Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)
Tampilkan postingan dengan label Thibbun Nabawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thibbun Nabawi. Tampilkan semua postingan

Sabtu

Posisi VIRUS dalam Surat Al-Falaq dan surat An-Naas

Serial Al-Falaq An-Naas


Surat Al-Falaq dan An-Naas, dua surat istimewa yang semenjak turunnya, Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam paling sering berlindung kepada ALLaah swt dengan dua surat itu.

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ عَيْنِ الْجَانِّ وَعَيْنِ الإِنْسِ, فَلَمَّا نَزَلَتْ الْمُعَوِّذَتَانِ أَخَذَ بِهِمَا, وَتَرَكَ مَا سِوَى ذَلِكَ

Dari Abu Sa'id Al-Khudri, beliau berkata bahwa RasuluLLaah shallaLLaahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari mata jahat jin dan manusia. Ketika turun al–Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas), beliau memakainya dan meninggalkan yang lain.
(HR. At-Turmudzi, Ibnu Majah dan An-Nasa-i, صححه الألباني)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ، فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا

Dari Aisyah radhiyaLLaahu 'anhaa bahwasannya RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam apabila sakit, beliau membacakan untuk dirinya al-mu’awwidzaat (Al-Falaq dan An-Naas) dan meniup (dengan sedikit ludah), maka tatkala sakitnya semakin keras akulah yang membacakan atasnya dan lalu aku mengusap tangan beliau untuk mendapatkan berkahnya.
(HR. Al-Bukhoriy)


Surat Al-Falaq

Berlindung kepada ALLaah swt sebagai,
Robbu l-Falaq

dari 4 bahaya kejahatan:
  1. maa kholaq ~ makhluq syarr - makhluq jahat (bahaya)
  2. ghaasiqin idzaa waqob ~ waqt syarr - maksudnya, waktu munculnya kekuatan jahat yang lebih kuat dari waktu-waktu lainnya.
  3. an-naffaatsaati fil 'uqod ~ 'ilmu syarr - ilmu/teknologi jahat (bahaya)
  4. haasidin idzaa hasad ~ nafs syarr - jiwa jahat (bahaya)



Surat An-Naas

Berlindung kepada ALLaah swt sebagai,
  1. Robbi n-Naas
  2. Maliki n-Naas
  3. Ilaahi n-Naas


dari 1 bahaya kejahatan:
  • Al-waswaasi l-Khonnaas ~ syaitan Khonnaas
  • yuwaswisu fii shuduurin naas ~ tugas dan wilayah kerjanya


Syaithan Khonnaas yang membisikkan bisikan tersembunyi/rahasia (tidak terdengar), yang muncul jika manusianya lalai dan pergi saat manusianya ingat kepada ALLaah swt (berdzikir).

Jenisnya syaitan khonnas: dari Jin dan manusia.
_____________

VIRUS adalah salah satu min syarri maa kholaq.
Salah satu yang didayagunakan syaitan berkolaborasi dengan berbagai hal yang disebutkan dalam kedua surat di atas (Al-Falaq dan An-Naas).


R. Rosyad

Jumat

Membersihkan Mulut, diantara Adab Bangun Tidur


Ada postingan yang menyebutkan seorang herbalis menganjurkan agar tidak membersihkan mulut (sikat gigi atau sejenisnya?) saat bangun tidur karena beberapa alasan yang disebutkan sebagai hasil penelitian.

Jika benar, hal ini perlu kita telaah lagi..

========

Ini perlu dikoreksi...

Diantar adab yang dicontohkan Nabi shallaLLaahu'alaihi wasallam saat bangun tidur adalah bersiwak..

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما
أَنَّهُ رَقَدَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَيْقَظَ فَتَسَوَّكَ وَتَوَضَّأَ وَهُوَ يَقُولُ
{ إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ }
فَقَرَأَ هَؤُلَاءِ الْآيَاتِ حَتَّى خَتَمَ السُّورَةَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَأَطَالَ فِيهِمَا الْقِيَامَ وَالرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ

Dari AbduLLaah bin bin Abbas radhiyaLLaahu anhumaa bahwa ia pernah bermalam di sisi RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam. Kemudian beliau bangun dan langsung bersiwak kemudian berwudlu. Lalu beliau membaca: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." Beliau membaca ayat itu hingga selesai satu surat (Ali Imran). Kemudian beliau shalat dua raka'at dengan memanjangkannya berdirinya, ruku', dan sujudnya.
(HR. Muslim: 1280).


 حَدَّثَتْنِي أُمُّ مُحَمَّدٍ أَنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْهَا
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَرْقُدُ مِنْ لَيْلٍ وَلَا نَهَارٍ فَيَسْتَيْقِظُ إِلَّا اسْتَاكَ قَبْلَ الْوُضُوءِ

Telah menceritakan kepadaku Ummu Muhmmad bahwa Aisyah bercerita kepadanya; bahwa RasuluLLaah Shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah tidur di malam hari dan tidak pula di siang hari kemudian bangun, melainkan beliau bersiwak sebelum wudhu.
(HR. Ahmad: 24112)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَنَامُ إِلَّا وَالسِّوَاكُ عِنْدَهُ فَإِذَا اسْتَيْقَظَ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ

Dari Ibnu Umar radhiyaLLaahu 'anhumaa, RasuluLLaah ShallaLLaahu 'alaihi wasallam tidak tidur kecuali siwak dibawanya dan jika beliau bangun, beliau memulai dengan bersiwak.
(HR. Ahmad: 5707)


Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersiwak hingga ke lidah dan langit-langit mulut..


عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَسْتَنُّ وَطَرَفُ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ وَهُوَ يَقُولُ عَأْ عَأْ

Dari Abu Musa radhiyaLLaahu 'anhu dia berkata; "Saya menemui RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam, sedang beliau sedang bersiwak, dan ujung siwak berada di ujung lidahnya beliau mengucapkan; Aa', Aa'.
(HR. Nasa'i: 3)

َ عَن أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَسْتَاكُ وَهُوَ وَاضِعٌ طَرَفَ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ يَسْتَنُّ إِلَى فَوْقَ

Dari Abu Musa radhiyaLLaahu 'anhu ia berkata; "Saya menemui RasuluLLaah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang bersiwak, beliau meletakkan ujung-ujung siwak pada mulutnya, lalu menggosoknya hingga mengenai langit-langit mulutnya."
(HR. Ahmad: 18903)


Jadi, cukup jelas bagaimana Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam  membersihkan mulut beliau secara keseluruhan setiap bangun dari tidur. Apakah itu setelah tidur siang atau tidur malam.

Kita harus yakin bahwa petunjuk kenabian adalah lebih utama. Dan ini sekaligus menunjukkan keutamaan/keistimewaannya siwak. Jika dikaitkan dengan enzim dan segala zat yang ada di air liur, maka kita yakin sepenuhnya dengan sunnah siwak justeru akan menjadi lebih aktif dan efektif segala kebaikan dan melemah segala keburukan.

Semoga kita termasuk yg dikelompokkan dalam umat yg yakin dan bersemangat dengan sunnah-sunnah Nabinya..


R. Rosyad

BEROBAT dan KESEMBUHAN


Kesembuhan itu mutlak wilayah ALLaah swt. Dan DIA memberi jalannya untuk sembuh.

Wilayah makhluq terbatas pada berobat, baik niat dan cara yang dipilihnya. 

Jika niat dan caranya benar, makhluq akan mendapatkan kebaikan dunia-akhirat. 

Jika hanya caranya yang benar maka hanya dapatkan kebaikan dunia.

Kalau caranya salah maka tidak ada pembenaran sekalipun niatnya benar.

Jika tersambung antara kesembuhan Al-Khaliq dengan jalan yang dilalui makhluq, maka sembuhlah makhluq dengan izin Al-Khaliq.


(H. Riyadh Rosyadi)

Rabu

RUQYAH NAMLAH

Dua Hadits Nabi  ﷺ Dari Shohabiyah Asy-Syifa' Binti AbdiLLaah 


 عَنِ الشِّفَاءِ بِنْتِ عَبْدِ اللَّهِ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ الْإِيمَانُ بِاللَّهِ وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَحَجٌّ مَبْرُورٌ قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَوْ حَجٌّ مَبْرُورٌ

Dari (shohabiyah) Asy-Syifa' binti AbduLLaah bahwa Nabi ﷺ ditanya mengenai amalan apakah yang paling utama? Beliau menjawab: "Iman kepada ALLaah, berjihad di jalan ALLaah dan haji mabrur." Abu Abdurrahman menyebutkan, "Atau haji mabrur."
(HR. Ahmad: 25848)



 عَنْ الشِّفَاءِ بِنْتِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَتْ
دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عِنْدَ حَفْصَةَ فَقَالَ لِي أَلَا تُعَلِّمِينَ هَذِهِ رُقْيَةَ النَّمْلَةِ كَمَا عَلَّمْتِيهَا الْكِتَابَةَ

Dari (shohabiah) Asy-Syifa` binti AbduLLaah ia berkata, "Rasulullah ﷺ pernah menemuiku, sementara aku sedang berada di rumah Hafshah. Lalu beliau berkata kepadaku: "Tidakkah engkau ajari dia Ruqyah namlah sebagaimana engkau mengajarinya menulis?"
(HR. Abu Daud: 3389, shahih)


Asy-Syifa` adalah nama julukan bagi sahabat Nabi Muhammad  ﷺ (dari kalangan wanita) yang nama aslinya adalah Laila.

Dijuluki Asy-Syifa` karena sejak sebelum menjadi muslimah beliau terkenal pandai dalam pengobatan khususnya Ruqyah. Dan setelah mendapat koreksi (lisensi) dari Nabi ﷺ , beliau melanjutkan meruqyah di masa Islam.

Asy-Syifa` termasuk wanita yang awal-awal memeluk Islam dan termasuk golongan wanita yang berhijrah pada gelombang pertama.

Selain itu Asy-Syifa` dikenal pula yang sedikit dari kalangan wanita arab yang pandai baca tulis. Kecerdasan dan kemampuan pengobatannya ini menjadikan Asy-Syifa` mendapat tempat yang baik dlm kehidupan Nabi dan keluarga beliau ﷺ.

Nabi ﷺ memberinya sebuah rumah khusus di Madinah yang posisinya tidak jauh dari orang-orang yang secara khusus diterapi rutin (semacam klinik). Dia menempati rumah tersebut bersama anaknya, Sulaiman.
(Nisa` Fadhilat, Abdul Badi’ Shaqar)

Umar bin Khathab sangat memuji kecerdasan dan ide-ide Asy-Syifa`, dan kerap menerima pendapatnya. Umar bahkan memberinya tugas untuk mengurusi masalah pasar.
(Nisa` Fadhilat, Abdul Badi’ Shaqar)

_______________________


Ruqyah An-namlah 

Adalah Ruqyah untuk penyakit yang terkait dengan kulit.


Dalam Al-Mustadrak 5/77 dan dalam Ash-Shahiihah 1/289, disebutkan bahwa kalimat yang dibaca Asy-Syifa` binti AbdiLLaah radhiaLLaahu 'anhaa itu adalah,

بسمِ اللّٰهِ صَلُّوبُ حِينَ يَعُودُ مِنْ أَفْوَاهِهَا وَلَا تَضُرُّ أَحَدًا، اللّٰهُمَّ اكْشِفِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ
BismiLLaahi sholluub hiyna ya'uudu min afwaahihaa walaa tadhurru ahadaa, ALLoohummak-syifil ba`sa Robban naas.
BismiLLaah "sholluub" saat kembali dari mulutnya dan tidaklah membahayakan seorangpun. Yaa ALLaah sibakkanlah gangguan wahai Robb-nya manusia.

Dibacakan 7x pada minyak Kurkum (syaikh Al-Albani menyebutnya za'faran) mungkin bisa juga kunyit. Lalu oleskan di tempat yang terkena gangguan.

Saya bacakan doa di atas dengan beberapa ayat-ayat yang biasanya ke minyak zaitun atau minyak habbatus sauda` yang dicampurkan dengan tanah yang bersih lalu oleskan.

WaLLaahu a'lam.


H. Riyadh Rosyadi

Senin

Terapi Quran Menguatkan Fungsi Herba

Mengapa HERBA Dibacakan QURAN Sebelum di MINUM?



"ALLaah jadikan kesembuhan itu ada  pada QURAN dan MADU". (HR. Ibnu Majah)


Allah SWT berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْـقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ  وَلَا يَزِيْدُ  الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi syifa (penyembuh) dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian."
[QS. Al-Isra' (17): 82]


ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا   ۗ  يَخْرُجُ مِنْۢ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ فِيْهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰ لِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
"kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat syifa (penyembuh) yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir."
[QS. An-Nahl (16): 69]


Herba adalah termasuk zat thoyyibaat yang ALLaah swt berikan kepada manusia dalam rangka memuliakan diri kita.

QS. Al-Isra' (17): 70

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.


Dan Al-Quran adalah kalimat-kalimat ALLaah swt yang thoyyibah yang menjadi tunduk semua makhluk dengan perintahNya, terlindungi makhluk dengan perlindunganNya, terkalahkannya semua makhluk dengan kekuatanNya.


Semua yang ALAMI yang kita KONSUMSI, madu-herba-sayur-buah mengandung JUTAAN SEL-SEL yang itu adalah TENTARA ALLAAH.

Yang di dalam TUBUH kita akan BERJUANG, BEKERJA KERAS MEMPERBAIKI KERUSAKAN-KERUSAKAN dan BERPERANG MELAWAN "MUSUH-MUSUH" seperti virus, bakteri jahat, dan lain-lain.


Sebagaimana TENTARA sebelum pergi BERJUANG diberi MOTIVASI LANGSUNG dengan AYAT-AYAT ALLAAH SWT maka BIIDZNILLAAH akan memiliki KEKUATAN yang BERLIPAT-LIPAT BESARnya.


Dan Al-Quran sebagaimana JANJI ALLAAH swt bahwa dijadikan sebagai SYIFA.. maka kita minta kepada ALLaah swt agar setiap huruf Al-Quran yang kita baca menjadi SYIFA, HIDAYAH, FURQON, PERINGATAN dan CAHAYA bagi diri kita dan SEMUA yang ada di dalam diri KITA.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

BismiLLaah...

Semua herba yang mau di konsumsi, bacakan terlebih dulu beberapa kali lalu tiupkan ke herba-nya:

✅Al Fatihah

✅Ayat kursi [QS. Al-Baqarah (2): 255]

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ   ۚ  لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ  لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ  مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِذْنِهٖ ۗ  يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ  وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ  ۚ  وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ ۚ  وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا  ۚ  وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar."


✅3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)


✅QS. Al-Anbiya (21): 83

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى  رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ
"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, (Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."


✅QS. Sad (38): 41

وَاذْكُرْ عَبْدَنَاۤ  اَيُّوْبَ ۘ  اِذْ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الشَّيْطٰنُ بِنُصْبٍ وَّعَذَابٍ
"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana."


Doa Memohon Kesembuhan terbaik dari ALLaah swt

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari dan Muslim).


🍯🍀📖🍯🍀📖🍯🍀📖🍯🍀📖🍯🍀📖🍯🍀

Jumat

Kaidah Terapi/Berobat



1. Selama niatnya benar, terapi/berobat ketika memperoleh (ujian) sakit adalah ibadah karena melaksanakan perintah/anjuran baginda Nabi Muhammad ﷺ :
عَنْ اُسَامَةَ بْنِ شُرَيـْكِ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: تَدَاوَوْا فَاِنَّ اللهَ تَعَالَى لَمْ يَضَعْ دَاءً اِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً.

Dari Usamah bin Syuraik, bahwa Nabi ﷺ bersabda : "Berobatlah kalian, karena sesungguhnya ALLaah swt tidak meletakkan penyakit kecuali meletakkan untuknya (penyakit itu) obatnya.
(HR. Ahmad dan Ashhabus Sunan)



RasuluLLaah ﷺ bersabda,

إنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا

Sesungguhnya ALLaah telah menurunkan penyakit dan menurunkan obat, dan telah menjadikan untuk setiap penyakit itu obatnya, maka berobatlah kalian.
(HR. Abu Daud)



2. Secara teknis caranya dan jenis bahannya tidak boleh yang dilarang oleh Syari'at (Haram/Syirik).

إنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلَا تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ

Sesungguhnya ALLaah telah menurunkan penyakit dan menurunkan obat, dan telah menjadikan untuk setiap penyakit itu obatnya, maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram.
(HR. Abu Daud)


Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu, bahwasanya ia berkata,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدَّوَاءِ الْخَبِيثِ

RasuluLLaah ﷺ melarang terhadap obat yang buruk (khobits).
(HR. Ibnu Majah)


لاَ بَـأْسَ بِالرُّقَى مَالَمْ يَكُنْ شِرْكـاً (رواه مسلم)

Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan.
(HR. Muslim).


3. Selama berkesesuaian dengan kaidah 1 dan 2, maka diperbolehkan berobat menggunakan;

a. Sarana Thoyyib Naqli. Cara atau bahan yg disebutkan oleh nash Al-quran ataupun Al-hadits.

b. Sarana Thoyyib 'Aqli. Cara atau bahan yang diperoleh secara penelitian dan atau pengalaman berulang yang dapat dipercaya yang tidak membahayakan dan memberikan manfaat.

c. Kombinasi dari keduanya.



Catatan:
Sesuatu yang dianggap thoyyib 'aqli di suatu masa/keadaan, bisa berubah menjadi salah/dilarang apabila suatu saat terbukti membahayakan/merugikan.

Karena sifat dari sesuatu yg selain nash agama adalah tidak mutlak dan bisa berubah.


H. Riyadh Rosyadi

Kamis

Terapi Quran Untuk Sesak Nafas


1. Minta maaf kepada orang yang kita marah/salah dan atau maafkan orang yang menyakiti.

Doakan kebaikan untuknya.


وَسَارِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ  وَالْاَرْضُ ۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ ۗ  وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ ۗ  وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۖ   ۗ  وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui"

[QS. Al-Imron (3): 133-135]



2. Baca Al-Fatihah, ulang-ulangi saat "ihdinash shiroothol mustaqiim"



3. Baca Al-An'am (6): 125

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.


4. Baca QS. An-Nahl (16): Ayat 127

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ  وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ
"Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan."


5. Baca QS. An-Naml (27): Ayat 70

وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُنْ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ
"Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka."


Baca Doa Syifa' (Doa Memohon Kesembuhan)

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain
(HR Bukhari dan Muslim).


Masing-masing baca 3× atau lebih. Sambil pegang dada. Tiupkan juga di air. Kemudian minum airnya.


Semoga ALLaah swt memudahkan proses kesembuhannnya



H. Riyadh Rosyadi

Rabu

HIDUP STERIL, ITU TIDAK FITRAH

Sabar Dalam Membersihkan Diri, Sabar Dalam Berinteraksi


Kesempurnaan jiwa manusia adalah ketika ALLaah swt menciptakannya dengan dua kecenderungan; fujur (unsur kotor) dan taqwa (unsur bersih) yang terus ada sampai akhir hayatnya di dunia.


وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

"dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya."
[QS. Ash-Shams (91): 7-8]


Naluri fitrahnya ingin bersih, maka berhasil-lah siapapun yang berupaya untuk terus menerus membersihkannya.


قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang selalu membersihkan dirinya,"
[QS. Al-A'la (87): 14]


Upaya terus menerus ini tidak boleh berhenti hingga berakhir kehidupannya..

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang telah membersihkannya"
[QS. Ash-Shams (91): 9]


Dalam upayanya membersihkan diri, diapun bergerak bersih-bersih terhadap lingkungannya, dan dia sadar bahwa yang akan dijumpainya adalah beraneka polutan.

Alih-alih menjauh dari polutan itu, justeru disapanya polutan itu dengan ramah. Untuk selanjutnya didatangi terus untuk dibersihkannya lagi. Menakjubkan..

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

"Dan hamba-hamba (ALLaah) yang Maha Penyayang itu (ialah) mereka yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan."
[QS. Al-Furqon (25): 63]


Sadar akan interaksinya menyapa itu akan berdampak terkena dan tertempeli "polutan" maka dia lakukan upaya rutin bersih-bersih diri.

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

Dan mereka yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Robb mereka.
[QS. Al-Furqon (25): 64]


Gerak hidup ini hakikatnya adalah menjalani siklus rotasi; 
berjuang membersihkan diri - membersihkan lingkungan - membersihkan diri - membersihkan lingkungan....dst


Karena sadar, bahwa dirinya tidak bersih sejak awalnya...

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُم ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Robb kalian maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
[QS. An-Najm (53): 32]


Dan cara membersihkan dirinya adalah dengan menjalani siklus interaksi: bersihkan diri dan bersihkan lingkungan.

Takut kotor dengan menjauhi kotoran itu tidaklah bijak. Tidaklah baik mensterilkan diri.

Berinteraksi dalam rangka membersihkan lingkungan yang kotor dengan mengambil resiko terkena kotorannya dengan kemudian bekerja keras lagi untuk membersihkan dirinya lagi, itu adalah jauh lebih baik.

Nabi ﷺ memilihkan pola hidup ini untuk para sahabat..


عَنِ ابْنُ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي لَا يُخَالِطُهُمْ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ قَالَ حَجَّاجٌ خَيْرٌ مِنْ الَّذِي لَا يُخَالِطُهُمْ

Dari Ibnu Umar dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Seorang mukmin yang berbaur dengan manusia dan bersabar atas celaan mereka adalah lebih besar pahalanya dari pada orang mukmin yang tidak membaur dengan manusia dan tidak sabar atas celaan mereka." Hajjaj menyebutkan, "Lebih baik dari pada orang mukmin yang tidak membaur dengan mereka."
(HR. Ahmad - 4780, Ibnu Majah 4022).



Tangguh, tidak mudah rapuh sekalipun celaan beruntun datang dari mereka yang suka mencela...


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِم ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak ALLaah akan mendatangkan suatu kaum yang ALLaah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan ALLaah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia ALLaah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
[QS. Al-Maidah (5): 54]


Kepada mereka inilah ALLaah swt menurunkan imunitas, ketenangan, dan kemampuan membalikkan keadaan. Mereka yang menentang akhirnya menjadi kawan.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Robb kami ialah ALLaah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan ALLaah kepadamu".
[QS. Fushilat (41): 30]


هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan ALLaah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
[QS. Al-Fath (48): 4]


وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
(QS. Fushilat (41): 34]



Semua itu tidaklah ALLaah swt berikan selain kepada mereka yang SABAR yang beruntung masuk daftar yang mendapatkannya. Dan mereka inilah yang efektif sistem pertahanannya ketika datang serangan lawan.


وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[QS. Fushilat (41): 35-36]

........


Yaa Robb kami, anugerahkanlah kami dada yang lapang untuk menampung kesabaran...


رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Robb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.
[QS. Al-Baqoroh (2): 250]


رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Ya Robb kami, tuangkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).
[QS. Al-A'Raf (7): 126]

Aamiin..
____________


Bagaimana jika kondisi diri naik turun, Imunitas tidak sebanding dengan polutan. Bagaimana cara menguatkan imunitas kita?

1. Mohon pertolongan ALLaah swt
2. Meningkatkan asupan gizi
3. Meningkatkan dosis dan kualitas formula vaksin
4. Memperbaiki lingkungan untuk pemulihan dalam masa istirahat
5. Memperkuat teman baik dalam menjalani aktivitas



H. Riyadh Rosyadi

Selasa

Tahapan Penting Sebelum TINDAKAN TERAPI



Sebelum tindakan terapi (dengan pilihan dan teknik apapun selama halal), ajaklah klien untuk bersama-sama mengistighfari segala kesalahan dan kelalailan.

Jika nanti ada yang harus dibenahi berupa perbuatan (termasuk sumber hartanya) dan membersihkan barang-barang yang tidak pantas/tidak boleh yang dimilikinya, maka ditekadkan (diniatkan kuat) untuk memperbaikinya.

Rincikan hal-hal yang harus diperbaiki itu.
(Terapis apapun perlu punya daftar hal-hal yang umumnya sebagai kesalahan kita):

  • sektor: aqidah, ibadah, akhlaq (sosial keluarga-masyarakat, ekonomi, hukum, politik, dakwah - amar makruf nahy munkar, dsb)
  • skala: kaba-ir (dosa besar), shoghoo-ir (dosa kecil), haram, makruh.




Setelah Itu Lakukan Terapi

Dan lakukan mutaba'ah (evaluasi) secara berkala dari kegiatan terapi dengan menyertakan evaluasi terhadap hal di atas.

Sarankan agar senantiasa memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri terus di semua aspek kehidupannya. Arahkan agar terus mempelajari agama dengan se-baik-baiknya.

Keberhasilan, kesuksesan, kemenangan, diawali dari kesadaran diri terhadap kesalahan dan kelalaian.


رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Robb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
[QS. Al-Imron (3): 147]


رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ...

(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
[QS. Al-Baqoroh (2): 286]



H. Riyadh Rosyadi

Kita Hidup di Era Ke-Empat



Ada 5 era kehidupan yang dialami oleh umat Islam secara keseluruhan.

Hanya ada satu era yang tanpa dikawal oleh sulthan (pemimpin) yang menjaga syariat.

Dan itu adalah era saat kita hidup di zaman ini.

Empat era lainnya terdiri dari tiga era yang telah berlalu dan satu lagi yang akan muncul di akhir zaman umat Muhammad ﷺ.



Era/Masa terjaganya/terkawalnya syariat ada di empat era.

Dan terbaiknya ada di masa Kenabian.

Masa terbaik berikutnya ada di dua masa yang dua-duanya disebut Era Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah, satunya telah berlalu dan satu lagi di akhir masa nanti (yang Salib dihancurkan dan babi semuanya dibunuhi).

Tiga era itulah masa-masa emas kehidupan umat.



Masa penjagaan syariat berikutnya ada di masa raja-raja yang pemerintahannya tetap menjaga syariat walaupun dinamika kepemimpinannya beragam.

Persoalan-persoalan mulai bermunculan.

Beruntungnya era ini selain komitmen berlandaskan syariat tetap ada juga hadirnya para ulama salaf yang luar biasa dari berbagai bidang yg menjadi tempat kembali umat dlm setiap persoalan.

Intinya, keempat era itu adalah masa di mana umat mendapatkan keberkahan hidup.

Komitmen dan kedekatan dengan bimbingan syariat menjadi penyelamat, penjaga dan solusi kehidupan.



Saat kita (ditaqdirkan) hidup di era keempat ini - era raja diktator - yang memaksa kita hidup terlepas dari nilai dan ruh syariat, nyaris semua sektor adalah sekular (terpisahkan dari nilai syariat) maka terbukalah malapetaka di setiap sektor itu.

 وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
[QS. Al-A'raf (7): 96]


وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا...

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit..."
[QS.Taha (20): 124]


ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
[QS. Ar-Rum (30): 41]



Di kehidupan Era inilah ujian terbesar kehidupan.

Tidak hanya umat Islam tetapi juga seluruh umat manusia bahkan imbasnya ke semua makhluk.



Kembali kepada fitrah adalah solusinya.

Dan itu artinya menyatukan kembali nilai-nilai langit dan bumi dalam satu gerak kehidupan.

Jadikanlah Islam utuh dalam hal apapun. Termasuk Islamkan secara utuh Preventive (pencegahan), Promotive (pelayanan kesehatan), Curative (pengobatan) dan Rehabilitative (pemulihan) dalam penyelenggaraan Kesehatan.

Itulah bedanya hidup di era keempat ini

Berjuang melalui Islamic Medicine adalah Berjuang mengembalikan keutuhan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.


H. Riyadh Rosyadi

Senin

TERAPI QURAN untuk AUTOIMMUNE

Ayat-Ayat Al-Quran yang Dapat Dibaca untuk Terapi Autoimun



Autoimmune Diseases (penyakit Autoimun) itu ada sabotase pada sistem fitrah. Harus dikembalikan lagi.

Jika yang bersangkutan muslim, tubuhnya diajak memohon ampun kepada ALLaah atas ketidak-taatan kepada-Nya.

Bacakan atau membaca sendiri ayat-ayat berikut:


QS. Ar-Rum (30): 30;

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,



QS. Al-Imron (3): 83;

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.



QS. Fushilat (41): 11;

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".



QS. Ar-Ra'd (13): 15;
 -- Kemudian lakukan sujud yang lama..

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ۩

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.


Jika non muslim, langsung saja dibacakan dan diajak sujud (jika berkenan).


QS. Al-A'raf (7): 54-56

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Robb semesta alam.


ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.


وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا  وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعً ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.


Ulang-ulangi kalimat:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.




Baca 31× ayat yang di surat Ar-Rahman

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Robb kalian yang manakah lagi yang kalian dustakan?,



Kemudian baca Doa Syifa`(Doa Memohon Kesembuhan):

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ إِشْفِ اَنْتَ الشَّّافِي لاَشِفَاءَ إِلاَّ شِفَـاءُكَ شِفَاءً لاَيُغَادِرُ سَقَمًا

ALLaahumma Robban naasi adzhibil ba’sa isyfi Antasy Syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uKa syifaa-an laa yughoodiru saqomaa.

Ya ALLaah, Robb-nya manusia, hilangkanlah derita, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit lagi. (HR. Bukhori Muslim)

______________________

👉 Setiap bacaan ditiupkan ke minyak zaitun dan telapak tangan yang bersangkutan.

Kemudian diusapkan ke semua bagian tubuhnya terutama:
kepala, leher, dada, ketiak, selangkangan dan sepanjang tulang belakang (daerah nodus limfatik).

Minyaknya diminum: 1-2 sendok makan.

[Red: Selain zaitun, konsumsi juga madu dan Habbatussauda]



👉 Lakukan sesering mungkin bisa 5-7 × sehari.


👉 Perbanyak istighfar dan shodaqoh (kebajikan kepada orang/makhluk lain).



Semoga ALLaah swt memudahkan proses kesembuhannya.




H. Riyadh Rosyadi

Keterlibatan Jin Pengganggu dalam Gejala Fisik

Contoh Penyakit Gejala fisik dan Keterlibatan Jin Pengganggu.



▫ Saat Nabi Ayyub 'alaihissalaam mendapat ujian-ujian berat yang salah satunya adalah sakit fisiknya, beliau mengadu kepada ALLaah swt:

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ

Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan".
[QS. Sad (38): 41]



▫ Saat Zainab isteri AbduLLaah bin Mas'ud (radhiyaLLaahu 'anhumaa) sakit mata, Ibnu Mas'ud berkata:

 إِنَّمَا ذَاكَ عَمَلُ الشَّيْطَانِ كَانَ يَنْخُسُهَا بِيَدِهِ

"Itu adalah perbuatan syaitan yang memukul mata itu dengan tangannya."
(HR Ahmad 3433, Ibnu Majah 3521, Abu Dawud 3385)



▫ Saat Hamnah binti Jahsy (saudari Zainab isteri Nabi) radhiyaLLaahu anhumaa sakit istihadhah (seperti darah haid yang terus mengalir) maka Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda,

 إِنَّمَا هَذِهِ رَكْضَةٌ مِنْ رَكَضَاتِ الشَّيْطَانِ

Ini sebetulnya adalah satu (jenis) hentakan dari hentakan-hentakan syaitan.
(HR. Ahmad 26202, Abu Dawud 248)

_________________________________

Syaitan yang dimaksudkan dalam contoh riwayat di atas adalah dari jenis jin.



H. Riyadh Rosyadi

Seri Tanya Jawab TQ: Manfaat Ruqyah, Kesurupan/Kemasukan

Pertanyaan:

1. Gangguan jin kafir, syetan yang bagaimana sehingga perlu dilakukan ruqyah? Berlaku Juga kah itu untuk Ustadz, syeikh, alim ulama bahkan roqi itu sendiri?

2. Apakah semua penyakit yang diderita manusia perlu dirukyah?

3. Apakah semua penyakit selalu ada gangguan/intervensi jin kafir dan syetan?

Di solo, ada yang tidak percaya ada orang kesurupan/kemasukan, dengan alasan: dari mana kamu tahu?  Kapan kamu melihatnya?

Sementara ada yang mengajak diskusi mereka tidak berkenan..

Terima kasih atas jawabannya...


====

Jawaban:

1. Ruqyah Syar'iyyah itu untuk perlindungan, penguatan, penjagaan serta pengobatan.

▫ Kalau sudah disebut Syaitan, maka itu jelas sekali pasti MUSUH NYATA ( ٌعَدُوٌّ مُبِيْن), Level Fasiq tertinggi dan Kafir secara mutlak.

Syaitan meniatkan, merencanakan, melaksanakan permusuhannya (mengganggu, menyakiti, merusak, melemahkan, menghancurkan, mengalahkan serta mengajak untuk bergabung bersama mereka).

Semua itu dilakukan secara berorganisasi dan mereka mengevaluasi atas pekerjaannya.


▫Jin pengganggu ada yang bergabung resmi sebagai syaitan dan ada juga yang tidak.

Ada juga yang mengganggu karena merasa terganggu/tersakiti (walaupun dengan alasan yang belum tentu benar), ada yang memang utusan resmi syaitan dan ada yang ikut-ikutan karena kepentingan pribadi/keluarganya.

Jadi, ada yang kafir, ada yang bodoh sehingga mudah diperalat dan ada yang fasiq (tahu itu keliru tapi dikerjakan juga, tahu itu benar tapi sengaja tidak diikuti).


▫ Nabi Muhammad ﷺ mencontohkan dan mengajari kita semua untuk senantiasa melakukan perlindungan terhadap segala hal.

Dilakukannya:
      📝 Ada yang rutin pagi-petang,
      📝 Ada yang saat melakukan aktifitas tertentu,
      📝 Ada yang saat berada di tempat tertentu, dan sebagainya.
📝 Juga melakukan tindakan Ruqyah jika terkena gangguan.

Demikian para sahabat radhiyaLLaahu 'anhum juga melakukan dan mengajarkannya dan seterusnya...

Tabi'in dan tabi'ut tabi'in juga......dan seterusnya...

hingga kita semua tidak terkecuali perlu mengikut jalan beliau.

Yang disebut di pertanyaan itu, semuanya perlu mengikuti RasuluLLaah ﷺ.


2. Menurut saya, iya.
Bahwa semua penyakit itu perlu ruqyah. Bacakanlah Al-Quran dan doa-doa yang disyariatkan.

Jika diputuskan dengan terapi lainnya tetap bacakanlah Al-Quran.

Ruqyah Syar'iyyah itu sebagaimana yang dicontohkan Nabi adalah juga untuk semua kategori gangguan.

Gejala fisik, non fisik (jiwa/pikiran), racun, luka-luka, sihir, 'ain dan gangguan jin pada umumnya.

Saran kami, sertakan Ruqyah bersama metode dan teknik terapi apapun.

Dan pahami hakikat sakit, hakikat terapi dan hakikat kesembuhan.

Keduanya, terapis dan yang diterapi perlu selalu memahami dan menghayatinya.


3. Tidak selalu.

Tetapi bahwa syaitan ingin selalu mencelakakan kita di setiap keadaan dan waktu, itu sudah pasti.

Sehingga "peluang"-nya kita celaka karena ada intervensi mrk di sana juga besar.

Saran saya, sebagaimana di atas tadi, coba dibantu dengan Cek List (atau teknik lainnya) untuk menganalisa setiap keluhan penyakit yang ada apakah ada intervensi ataukah tidak.

Jika patut diduga maka teknik Ruqyah Syar'iyyah perlu dilakukan.

Dan sebaiknya secara terapi holistik untuk sakit apapun perlu dilakukan.
___________


Bagi yang tidak percaya adanya kesurupan jin, sebetulnya mudah saja.

Ajak ke klinik terapi, dan agar menanyakan langsung kepada beberapa orang yang diterapi atau keluarganya.

Orang seperti itu sama halnya dengan tidak percaya adanya penyebab gondongan itu adalah "virus parotitis epidemika" dengan alasan karena dia tidak melihatnya langsung virus itu.

Padahal virus itu dikenali oleh ahli yang mengetahuinya dan tahu cara kerjanya, diuraikan tanda-tandanya jika sudah menyerang, dijelaskan kelemahannya untuk bisa menyembuhkan.

Kemudian dirumuskan formula vaksin untuk menetralisirnya serta anjuran pola hidup untuk pemulihan dan sekaligus pencegahannya.

Kemudian informasi yang lengkap itu "bisa dipercaya" untuk dipelajari dan disebarluaskan untuk upaya pencegahan dan pengobatan di masyarakat luas.

Kurang lebihnya sama seperti itu terkait dengan gangguan jin/'ain.

Wallahua'lam



H. Riyadh Rosyadi

TERAPI QURAN untuk Penyakit dari Virus

Terapi Quran untuk Parotisis (Gondongen) dan Penyakit Lain dari Virus


Gondongen istilah medis parotisis karena virus parotitis epidedemika, sangat menular lewat droplet* infeksi atau lewat nafas penderita.

*Droplet adalah partikel air kecil (seperti hujan rintik-rintik) yang mungkin dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin atau ketika air diubah menjadi kabut halus oleh aerator atau shower. 


====
BismiLLaahirrahmanirrahiim...

Wahai para makhluk ALLaah (virus) yang kalian berada di dalam diriku, marilah kita sama-sama takut kepada ALLaah swt.

Kami akan bacakan Al-Quran yang jika dibacakan kepada makhluk yang jauh lebih besar dan perkasa dari kita semua pastilah makhluk itu terbelah hancur karena takut kepada ALLaah.


A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim

  • QS. Al-Hasr (59): 21

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.



Istighfari diri dan niatkan melakukan perbaikan diri. Hilangkan segala kezaliman baik perbuatan maupun barang.


▫ Awali dengan perlindungan: A'uudzubikalimaatiLLaahit taaammaatil min syarri maa kholaq (3×)


Ta'awudz


  • QS. Al-Isra' (17): 82; 


وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.




QS. Al-Hasr (59): 22-24;


(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ)

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ)

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.


(هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.



▫ Bacakan Al-Fatihah



  • 3 QUL (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas)

saat Al-Falaq ulang-ulangi kalimat min syarri maa kholaq


▫ Tutup dengan Doa Syifa` (Doa Memohon Kesembuhan)

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” 
(HR Bukhari dan Muslim).



  •  Sholawat kepada Nabi.



➡ Bacakan bacaan di atas di air minum dan minyak zaitun.
Minum air tersebut, oleskan minyaknya.
Lakukan setiap hari 3 kali atau lebih.



H. Riyadh Rosyadi

Terapi Quran untuk Hipertensi

Ayat-ayat Al-Quran yang Dapat Dibaca Terkait dengan Hipertensi




Setelah mengistighfari diri dan berniat kuat memperbaiki diri, jika berkempatan awali dengan shodaqoh. Baca masing-masing bisa 3× :


Al-Fatihah


3 QUL: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas


QS. Al-Isra' (17): 82; 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.



QS. Al-Hasr (59): 21;

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.



QS. Ar-Ra'd (13): 28;

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."



QS. An-Nisa (4): 97;

قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ

Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". 



QS. Al-An'am (6): 147

فَقُلْ رَبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ

Katakanlah: "Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas; 



QS. Al-`Ankabūt (29): 56;

يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ

Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.



QS. Az-Zumar (39): 10;

وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ

Dan bumi Allah itu adalah luas. 




QS. Al-Kahfi (18): 33

وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا

dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,



QS. Yasin (36): 34;

وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,



QS. Al-Qomar (54): 12;

وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا فَالْتَقَى الْمَاءُ عَلَىٰ أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ

Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.



Kemudian dengan Doa SYIFA' (Doa Memohon Kesembuhan)

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” 
(HR Bukhari dan Muslim).


Bacakan di air matang dan minyak zaitun.

Air dan minyaknya diminum.
Jika diikuti pusing, minyaknya dioleskan merata ke kepala.

Semoga ALLaah swt memudahkan proses kesembuhannya..
___________


Berjalan dalam aliran darah


Untuk kasus-kasus terkait dengan darah dan pembuluh darah jangan kita lupa, RasuluLLaah ﷺ bersabda

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

Sesungguhnya syaitan mengalir dalam anak adam melalui aliran darahnya.
(HR Muttafaqun 'alaih)



H. Riyadh Rosyadi


TERAPI QURAN Untuk Sakit Kepala

Ayat-Ayat Al-Quran Yang Bisa Disertakan Dalam Terapi Untuk Sakit Kepala



Awali proses terapi dengan bersama-sama istighfar atas segala kesalahan dan niat memperbaiki diri.

Tiupkan setiap ayat yang dibaca berikut ke telapak tangan yang bersangkutan untuk diusapkan ke kepalanya (bagian yang terasa).


▫ Bisa dibacakan di segelas air bening hangat (bukan panas) atau suhu normal, kemudian diminum.

▫ Bisa dibacakan kepada herbal/obat dan air yang akan diminum.

▫ Bisa dibacakan di titik Hijamah dan Cup yang akan dipakai.

▫ Bisa dibacakan di titik refleksiologi atau titik punggung atau titik akupuntur.



- Kalau memiliki BATU AKIK, bacakan ayat kursi + 3 QUL, tiupkan dan pecahkan hingga hancur.

Demikian juga jika di dalam rumah/di kendaraan terdapat:
- Souvenir atau pajangan di rumah yang bersimbol hewan/manusia atau
- Simbol-simbol kekufuran (tanpa disadari) seperti lambang-lambang beberapa klub sepak bola dalam bentuk kaos atau gantungan kunci, yang di tempel di kulkas, dan sebagainya.
- Jaros (lonceng) kecil/besar yang di pagar, pintu, "krincingan" mainan anak, dan sebagainya.





Masing-masing bisa dibacakan 3×.

١- (الأنفال : ٦٦)   الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan.
[QS. Al-Anfal (8): 66]


٢- (النسآء : ٢٦)   يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.
[QS. An-Nisa (4): 26]


٣- (الأنعام : ١٣)   وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[QS. Al-An'am (6): 13]


٤- (الفرقان : ٢٥)  أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ وَلَوْ شَاءَ لَجَعَلَهُ سَاكِنًا

Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap (tenang).
[QS. Al-Furqon (25): 45]


٥- (مريم : ١-٢)   كهيعص. ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا

(ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,
(QS. Maryam (19): 1-2]


٦-  فاتحة الكتاب سبع مرات  (Al-Fatihah, bisa 7 kali)



Kemudian Doa Syifa` (Doa Memohon Kesembuhan kepada ALLaah)

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari dan Muslim).




H. Riyadh Rosyadi

Kamis

KELUMPUHAN SEORANG TABI'IN SENIOR (Saat marah sehingga lupa berdzikir)



Aban bin 'Utsman bin 'Affan  (أبان بن عثمان بن عفان)  adalah seorang tabi'in senior dan seorang putera sahabat besar Nabi ﷺ, putera Khalifah Rasyidah ketiga 'Utsman bin 'Affan. Beliau menceritakan sendiri sebab sakit yang dideritanya (kelumpuhan pasrsial), karena saat itu beliau sedang marah dan lupa membaca dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ.


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مَوْدُودٍ عَمَّنْ سَمِعَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ عَفَّانَ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ
و قَالَ فَأَصَابَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ الْفَالِجُ فَجَعَلَ الرَّجُلُ الَّذِي سَمِعَ مِنْهُ الْحَدِيثَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ لَهُ مَا لَكَ تَنْظُرُ إِلَيَّ فَوَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ عَلَى عُثْمَانَ وَلَا كَذَبَ عُثْمَانُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنَّ الْيَوْمَ الَّذِي أَصَابَنِي فِيهِ مَا أَصَابَنِي غَضِبْتُ فَنَسِيتُ أَنْ أَقُولَهَا

Telah menceritakan kepada kami AbduLLaah bin Maslamah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Maudud dari seseorang yang mendengar Aban bin Utsman ia berkata; Aku mendengar Utsman -maksudnya Utsman bin Affan- berkata,

"Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: 

BISMILLAHILLAADZII LAA YADHURRU MA'ASMIHII SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA-I WA HUWAS SAMII'UL 'ALIIM 

(dengan nama ALLaah yang tidak ada sesuatupun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) 

sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga pagi hari. Dan barangsiapa membacanya pada pagi hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa bencana yang datang dengan tiba-tiba hingga sore hari."

Perawi berkata, "Lalu Aban tertimpa penyakit lumpuh, hingga orang yang mendengar hadits darinya melihat kepadanya (Aban), maka Aban pun berkata, "Kenapa kamu melihat aku? Demi ALLaah, aku tidak berbohong atas nama Utsman, dan Utsman tidak berbohong atas nama Nabi ﷺ. Tetapi pada hari ketika aku tertimpa penyakit ini, aku sedang marah hingga aku lupa membacanya."

(HR Abu Dawud - 4425)



H. Riyadh Rosyadi

HAKIKAT PENYAKIT dan TERAPI

BismiLLaahirrahmanirrahiim


1. Berdasarkan surat Al Baqorah (2) : 155 pada kalimat:

ونقص من الأموال والأنفس والثمرات

 wa naqshim minal amwaali wal anfusi wats tsamaraat
.... kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan...

Sakit masuk dalam kategori naqshil anfus kekurangan jiwa.



2. Berdasarkan Hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Dari Abu Hurairah radhiyaLLaahu 'anhu, Nabi ﷺ  bersabda,
Tidaklah ALLaah swt *menurunkan penyakit* kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu kesembuhannya.
(HR. Al-Bukhari no. 5678)



3. Berdasarkan surat Ar-Ruum (30): 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).



Surat Asy-Syura (42): 30

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).


_________________________________________


Berdasarkan ketiga ayat dan hadits di atas maka,

Penyakit adalah:
Segala yang ALLaah swt turunkan dalam bentuk kerusakan atau berkurangnya kemampuan fungsi diri yang dialami oleh makhluk sebagai dampak dari kesalahan dlm menjalankan cara hidup yang tidak sesuai dengan tuntunan Al-Khaliq.


Tujuan sakit adalah agar makhluk:
1. Merasakan sakit, kemudian
2. Menyadari kekeliruannya, dan
3. Agar memperbaikinya dengan mengembalikan hidup sesuai jalan Al-Khaliq.


Sumber awal sakit adalah kesalahan:
Kesalahan itu bisa bersumber dari
1. Diri sendiri ataupun
2. Pihak lain
3. Personal ataupun komunal


Dampak rusaknya tergantung/dipengaruhi:
1. Kesalahannya. Level (stadium) dan jenis (item)-nya, dan
2. Pelakunya. Posisi si pelaku dan jumlah pelakunya.



TERAPI terhadap kerusakan (sakit) adalah PERBAIKAN DIRI kembali ke jalan ALLaah swt secara,
1. Spiritual dan Mental,
2. Fisik,
3. Sistem hidup (ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum dst)


Perbaikan dilakukan oleh
1. Personal: Individu dan komunitasnya (keluarga, masyarakat, bangsa, masyarakat dunia)
2. Institusional: Lembaga baik Laba maupun Nirlaba, Negara, Khilafah (jika terbentuk, aamiin).


waLLaahu a'lam



H. Riyadh Rosyadi

"TUJUAN" SAKIT dan TERAPI



Apapun sakitnya dan apapun cara terapinya (selama halal), pastikan kita (sebagai terapis dan klien yang diterapi) mendapatkan keuntungan berupa PERBAIKAN DIRI kembali kepada jalan ALLaah swt.


Alangkah ruginya, sembuh dari sakit tetapi tidak memperoleh perbaikan diri atau menjadi lebih baik di sisi ALLaah swt.

Seandainya akhirnyapun tidak mendapat sembuh (doa dikabulkan di dunia) tetapi dia telah memperoleh perbaikan diri, maka keuntungan hidup telah dia dapatkan.

Alangkah ruginya, menerapi tetapi tidak ikut mengambil pelajaran dari sebab utama sakit dan nikmatnya kesehatan dengan memperbaiki diri atau menjadi lebih baik.

Sibuk dengan gejala sakit dan segala upaya menghilangkannya serta lupa dengan sebab utama sakit yang telah ALLaah swt jadikan dan rasakan kepada kita adalah suatu kelalaian.


ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
[QS. Ar-Rum (30): 41]



قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Darimana datangnya (musibah) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
[QS. Ali Imron (3): 165]



Sakit (ketidak nyamanan) tidak kunjung sembuh setelah ikhtiar dan berdoa, karena dua hal:
1. Mengikuti pola pengabulan doa
2. Terhalang oleh kezaliman/dosanya sendiri



Wilayah pertama  (pengabulan doa) adalah wilayah ALLaah swt. 

َنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا”، قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ قَالَ: “اللَّهُ أَكْثَرُ”
 (رواه أحمد ١٠٧٠٩).

Dari Abu Sa’id berkata; Nabi ﷺ  bersabda:
“Tidak ada seorang muslimpun yang berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan tali silaturrahim, kecuali ALLaah akan memberinya salah satu dari tiga kemungkinan;
- disegerakan pengabulan doanya (di dunia ini), atau
- disimpan/ditabung sebagai pahalanya untuknya untuk (diberikan) di akhirat,
- atau ia dijauhkan dari keburukan yang setara nilainya (dengan doa itu)”.

Para sahabat berkata: “Jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja”, beliau bersabda: “ALLah memiliki yang lebih banyak (sebagai balasan dan pengkabulan)”.
(HR. Ahmad  10709).



Wilayah kedua ada pada diri kita sendiri. 
Kesembuhan/kesehatan adalah salah satu rizqi yang ALLaah swt berikan,


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ beliau bersabda: "Doa seseorang senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa." Seorang sahabat bertanya; 'Ya RasuluLLaah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? ' RasuluLLaah ﷺ menjawab: 'Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; 'Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan'. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi.'
(HR Muslim : 4918)


عَنْ ثَوْبَانَ قَال قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

Dari Tsauban dia berkata, "RasuluLLaah ﷺ bersabda Sesungguhnya seseorang akan ditahan rizkinya karena dosa yang dia lakukan."
(HR. Ahmad: 21379, Ibnu Majah: 4012)


وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِخَطِيئَةٍ يَعْمَلُهَا

"Seorang tertahan dari rizkinya karena kesalahan yang telah ia lakukan."
(HR. Ibnu Majah: 87).


Sehingga menumpuknya kezaliman adalah kerugian hidup. Jika tidak diangkat dengan ampunan dan rahmat ALLaah swt maka dia rugi. Dunia akhirat.


قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Keduanya berkata: "Ya Robb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
[QS. Al-A'raf (7): 23]


Al-Quran yang dijamin sebagai Syifa`oleh Asy-Syaafi tidak juga memberi apapun kepada yang zalim selain kerugian..


وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi syifa' dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
[QS. Al-Isra' (17): 82]



Berkata Ibnul Qayyim rahimahuLLaah,

فَمَنْ لَمْ يَشْفِهِ اْلقُرْآنُ فَلاَ شَفَاهُ اللَّهُ، وَمَنْ لَمْ يَكْفِهِ فَلاَ كَفَاهُ اللهُ

Barangsiapa tidak bisa disembuhkan dengan Al-Qur`an, maka selamanya ALLaah tidak akan menyembuhkannya. Dan barangsiapa yang tidak bisa dicukupkan dengan Al-Quran, selamanya ALLaah tidak akan mencukupkannya.
(Zadul Ma’ad IV/352)



Jadikanlah terapi sebagai bagian sarana perbaikan diri dunia dan akhirat.
Jadikanlah dengan sakit apapun dan dengan terapi apapun (yang dihalalkan) mengantarkan klien dan terapisnya untuk sama-sama memperbaiki dirinya ke arah yang lebih diridhai ALLaah swt.


Semoga kita beruntung mendapatkannya..



H. Riyadh Rosyadi

Rabu

Fondasi Dasar Terapi Quran: Dawa' dan Syifa'

الفرق بين الدواء والشفاء
Perbedaan antara DAWÀ dan Syifà


ALLaah subhaanahuu wata'aalaa berfirman,

 وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا 
[Surat Al-Isra': 82]

Dan Kami turunkan dari Al-Qur`ān (sesuatu) yang menjadi syifà dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur`ān itu) hanya akan menambah kerugian.

لم تذكر الايات الكريمة كلمة دواء
Tidak ada disebutkan dalam ayat-ayat Al-Quran yang mulia kata Dawa'.

الدواء وسيلة الي الشفاء وهو ما يتناوله المريض من عقاقير
Dawa' adalah sarana untuk kesembuhan dan dawa' itu adalah segala yang dipakai si sakit dalam bentuk berbagai macam obat-obatan.

والشفاء هو العلاج لهذا المرض
Sedangkan syifà itu adalah solusi terapi untuk penyakit tersebut.

الدواء ممكن لا يؤثر في المرض وله مضاعفات سلبية علي المريض فكم من دواء عالج جزء في الجسم وأضر بجزء اخر
Ad-dawaà mungkin tidak memberi efek kepada penyakit bahkan itu bisa menambah efek negatif terhadap si sakit. Betapa banyak dari dawaà memberi solusi terapi bagi sebagian tubuh namun mudharat bagi bagian tubuh lainnya.

أما الشفاء فهو علاج بدون أي تأثير ضار والقرءان الكريم شفاء للجسم من الأمراض البدنية وللنفس فانه يطهرها ويزكيها.
Adapun syifaà itu solusi terapi tanpa efek apapun yang membahayakan. Dan Al-Quranul Karim adalah syifaà untuk jasmani dari segala penyakit badan dan jiwa yang membersihkan dan menyucikannya.

———————————


Jadi, jika sudah disebut Syifà maka sudah ada jaminan kesembuhannya. Sedangkan dawà belum ada jaminan itu. Hanya saja ada faktor penghalang yang menyebabkannya tidak menjadi syifà.

Faktor penghalang syifa`-nya adalah kezaliman.

وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
[QS. Al-Isra' (17): 82]


Termasuk jenis syifà adalah apa yang ALLaah subhaanahuu wata'aalaa sebutkan di ayat lain,

يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dari perut lebah itu ke luar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat syifaà bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
[QS. An-Nahl (16): 69]

Jika minuman dari perut lebah itu tidak berefek syifà maka yang salah (menjadi penghalang) adalah sesuatu yang ada di tubuh peminumnya.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رضي الله عنه أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَى الثَّانِيَةَ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ قَدْ فَعَلْتُ فَقَالَ صَدَقَ اللَّهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ اسْقِهِ عَسَلًا فَسَقَاهُ فَبَرَأَ

Dari Abu Sa'id bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Saudaraku sedang menderita sakit perut." Beliau bersabda: "Minumilah madu." Kemudian laki-laki itu datang kedua kalinya, lalu beliau tetap bersabda: "Minumilah madu." Kemudian laki-laki itu datang yang ketiga kalinya, beliau bersabda: "Minumilah madu." Kemudian dia datang lagi sambil berkata; "Aku telah melakukannya." Maka beliau bersabda: "Maha benar ALLaah, dan perut saudaramulah yang berdusta, berilah minum madu." Lalu ia pun meminuminya madu dan akhirnya sembuh. (HR. Bukhari: 5252, Fathul Bari: 5684)


Semoga kita semua mendapatkan karunia limpahan ketaqwaan jiwa dan kesuciannya yang dengan itu memberi jalan segala unsur kebaikan masuk dalam kehidupan kita tanpa penghalang,


اللَّهُمَّ آتِ أنفسنا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

Ya ALLaah, limpahkanlah kepada jiwa kami ketakwaannya; dan sucikanlah jiwa kami, Engkau sebaik-baik yang menyucikannya, Engkaulah Pemiliknya dan Yang Menguasainya.


R. Rosyadi