Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)
Tampilkan postingan dengan label nafs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nafs. Tampilkan semua postingan

Sabtu

Seri Pengalaman Terapi Quran: Tokoh Fiktif Kartun Manga

Ruqyah mendakwahi via chatting WA oleh ustdz R. Rosyad.


Tokoh kartun yang jadi topik dalam dialog Terapi Quran via WA kali ini adalah sepasang tokoh di cerita Samurai X, cerita komik (manga) Jepang yang kemudian dibuatkan filmnya.

Kami tidak menampilkan gambar kedua tokoh itu, tetapi yang ingin tahu untuk mempelajari lebih dalam tentang apa itu Samurai X bisa lihat di:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Samurai_X
http://rurounikenshin.wikia.com/wiki/Kaoru_Kamiya

Dialog ini tercatat tanggal 12 Oktober 2017.
Berikut transkrip-nya setelah disetujui oleh yang bersangkutan dan setelah dirubah initial namanya dan penyesuaian redaksi tulisan tanpa mengubah makna. (Keterangan: beliau adalah seorang ibu dengan 3 anak).
________________


[12/10/2017 15:50] Mrs F: Assalaamu'alaikum.
Afwan ustadz, mengganggu...
Tanya, boleh yaaa
[12/10/2017 15:52] Mrs F: Emang saya salah ya kalau pasang Profil Picture WA tokoh kartun jepang ???
[12/10/2017 15:55] Mrs F: Saya dari SMP sudah suka film kartun Samurai X itu.
Suka dengan karakter tokoh di film itu.
Memang tidak boleh suka dengan kartun ???
[12/10/2017 15:56] Mrs F: Saya pasang Profil Pircture wa Kenshin Himura kok orang-orang pada japri protes sih...???
Salahnya di mana...?

[12/10/2017 17:13] R Rosyad: 1. Profil Picture itu bisa mewakili/menjadi bagian jati diri. Dan tokoh Kenshin di PP itu termasuk jenis lukisan makhluk bernyawa, ada hadits yang melarangnya. Malaikat (rahmat) juga tidak mau masuk tempat yang ada lukisan makhluk bernyawa.
Yang ikut memiliki apalagi "menikmati"nya akan ikut terkena masalah.
2. Tokoh yang diidolakan, secara grafis kuat "karakter"nya. Berpotensi disukai jin fasiq.
3. Cerita itu Fiksi alias rekaan fiktif/khayal dari yang membuatnya. Khayalan yang "diilhami" jin.
4. Kekuatan/katangkasan si tokoh hanya ada di dunia jin.

[12/10/2017 17:15] Mrs F: Jadi salah ya
Saya pikir cuma buat Profil Picture wa aja kan

[12/10/2017 17:15] R Rosyad: Sepertinya ada sosok yang sudah lama menyertai anda (Mrs. F) yang juga menjadikan Mrs. F menyukai dan mengidolakan si Kenshin

[12/10/2017 17:15] Mrs F: Iya ustadz, saya ganti
[12/10/2017 17:17] Mrs F: Saya suka sosok ksatria dengan samurai seperti itu

[12/10/2017 17:17] R Rosyad: Gambarnya juga didelete..
Trus koleksi-koleksi Manga-nya juga dihapus baik yang digital maupun yang komik kertas. Filmnya juga..

[12/10/2017 17:18] Mrs F: Kok sedih
[12/10/2017 17:18] Mrs F: Saya suka dan cinta sekali dengan sosok kenshin (emoticon mmenangis).

[12/10/2017 17:20] R Rosyad: BismiLLaahirrahmanirrahiim
Siapapun dirimu yang mencintai Kenshin yang sudah sejak lama ada di Mrs. F.. bertaubatlah kepada ALLaah swt..
Jadilah hambaNya yang baik, patuh, dan berjuang di jalanNya..

[12/10/2017 17:20] R Rosyad: Mrs. F akan membimbingmu..

[12/10/2017 17:20] Mrs F: (emoticon menangis banyak sekali).
[12/10/2017 17:20] Mrs F: kenapaaaaaaa....???
[12/10/2017 17:21] Mrs F: Ada jiwa kaori dalam tubuh ini
[12/10/2017 17:21] Mrs F: Kaori itu belahan jiwa Kenshin

[12/10/2017 17:22] R Rosyad: Iya Saya tahu..
Dan dirimu menempati ruang sukma/nafs Mrs F. Yang nafs Mrs. F ada di sana, di duniamu, sejak lama..

[12/10/2017 17:23] Mrs F: Trus apa salahnya aku di sini...

[12/10/2017 17:23] R Rosyad: Biarkan nafs Mrs. F kembali ke tempatnya semula.. itu fitrahnya.
Dan fitrahmu adalah kembali kepada tugas penciptaan kita, menyembah ALLaah swt.
[12/10/2017 17:24] R Rosyad: Selain bukan haknya dirimu ada di dalam diri mrs. F, kalian juga harusnya berIslam.. menyembah ALLaah swt yang telah menciptakan kita semua..

[12/10/2017 17:24] Mrs F: Aku sudah nyaman di sini
[12/10/2017 17:25] Mrs F: Aku tidak mengganggunya

[12/10/2017 17:26] R Rosyad: Kenyamananmu selama ini karena selama ini mrs. F belum paham bahwa ada yang salah menyukai kisah-kisah kalian dan masuk ke dunia kalian..
Tapi sekarang akan beda..

[12/10/2017 17:27] Mrs F: Itu karena kamu terlalu jauh ikut campur
[12/10/2017 17:27] Mrs F: Dia tidak akan tau jika kamu tidak banyak bicara


[12/10/2017 17:27] R Rosyad: BismiLLaahirrahmanirrahiim

Mrs. F, mari nyatakan dengan tegas bahwa dirimu tidak menyukai lagi semua yang ALLaah swt tidak meridhoiNya..

Istighfar, lalu nyatakan baro-ah..

[12/10/2017 17:29] R Rosyad: Istighfar...

Lalu ucapkan..

A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

Sesungguhnya Kami berlepas diri dari kalian dan dari segala yang disembah selain ALLaah

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

[12/10/2017 17:29] R Rosyad: Kembalilah kepada fitrah penciptaanmu.. Menyembah ALLaah
[12/10/2017 17:30] R Rosyad: Kaori..
Jadilah muslimah..

Ikutilah Mrs. F, nyatakan bersama pernyataan di atas itu..
[12/10/2017 17:30] R Rosyad: INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

*mINNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH

[12/10/2017 17:30] Mrs F: Lalu bagaimana dengan Kenshin...?

[12/10/2017 17:31] R Rosyad: Kenshin, in syaaALLaah akan kita doakan. Semoga ALLaah swt memberinya juga hidayah..
Kemudian jadilah kalian pasangan muslim/muslimah yang berjuang di Jalan ALLaah

[12/10/2017 17:32] Mrs F: Baik, apa keuntungnnya kami mengikuti saranmu..?

[12/10/2017 17:33] R Rosyad: Kehidupan kita akan jauh lebih baik.. in syaaALLaah.
Dan akan ada kehidupan setelah dunia ini... yang sangat jauh lebih baik lagi..
[12/10/2017 17:33] R Rosyad: Dengarkan baik-baik..
(AUDIO: QS. Al-Maidah (5): 3 Alyauma akmaltu)

[12/10/2017 17:34] Mrs F: Tadinya aku ingin membawa Mrs. F ini ke jepang
[12/10/2017 17:35] Mrs F: Anak ini ingin sekali melihat bunga sakura dan gunung fuji
[12/10/2017 17:36] Mrs F: Baik... Baiklah... Saya mau ikuti saranmu

[12/10/2017 17:37] R Rosyad: Ikuti ini ...
[12/10/2017 17:38] R Rosyad: (AUDIO: TUNTUNAN SYAHADAT)
[12/10/2017 17:42] R Rosyad: Kaori, sebelum menyatakan keislamanmu
Baca dulu doa ini dulu. Sungguh-sungguh dari hatimu..

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM

Ya ALLaah lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
[12/10/2017 17:42] R Rosyad: Setelah itu nyatakanlah sungguh-sungguh dari hatimu.. 👆🏻 (AUDIO: TUNTUNAN SYAHADAT)

[12/10/2017 17:42] Mrs F: Baiklah

[12/10/2017 17:43] R Rosyad: (AUDIO: IKHTIAR NAFS)
👇🏻
[12/10/2017 17:44] R Rosyad: Setelah itu baca ini..
Semoga nafs Mrs. F kembali ke tempatnya semula..
[12/10/2017 17:44] R Rosyad: ** sy sholat maghrib dulu..
[12/10/2017 18:07] R Rosyad: Mrs. F, PP-nya diganti yaa..

Pakai yg ada kalimat2 hikmah aja.

[12/10/2017 18:13] Mrs F: Iya baik ustadz

(Setelah sholat maghrib)
[12/10/2017 18:31] R Rosyad: Kelanjutan si Kaori tadi gimana?

[12/10/2017 18:36] Mrs F: Saya masih nyari buat ganti pp dulu, ustadz
[12/10/2017 18:58] Mrs F: Iya udah
[12/10/2017 18:58] Mrs F: Iya saya hanya ikuti aja semua petunjuk ustadz sampai selesai, lalu saya sholat maghrib
[12/10/2017 20:10] Mrs F: saya masih tidak faham,  bagaimana sih ceritanya masak suka dengan tokoh kartun manga itu bisa sampai seperti itu...???
[12/10/2017 20:11] Mrs F: Apa karena terlalu menjiwai ketika menonton filmnya... terus nafsnya lepas...?
Trus bagaimana itu 'Kaori' bisa menempati ruangnya...?
[12/10/2017 20:14] Mrs F: Banyak tokoh kartun manga macam-macam, tapi tidak ada yang saya suka tuh...

Kecuali Kaori dan Kenshin saja...

Apa lagi saat SMK ada teman (beneran temen akrab sekali) namanya ARS...
Nah, yang memanggil saya pertama kali plus membiasakan saya dengan sebutan Kaori ya ARS
[12/10/2017 20:15] Mrs F: Lalu beliau minta saya memanggilnya Kenshin
[12/10/2017 20:16] Mrs F: ARS ini baik sekali kepada saya, dari awal masa orientasi siswa sampe sudah beda kelas juga kami saling support satu sama lain.
[12/10/2017 20:17] Mrs F: Semua teman-teman tahu. Teman dan guru panggil saya dengan nama kecil.
Hanya ARS yang panggil saya Kaori, kapan dan di manapun di depan siapapun.

[12/10/2017 20:19] R Rosyad: ARS itu juga penikmat manga Samurai X ?

[12/10/2017 20:20] Mrs F: Tepat sekali
[12/10/2017 20:20] Mrs F: ARS bilang...sosok dan karakter Kaori itu mirip saya
[12/10/2017 20:22] Mrs F: Sekedar tahu, saat itu ARS itu bintang di sekolah inceran semua perempuan-perempuan sampai kakak kelas mengejar dia...
Tapi ARS malah memilih saya... katanya suka karena saya sederhana dan apa adanya...
Kami cuma temenan kok tidak pacaran
[12/10/2017 20:22] Mrs F: ARS bilang nyaman deket saya... Senyaman Kenshin saat bersama Kaori

[12/10/2017 20:23] R Rosyad: Mrs. F mulai ngikuti manga itu sejak SMP kan..?
Kalau ARS juga sudah sejak lama mengikuti Samurai X, maka yang di ARS itu mungkin si Kenshin. Dan "mengenali" Kaori-nya yang di Mrs. F.

Kalo ditelusuri, kemungkinan besar ARS itu juga berlatar belakang nasab/kasab yang tidak jauh beda..

[12/10/2017 20:24] Mrs F: Kalau suka filmnya dari SMP
[12/10/2017 20:24] Mrs F: Tapi sebutan ke saya dengan nama Kaori itu saat SMK
[12/10/2017 20:24] Mrs F: Saat kamu bertemu dari awal masa orientasi siswa

[12/10/2017 20:25] R Rosyad: Iya. Begitulah prosesnya.

[12/10/2017 20:25] Mrs F: Saya juga tidak tahu mengapa ARS tidak mau memanggil saya selain nama Kaori
[12/10/2017 20:30] Mrs F: Bahkan ya... Waktu saya rambutnya panjang... ARS sampe minta saya kuncir rambut seperti Kaori,  dan dia senang sekali liat saya di kuncir/jepit rambut dengan pita ala Kaori...
(padahal saya di bully oleh teman-teman krn katanya jadul dan kuno)
Tapi ARS suka dan senang sekali.
Katanya biarkan saja yang mengejek dan gak suka... Kamu cantik Kaori.
Kamu jauh lebih cantik dari mereka dan siapapun...
[12/10/2017 20:31] Mrs F: ARS itu sepertu malaikat pelindung,  setiap saya butuh pertolongan, kesusahan, sedih,  dan lain-lain... ARS selalu ada di samping saya...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ping...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ping...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ping...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ini Kaori sedih sekali
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Saya harus bagimana ustadz...

[12/10/2017 20:41] R Rosyad: Kaori.. kamu tadi sudah bersyahadat kah?

[12/10/2017 20:41] Mrs F: Sudah
[12/10/2017 20:41] Mrs F: Aku ingin bersama Kenshin
[12/10/2017 20:42] Mrs F: Tolong pertemukan dan satukan aku dengan Kenshin
[12/10/2017 20:45] Mrs F: Iya Kaori... Tunggu sebentar... saya dan Ustadz Rosyad berusaha bantu kamu,  In syaa Allah.
Kami bukan ingin menyakiti kamu

[12/10/2017 20:48] R Rosyad: Kaori, ayo kita sama-sama berdoa..

Tujukan doa ini juga kepada Kenshin yang di ARS itu..

AlhamduliLLaahi Robbil 'Aalamiin
Wash-sholaatu wassalaamu 'alaa nabiyyinaa Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shohbihii ajma'iin..

ALLoohumma yaa muqollibal quluub, tsabbit quluubanaa 'alaa diiniKa

Yaa ALLaah, yang membolak balikkan hati, tetapkanlah-mantapkanlah hati kami berada di jalan agamaMu

Yaa mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa 'alaa thoo'atiKa

Wahai Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati kami agar cenderung taat kepadaMu

ALLaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim

ALLaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim

ALLaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim

[12/10/2017 20:48] Mrs F: Gak Kaori... saya tidak bisa kalau saya yang harus datang dan menemui Kenshin.  Saya juga tidak tahu dia di mana...
Biarkan ustadz yang membantu kamu ya... Dengan cara beliau... saya hanya bisa bantu doa...

Saya ikut sedih... saya bisa merasakan perasaan kamu sekarang ini... Berdoalah kepada ALLaah, semoga ALLaah menyatukan kalian...
[12/10/2017 20:49] Mrs F: Ini Kaori, ikuti saran ustadz ya, ayo kita berdoa bersama... In syaa ALLaah

[12/10/2017 20:50] R Rosyad: BismiLLaahirrahmanirrahiim

Kenshin.. kemarilah dengan kemudahan dari ALLaah..

A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir
[12/10/2017 20:53] R Rosyad: Kaori..

Jika Kenshin sdh di sini.. ajaklah dia untuk menerima Islam..
Perdengarkan juga audio di atas tadi ..

[12/10/2017 20:53] Mrs F: Maa syaa Allah... Saya dan Kaori bersama-sama melihat Kenshin (beberapa emoticon menangis)
[12/10/2017 20:54] Mrs F: Ayo kaori...ajaklah kenshin bersyahadat...

[12/10/2017 20:54] R Rosyad: Putarkan audio tentang Islam tadi..
(AUDIO: QS. Al- 5:3 Alyauma akmaltu)

[12/10/2017 20:55] Mrs F: Iya baik

[12/10/2017 20:55] R Rosyad: juga ini (AUDIO: DAKWAH - MA'RIFATULLAH, QS. Al-Hasyr (59): 22-24)
[12/10/2017 20:58] R Rosyad: Ajari doanya seperti tadi ...
[12/10/2017 20:58] R Rosyad: Doa lapang menerima Islam


Baca sungguh-sungguh dari hatimu..

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM

Ya ALLaah lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM

ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
[12/10/2017 21:00] R Rosyad: 👆🏻Kemdian bimbing dengan audio syahadat tadi..

[12/10/2017 21:00] Mrs F: Iya, tadi Kenshin sempat menolak karena belum tahu apa itu islam dan mengapa harus masuk islam
[12/10/2017 21:02] Mrs F: Alhamdulillah setelah di perdengarkan doa-doa tersebut Kenshin seperti tersentuh dan melembut...
Lalu mau mengucapkan syahadat...
[12/10/2017 21:02] Mrs F: Maa syaa Allah...
Kaori dan Kenshin sudah bersama sekarang... (emoticon menangis)
[12/10/2017 21:03] Mrs F: Wallahu'alam...ini sungguhan apa tidak sih...
Saya kok ikutan sedih terharu gini

[12/10/2017 21:03] R Rosyad: AlhamduliLLaahilladzii bini'matihii tatimmush shoolihaat..
[12/10/2017 21:03] R Rosyad: Langsung bacakan untuk ARS ikhtiar nafs...
[12/10/2017 21:04] R Rosyad: Atau ikuti audionya..

[12/10/2017 21:04] Mrs F: ARS...?

[12/10/2017 21:04] R Rosyad: Iya..
Kenshin itu menempati yang di ARS..
Ruang sukmanya selama ini ditempati Kenshin itu

[12/10/2017 21:05] Mrs F: Sama seperti kaori menempati ruang di tubuh saya ya?

[12/10/2017 21:05] R Rosyad: Dan nanti mereka berdua agar bergabung dengan jamaah jin yang sholih..
[12/10/2017 21:05] R Rosyad: Iya

[12/10/2017 21:05] Mrs F: Ya Allah... saya baru faham sekarang..
[12/10/2017 21:05] Mrs F: Terjawab sudah..
[12/10/2017 21:06] Mrs F: saya dengan ARS juga tidak mengerti selama ini... Mengapa kami bisa punya rasa dan jiwa yang sama
[12/10/2017 21:06] Mrs F: Tapi ini unik
[12/10/2017 21:06] Mrs F: Kami seperti sedang memainkan 2 tokoh dengan karakter yang bukan kami sebetulnya...

[12/10/2017 21:06] R Rosyad: Ikuti atau perdengarkan. Ajak Kenshin muslim dan Kaori muslimah itu untuk mengarahkan bacaan Ikhtiar Nafs ke ARS..

[12/10/2017 21:07] Mrs F: Iya baik

[12/10/2017 21:07] R Rosyad: Semoga semuanya kembali kepada fitrahnya

[12/10/2017 21:08] Mrs F: Pantas saja hubungan kami dekat dan akrab seolah kami sudah lama kenal dan bersama...
Ternyata ini
[12/10/2017 21:08] Mrs F: Maa syaa ALLaah laa quwwata illa biLLaah...
[12/10/2017 21:09] Mrs F: Aamiin Allahumma Aamiin

[12/10/2017 21:10] R Rosyad: Sudah dibaca / diperkenalkan audio ikhtiar nafs..?
Sekalian juga buat Mrs. F untuk ruang-ruang kosong yang lainnya..
[12/10/2017 21:10] R Rosyad: diperdengarkan

[12/10/2017 21:10] Mrs F: Iya

[12/10/2017 21:11] R Rosyad: Diulangi 2 - 3 kali..

[12/10/2017 21:11] Mrs F: Iya baik ustadz

[12/10/2017 21:27] R Rosyad: Mrs. F .. sudah ikhtiar nafs-nya?

[12/10/2017 21:28] Mrs F: Sudah ustadz,  Alhamdulillah
[12/10/2017 21:29] Mrs F: Tadi saya lihat lagi gambar-gambar Kenshin dan Kaori, Kok beda
[12/10/2017 21:30] Mrs F: Gambar mereka tetap bagus saya suka.. Tapi rasanya kok datar saja begitu...biasa...
[12/10/2017 21:30] Mrs F: Tidak ada perasaan yang meluap-meluap di dada saya seperti sebelum-sebelumnya

[12/10/2017 21:33] R Rosyad: AlhamduliLLaah..

[12/10/2017 21:38] Mrs F: Mereka pergi dengan wajah yang bahagiaaaaa begitu
[12/10/2017 21:39] Mrs F: saya kok terharu ya dengab mereka..... itu nyata... Bukan kartun
[12/10/2017 21:41] Mrs F: Tadi pas saya ping..ping ustadz tadi... Kaori ini di belakang saya pakai kimono menangis-nangis minta ketemu kenshin...
Saya bingung...makanya langsung japri ustadz lagi
[12/10/2017 21:58] Mrs F: saya kan ngefans sama dia

[12/10/2017 21:58] R Rosyad: Doakan saja agar mereka bertemu dengan jamaah yang shalih, belajar agama di sana dan berdakwah sebagai bentuk syukur kepada ALLaah swt..

[12/10/2017 21:59] Mrs F: Iya ustadz,  in syaa ALLaah

[12/10/2017 22:01] R Rosyad: Ngefans-nya disudahi. Karena sudah tahu hakikat sebenarnya.
Maka, dalam pendidikan anak-anak para sahabat menceritakan kisah-kisah nyata perjuangan mereka bersama Nabi di dalam dakwah dan pertempuran. Itu semua real bukan fiksi.
Rawannya cerita fiksi itu adalah adanya imajinasi dan "ilham" jin yang dimasukkan ke penulisnya, sutradaranya bahkan hingga pemerannya.

[12/10/2017 22:02] Mrs F: Iya ustadz... Sekarang sudah tidak
[12/10/2017 22:04] Mrs F: tadi saya lihat-lihat lagi pandang-pandangi lagi gambar kenshin tapi kok biasa dan datar aja, ya hanya gambar biasa... Tidak ada luapan-luapan batin (seperti didak ada jiwanya).
Tadinya tuh saya kalau lihat gambar Kenshin itu seperti melihat belahan jiwa,
Ternyata itu semua perasaannya Kaori
yang di dalam diri saya.

__________ SELESAI.


Baca juga:
Serial Tanya Jawab TQ Seputar Kartun

Rabu

Serial Nafs: Testimoni Ikhtiar Nafs

Untuk Marqi (yang diterapi):

Terutama untuk Doa Ikhtiar Pembebas Nafs... ini bisa kita jadikan metode untuk mengetahui apakah ada Nafs pasien yang terpenjara atau tergadai oleh Jin maupun yang terlepas.


Contoh 1:
Pasien ibu-ibu sering rontok rambutnya dari SMA sampai sekarang sudah punya anak 1. Ketika saya tanya tentang nasab ternyata bapaknya dulu suka ngelmu dan simpan benda pusaka. Asumsi saya sakitnya ini bisa jadi ada Nafs di kepalanya yang sudah tergadai.

Ketika saya minta baca doa ikhtiar pembebas si ibu merasakan merinding dan ada terasa angin dingin masuk ke kepalanya. Wallahu a'lam apakah ini Nafsnya yang kembali atau bukan. yang jelas setelah itu merasaka agak ringan di kepalanya.



Contoh 2 :
Ada seorang muslimah sering kesurupan. Setelah digali nasabnya ternyata sama. Bapaknya masih aktif sebagai dukun dan masih menyimpan benda-benda pusaka 1 lemari.

Saat baca doa ikhtiar pembebas Nafs dia melihat ke 6 saudaranya sedang terpenjara dalam peti besar. Kami coba bebaskan dan berhasil. Asumsi ke 6 saudaranya Nafsnya sudah tergadai. Dan ternyata setelah kita bebaskan Jin penunggu peti itu marah-marah dan mengakui bahwa semua keluarganya sudah tergadai dengan si Jin yang selama ini membantu bapaknya.



Untuk Roqi:

Yang jelas lebih mempermudah mengidentifikasi penyakit ini karena medis atau non medis terutama ada kaitanya dengan Nafs yang terlepas atau tidak.



PERSOALAN INTINYA ADALAH NAFS bukan JIN

Terkait antara JIN yang masuk dan unsur SUKMA/NAFS yang lepas


Bagi yang sering meruqyah, bisa dipraktekkan..

Jika ditakdirkan reaksi jin-nya aktif, ekspresif, bicara-dialog..

Setelah urusan dakwahnya selesai (ALLaah swt izinkan berIslam), kemudian bacakan lagi untuk menguat/menambahkan imannya:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ   

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
[QS. Al-Anfal (8): Ayat 2]


Sekaligus sekedar mengujinya..
setelah "yakin" mantap,
sebelum keluar agar ditanya:
• Sejak kapan?
• Selama ini bertempat di posisi mana?
• Apakah ruang itu kosong / berongga?
• Unsur sukma/nafs yang menempati posisi itu ke mana / ada di mana?

Baik jin wirotsah/nasab, kasab (ilmu-ilmu batil yang dipelajari, pengobatan yang tidak syar'i yang pernah dijalani), maupun sihir, biasanya menempati jawf (rongga) yang kosong yang memang tersedia atau ditinggalkan unsur sukma/nafs-nya yang terlepas.

Tidak setiap jin yang sudah keluar dari tubuh seseorang, otomatis unsur sukma/nafs-nya kembali ke asal ruangnya. Kadang masih tertahan di suatu tempat.

Keberadaan mereka (para jin) di sana secara mapan karena memang tersedia tempatnya.

• Ketika sukma/nafs terlepas di salah satu bagian fungsi tubuh maka emisi energi (dalam TCM disebut dengan Qi/Chi) di tubuh tersebut hilang, maka tubuh terasa menjadi dingin.
Kemungkinannya akan terjadi penurunan fungsi tubuh secara cepat atau bertahap, dan selain itu rongga itu berpotensi ditempati makhluk lain, yaitu jin.

• Dan ketika jin (yang tercipta dari api) itu masuk atau muncul sifat aslinya maka terjadi peningkatan emisi energi lebih dari seharusnya. Maka tubuh terasa menjadi panas.

**beberapa kasus kemasukan jin jenis tertentu kondisinya menjadi sangat dingin.



Solusi

Keadaan dingin-panas yang tidak fitrah ini bisa diimbangi dengan:

asupan herbal (nabati-hewani) unsur panas-dingin yang sesuai untuk organnya,
dan atau disertai stimulasi,

• dengan pembekaman melalui cup hijamah serta torehannya (sesuaikan keadaan dingin-panasnya) atau

• dengan tekanan/stimulasi pada titik-titik meridian tertentu baik jalur "accu" maupun "refleksiologi" untuk membuka jalurnya dan memberikan keseimbangan.


Jika stadium kemapanan jin itu baru atau melemah dan asupan dan stimulasi tadi tepat mengenai sasaran maka akan hilanglah gangguan penyakit itu dengan izin ALLaah  (فَإذا أُصِيْبَ دَوَاء الدَّاء برئ بإذن الله).

Jika stadium kemapanan jin itu sudah lama dan tambah menguat di organ tertentu (keadaan kronis), maka biasanya akan menguasai dan memiliki lapisan-laposan barikade yang tidak mudah ditembus dengan perlakuan material di atas (asupan dan stimulasi).

Idealnya, semua terapi menyertakan AL-QURAN yang sudah jelas terjamin SYIFA` dan DO'A sebagai terapi inti dan menyertakan pendamping terapi lainnya yang halal sesuai dengan permasalahannya.

=================

Terminologi yang lain dengan maksud yang sama adalah menggunakan istilah RUH..

sbagaimana Syaikh Muhammad Abu Bakr Ayyub (Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah) dan syaikh Al-Imam 'Izzuddien Abdussalaam menyebutnya lebih spesifik dengan RUH.

Ada ruh yaqzhah (bangun/sadar) dan ruh hayat (bahasa kita: nyawa).

Ada yang tersebar di seluruh anggota badan (gerak), ruh untuk melihat, ruh untuk mendengar, dst..

Ada juga ruh bukan fungsi fisik., ruh untuk ketaatan, ruh keikhlasan, ruh mahabbah, dst..

Sementara ini saya menggunakan istilah NAFS, mengikut QS. 39:42 dan Doa tidur in amskta nafsiy farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazh-haa.


اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا   ۚ  فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَ يُرْسِلُ الْاُخْرٰٓى اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى   ۗ  اِنَّ فِيْ ذٰ لِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

"Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir."
[QS. Az-Zumar (39): 42]


Lebih detailnya bisa disimak di
http://shamela.ws/browse.php/book-9823/page-644

وكذا الروح التي يلقيها على من يشاء من عباده غير الروح التي في البدن.
قال: وأما القوى التي في البدن فإنها تسمى أيضاً أرواحاً فيقال: الروح الباصر، والروح السامع، والروح الشاهد، فهذه الأرواح قوى موزعة في البدن، وتطلق الروح على أخص من هذا كله، وهي قوة المعرفة بالله والإنابة إليه ومحبته، وانبعاث الهمة إلى طلبه وإرادته، ونسبة هذه إلى الروح كنسبة الروح إلى البدن، فإذا فقدتها الروح كانت بمنزلة البدن إذا فقد روحه، وهي الروح التي يؤيدها أهل ولايته وطاعته، ولهذا يقول الناس: فلان فيه روح، وفلان ما فيه روح قصبة فارغة فالعمل روح، وللأجساد روح، وللإخلاص روح، وللمحبة روح، وللتوكل روح، والناس متفاوتون في هذه الأرواح أعظم تفاوت، فمنهم من تغلب هذه الأرواح عليه فيصير روحانياً، ومنهم من يفقدها، أو أكثرها فيصير أرضياً والله المستعان (1) .
(1) انظر: الروح لابن القيم (1/219 - 220) .

WaLLaahu a'lam bish-showaab.


H. Riyadh Rosyadi

Memahami Ghaibnya Makhluq


Ada yang menganggap bahwa ketika kita membahas keberadaan makhluk ghaib itu sama sekali tidak boleh menggali segala hal yang di luar konteks dalil naqli Al-Quran dan sunnah, serta sama sekali tidak boleh dengan penalaran akal.

Yang masuk dalam ranah Rukun Iman secara mutlak ada 6 perkara: (ALLaah, Malaikat-Malaikat Nya, Kitab-Kitab Nya, Rasul-Rasul Nya, Hari Akhir, Qodho-Qodar)

ALLaah swt Yang Maha Ghaib dan mutlak sifat ke-ghaiban-nya memberikan tanda-tanda keberadaanNya dan menerangkan sifat-sifatNya. Itu kita berhenti sampai di situ.

Malaikat sebagai makhluk ghaib, demikian dengan surga-neraka yang termasuk ghaib harus diimani, semuanya masuk dalam Rukun Iman.

Sementara meyakini adanya jin adalah juga wajib diimani keberadaannya dan itu sebagai bagian dari keimanan kepada ALLaah swt dan RasulNya yang telah menyebutkannya.

Perbedaannya, Jin yang keberadaannya diimani itu tidak masuk dalam Rukun yang enam.

Jika Al-Khaliq Yang Maha Menciptakan segalanya menyebutkan tanda-tanda keberadaanNya secara naqli dan 'aqli, maka apalagi ghaibnya makhluk, pasti ada tanda-tandanya.. Dan ALLaah swt menyebutkannya.

Sehingga boleh dan sah memadukan antara tanda-tanda naqliyah dan tanda-tanda 'aqliyah terhadap keberadaan makhluq.

Untuk tanda-tanda naqliyah didapat dengan keimanan-keyakinan.
Untuk tanda-tanda 'aqliyah bisa dengan pengamatan dan atau penalaran.

Kategori ilmu itu bisa juga didapat dengan pengamatan atas kejadian yang berulang-ulang. Disertai penalaran yang dibantu referensi yang ada, baik lengkap maupun terbatas.
Yang membedakannya adalah kualitas pengamatan dan penalaran itu.

Sesuatu (makhluk) yang tidak bisa diinderawi bukan berarti kita dilarang menggalinya. Karena keterbatasan indera manusia, bukan berarti tidak boleh menggali hal-hal tersebut untuk kepentingan dan manfaat bagi kita sendiri.

Yang dilarang itu adalah penggalian terhadap ALLaah swt Yang Maha Ghaib, itupun terkait Dzat-Nya, asal usulNya dan yang serupa dengan itu. Karena kita tidak akan sampai. Adapun tentang ATSAR-nya malah didorong untuk digali.

Jika kita menggali ni'mah-ni'mah ALLaah swt itu kita memang tidak akan mampu mendetailkannya, tetapi bukan berarti dilarang. Justeru perlu dan didorong untuk itu. Kita diajarkan dan didorong untuk selalu mengingat, mengetahui, merasakan dan menyadari tentang keberadaan ALLaah swt dan tentang segala ni'mahNya.

Tujuan besarnya adalah adalah agar selalu bersyukur atas segala apapun pemberianNya dan selanjutnya bersikap tepat terhadapNya.



Ghaib Makhluq Secara Inderawi

Ilustrasi,
Apa-apa yang ada di air kamar mandi, kita tidak tahu detail isinya tetapi kita meyakini ada sesuatu yang membahayakan jika kita meminumnya.

Penampakkan dan aroma air kamar mandi sama dengan air kemasan botol yang dijual itu. Apakah adanya kesamaan itu kita akan memperlakukan hal yang sama antara air kamar mandi dengan air kemasan botol itu untuk konsumsi minum sehari-hari? Tentu saja tidak.

Hal-hal yang tidak bisa dijangkau dengan indera kita jika bermanfaat atau membahayakan perlu kita gali. Itu bagi yang berminat dan berkesempatan. Bagi yang tidak berminat, tidak mengapa dengan cukup memakai petunjuk/informasi yang sudah ada, sudah jadi dan siap pakai.

Tidak ada tuntutan kepada semua orang untuk menjadi apoteker dalam meracik herbal/obat kimia. Tidak ada tuntutan bagi setiap orang untuk menjadi peneliti virus demam berdarah dengan segala sifat, tabiat, kekuatan dan kelemahannya.

Jika ada yang meneliti dan membuat kaidah-kaidahnya cukup dihormati saja. Jika bermanfaat yaa silakan dipakai, jika dianggap tidak bisa dipertanggungjawabkan yaa cukup disimak saja. Karena itu bisa benar bisa juga salah.

Tidak semua orang wajib melihat virus dengue (virus demam berdarah). Bagi yang mau mengikuti prosedur penanganan dan pencegahannya cukup dengan meyakini dan mengikutinya tanpa harus meneliti lebih dulu apalagi melihatnya dengan alat-alat di laboratorium.

Jika ada petunjuk naqliyah-nya maka kita pakai tanpa terburu-buru menyetop area 'aqliyah, eksplorasi. Yang penting kaidah keilmuannya tidak ditabrak dan menjadi rusak.

Dan jika belum sempat bertemu dengan kasus-kasus yang membutuhkan penelitian dan solusi penanganannya di bidang itu maka menyimak dulu lebih baik tanpa terburu membuat pernyataan-pernyataan. Atau jika ada yang belum dipahami, maka solusinya bertanya. Itu lebih bijak.

Semoga kita semua tetap berada dalam ranah kebaikanNya, terpelihara dari segala niat, sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan syariatNya.

Aamiin..


H. Riyadh Rosyadi

Sabtu

Tentang 'Ain, Intinya adalah Gejolak Jiwa

DAMPAK 'AIN/NAFS ADALAH NYATA
Banyak, Kuat, Cepat dan Tepatnya Bekerja

'Ain adalah salah satu penyebutannya saja


Kalau kita menyimak berbagai penjelasan dan contoh bagaimana dampak dari 'Ain/Nafs bisa berakibat mencelakakan hingga kematian dan bagaimana "teknik" terapi akibat dampak dari 'Ain/Nafs tersebut, kita bisa sedikit memahaminya.


Cepat dan tepatnya 'Ain/Nafs bekerja


حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ حُمَيْدِ بْنِ قَيْسٍ الْمَكِّيِّ أَنَّهُ قَالَ
دُخِلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنَيْ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَقَالَ لِحَاضِنَتِهِمَا مَا لِي أَرَاهُمَا ضَارِعَيْنِ فَقَالَتْ حَاضِنَتُهُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ تَسْرَعُ إِلَيْهِمَا الْعَيْنُ وَلَمْ يَمْنَعْنَا أَنْ نَسْتَرْقِيَ لَهُمَا إِلَّا أَنَّا لَا نَدْرِي مَا يُوَافِقُكَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَرْقُوا لَهُمَا فَإِنَّهُ لَوْ سَبَقَ شَيْءٌ الْقَدَرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Humaid bin Qais Al Makki berkata; "Suatu ketika dua anak Ja'far bin Abu Thalib dibawa ke hadapan Rasulullah ﷺ. Beliau bertanya kepada perawatnya: "Kenapa aku melihat keduanya sangat kurus?" penjaganya menjawab, "Wahai RasuluLLaah, penyakit 'ain telah menyerang mereka berdua dengan cepat. Tidak ada yang menghalangi kami untuk meminta mereka diruqyah, hanya saja kami tidak mengetahui apakah anda menyetujuinya.' RasuluLLaah ﷺ lalu bersabda: 'Ruqyahlah mereka, karena sesungguhnya jika ada yang dapat mendahului takdir, niscaya penyakit 'ain-lah yang akan mendahuluinya.
(HR. Malik: 1473)


عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

Dari Ibnu 'Abbas dari Nabi ﷺ bersabda: "Penyakit yang timbul dari pengaruh 'Ain memang ada. Seandainya ada yang dapat mendahului qadar, tentulah itu pengaruh pandangan mata. Karena itu apabila kamu disuruh mandi, maka mandilah!
(HR. Muslim: 4058)


Bahkan Ain/Nafs termasuk kategori kasus terbanyak Penyebab Kematian​

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ ﷺ قَالَ أَكْثَرُ مَنْ يَمُوْتُ مِنْ أُمَّتِيْ بَعْدَ قَضَاءِ اللّٰهِ وَقَدَرِهِ بِالْأَنْفُسِ يَعْنِيْ بِالْعَيْنِ

Dari sahabat Jabir radliyaLLaaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ : ​Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar ALLaah adalah karena An-Nafs yaitu Al-‘Ain.
(HR. Bukhari dlm At-Taarikh Al-Kabiir 4/360, Shahiihul-Jaami’ no. 1206).


Kisah dampak 'Ain "tidak sengaja" diniatkan dari seorang sahabat Nabi ('Amir bin Rabi'ah veteran Badr) kepada sahabat lainnya (Sahl bin Hunaif) yang nyaris "membunuh" Sahl. Adalah salah satu bukti kuat, cepat dan tepatnya 'Ain bekerja. (Hadits Malik, Ahmad, Nasai).



'Ain atau Nafs

Disebut 'Ain karena gejolak jiwa itu umumnya disalurkan lewat penglihatan. Dan penglihatan itu cepat (kecepatan cahaya) dan tepat, sesuai obyek yang dijangkaunya.
Dampak gejolak nafs (jiwa) itu bisa juga disalurkan lewat bayangan (batin)nya atau lewat kata-kata. Dan pemilik gejolak jiwa itu tidak harus berada di lokasi obyek yang menjadi sasarannya.

Ibnul Qoyyim menyebutkan,

ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية

Dan pengaruh jiwa pemilik 'ain bukan hanya dengan jalan melihat (dengan mata). Bahkan orang buta pun yang membayangkan sesuatu bisa memberi dampak dengan jiwanya itu sekalipun dia tidak melihatnya (sesuatu itu). Dan banyak kasus yang diakibatkan pemilik 'ain yang menimpa ma'yun (orang yang di'aini) dengan cara membayangkannya (mendeskripsikannya) saja tanpa melihat.



Hati-hati dengan Gejolak Jiwa

Gejolak jiwa bisa menjadi bahan bakar 'ain. Baik gejolak "positif maupun negatif".

​Gejolak Positif​ seperti: Kagum, empati, angan-angan, gembira (yang tidak disertai tabrik ungkapan/doa keberkahan)
​Gejolak negatif​ seperti: Hasad, benci, prasangka, marah, sedih, malu/minder, takut, angan-angan.

Yang keduanya (positif/negatif) itu bisa berpotensi mencelakakan bahkan kepada dirinya sendiri.

Jika gejolak jiwa yang kadang disertai ucapan atau kadang hanya membatin saja itu tersalurkan melalui pandangan mata maka itu disebut sebagai 'Ain. Jika tidak melalui media mata maka disebut ​Nafs​ (saja).

"Diantara" terapi efektifnya adalah dengan menyentuhkan "bekas" dari pihak yang terkait dengan gangguan 'ain-nya tersebut kepada dirinya. Yang terbaik adalah bekas kebaikannya. Jika tidak ada maka bekas apapun yang berasal dari bagian pihak yang terkait dengan gangguan 'ain-nya tersebut disentuhkan kepada pihak yang terkena gangguan.



Sumber 'Ain/Nafs itu ada tiga:
1. Manusia,
2. Jin,

ففي سنن النسائي عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَعَوَّذُ مِنْ عَيْنِ الْجَانِّ وَعيْنِ الإنسِ فَلَمَّا نَزَلَتِ الْمُعَوِّذَتَانِ أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَى ذَلِكَ.

Dari Abu Nadhroh dari abi Sa'id al-Khudri radhiyaLLaahu 'anhu berkata, bahwa RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam senantiasa berlindung dari kejahatan 'ain jin dan 'ain manusia. Kemudian tatkala turun dua surat perlindungan (Al-Falaq dan An-Naas) maka Nabi mengambil (beralih) kepada kedua surat itu dan meninggalkan selainnya.
(Sunan an-Nasai)


3. Hewan.

'Ain Hewan

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : الكلاب من الجن، فإذا غشيتكم عند طعامكم، فالقوا لهن فإن لها نفسا
(ذكره الإمام عبدالبر في التمهيد (14/229) والقاضي بدر الدين الشبلي في اكام المرجان في أحكام الجان)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyaLlaahu 'anhumaa bahwa beliau berkata:  anjing adalah bagian dari bangsa jin maka apabila ia mengerumunimu saat makan lemparkanlah sesuatu ke arahnya karena memiliki (pengaruh) jiwa/al-‘ain.
(Al-Imam Abdul Baarr - di kitab At-Tamhid jilid 14 hal.229, Al-Qadhi Badrud Dien Asy-Syibliy - di kitab Akaamul Marjan Fii aahkaamil Jaan)


قال ابن القيم رحمه الله تعالى
...  فمنها ما تشتدُّ كيفيتُها وتقوى حتى تؤثر في إسقاط الجنين، ومنها ما تؤثر في طمس البصر، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم في الأَبْتَر، وذي الطُّفْيَتَيْن مِنَ الحيَّات: "إنَّهمَا يَلتَمِسَان البَصَرَ، ويُسقطان الحَبَلَ". زاد المعاد (149/4).

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan :

“(Ada jenis jiwa buruk) yang kuat karakternya bisa memberi dampak menimpa membahayakan hingga membuat janin gugur dari kandungan, dan ada yang membuat mata menjadi buta, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai AL-ABTAR (ular yang pendek buntutnya/ ular buntung) dan mengenai DZU THUFYATAIN (ular yang memiliki 2 garis hitam di punggungnya)…

Diantara ular : “”Sesungguhnya dua jenis ular itu membutakan mata manusia, dan menggugurkan kandungan”.
(Zaadul Ma’aad jilid 4 hal.149).



H. Riyadh Rosyadi _ FTQ

Rabu

Seri Tanya Jawab Nafs

Melengkapi Pemahaman mengenai Nafs




Tanya:
Apa hubungannya nafs dengan ruh ustadz?


Jawab:
Jika jiwa terlepas dari diri kita, belum tentu bersamaan dengan nyawa. Misalnya, saat tidur itu disebut jiwanya (nafs) terlepas. Dan saat meninggal dunia (maut), jiwa (nafs) secara sempurna berikut nyawanya terlepas. dan itulah RUH.
WaLLaahu a'lam.



اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Allah memegang (mewafatkan) jiwa/nafs (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan (mengirim kembali) jiwa yang lain (yang belum diwafatkan) sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
[Qs. Az-Zumar (39): 42]


Jadi, waLLaahu a'lam - menurut saya, RUH itu adalah seluruh bagian-bagian nafs termasuk fungsi zat hidup (nyawa) yang ada pada diri seseorang.

Adapun nafs itu sendiri adalah satu kesatuan yang jumlah-nya banyak sekali sejumlah fungsi yang ada di dalam diri kita. Baik fungsi fisik maupun non fisik.

——————————


Ada contoh yang sedikit mewakili untuk memahaminya.

Komputer, bekerja ketika berbagai fungsinya normal. Ada sisi hardware dan software-nya. Kematian itu seperti saat di SHUT DOWN, bahkan dicabut dari pasokan listriknya dan diambil semua emisi RAM dan data-data Hard Disk-nya.

Secara software, intinya ada di SYSTEM. Dan system itu ada di Folder penting dari partisi inti hard disk (secara default itu di partisi C). Di partisi C itu khususnya folder SYSTEM berisi Operating system dan berbagai aplikasi yang diinstalkan. Dan jika kapasitas HD-nya besar, dibuatkan partisi-partisi khusus untuk menyimpan data. Di partisi data itu terdiri dari folder-folder khusus yang dikelompokkan dengan nama-nama tertentu sesuai dengan jenisnya.

Jika yang rusak adalah partisi selain partisi C, maka data-datanya hilang tidak bisa dipanggil (contoh: amnesia) walaupun tetap normal dalam aktifitas keseharian. Tapi jika yang rusak atau terganggu bagian C -nya maka akan banyak fungsi lain juga terganggu.


Gangguan bisa karena hardware atau softwarenya.
Kalau trafo powernya jebol, yaa mati. Kalo hardisknya pecah yaa tidak bisa muncul sistemnya, hidup tapi seperti mati. Kalo prosessor-nya rusak yaa BIOS-nya tidak akan jalan. RAM-nya kecil tidak bisa kerja kuat atau jika RAM-nya rusak yaa bahkan tidak bisa loading.

- Hal-hal lain yang terkait dengan nafs mungkin agak mirip kalau kita coba memahami keadaan komputer dalam keadaan: Stand by, Hibernate, Sleep Mode dan Shut down.
- Termasuk komputer yang dikombinasikan dengan mekanik (robotic), itu juga bekerja dengan prinsip yang sama.



————————————————————————


Tanya:
Ustadz, Al-Nafs itu padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia apa ya? Jiwa, Nafsu, Diri atau tergantung konteks kalimatnya? Ana kadang masih bingung, mohon pencerahannya.


Jawab:
Yaa personal, diri, jiwa, sukma, semuanya benar. Dan saling menjelaskan.
Makanya kita sebut saja dengan nafs nanti tinggal disesuaikan dengan konteksnya.

Yang terkait dengan personal dan jati diri itu kami menyebutnya dengan nafs inti (primer). Nafs itulah yang menggerakkan "unsur-unsur nafs" lainnya apakah untuk urusan Haq dan kebaikan maupun batil dan kejahatan.

Jika terkait dengan alam sadar - akal sehat, maka letak nafs inti itu di kepala. Kadang ingatan juga masuk dalam kategori ini.

Jika terkait dengan alam bawah sadar - keinginan, maka letak nafs inti itu di sekitar jantung. Kadang perasaan juga masuk dalam kategori ini.


——————————————————


H. Riyadh Rosyadi

Selasa

Seri Tanya Jawab TQ: Nafs (Jiwa)

Menjaga Nafs dari Penguasaan Syaitan



Tanya:
Apa yang menyebabkan nafs inti dikuasai syaitan ustadz? Dan bagaimana cara menutupnya?



Jawab:

Penyebab utamanya adalah SYUBHAT dan SYAHWAT yang diperturutkan.

Syubhat:
Segala informasi yang mengecoh.
Yang batil seolah haq dan yang haq seolah batil.
Bahkan mencampur adukkan keduanya juga bagian dari syubhat.


Syahwat:
Segala dorongan keinginan.
Asalnya boleh tetapi menjadi menyimpang ketika sudah di luar batas-batas syariat.

Dan syaitan menggiring kita perlahan-lahan menuju pinggir batas pagar larangan hingga akhirnya betul-betul menjadi keluar dari batas-batas syariat.

Program-program syaitan terdiri dari dua kategori itu.


ALLaah swt melarang kita mengikutinya. Tapi mereka licik dengan menjadikan program-programnya bukan sebagai bahaya ancaman tapi menjadi menarik seolah sebagai kebutuhan yang dicari. Dan mereka banyak masuk dari urusan kebutuhan hidup.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 
[Qs. Al-Baqoroh (2): 208]



يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. 
[Qs. Al-Baqoroh (2): 168]



Menutup celahnya dengan:
1. Menjauhi semua program-program mereka. 
Perkuat daya Furqon (pembeda antara yang haq dan yang batil).

2. Membersihkan segala yang masih melekat bersama kita (secara nasab dan kasab). 
Persering dan tingkatkan dosis Tazkiyyah.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[Qs. An-Nur (24): 21]


Semoga ALLaah swt senantiasa menolong kita dan memudahkan kita selalu dalam jalan kebenaran.




H. Riyadh Rosyadi





https://terapiquran2015.blogspot.co.id/2015/04/tawazun-dan-tazkiyyah-melawan-syubhat.html

Jumat

Serial Nafs: Edisi Berbagi Pengalaman

Berikut merupakan pengalaman salah satu yang berkonsultasi mengenai Nafs dengan Ustadz Riyadh Rosyadi melalui Whattsapp. Semoga Nafs-nya sudah kembali.




[14/10 20.39] "km":
Salam, Ustadz mau tanya. Semalam saya bermimpi di jalan raya dekat rumah yang biasa saya lewati jika hendak ke kios dan mengantar anak.

Di dalam mimpi itu,
1. Saya kok bisa berniat ingin menemui orang yang dulu suka kepada saya.
2. Di jalan raya itu saya bersama teman berkendaraan, tapi disitu kami dihadang 3 ekor anjing, 2 berukuran tanggung (agak besar-red) matanya biru, 1 anjing besar warna hitam. Saya memutuskan belok untuk kembali, saat berbalik ada 1 lagi anjing, tapi saya lari tidak terkejar, lalu saya terbangun.

Katanya salah satu gangguan itu bertemu hewan-hewan buas. Apakah mimpi saya termasuk gangguan nafs atau hanya sekedar mimpi? sebab saya tidak lupa sampai sekarang.


[14/10 21.51] R. Rosyad:
Wa'alaikumusalam. wr wb.
Kemungkinan nafs (soul) "km" ada di tempat itu atau bersama dia. Dan nafs itu tertawan. 
Mohon kepada ALLaah swt untuk membebaskan nafs itu dan mengembalikannya.


[14/10 21.52] R. Rosyad:
Bacakan Ruqyah Nafs (ikhtiar nafs)


[14/10 23.03] "km":
maaf saya tertidur karena belum sehat betul.
berkali-kali/sering mimpi saya itu. Kalaul tempat pasti berubah-ubah, tapi selalu ada kesamaan yaitu pasti hadirnya orang itu terus. Padahal kenyataannya saya memikirkan orang tersebut juga tidak. Di mimpi itu juga dia sepele tp mengapa di mimpi itu saya selalu berharap dan merasa lelah. Sering sekali.


[20/10 08.34] "km":
salam, ustadz, AlhamduliLLaah perdarahannya sudah berhenti. Namun pagi ini saya sangat lemes, berkunang-kunang dan saya merasa ketakutan lagi. Saya sudah makan dan minum tetap lemes.

Saya meniatkan Ruqyah dengan Alfatihah, ayat kursi dan 3 Qul. Baru sekali selesai bacaan, untuk baca 3x saya menguap terus, Mengantuk sekali, sambil mual.

Begitu selesai saya usap ke badan. Awalnya semakin lemea tapi mata sudah mulai tidak berkunang-kunang dan takutnya berkurang.
Ini masih agak lemas, mau baca lagi seperti tidak ada kekuatan. Mengantuk, menguap terus ustadz.



[20/10 08.39] R. Rosyad:
Wsalam.wrwb. Mohon kepada ALLaah swt mengembalikan nafs-nafs yang terlepas. Baca ikhtiar Nafs.


[20/10 08.41] "km":
Iya ustadz. Meskipun menguap terus tetap dilanjutkan?


[20/10 08.48] R. Rosyad:
Kalau begitu, dengarkan ini, sambil minta kepada ALLaah: ketenangan hati, disertakan dengan junuduLLaah dan dikumpulkan nafs-nafs yang terlepas itu.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, [Qs. Al-Fath (48): 4].


أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Qs. Al-Baqoroh (2) :148].


[20/10 09.04] "km":
AlhamduliLLaah ustadz, ayat dari ustadz bisa saya baca 1x, juga doa Nafs-nya, sambil saya mendengar kiriman audio Quran dari ustadz itu. Langsung nangis terus ustadz. 

AlhamduliLLaah mata saya tidak berkunang-kunang lagi, pusingnya hilang dan saya merasa bertenaga lagi. AlhamduliLLaah ALLaah mengabulkan doa-doa. Terima kasih ustadz.


[20/10 09.06] "km":
Sejak saya tahu TQ saya hampir tidak pernah makan obat-obatan. Terima kasih.
Ini tadi orang rumah sebelumnya sudah sibuk mencari dokter/bidan untuk ke rumah. AlhamduliLLaah.


[20/10 09.28] R. Rosyad:
AlhamduliLLaahi Robbil 'Aalamiin.


Senin

KASUS TERBANYAK PENYEBAB KEMATIAN

AL - 'AIN



عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ ﷺ قَالَ أَكْثَرُ مَنْ يَمُوْتُ مِنْ أُمَّتِيْ بَعْدَ قَضَاءِ اللّٰهِ وَقَدَرِهِ بِالْأَنْفُسِ يَعْنِيْ بِالْعَيْنِ

Dari sahabat Jabir radliyaLLaaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ : *Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar ALLaah adalah karena An-Nafs yaitu Al-‘Ain

(HR. Bukhari dlm At-Taarikh Al-Kabiir 4/360, Al-Hakim 3/46 no. , Al-Bazzaar dalam Kasyful-Istaar 3/403 no. 3052, Ad-Dailami 1/364 no. 1467, dan Ibnu Abi ‘Aashim 1/136 no. 311, Ath-Thayalisi ص 242 no. 1760, dihasankan oleh Al-Albani - Shahiihul-Jaami’ no. 1206).



Pernyataan Nabi ﷺ adalah wahyu. Akurasi kebenarannya tidak perlu diragukan.
Analisa sebab yang sudah pasti ini tentu sangat berguna untuk langkah Preventive - Promotive - Curative (Pencegahan, Penguatan dan Pengobatan).


Hampir semua gejolak jiwa bisa menjadi bahan bakar 'ain. Baik gejolak "positif maupun negatif".

Gejolak Positif seperti: Kagum, empati, angan-angan, gembira
Gejolak negatif seperti: Hasad, prasangka, marah, sedih, malu/minder, takut, angan-angan


Yang keduanya (positif/negatif) itu bisa berpotensi mencelakakan jika tidak disertai dengan dzikruLLaah atau niat karena ALLaah dan tidak dikawal dengan rambu-rambu syariah.

Jika tersalurkannya melalui pandangan mata maka itu disebut sebagai 'Ain. Jika tidak melalui media mata maka disebut Nafs (saja).

________


بسم اللّه الرحمٰن الرحيم

Mari kita semua baca perlindungan kpd ALLaah dari nafs syar kita dan mentazkiyyahnya...

_______

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

Innal hamda liLLaahi, nahmaduhuu wa nasta'iinuhuu wa nastaghfiruh. Wa na'uudzubiLLaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi-aati a'maalinaa

Segala puji bagi ALLaah, kami memujiNya, memohon pertolonganNya dan memohon ampunanNya. Dan kami berlindung atas kejahatan jiwa kami dan keburukan-keburukan amal kami.




اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

ALLAAHUMMA FAATHIROS SAMAAWAATI WAL ARDHI, 'AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAADAH, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAH, A'UUDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII, WA MIN SYARRISY SYAITHAANI WA SYIRKIHI WA AN AQTARIFA 'ALAA NAFSII SUU-AN AU AJURROHU ILAA MUSLIM

Ya ALLaah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha mengetahui perkara yang ghaib, serta yang nampak, Robb segala sesuatu dan Pemiliknya, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafs-ku, kejahatan syaitan dan sekutunya dan (aku berlindung) melakukan keburukan atas diriku atau (keburukan yang) aku antarkan kepada seorang muslim.

(HR. Tirmidzi: 3452)
* Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini.

________

ٱللّٰهُمَّ آتِ أَنْفُسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَّكِّهَا فَأَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.

Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah penguasanya.

______

H. Riyadh Rosyadi

Kamis

SERIAL NAFS: IKHTIAR Pembebas, Pembersih dan Pengembali Nafs

Setelah melakukan RID, biasakan diikuti dengan Ikhtiar Pengembalian Nafs disingkat ikhtiar nafs dengan diawali membaca istighfar dan beberapa ayat. Klien bisa diajak bersama membacanya:

1. Istighfar beberapa kali

2. Ayat-ayat untuk pembatal perjanjian, misal:


بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Baroo atumminaLLaahi warosuulihi ilalladziina ‘aahadtum minal musyrikiin 

(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
[Qs. At-Taubah (9): 1]



إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

Idz tabarro alladziinattubi’uu minalladziinattaba’uu waroawul ‘adzaaba wataqotto’at bihimul asbaab

(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
[Surat Al-Baqoroh (2): 166]



…. إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ….

Innaa buroaaa-u minkum wa mim maa ta’buduuna minduuniLLaah

…."Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah,”….
[Surat Al-Mumtahana (60): 4]



3. Ayat-ayat untuk pembatal sihir, misal: 

فَلَمَّاۤ اَلْقَوْا قَالَ مُوْسٰى  مَا جِئْتُمْ بِهِ ۙ  السِّحْرُ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ سَيُبْطِلُهٗ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ  الْمُفْسِدِيْنَ
fa lammaaa alqou qoola muusaa maa ji`tum bihis-sihr, innalloha sayubthiluh, innalloha laa yushlihu 'amalal-mufsidiin

"Setelah mereka melemparkan, Musa berkata, Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan."
[QS. Yunus 10: Ayat 81]


2 Qul (Qs. Al-Falaq dan An-Nas)


_______________________________________


IKHTIAR NAFS

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
[QS. Al-Fatihah (1): 1]



Berikut, doa dan ayat-ayat terkait dengan Nafs

Dibaca setelah selesai Ruqyahan secara umum..
____________




IKHTIAR
Pembebas, Pembersih dan Pengembali Sukma

Silakan dibaca dengan sungguh-sungguh memohon kepada ALLaah swt berkenan membebaskan dan mengembalikan jiwa-jiwa (sukma-sukma).

Jika sempat, silakan dahului dengan sholat sunnah dua rokaat (sholat sunnah mutlak) memohon pertolongan ALLaah swt..

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ
________


Kemudian baca,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

‎وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَائِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَلِيًّا وَكَفَىٰ بِاللَّهِ نَصِيرًا

Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).
[QS. An-Nisa (4): 45]




Awali dengan Hamdalah dan sholawat.



Baca Quran Surat Al-Fath (48): 1 beberapa kali

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Inaa fatahnaalaka fat-ham mubiinaa

Sesungguhnya Kami telah kemenangan/pembukaan/pembebasan kepadamu kemenangan/pembukaan/pembebasan yang nyata. 




Baca Quran Surat An-Nasr (110): 1 beberapa kali

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

Idzaa jaaa-a nashruLLaahi wal fath

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan/pembebasan. 




Baca Quran Surat Al- A'af (7): 89 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

 وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ  عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا   ۗ  رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَـقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفٰتِحِيْنَ

wasi'a robbunaa kulla syai`in 'ilmaa, 'alallohi tawakkalnaa, robbanaftah bainanaa wa baina qouminaa bil-haqqi wa anta khoirul-faatihiin

Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik."



Baca Quran Surat Al-Isra' (17): 80-81 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

waqur Robbi adkhilniy mudkhola shidqin wa-akhrijniy mukhroja shidqin waj'al liy mil-ladunKa sulthoonan nashiiroo

Dan katakanlah: "Ya Robb-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.


وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

waqul jaaa-al haqqu wazahaqol baathil, innal baathila kaana zahuuqoo

Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. 





Baca Doa Tazkiyyah (3×)

ٱللّٰهُمَّ آتِ أَنْفُسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَّكِّهَا فَأَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.

Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah pemiliknya. [HR. Muslim]




Baca Doa Pengembalian Nafs (3×)

رَبَّنَا أَرْسِلْ إِلَيْنَا أَنْفُسَنَا وَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهٖ عِبَادَكَ ٱلصَّالِحِيْنَ...

Robbanaa arsil ilainaa anfusanaa wahfazh-haa bimaa tahfazhu bihii 'ibaadaKash shoolihiin..

Ya ALLaah, kirimkanlah kembali kepada kami jiwa-jiwa kami itu dan jagalah dia (jiwa-jiwa itu) sebagaimana Engkau menjaga hamba-hambaMu yang shalih.




Panggil Nafs dengan nama ALLaah..

بسم الله الرحمن الرحيم

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ ... إِرْجِعِيْ 

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ ... إِرْجِعِيْ 

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ ... إِرْجِعِيْ 



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Yaa ayyatuhan nafs.. irji'iy.. (3×)

"Wahai nafs, kembalilah (ke tempatnya)"



Baca Quran Surat Yusuf (12): 83 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِى بِهِمْ جَمِيعًا  ۚ  إِنَّهُۥ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

'asallohu ay ya`tiyanii bihim jamii'aa, innahuu huwal-'aliimul-hakiim

"Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."



Baca Quran Surat Al-Baqoroh (2): 260 beberapa kali,

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا  ۚ  وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

tsummad'uhunna ya`tiinaka sa'yaa, wa'lam annaLLooha 'aziizun hakiim

"kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera. Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."



Baca Quran Surat Al-Baqoroh (2): 148 beberapa kali

A'uudzu biLLaahi minasy syaithaanir rajiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ainamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir

Di mana saja kalian berada pasti ALLaah akan mengumpulkan kalian semua. Sesungguhnya ALLaah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 



Kemudian Doa,

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَنََعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ والْبُخْلِ ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

ALLoohumma innaa na'uudzubika minal hammi wal hazani wa na'uudzubika minal 'ajzi walkasali wa na'uudzubika minal jubni wal bukhli wa na'uudzu bika min gholabatid daiyni waqohrir rijaali

“Ya ALLaah kami berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesusahan, dan kami berlindung pada-Mu dari kelemahan dan sifat malas, dan kami berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan pengecut, dan aku berlindung pada-Mu dari hutang yang tak mampu ditanggung serta kesewenangan orang.”



Doa Kesembuhan:

ُ اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

ALLaahumma Robban naasi adzhibil ba`sa isyfi wa antas syaafi laa syifaa-a illa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqomaa

Ya ALLaah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan sakit lainnya.


Akhiri dengan Hamdalah dan sholawat.

_________________


KH. Riyadh Rosyadi

Selasa

Seri Tanya Jawab seputar Nafs (Jiwa/Sukma)

Tanya Jawab Ustadz Riyadh Rosyadi dengan anggota group whatssApp Terapi Quran yang beliau asuh.


PERTANYAAN 1:
Ustadz maksud sukma itu jiwa ya ustadz?

JAWAB:
Iya. Tepatnya bagian-bagian dari jiwa (nafs).
Jiwa itu satu. Terdiri dari bagian-bagiannya yang banyak sekali sejumlah fungsi-fungsi di dalam tubuh kita.

Ada juga bagian nafs yang melekat dengan nyawa, contoh fungsi otot-otot syaraf otonom: Jantung, pupil mata, dsb.

Dan nyawa itu letaknya ada pada ruh kita. Jika ruhnya ditarik maka nyawanya juga melayang. Sedangkan jiwa atau nafs yang ketarik maka dia bisa tidak sadar walaupun masih hidup.
_______


PERTANYAAN 2:
kalau nafs yang diambil oleh jin, bagaimana keadaan manusianya? Apa tidak sadar?

JAWABAN:
Tergantung yang diambil itu yang bagian mananya. Apakah sukma yang primer/sekunder atau keseluruhannya secara utuh.
Kalau keseluruhan, iya bisa tidak sadar.
_________


PERTANYAAN 3:
Oya Ustadz, setelah beberapa kali mengulang materi tentang sukma, ada beberapa kesimpulan yang muncul. Mohon diluruskan jika salah.

1. Semua bentuk perjanjian dengan jin, akan menuntut manusia (yang melakukan perjanjian) untuk menggadaikan sukmanya.

2. Sukma ini termasuk dirinya dan keturunannya (kasab dan nasab).

3. Besarnya sukma yang digadaikan bergantung pada seberapa besar nilai Kontrak perjanjian tersebut.

4. Mengapa jin menginginkan sukma? Saya mengaitkan dengan sejarah terusirnya iblis dari surga, dan ia bersumpah untuk menyesatkan sebanyak-banyaknya manusia untuk menjadi temannya di neraka (satu-satunya alasan iblis minta diberi tangguh oleh Allah).

5. Dengan tergadainya sukma, maka jin mempunyai porsi penguasaan atas alam bawah sadar manusia dan dengannya akan berpeluang lebih besar mengarahkan alam sadar manusia untuk menjadi pengikut kekafiran.
(Ini juga saya kaitkan dengan hadits yang pernah Ustadz sampaikan tentang jin yang berusaha menyesatkan seorang ahli ibadah).

Apakah benar demikian Ustadz?


JAWABAN:
Iya. Betul sekali.
Untuk yang no. 4 saya tambahkan,
Sukma-sukma (baik hewan atau manusia) yang dipersembahkan (ditumbalkan) itu menjadi sumber tambahan energi bagi mereka.

Sebagaimana sesaji (sajen) dalam bentuk lainnya. Hanya saja sukma lebih berkualitas. Sukma manusia lebih berharga daripada hewan. Jika tumbalnya nyawa berarti kemungkinan sukmanya (nafs) secara utuh mereka dapatkan.

Dengan menyesatkan sebanyak banyaknya maka peluang persembahan, kontrak perjanjian juga semakin banyak. Dan itu artinya jatah energi mereka semakin besar.
__________


PERTANYAAN 4:
Misalnya, ada seorang yang melakukan perjanjian dengan jin, bisakah ia menumbalkan nyawa orang lain (keturunan, orang serumah, dll) sekehendak hatinya?

Atau kah ada batasan tertentu?

Misal, seorang yang meminta pesugihan, maka ia hanya bisa menumbalkan nyawa orang yang ikut memakan harta dari pesugihan tersebut.


JAWABAN:
Iya. Itu sangat mungkin dan banyak sekali terjadi. Menumbalkan:
Keluarganya,
Keponakannya,
Menantunya,
Karyawannya,
Bahkan hingga rakyatnya sendiri.
___________


WaLLaahu a'lam.

Senin

SERIAL NAFS: Berlindung Dari Nafs Jahat Diri Sendiri

Berlindung Dari Nafs Jahat Diri Sendiri



Untuk kita semua..
Perseringlah dengan doa perlindungan seperti ini...



عَنْ أَبِِي بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي مَا أَقُولُ إِذَا أَصْبَحْتُ وَإِذَا أَمْسَيْتُ فَقَالَ يَا أَبَا بَكْرٍ قُلْ اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ


Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiaLLaahu 'anhu bahwa beliau berkata wahai RasuluLLaah, ajarkan kepadaku apa yang aku ucapkan apabila aku berada pada pagi hari dan apabila aku berada pada sore hari. Kemudian beliau bersabda: "Wahai Abu Bakr, ucapkanlah:

ALLaahumma faathiros samaawaati wal ardhi, 'aalimal ghaibi wasy syahaadah, laa ilaaha illaa Anta, Robba kulli syai-in wa maliikah, a'uudzu biKa min syarri nafsii, wa min syarrisy syaithaani wa syirkihi wa an aqtarifa 'alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim

Ya ALLaah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata, tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, Robb segala sesuatu dan Pemiliknya, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafs-ku, kejahatan syaitan dan sekutunya serta (aku berlindung) melakukan keburukan atas diriku atau (keburukan yang) aku antarkan kepada seorang muslim.

(HR. Tirmidzi: 3452)

* Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini.


__________________



Tidak sedikit beberapa nafs kita yang "terperangkap dan terekrut lalu kemudian terbina" oleh pihak kebatilan. Sehingga tanpa sadar ada unsur "nafs syar" (nafs jahat) diantara bagian-bagian nafs kita yang sangat berpotensi merusak diri kita sendiri dan saudara-saudara kita.


Proses terperangkap, terekrut lalu terbina/terkadernya bagian-bagian dari nafs kita itu bisa terjadi melalui:
1. Jalur nasab,
2. Saat-saat kita pernah berada pada pihak batil,
3. Saat diri kita (nafs) dijadikan tumbal.


Sering-seringlah pula mentazkiyyah jiwa dan membacakan doa untuk jiwa-jiwa:

ٱللّٰهُمَّ آتِ أَنْفُسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَّكِّهَا فَأَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.

Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah penguasanya.

______

H. Riyadh Rosyadi

Jumat

Seri Tanya Jawab TQ Tentang Sukma (Nafs): Balasan Perjanjian dengan Jin

BALASAN MENGADAKAN PERJANJIAN DENGAN JIN
Tanya:
Assalamu'alaikum wrwb. ustadz mau tanya
apakah orang yang berinteraksi dengan jin misalnya meminta dengan sengaja atau tidak sengaja meminta bantuan jin, jin selalu akan meminta balasan baik ada ikatan perjanjian maupun tidak ada perjanjian dari orang yang bersangkutan. JazaakaLLaahu atas jawabannya.
(Al-Akh di Surabaya)
_________
Jawab:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Jika ada perjanjian di era nasabnya, maka jin-jin itu terikat tugas. Sesuai isi perjanjiannya. Jika menjaga/membantu maka mereka bekerja "membantu" sekalipun tidak diminta oleh keturunan (anak cucu)nya. Bagi mereka cukup dengan perjanjian awal saja karena dengan itu mereka mendapatkann jalan untuk mengakses keturunannya.
Bagi mereka, mendapatkan akses langsung adalah "balasan" besar. Apalagi seseorang yang terakses itu lebih mudah digiring ke arah yang keliru, suka dengan ilmu-ilmu yang mengaktifkan jin-jin nasab, suka dengan kesenangan-kesenangan yang menyeret kepada nafsu dunia, popularitas, kesombongan, hasad, dsb. Hingga sekalipun menjalankan suatu yang asalnya adalah kebaikan akan terselipkan dorongan-dorongan menyimpang seperti di atas.
Sehingga jika sudah masuk kepada ketertarikan kuat semua itu, maka syaitan jin itu akan memperoleh jatah "jiwa" orang itu untuk dimilikinya (jenis sebab no 1 dan 4 lepasnya sukma).
Maka sungguh banyak, dimana saat sukma (jiwa-jiwa) yang terlepas itu diikat dan "dibina" oleh syaithan sesuai dengan harapannya, dan jika sudah "jadi" akan dikembalikan lagi ke orang yang bersangkutan menjalankan misi syaithan itu tanpa disadarinya.

لَعَنَهُ اللَّهُ ۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا
(Syaitan) yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "aku benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah dijatahkan (untukku)
(An-Nisa 4:118)

Saat sukma pernah terlepas di masanya (dengan sebab salah satu dari empat hal itu), dan jika jatuhnya sukma itu di kelompok sesat (apakah nasab atau kasab) maka sangat mungkin sukma itu dibina dengan pembinaan kesesatannya itu. Sukmanya ada di tempat sesat dan dibina di sana, sementara ruang sukma yg ditubuhnya dihuni oleh jin dari kelompok sesat tsb. Sukmanya legam/kotor dan ruang sukmanya juga demikian.
Jika ada manusia yang salah satu/beberapa sukmanya yg terbina itu akhirnya menjadi agen sesat yg dikelilingi jin-jin sesat, maka peluangnya manusia itu tersesat menjadi sangat besar. Dan manakala alam sadarnya (seolah) tidak sesat atau ybs sudah bertaubat, sementara unsur-unsur bawah sadarnya (sukma-sukma dan jin-jin nasab-kasab) masih berpolutan pekat maka sangat dimungkinkan sukma-sukma dan jin-jin itu masih ikut bekerja dengan tujuan-tujuan penyesatannya.
Semoga kita termasuk yang bersungguh-sungguh menengok latar belakang diri masing-masing baik secara nasab-kasab, lalu memohon pertolonganNya dengan mujahadah (bersungguh-sungguh) mentazkiyyah diri. Sehingga polutan-polutan berbahaya itu tidak menyertai setiap langkah gerak kita dalam kebaikan.
Aamiin.
H. Riyadh Rosyadi

NAFS dalam Terapi Quran

Serial Nafs - 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Merefresh bagi yang pernah...
Menginfokan bagi yang belum tahu...
Menguatkan bagi yang masih ragu...
___________


ALLaah swt berfirman,

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

ALLaahu yatawaffa l-anfusa hiyna mautihaa wallatiy lam tamut fii manaamihaa.  Fayumsikullatiy qodhoo 'alaihal mauta wa yursilul ukhraa illaa ajalin musammaa. Innafii dzaalika la aayaatin liqowmin yatafakkaruun

ALLaah memegang/mengambil nafs (seseorang) pada saat kematiannya dan nafs (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nafs (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nafs yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) ALLaah bagi kaum yang berpikir.
[QS. Surat Az-Zumar (39): 42]

Dalam akhir ayat itu ada isyarat bahwa peristiwa yang terkait dengan aktifitas nafs itu ada hal-hal yang bisa diamati dan menjadi tanda-tanda bagi mereka yang berfikir (yang menggunakan akalnya).


Penyebutan Nafs di dalam Al-Quran atau dalam penyebutan umum sehari-hari itu bisa beberapa maksud, diantaranya:

1. Ruh, makhluk yang menyatu dengan jasad yang jika dia terpisah maka jasad itu disebut mati atau tidur (mati besar, mati kecil). QS. 39:42, 6:93


2. Sumber daya kehidupan yg jika itu hilang/berkurang maka bisa berakibat sakit atau mati QS. 2:155.

 وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ 

Dan Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

Di ayat tsb, ujian kehidupan itu dengan berkurangnya harta (al amwaal), jiwa (Al anfus) dan buah²an (Ats tsamaraat)..


Penjelasan ulama tafsir tentang yang dimaksud dengan berkurangnya Al Anfus (jamaknya nafs).


- Tafsir Al-Jalalain:

.. «والأنفس» بالقتل والموت والأمراض

berkurangnya "Al anfus" (jamaknya nafs) maknanya berkurang melalui pembunuhan, kematian dan sakit.


- Tafsir As-Sa'di:

.. والْأَنْفُسِ أي: ذهاب الأحباب من الأولاد، والأقارب، والأصحاب، ومن أنواع الأمراض في بدن العبد أو بدن من يحبه

berkurangnya Al anfus di sini bermakna "perginya (kematian)" org² yg dicintai seperti anak², kerabat dekat dan para sahabat. Bermakna juga berbagai macam sakit yg diderita seorang hamba atau org yg dicintainya.


Tafsir Al-Baghawi:

.. والأنفس الأمراض،

berkurangnya Al anfus maknanya adalah sakit


Tafsir Al-Qurthubi:

.. والأنفس قال ابن عباس : بالقتل والموت في الجهاد .

وقال الشافعي : يعني بالأمراض

Terkait Al anfus berkata Ibnu Abbas: maknanya berkurangnya melalui pembunuhan dan kematian di dalam jihad.

Berkata Imam Asy Syafi'i: yang dimaksud dengan (berkurangnya) Al Anfus adalah sakit.


Dalam hal ini Nafs disejajarkan keadaannya dg material (harta dan buah²an) yg bisa hilang/berkurang. 


Dalam hal ini jika nafs itu berkurang dalam diri seseorang maka bisa berakibat kematian atau sakit.


3. Bermakna pribadi, individu, person - syakhshun, fardun. QS. 2:48, 3:145, 5:25, 28:33, 39:56



4. Bermakna sebagai pembawa nilai keadaan diri atau jati diri (bersih-kotor, baik-buruk) yang prosesnya bisa diupayakan dan itu akan menjadi tanggungjawab orang tsb sebagai bagian dari "kasab" amal perbuatannya-nya.


وَنَفۡسࣲ وَمَا سَوَّىٰهَا ۝  فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا ۝  قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ۝  وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا

Wa nafsin wamaa sawwaahaa, fa alhamahaa fujuurohaa wa taqwaahaa, Qod aflaha man zakkaahaa waqod khooba man dassaahaa.

Demi jiwa (nafs) dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada nafs itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikannya (nafs) itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya
(QS. al-Syams [91]: 7-10).


لَا یُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَیۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ ....

Laa yukallifuLLaahu nafsan illaa wus'ahaa, lahaa maa kasabat wa'alaihaa maktasabat ...

ALLaah tidak membebani seseorang (satupun nafs) melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia (nafs itu) mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya...
(Surat Al-Baqarah, [2] Ayat 286)

Dari sini dikenal nafs terbagi 3 keadaan sifat dan kondisi;

- An-Nafs al-Muthmainnah, nafs yang tenang.

- An-Nafs al-Lawwaamah, nafs yang mencela/mengoreksi dirinya sendiri.

- An-Nafs al-Ammaaratu bis-suu`, nafs yang memerintahkan keburukan.

 

4. Bermakna jenis atau unsur yang sama QS. 30:21, 

Diri sendiri QS. 4:61

 

5. Bermakna 'Ain, Hasad. 

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ ﷺ قَالَ أَكْثَرُ مَنْ يَمُوْتُ مِنْ أُمَّتِيْ بَعْدَ قَضَاءِ اللّٰهِ وَقَدَرِهِ بِالْأَنْفُسِ يَعْنِيْ بِالْعَيْنِ

Dari sahabat Jabir radliyaLLaaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ : ​Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar ALLaah adalah karena al-Anfus (jama` dari nafs) yaitu Al-‘Ain.

(HR. Bukhari).

 

6. Bermakna darah .

Kaidah sebagian ulama dalam fiqh

مَا لَا نَفْسَ لَهُ سَائِلَةٌ، فَهُوَ طَاهِرٌ بِجَمِيعِ أَجْزَائِهِ وَفَضَلَاتِهِ

 

Segala (hewan) yang tidak memiliki nafs (baca: darah) yang mengalir, ia suci semua bagian tubuhnya dan semua yang keluar darinya” 

[Al Mughni, 2/67].



Dalam pembahasan di sini lebih dekat kepada nafs sebagai unsur materi seperti Point 1 dan 2, yaitu makhluk yang keberadaannya bisa bersatu atau berpisah dari jasad. Yang jika bersatu maka disebut hidup atau bangun/sadar dan jika berpisah disebut mati atau tidur. Atau jika berkurang menjadi sakit atau (hingga) mati.

Walaupun dalam penerapannya bisa terkait dengan makna nafs dalam pengertian yang lainnya juga (no 3 sd 6).

Dan istilah Nafs ini bisa juga dengan penamaan Ruh. Perbedaannya hanya dalam penyebutan yang disesuaikan pada posisi dan keadaannya.

Jika status dan posisinya masih terhubung bersama jasad maka lebih disebut dg nafs . Jika posisinya sudah terpisah dg jasad disebut dg ruh.

https://s.id/1oWPz



Nafs dalam pengertian 1 dan 2 itu sebagaimana yang dijelaskan oleh As-Syaikh Izzudin Abdussalaam dan beberapa ulama lainnya menyebutkan bahwa nafs dimaksud di QS. Azzumar (39) ayat 42 itu sebagai ruh yaqzhah dan ruh hayat.

Ruh yaqzhah (ruh bangun/sadar) itu melekat padanya fungsi-fungsi yang ada dalam diri manusia saat terjaga atau dalam keadaan sadarnya.

Sedangkan ruh hayat (ruh hidup) itu adalah ruh yang tetap ada di badan saat manusia tertidur dan ruh itu tidak ikut mati pada saat matinya badan.


اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

ALLaah memegang/mengambil nafs (seseorang) pada saat kematiannya dan nafs (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nafs (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nafs yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) ALLaah bagi kaum yang berpikir.
[QS. Surat Az-Zumar (39): 42]

وقال الشيخ عز الدين بن عبد السلام في كل جسد روحان أحدهما روح اليقظة التي أجرى الله العادة إنها إذا كانت في الجسد كان الإنسان مستيقظا فإذا خرجت من الجسد نام الإنسان ورأت تلك الروح المنامات والأخرى روح الحياة التي أجرى إليه الله العادة أنها إذا كانت في الجسد كان حيا فإذا فارقته مات

Berkata asy-syaikh 'Izzuddin Abdussalaam: Di dalam jasad manusia ada dua ruh. Salah satunya adalah Ruh Yaqzhah (ruh kesadaran) yang ALLaah swt telah jalankan fungsinya yaitu jika ruh itu ada di dalam jasad maka manusia itu dalam keadaan terjaga (bangun/sadar). Dan apabila ruh itu keluar dari jasad manusia itu tidur dan ruh itu bisa melihat berbagai mimpi. Dan satunya lagi adalah Ruh Hayat (ruh kehidupan) yang ALLaah swt jalankan terhadapnya ketetapan yaitu apabila ruh hayat itu ada di dalam jasad maka jasad itu hidup dan jika terpisah dari jasad maka matilah dia.

Selanjutnya Imam 'Izzuddin menjelaskan,

ويدل على وجود روحي الحياة واليقظة قوله تعالى {الله يتوفى الأنفس} الآية تقديره يتوفى الأنفس التي لم تمت أجسادها في نومها فيمسك الأنفس التي قضى عليها الموت عنده ولا يرسلها إلى أجسادها ويرسل الأنفس الأخرى وهي أنفس اليقظة إلى أجسادها إلى إنقضاء أجل مسمى وهو أجل الموت فحينئذ تقبض أرواح الحياة وأرواح اليقظة جميعا من الأجساد ولا تموت أرواح الحياة بل ترفع إلى السماء حية

Dan keterangan tentang adanya dua ruh (yaitu) Hayat dan Yaqzhah adalah firman ALLaah swt
  {الله يتوفى الأنفس} - Azzumar ayat 42 ,
Dia mengambil nafs² yang para jasadnya belum mati yaitu di dalam keadaan tidurnya. Dan Dia juga menahan nafs yang telah ditetapkanNya mati yang nafs itu tidak dikirimkan kembali kepada jasadnya.

Dan dikembalikan nafs-nafs lain ke masing² jasadnya - itulah nafs yaqzhah - hingga tiba ketetapan ajal yang sudah ditentukan, yaitu ajal kematian. Saat itulah dicabutnya arwah yaqzhah dan arwah hayat dari para jasad secara bersamaan. Dan arwah hayat tidaklah mati akan tetapi dia diangkat menuju langit dalam keadaan hidup.

(كتاب شرح الصدور بشرح حال الموتى والقبور للإمام جلال الدين السيوطي ص. ٣٢١)

(Kitab Syarhush Shudur Bisyarahi Haalil Mawtaa walqubuur - Imam Jalaluddin As-Suyuthi, hal 321)

Adapun ruh yaqzhah inilah yang lebih dekat dengan pengertian yang disebut oleh Ibnul Qoyyim sebagai  القوى التي في البدن  Kekuatan/energi yang terdapat di badan yang masing-masing di setiap fungsinya ada ruh tersendiri. Dan dalam pengertian inilah pembahasan Nafs yang kita maksudkan.

وأما القوى التي في البدن فإنها تسمى أيضا أرواحا، فيقال الروح الباصر والروح السامع والروح الشامّ. فهذه الأرواح قوىً مودعة في البدن، تموت بموت الأبدان، وهي غير الروح التي لا تموت بموت البدن ولا تبلى كما يبلى
(كتاب الروح لإبن قيم الجوزية ص.٦٢٠)

..adapun kekuatan (energi) yang terdapat di badan maka itu disebut juga dengan arwaahan (ruh-ruh), maka disebutlah ruh penglihatan, ruh pendengaran, ruh penciuman. Dan ruh-ruh ini sebagai kekuatan yang tersimpan di badan. Ruh itu mati bersama dengan kematian badan dan ruh-ruh tersebut bukanlah ruh (baca: ruh hayat) yang tidak mati bersama kematian badan dan tidak rusak binasa bersama rusak binasanya badan.

Adapun kekuatan-kekuatan yang ada dalam tubuh juga disebut sebagai ruh, seperti disebutkan ruh al-basir (ruh penglihatan), ruh as-sami‘ (ruh pendengaran), dan ruh as-syam (ruh penciuman). Ruh-ruh ini adalah kekuatan-kekuatan yang ditempatkan dalam tubuh, yang akan mati bersama matinya tubuh.

 (Kitab Ar-Ruh - ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, hal 620).
_____________________


Rangkuman Dari Paparan

BismiLLaahirrahmanirrahiim

Beberapa fenomena dalam kehidupan manusia yang menunjukkan bahwa nafs/ruh itu bisa lepas sebagian dari badannya dan kembali lagi: 
  1. Fenomena yang ada terkait dengan nafsnya keluar dan orangnya masih dalam keadaan sadar ~ contohnya sebagian para dukun, para peng-elmu raga sukma,
  2. Fenomena yang ada terkait dengan nafs yang keluar dan orangnya tidak sadar dan masih hidup ~ tidur, pingsan, anastesia (pembiusan total)
  3. Fenomena amnesia (lupa ingatan): orangnya hidup, sadar dan beraktifitas tetapi kehilangan fungsi ingatannya: ada yang total dan ada yang parsial/sebagian. Di sini menunjukkan bahwa nafs pembawa data ingatan tsb sedang tidak ada atau minimal terganggu.
  4. Fenomena mati perasaan (emotional numbness), kehilangan rasa emosional : senang, sedih, takut, marah. Tahu bahwa itu sesuatu yang menyedihkan tetapi tidak bisa menunjukkan ekspresi kesedihannya selain hanya meneteskan air mata saja.
  5. Penculikan dan penawanan oleh syaitan terhadap sebagian unsur dari setiap bayi terlahir untuk dijadikan tawanannya dengan cara menusuk pinggang/rusuknya. Dan bisa bebas jika ditebus dengan menyembelih aqiqahnya. (Ibnul Qoyyim). Dan bagian unsur yang diculik itu adalah nafs-nya.

Nafs, susunan dan keadaannya
  1. Nafs/sukma/ruh itu terbagi dua kelompok besar: nafs yaqzhah dan nafs hayat. Yang yaqzhah tersebut adalah nafs yang menjalankan fungsi tubuh. Jika posisi yaqzhah-nya keluar dari jasad sementara hayat-nya masih ada, maka manusianya tetap hidup tapi mati secara fungsi: tidur/pingsan. ~ Syaikh Izzuddin Abdussalaam.
  2. Nafs yaqzhah terdiri dari banyak bagian sesuai dengan fungsi-fungsi yang melekat pada diri seseorang. Baik itu fungsi fisik anggota tubuh maupun fungsi emotional dan spiritual ~ Ibnul Qoyyim.
  3. Nafs bisa terlepas dari tubuh dan bisa kembali. Jika lepas nafs hayat maka nafs yaqzhah juga ikut lepas bersamanya dan itu disebut maut, kematian. Prosesnya bisa bersamaan atau diawali dulu dengan lepasnya nafs yaqzhah bagian demi bagian.
  4. Jika yang terlepas hanya nafs yaqzah-nya saja secara total, maka orang tersebut dalam keadaan hidup tetapi tidak sadar: tidur atau pingsan, pembiusan (anastesi). Sebagian ulama menyebut tidur dengan istilah maut sughra.
  5. Nafs yaqzhah bisa dengan sadar dan sengaja dikeluarkan dari tubuh seseorang, contoh: meraga sukma, meniatkan tidur.
  6. Nafs yaqzhah bisa merasakan/mengalami peristiwa kehidupan tanpa disertai jasadnya. Dan keadaan jasadnya ada dua macam:
    • tidak sadar sama sekali seperti orang tidur (mimpi), pingsan, koma, pembiusan total, mati suri. Ini berarti nafs yaqzhah-nya tidak ada yang tersisa di badan atau sebagian besarnya keluar. Tapi setelah terbangun dia bercerita tentang apa yang dialaminya selama terlihat dia tidak sadar.
    • masih bisa dalam keadaan sadar dan bisa berkomunikasi tetapi keadaannya lemah, menyampaikan keadaan yang dialaminya di alam lain. Ini berarti sebagian nafs yaqzhah-nya keluar dan sebagian masih tinggal di dalam tubuhnya.
  7. Keadaan kehilangan fungsi secara total atau sebagian, baik fungsi fisik anggota tubuh maupun fungsi psikis emotional-nya. Dan itu berarti terlepasnya sebagian Nafs yaqzhah. Tepatnya terlepas pada fungsi² yang hilang tersebut.




PROSES TERGANGGUNYA NAFS

PROSES MELEMAH hingga TERLEPASNYA NAFS (Hayat maupun Yaqzhah) baik sebagian kecil, sebagian besar maupun keseluruhan bisa disebabkan karena 5 keadaan:


  1. Perjanjian batil (Kasab maupun Nasab): ~ Nafs menjadi jaminan atau tumbal. Jumlah nafs dan fungsi yang lepas sesuai dengan kadar perjanjiannya.
  2. Paksaan: tusukan syaitan pada saat awal terlahir, sihir.: ~ adanya Nafs yang ditahan menjadi tawanan. Jumlah dan ukurannya sesuai dengan kadar target sasaran dan kemampuan aksesnya.
  3. Tekanan dan kerusakan fisik: siksaan fisik, kerja paksa, kecelakaan, keracunan (pengaruh kimia baik sintetik maupun natural): ~ bagian Nafs terlepas/tercecer, posisi lepasnya biasanya di lokasi peristiwa. Yang terlepas bagian yang terkena tekanan fisik tersebut.
  4. Tekanan mental: teror/intimidasi/bully, musibah.: ~ bagian Nafs terlepas/tercecer, posisi lepasnya biasanya di lokasi peristiwa. Dan biasanya melepas nafs yaqzhah di bagian fungsi yang terkait dengan persoalannya baik fungsi fisik maupun psikis. Sehingga karena tekanan mental bisa berakibat gangguan fisik ataupun mental.
  5. Ketertarikan yang amat sangat kepada sesuatu, baik yang diharamkan maupun yang awalnya mubah tetapi tidak dengan rambu syariat (berlebihan, mubadzir).: ~ bagian nafs ada yang tertahan di "dunia ketertarikan" itu. Misal:
    • Hubungan kholwat / saling suka dengan lawan jenis yang bukan mahram, maka ada bagian nafs-nya yang diikat oleh syaitan bersama nafs lawan jenisnya. Biasanya nafs yaqzhah bagian emotional perasaan.
    • Hobi yang sampai mendekati isrof bahkan tabdzir. Maka nafs yaqzhah terlepas di dunia yang disukainya itu. Untuk anak-anak, ini sangat rawan dan mudah terlepasnya. Contoh yang perlu ekstra hati-hati adalah: hobi permainan, hiburan, koleksi barang, dsb.

_____________________________


Nafs Itu Satu Kesatuan Yang Terpartisi

Nafs itu satu kesatuan yang terdiri dari beberapa bagian yang jumlahnya banyak, sebanyak fungsi-fungsi yang ada di dalam diri kita, baik fungsi fisik maupun psikis. Jika ada yang bermasalah karena cedera/terluka/terkontaminasi atau bahkan ada yang terlepas, maka itu akan melemahkan fungsi pada yang bermasalah tersebut. Baik masalah fisik ataupun psikis.

Apalagi jika tempat/ruang nafs itu digantikan oleh jin, maka kendali secara penuh dilakukan oleh mereka di bagian fungsi itu. Dan nafs ada yang primer dan sekunder, berdasarkan fungsinya.

___________________



Unsur Ghaib (lain-asing) Yang di Dalam Diri Manusia

Secara keberadaannya selain nafs bawaan asli, ada unsur ghaib lain/asing yang masuk ke dalam diri manusia. Dan itu ada dua kemungkinan:

1. Menempel di nafs tertentu (di bagian/fungsi tertentu di tubuh). Ini biasanya benda-benda ghaib yang dipasangkan (susuk, santet). Benda ghaib tsb dalam kondisi tertentu bisa berubah menjadi wujud fisik.
2. Menempati/menguasai ruang nafs yang hilang/terlepas. Ini biasanya jin. Atau bisa juga nafs orang lain walaupun kasusnya jarang terjadi.


Nafs Yang Terlepas Sejak Kecil

Ada nafs yang terlepas sejak kecil bahkan sejak lahir (baca kembali tentang: Jiwa Yang Tergadai). Bahkan ada juga yang sejak masih dalam kandungan ibunya.

Biasanya yang terlepas sejak kecil, diantara 5 jenis proses terganggu atau terlepasnya nafs itu karena sebab pertama yaitu perjanjian nasab dan secara khusus seperti ditumbalkan dan karena perlakuan ritual (adat) yang tidak sesuai dengan syariat. Akhirnya semakin memudahkan para jin menempati ruang kosong yang ditinggalkan nafs-nya itu.

Bagian nafs yang lepas, jika tidak kembali sementara jin-jin sudah pergi maka kemungkinan ada dua keadaan:
1. Kondisi fisik/mental akan (cepat/berangsur) melemah,
2. Ruang nafs itu akan dimanfaatkan/diisi oleh jin (kafir/fasiq) lainnya.


WaLLaahu a'lam bish showwaab, 
R. Rosyadi