaah bantulah kami untuk (selalu) mengingatMu, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada Engkau. (HR. Ibnu Daud dan Ahmad)


______________________________


SubhaanaLLaah...
Masing-masing mendapatkan soal ujian berbeda dari satu peristiwa yang sama.

Robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilaa, subhaanaKa faqinaa 'adzaaban naar.

Masing-masing berlomba memberi jawaban terbaik dari soal ujiannya.. jawaban yang terkait dengan hablun minaLLaah dan hablun minan naas..

Semoga semuanya lulus dengan jawaban terbaik dan menjadi wasilah untuk mendapatkan itqun minan naar..



R. Rosyad_FTQ

KELUMPUHAN SEORANG TABI'IN SENIOR (Saat marah sehingga lupa berdzikir)



Aban bin 'Utsman bin 'Affan  (أبان بن عثمان بن عفان)  adalah seorang tabi'in senior dan seorang putera sahabat besar Nabi ﷺ, putera Khalifah Rasyidah ketiga 'Utsman bin 'Affan. Beliau menceritakan sendiri sebab sakit yang dideritanya (kelumpuhan pasrsial), karena saat itu beliau sedang marah dan lupa membaca dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ.


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مَوْدُودٍ عَمَّنْ سَمِعَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ عَفَّانَ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ
و قَالَ فَأَصَابَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ الْفَالِجُ فَجَعَلَ الرَّجُلُ الَّذِي سَمِعَ مِنْهُ الْحَدِيثَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ لَهُ مَا لَكَ تَنْظُرُ إِلَيَّ فَوَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ عَلَى عُثْمَانَ وَلَا كَذَبَ عُثْمَانُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنَّ الْيَوْمَ الَّذِي أَصَابَنِي فِيهِ مَا أَصَابَنِي غَضِبْتُ فَنَسِيتُ أَنْ أَقُولَهَا

Telah menceritakan kepada kami AbduLLaah bin Maslamah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Maudud dari seseorang yang mendengar Aban bin Utsman ia berkata; Aku mendengar Utsman -maksudnya Utsman bin Affan- berkata,

"Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: 

BISMILLAHILLAADZII LAA YADHURRU MA'ASMIHII SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA-I WA HUWAS SAMII'UL 'ALIIM 

(dengan nama ALLaah yang tidak ada sesuatupun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) 

sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga pagi hari. Dan barangsiapa membacanya pada pagi hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa bencana yang datang dengan tiba-tiba hingga sore hari."

Perawi berkata, "Lalu Aban tertimpa penyakit lumpuh, hingga orang yang mendengar hadits darinya melihat kepadanya (Aban), maka Aban pun berkata, "Kenapa kamu melihat aku? Demi ALLaah, aku tidak berbohong atas nama Utsman, dan Utsman tidak berbohong atas nama Nabi ﷺ. Tetapi pada hari ketika aku tertimpa penyakit ini, aku sedang marah hingga aku lupa membacanya."

(HR Abu Dawud - 4425)



H. Riyadh Rosyadi

Jumat

Serial Terapi Quran - Memahami Takdir




Jika gangguan jin (syaitan) bisa menyebabkan sakit, terhambat rizqi, terganggu hubungan sosial dan sebagainya maka bagaimana kita memahaminya itu semua sebagai takdir Allah SWT?

Supaya mudah memahami takdir Allah SWT dan keterkaitan peran makhluk-Nya itu, seperti kita memahami orang terkena penyakit (misal, Demam Berdarah).

Ada peran:

  1. Nyamuk DB
  2. Virus (dengeu) yang dibawa nyamuk 
  3. Gigitan nyamuk,

Faktor pendukung:

     4. Sarang nyamuk di sekitar orang yang sakit
     5. Keadaan orang tersebut yang lemah imunitas tubuhnya


** Semua itu adalah ciptaan Allah SWT dan ketentuanNya.

Jika ke-5 nya ada, maka besar peluangnya orang tersebut masuk dalam takdir Allah swt yang namanya sakit DB (Demam Berdarah).

Hasil yang terjadi di dunia ini APAPUN proses sebabnya pasti tidak lepas sebagai Takdir Allah SWT.

Kita harus tepat menyikapinya:
RIDHA kepada Allah SWT dengan selalu AKTIF berSYUKUR dan AKTIF berSABAR.


AKTIF BERSYUKUR dengan:
Mendayagunakan yang kita terima itu di jalan Allah serta meningkatkan ketaatan kepadaNya terhadap semua nikmat yang Dia berikan.


AKTIF BERSABAR terhadap semua bencana/kerusakan/musibah/ketidak nyamanan yang Dia takdirkan dengan selalu:
   ✏ memohon ampunan,
   ✏ perbaikan diri dan
   ✏ meminta pertolonganNya.


Apapun bentuk takdir Allah SWT dan proses terjadinya, semua itu adalah UJIAN KEIMANAN bagi kita.

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalannya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun." [Al-Mulk (67): 1-2]




H. Riyadh Rosyadi