Dalam sebuah room diskusi dibahas..
Apakah perlu ada tazkiyyah dulu sebelum proses ruqyahan?
Berikut ini penjelasan prinsip-prinsip penting.
SAKIT, BEROBAT, SEMBUH
Oleh: R. Rosyadi
Setiap penyakit ada obatnya.
Setiap perobatan ada proses sembuhnya.
Yang perlu selalu dipahami dan disadari adalah:
Sakit dan obat itu keduanya dari ALLaah swt
Proses bekerjanya perobatan juga dari ALLaah swt, dan
Sembuh adalah dari ALLaah swt pula.
• Ada wilayah makhluk: upaya sembuh (berobat)
• Ada wilayah mutlak Al-Khaliq yang tidak ada sedikitpun dari makhluq, yaitu: izin kesembuhan
Memahami SAKIT
1. Masing-masing masalah/akibat itu karena ada sebabnya.
2. Secara umum, sebab masalah itu karena ada sesuatu yang salah.
3. Lihat sebabnya, pahami jika perlu digali hingga detail, setelah itu.
Proses TERAPI/BEROBAT
4. Berangkatlah dalam proses terapi, dari titik sebabnya itu.
5. Berharap sembuh adalah fitrah yang membuat kita semua selalu bergerak dalam amal.
6. Wilayah makhluk adalah ikhtiar, ijtihad, tajribah. Jadikan semua itu dinilai sebagai amal shalih. Perhatikan selalu niat dan cara.
7. Tertiblah dalam proses, semoga itu menjadikan bagian ihsan dalam amal.
Memahami SEMBUH
8. Kesembuhan itu mutlak wilayah ALLaah swt.
9. ALLaah swt telah menetapkan semua dengan prosedur sunnah-Nya. Jadilah ilmu yang dipelajari dan dijalankan makhluk.
10. Dan ALLaah swt juga menetapkan kejadian seperti pengecualian-pengecualian yang tidak memerlukan prosedur sunnahNya. Dan itu menunjukkan bahwa DIA-lah Yang Maha Qudrah atas sesuatu yang menjadi iradahNya.
11. Wilayah kita adalah
• Upaya melalui prosedur sunnahNya itu dan
• Doa akan harapan atas Qudrah - IradahNya itu.
12. Ijabah doa termasuk doa kesembuhan itu pasti diperoleh, apalagi kepada muslim.
13. Bentuknya 3 hal:
• Disegerakan penyerahannya di dunia, lalu sembuhlah dia dalam pandangan makhluk.
• Dikumpulkan doa-doa itu lalu diserahkan semuanya di akhirat sebagai tumpukan pahala yang sangat besar.
• Diwujudkan sebagai penghindar/pencegah keburukan di waktu mendatang saat masih di dunia (yang sudah ditakdirkanNya terhadap si pemilik doa), yang nilai daya cegahnya setara dengan bobot doanya itu.
14. Syaratnya Doa agar dikabulkan sebagai salah satu yang 3 itu:
• Tidak tergesa-gesa
• Tidak mengandung dosa
• Tidak dalam rangka memutus silaturrahim.
________
Perlu Tazkiyyah dulu ataukah langsung proses ruqyah/obat, lihat No 4 (berdasarkan 1, 2, 3)
Idealnya tetap melalui prosedur terbaiknya, sebagai wilayah makhluk untuk mendapatkan ihsan amal, no 7.
Asumsinya, kita ini semua tidak ada yang bersih..
فلا تزكوا أنفسكم .... falaa tuzakkuu anfusakum, "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci" [QS. An-Najm (53) :32]
Sembuh/belum itu otoritasNya mutlak.
Kadang terlihat oleh makhluk seperti melalui proses-proses dan prosedur yang telah ditetapkan melalui sunnah (kawniyah)Nya. Kadang dalam pandangan makhluk tidak seperti prosedur pada umumnya.
Lakukanlah yang terbaik.. sebagai Ihsan kita.
Berharaplah dengan cara dan sikap terbaik... sebagai ihsan kita pula.
Lihat No. 8 sd 14.
-----
• Kadang orang yang diterapi sembuh tapi tidak mengantarkan kebaikan kepada dirinya..
• Dan bisa jadi terapis tidak mendapatkan kebaikan sekalipun yang diterapinya ditakdirkan sembuh.
----
Yaa ALLaah, jagalah selalu niat dan cara kami dengan segala yang Engkau ridhai..
Yaa ALLaah, kami memohon kepadaMu al-'aafiyah fid-dien wad dun-yaa wal aakhirah.. untuk kami pribadi dan untuk orang-orang yang Engkau datangkan kepada kami dalam berharap sembuh dariMu.
Aamiin..
Tampilkan postingan dengan label tawazun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tawazun. Tampilkan semua postingan
Jumat
Senin
TERAPI QURAN untuk Penyakit dari Virus
Terapi Quran untuk Parotisis (Gondongen) dan Penyakit Lain dari Virus
Gondongen istilah medis parotisis karena virus parotitis epidedemika, sangat menular lewat droplet* infeksi atau lewat nafas penderita.
*Droplet adalah partikel air kecil (seperti hujan rintik-rintik) yang mungkin dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin atau ketika air diubah menjadi kabut halus oleh aerator atau shower.
====
BismiLLaahirrahmanirrahiim...
Wahai para makhluk ALLaah (virus) yang kalian berada di dalam diriku, marilah kita sama-sama takut kepada ALLaah swt.
Kami akan bacakan Al-Quran yang jika dibacakan kepada makhluk yang jauh lebih besar dan perkasa dari kita semua pastilah makhluk itu terbelah hancur karena takut kepada ALLaah.
A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim
لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
▫ Istighfari diri dan niatkan melakukan perbaikan diri. Hilangkan segala kezaliman baik perbuatan maupun barang.
▫ Awali dengan perlindungan: A'uudzubikalimaatiLLaahit taaammaatil min syarri maa kholaq (3×)
▫ Ta'awudz
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
QS. Al-Hasr (59): 22-24;
(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ)
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ)
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
(هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
▫ Bacakan Al-Fatihah
saat Al-Falaq ulang-ulangi kalimat min syarri maa kholaq
▫ Tutup dengan Doa Syifa` (Doa Memohon Kesembuhan)
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”
(HR Bukhari dan Muslim).
➡ Bacakan bacaan di atas di air minum dan minyak zaitun.
Minum air tersebut, oleskan minyaknya.
Lakukan setiap hari 3 kali atau lebih.
H. Riyadh Rosyadi
Gondongen istilah medis parotisis karena virus parotitis epidedemika, sangat menular lewat droplet* infeksi atau lewat nafas penderita.
*Droplet adalah partikel air kecil (seperti hujan rintik-rintik) yang mungkin dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin atau ketika air diubah menjadi kabut halus oleh aerator atau shower.
====
BismiLLaahirrahmanirrahiim...
Wahai para makhluk ALLaah (virus) yang kalian berada di dalam diriku, marilah kita sama-sama takut kepada ALLaah swt.
Kami akan bacakan Al-Quran yang jika dibacakan kepada makhluk yang jauh lebih besar dan perkasa dari kita semua pastilah makhluk itu terbelah hancur karena takut kepada ALLaah.
A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim
- QS. Al-Hasr (59): 21
لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
▫ Istighfari diri dan niatkan melakukan perbaikan diri. Hilangkan segala kezaliman baik perbuatan maupun barang.
▫ Awali dengan perlindungan: A'uudzubikalimaatiLLaahit taaammaatil min syarri maa kholaq (3×)
▫ Ta'awudz
- QS. Al-Isra' (17): 82;
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
QS. Al-Hasr (59): 22-24;
(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ)
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ)
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
(هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
▫ Bacakan Al-Fatihah
- 3 QUL (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas)
saat Al-Falaq ulang-ulangi kalimat min syarri maa kholaq
▫ Tutup dengan Doa Syifa` (Doa Memohon Kesembuhan)
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”
(HR Bukhari dan Muslim).
- Sholawat kepada Nabi.
➡ Bacakan bacaan di atas di air minum dan minyak zaitun.
Minum air tersebut, oleskan minyaknya.
Lakukan setiap hari 3 kali atau lebih.
H. Riyadh Rosyadi
Rabu
Bukan MAHDHOH dan bukan TAWQIFIYYAH
Pekerjaan,
Ada orang yang setiap hari mengurus telur-telur ayam agar menetas kemudian bayi-bayi ayam itu dipindahkan ke tempat khusus.. Padahal Nabi tidak pernah melakukan itu dan tidak setiap orang melakukan itu.
Ada orang yang setiap hari mengurus telinga-telinga manusia, mata manusia, jantung manusia... Padahal Nabi tidak pernah melakukan itu dan tidak setiap orang melakukan itu.
Ada orang beternak lebah dan menguasai perlebahan dan segala hasil-hasil dari lebah. Setiap hari bergaul dengan lebah. Dan untuk dapatkan hasil terbaik dia lakukan banyak hal tentang kehidupan lebah, karakter hasil-hasil lebah, karakter dan keadaan makhluk yang mengkonsumsi produk lebah, dan seterusnya.. Padahal Nabi tidak memerintahkan orang itu bergaul dengan lebah sampai seperti itu dan tidak semua orang melakukannya.
Ada orang setiap hari membekami minimal 20 orang, Dan dia tekuni dan lakukan segala hal tentang bekam. Titik-titik efektifnya, karakter orang-orang yang dibekam, sayatan dan jarum, tebal/tipisnya kulit, sifat dan karakter darah yang terambil, setiap hari ngurusi itu.. Padahal Nabi tidak pernah membekam (hanya memberi arahan berbekam) dan tidak semua orang melakukan pembekaman.
Ada orang yang setiap harinya meruqyah, padahal Nabi dan para sahabat tidak melakukannya setiap hari dan tidak semua orang melakukan seperti yang dilakukannya itu.
Ada orang yang setiap harinya ada di penjara mendakwahi para napi terutama mantan preman dan napi kejahatan narkoba. Mereka yang insaf digabungkan, dibersihkan dan dibina menjadi para da'i yang siap diterjunkan untuk berdakwah khususnya di kalangan preman dan narkobais. Orang itu setiap hari berhadapan dengan para preman dan narkobais. Sementara Nabi tidak mengerjakan dakwahnya setiap hari selalu menghadapi semacam preman dan pecandu kemaksiatan. Dan tidak pula dilakukan oleh kebanyakan para da'i lainnya.
Sebagaimana kita tidak (setiap saat) berperang menghadapi lawan bersenjata, padahal Nabi dan para sahabat beliau demikian banyak peperangan yang dialaminya. Yang di dalam sejarah terhitung total peperangan di zaman Nabi ada 27 kali dari usia kenabian yang 23 tahun. Artinya kalau dirata-rata setiap 10 bulan lebih sedikit terjadi peperangan.
Selama bukan kategori mahdhoh (ibadah/ritual khusus) dan bukan kategori tawqifiyyan (doktrinal baku tidak boleh ada kreasi), maka apa-apa yang dikerjakan Nabi tidak mutlak harus terjadi dan tidak mutlak harus kerjakan.
Demikian pula apa-apa yang tidak dikerjakan Nabi tidak mutlak tidak boleh kita kerjakan.
Selama bukan mahdhoh dan bukan tawfiqiyyah maka itu boleh. Ukurannya adalah:
- tidak melanggar rambu/kaidah syariat,
- bermanfaat dan
- tidak membahayakan (diri dan pihak lain).
Dan jika yang bukan mahdhoh dan bukan tawqifiyyah itu ingin dinilai sebagai amal shalih yang bernilai badah, maka lakukanlah dengan niat ikhlas karena ALLaah swt semata.
Keterangan:
Mahdhoh dan Tawqifiyyah misalnya:
Thaharah, Shalat fardhu dan waktu-waktu pelaksanaannya, puasa & waktu-waktu puasa, ketentuan zakat, susunan surat dan ayat-ayat Al-Quran, Tata cara Umrah, Haji dan waktunya.....dan sebagainya.
______
Ada 5 kelompok orang yang membersihkan sampah,
Kelompok 1:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya tidak setiap hari.
Kelompok 2:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari.
Kelompok 3:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari di tempat pembuangan yang aman.
Kelompok 4:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari di tempat pembuangan yg aman dan didaur ulang untuk bisa dimanfaatkan lagi.
Kelompok 5:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari di tempat pembuangan yang aman dan didaur ulang untuk bisa dimanfaatkan menjadi alat/formula pembersih sampah.
Silakan dilakukan dengan kemampuan terbaik.
Dan jika ingin dinilai sebagai amal shalih yang bernilai badah, maka lakukanlah dengan niat ikhlas karena ALLaah swt semata.
H. Riyadh Rosyadi
Jumat
Serial Nafs: Edisi Berbagi Pengalaman
Berikut merupakan pengalaman salah satu yang berkonsultasi mengenai Nafs dengan Ustadz Riyadh Rosyadi melalui Whattsapp. Semoga Nafs-nya sudah kembali.
[14/10 20.39] "km":
Salam, Ustadz mau tanya. Semalam saya bermimpi di jalan raya dekat rumah yang biasa saya lewati jika hendak ke kios dan mengantar anak.
Di dalam mimpi itu,
1. Saya kok bisa berniat ingin menemui orang yang dulu suka kepada saya.
2. Di jalan raya itu saya bersama teman berkendaraan, tapi disitu kami dihadang 3 ekor anjing, 2 berukuran tanggung (agak besar-red) matanya biru, 1 anjing besar warna hitam. Saya memutuskan belok untuk kembali, saat berbalik ada 1 lagi anjing, tapi saya lari tidak terkejar, lalu saya terbangun.
Katanya salah satu gangguan itu bertemu hewan-hewan buas. Apakah mimpi saya termasuk gangguan nafs atau hanya sekedar mimpi? sebab saya tidak lupa sampai sekarang.
Salam, Ustadz mau tanya. Semalam saya bermimpi di jalan raya dekat rumah yang biasa saya lewati jika hendak ke kios dan mengantar anak.
Di dalam mimpi itu,
1. Saya kok bisa berniat ingin menemui orang yang dulu suka kepada saya.
2. Di jalan raya itu saya bersama teman berkendaraan, tapi disitu kami dihadang 3 ekor anjing, 2 berukuran tanggung (agak besar-red) matanya biru, 1 anjing besar warna hitam. Saya memutuskan belok untuk kembali, saat berbalik ada 1 lagi anjing, tapi saya lari tidak terkejar, lalu saya terbangun.
Katanya salah satu gangguan itu bertemu hewan-hewan buas. Apakah mimpi saya termasuk gangguan nafs atau hanya sekedar mimpi? sebab saya tidak lupa sampai sekarang.
[14/10 21.51] R. Rosyad:
Wa'alaikumusalam. wr wb.
Kemungkinan nafs (soul) "km" ada di tempat itu atau bersama dia. Dan nafs itu tertawan.
Mohon kepada ALLaah swt untuk membebaskan nafs itu dan mengembalikannya.
[14/10 21.52] R. Rosyad:
Bacakan Ruqyah Nafs (ikhtiar nafs)
[14/10 23.03] "km":
maaf saya tertidur karena belum sehat betul.
berkali-kali/sering mimpi saya itu. Kalaul tempat pasti berubah-ubah, tapi selalu ada kesamaan yaitu pasti hadirnya orang itu terus. Padahal kenyataannya saya memikirkan orang tersebut juga tidak. Di mimpi itu juga dia sepele tp mengapa di mimpi itu saya selalu berharap dan merasa lelah. Sering sekali.
[20/10 08.34] "km":
salam, ustadz, AlhamduliLLaah perdarahannya sudah berhenti. Namun pagi ini saya sangat lemes, berkunang-kunang dan saya merasa ketakutan lagi. Saya sudah makan dan minum tetap lemes.
Saya meniatkan Ruqyah dengan Alfatihah, ayat kursi dan 3 Qul. Baru sekali selesai bacaan, untuk baca 3x saya menguap terus, Mengantuk sekali, sambil mual.
Begitu selesai saya usap ke badan. Awalnya semakin lemea tapi mata sudah mulai tidak berkunang-kunang dan takutnya berkurang.
Ini masih agak lemas, mau baca lagi seperti tidak ada kekuatan. Mengantuk, menguap terus ustadz.
salam, ustadz, AlhamduliLLaah perdarahannya sudah berhenti. Namun pagi ini saya sangat lemes, berkunang-kunang dan saya merasa ketakutan lagi. Saya sudah makan dan minum tetap lemes.
Saya meniatkan Ruqyah dengan Alfatihah, ayat kursi dan 3 Qul. Baru sekali selesai bacaan, untuk baca 3x saya menguap terus, Mengantuk sekali, sambil mual.
Begitu selesai saya usap ke badan. Awalnya semakin lemea tapi mata sudah mulai tidak berkunang-kunang dan takutnya berkurang.
Ini masih agak lemas, mau baca lagi seperti tidak ada kekuatan. Mengantuk, menguap terus ustadz.
[20/10 08.39] R. Rosyad:
Wsalam.wrwb. Mohon kepada ALLaah swt mengembalikan nafs-nafs yang terlepas. Baca ikhtiar Nafs.
Wsalam.wrwb. Mohon kepada ALLaah swt mengembalikan nafs-nafs yang terlepas. Baca ikhtiar Nafs.
[20/10 08.41] "km":
Iya ustadz. Meskipun menguap terus tetap dilanjutkan?
[20/10 08.48] R. Rosyad:
Kalau begitu, dengarkan ini, sambil minta kepada ALLaah: ketenangan hati, disertakan dengan junuduLLaah dan dikumpulkan nafs-nafs yang terlepas itu.
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, [Qs. Al-Fath (48): 4].
أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Qs. Al-Baqoroh (2) :148].
[20/10 09.04] "km":
AlhamduliLLaah ustadz, ayat dari ustadz bisa saya baca 1x, juga doa Nafs-nya, sambil saya mendengar kiriman audio Quran dari ustadz itu. Langsung nangis terus ustadz.
AlhamduliLLaah mata saya tidak berkunang-kunang lagi, pusingnya hilang dan saya merasa bertenaga lagi. AlhamduliLLaah ALLaah mengabulkan doa-doa. Terima kasih ustadz.
[20/10 09.06] "km":
Sejak saya tahu TQ saya hampir tidak pernah makan obat-obatan. Terima kasih.
Ini tadi orang rumah sebelumnya sudah sibuk mencari dokter/bidan untuk ke rumah. AlhamduliLLaah.
AlhamduliLLaah ustadz, ayat dari ustadz bisa saya baca 1x, juga doa Nafs-nya, sambil saya mendengar kiriman audio Quran dari ustadz itu. Langsung nangis terus ustadz.
AlhamduliLLaah mata saya tidak berkunang-kunang lagi, pusingnya hilang dan saya merasa bertenaga lagi. AlhamduliLLaah ALLaah mengabulkan doa-doa. Terima kasih ustadz.
[20/10 09.06] "km":
Sejak saya tahu TQ saya hampir tidak pernah makan obat-obatan. Terima kasih.
Ini tadi orang rumah sebelumnya sudah sibuk mencari dokter/bidan untuk ke rumah. AlhamduliLLaah.
[20/10 09.28] R. Rosyad:
AlhamduliLLaahi Robbil 'Aalamiin.
AlhamduliLLaahi Robbil 'Aalamiin.
Label:
Ikhtiar Pembebas Pembersih dan Pengembali Sukma,
jiwa,
metode indzar Da'awiyyah,
metode ruqyah,
nafs,
RID,
Seri Pengalaman Terapi Quran,
SERIAL NAFS,
sukma,
tawazun
Kamis
Tawazun dan Tazkiyyah Melawan Syubhat dan Syahwat
بسم الله
الرحمن الرحيم
ALLaah swt memerintahkan agar kita ber-Islam dengan bersih dan murni dalam ketaatan kepada-Nya.
Jangan sampai urusan akidah, ibadah, akhlak dalam mua'amalah kita tercampur dengan sesuatu yang memberi peluang kepada syaitan untuk mudah ikut serta di dalamnya.
قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah ALLaah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama."
[Qs. Az-Zumar (39): 11]
Jangan sampai urusan akidah, ibadah, akhlak dalam mua'amalah kita tercampur dengan sesuatu yang memberi peluang kepada syaitan untuk mudah ikut serta di dalamnya.
Pemahaman
dan pengamalan beragama yang melandasi hidup kita ini perlu terus kita perbaiki.
Itulah cara kita menegakkan keseimbangan (Tawazun) dalam hidup. Karena Islam
adalah sistem hidup yang seimbang, menempatkan fitrah manusia menjadi selaras
dengan alam lingkungan tempatnya hidup.
Dan sumber daya kita baik jiwa maupun harta (an-nafs dan al-maal), juga harus terus menerus dibersihkan (Tazkiyyah).
Dan sumber daya kita baik jiwa maupun harta (an-nafs dan al-maal), juga harus terus menerus dibersihkan (Tazkiyyah).
Periksa
terus aspek Tawazun dan Tazkiyyah kita.
Minta terus kepada Allah swt agar kita selalu dibenahi dan dibersihkan.
Minta terus kepada Allah swt agar kita selalu dibenahi dan dibersihkan.
Kalimat
IHDINASH SHIROOTHOL MUSTAQIIM adalah diantara doa yang meliputi kebutuhan kedua
hal tersebut. Kita meminta kepadaNya untuk dituntun kepada jalan hidup yang dengan itu sistem yang
seimbang tegak dalam diri kita, dan pada saat yang bersamaan kita dimudahkanNya untuk
membersihkan diri terus menerus.
Di sisi lain syaitan tidak pernah berhenti dengan gangguannya. Mereka merencanakan, mengorganisasi, menjalankan dan mengevaluasi program-programnya. Syaitan melalui Hizbu (struktur organisasinya)-nya selalu menggunakan dua jalur dalam menjalankan program-programnya:
1. Jalur SYUBHAT
Syubhat adalah segala hal yang menjadikan kebenaran tidak tampak, menjadi tersamar, tercampur dengan yang batil, bahkan hingga level yang bathil-lah yang dianggap benar dan yang benar dianggap bathil.
Jalur SYUBHAT lebih banyak dilancarkan melalui aparat-aparatnya dari jenis syaitan MANUSIA dengan segala ungkapan lahiriah baik pemikiran maupun kegiatan.
2. Jalur SYAHWAT
Syahwat adalah segala hal yang "mendorong" keinginan dan selera
kepada hal-hal yang keliru, baik melampaui batas berlebihannya maupun
berkekurangannya sehingga merusak keseimbangan fitrah dan mengotorinya.
Jalur SYAHWAT lebih banyak melalui aparat-aparatnya dari jenis syaitan JIN
baik bisikan, dorongan, hingga menanamkan perasaan (suka/benci).
Kedua aparat di atas bekerja saling menguatkan dan saling mempengaruhi, saling memberi masukan-masukan dan
berkoordinasi dan selalu meng-update kemasan program-programnya menyesuaikan zaman dan
kebutuhan.
Ketika
keduanya berhasil menyatu masuk dalam kehidupan pihak yang dijadikan sasarannya,
maka itulah yang disebut dengan bertemunya keinginan dengan kesempatan.
Jika dorongan yang sangat kuat "keinginan" untuk melakukan (syahwat
dalam aspek apapun) itu sudah mendapat dukungan oleh akalnya yang saat itu sudah
berhasil disesatkan (syubhat), maka biasanya tidak lama akan datang peluang
pertama untuk mewujudkan keinginan kuatnya itu.
Dan jika itu terjadi, maka selanjutnya dia sendirilah yang merencanakan sendiri peluang demi peluangnya untuk bisa terus menerus melakukannya. Pengulangan berikutnya adalah sesuatu yang direncanakan dan diprogramkannya, kemudian menjadi pola kehidupannya.
Dan jika itu terjadi, maka selanjutnya dia sendirilah yang merencanakan sendiri peluang demi peluangnya untuk bisa terus menerus melakukannya. Pengulangan berikutnya adalah sesuatu yang direncanakan dan diprogramkannya, kemudian menjadi pola kehidupannya.
Jika ini sudah permanen diperjuangkannya, maka saat itulah dia bagian
langsung dari syaitan.
Hizbusy Syaitan
Hizbusy Syaitan
اسْتَحْوَذَ
عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ
الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ
"Syaitan telah menguasai menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat ALLaah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang rugi." [Qs. Al-Mujadalah (58): 19]
Dan
Dan dua
kelompok syaitan itu (kelompok manusia dan jin) berkolabolasi agar setiap
makhluk mukallaf (baik jin maupun manusia) menjadi hamba yg dimurkai Allah swt
(maghdhuub 'alaihim) dan menjadi tersesat (adh-dhoollliin), penjadi pendurhaka
kepada Allah swt.
Dan
demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan
jenis) jin, sebahagian
mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu
(manusia). Jikalau Tuhanmu
menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
(6:112)
(6:112)
Dan
demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh dari para pendurhaka (pendosa). Dan cukuplah
Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk
dan Penolong.
(25:31)
(25:31)
Dan dua kelompok syaitan itu (kelompok manusia dan jin) berkolaborasi agar setiap mahluk mukallaf (muslim yang dikenai kewajiban agama) baik jin maupun manusia, menjadi hamba yang dimurkai ALLaah swt (maghdhuub 'alaihim) dan menjadi tersesat (adh-dhoolliin), menjadi pendurhaka ALLaah swt.
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. [Qs. Al-Anam (6): 112]
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.
[Qs. Al-Furqon (25): 31]
Mengikuti syaitan berarti memperkuat arah jiwa kepada yang fujur (yang suka dengan perbuatan kesalahan dan dosa), mengotori jiwa itu dan menjadikannya berat dan lebih sulit untuk menuju ke arah taqwa.
Momentum
syaitan menguasai adalah pada saat kita menghadapi peristiwa (situasi) yang bisa
mengguncang jiwa, larut dalam suasana:
* Sedih, kecewa, malu, dsb
* Senang, bangga, dsb
* Marah, tersinggung, dsb
* Takut, pesimis, dsb
mengguncang jiwa, larut dalam suasana:
* Sedih, kecewa, malu, dsb
* Senang, bangga, dsb
* Marah, tersinggung, dsb
* Takut, pesimis, dsb
Jika
salah satu diantaranya terjadi terus menerus dalam beberapa kurun waktu, maka itulah
kondisi yang membuat jiwa menjadi terbuka, rusak dan sangat lemah. Mudah
diintervensi syaitan dan dikuasainya.
Seharusnya
saat awal menghadapi peristiwa yang mengguncang itu, segera secepat mungkin
distabilkan dan diseimbangkan kembali dengan DzikruLLaah. Dzikir yang dilandasi dengan prasangka baik kepada Allah swt.
قُلْ
إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ
الَّذِينَ
آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ
تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
... Katakanlah: "Sesungguhnya ALLaah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubatkepada-Nya."
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang (stabil) dengan mengingat ALLaah. Ingatlah, hanya dengan mengingat ALLaah-lah hati menjadi tenang.
[Qs. Ar-Ra'd (13): 27-28]
Masalah yang menimbulkan dampak kerusakan dalam hidup (fisik, sosial, ekonomi), itu karena dua hal:
1. Terjadi ketidakseimbangan (tidak tawazun) dalam hidup, baik karena rutinitas perilaku maupun karena ketidaksiapan diri menghadapi goncangan hebat.
2. Terjadi penumpukkan kotoran (toksin, polusi) yang ada di dalam diri maupun di lingkungan fisik/sosial ekonomi.
Ketika
kerusakan sudah terjadi, sebesar/sekecil apapun yang dirasakan maka itu adalah
tanda (signal) dari ALLaah swt bahwa sudah ada kekeliruan yang terjadi pada diri
kita baik dari jalur syubhat atau syahwat atau keduanya sekaligus.
Dan tanda yang Allah swt berikan itu (secara fisik, mental, ekonomi, sosial)
sekaligus menjadi early warning (peringatan dini) bagi kita untuk segera
membenahi diri.
Tengok apa saja yang keliru, segera berhenti dan lakukan perbaikan.
Jika tidak segera melakukannya maka gejala itu akan semakin membesar dan menguat, dan semakin menguasai diri kita. Dan ini semakin membuat kita terperangkap dalam kenyamanan yang bathil secara syahwat maupun syubhat, yang dimurkai oleh Allah dan yang sesat.
Tengok apa saja yang keliru, segera berhenti dan lakukan perbaikan.
Jika tidak segera melakukannya maka gejala itu akan semakin membesar dan menguat, dan semakin menguasai diri kita. Dan ini semakin membuat kita terperangkap dalam kenyamanan yang bathil secara syahwat maupun syubhat, yang dimurkai oleh Allah dan yang sesat.
Allah swt memberikan signal (gejala/sympton) itu agar segera berhenti dari kesalahan dan membenahi diri sesuai dengan standar kebenaran dariNya.
ظَهَرَ
الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya ALLaah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [Qs. Ar-Rum (30): 41]
Lakukan
segera, selagi tanda-tanda dan gejalanya masih Allah swt berikan dalam stadium rendah
(sedikit)
وَمَا أَصَابَكُمْ
مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan ALLaah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
[Qs. Ash-Shura (42): 30]
Apabila sudah lewat batas waktu "ajal" (dead line) dari tanda-tanda peringatan dini, maka itu artinya akan masuk ke fase berat, stadium lanjut yang perlakuannya sudah berbeda. Biasanya perlakuannya bukan perlakuan pemulihan tetapi perlakuan pencegahan agar tidak semakin parah. Kecuali Allah swt berkehendak lain.
وَلَوْ
يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ
وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا
يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Jikalau ALLaah menghukum manusia karena kedzalimannya, nicaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi ALLaah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.
[Qs. An-Nahl (16): 61]
وَلَوْ
يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ
إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ۖ فَنَذَرُ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا فِي
طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
Dan kalau sekiranya ALLaah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka.
[Qs. Yunus (10): 11]
Jika
dengan stadium berat inipun belum menyadari kesalahannya, maka Allah swt akan
membiarkannya. Tidak lagi diberi kemampuan menangkap signal dari Allah swt
bahkan dibuat menikmati kesalahannya.
Kita hanya bisa mendoakan sambil menunggu apa yang akan terjadi. Semoga Allah swt tetap memberinya ampunan dan rahmatNya.
Kita hanya bisa mendoakan sambil menunggu apa yang akan terjadi. Semoga Allah swt tetap memberinya ampunan dan rahmatNya.
وَالَّذِينَ
كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami anak menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
[Qs. Al-A'raf (7): 182]
وَإِذَا
مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ
نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ
أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ
إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada ALLaah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi ALLaah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka."
[Qs. Az-Zumar (39): 8]
____________________
Mengingat hakikat kehidupan ini merupakan ujian semata dari Allah swt, maka tugas kita adalah menjawab soal-soal ujian itu dengan benar agar nilai yang kita dapat adalah nilai yang sebaik-baiknya.
Untuk bisa memiliki kemampuan menjawab dengan benar itu maka lakukanlah terus menerus proses Tawazun dan Tazkiyyah dengan sungguh-sungguh karena pada saat yang sama syaitan juga melakukan gangguannya dengan terus menerus dan bersungguh-sungguh melalui Syubhat dan Syahwat.
Semoga
kita semua mendapatkan pertolonganNya.
اللّٰهُمَّ
أَعِنا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِك
Yaa ALLaah, bantulah kami untuk senantiasa mengingatMu, mampu bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada Engkau.
-H. Riyadh Rosyadi-
Langganan:
Postingan (Atom)