Ruqyah mendakwahi via chatting WA oleh ustdz R. Rosyad.
Tokoh kartun yang jadi topik dalam dialog Terapi Quran via WA kali ini adalah sepasang tokoh di cerita Samurai X, cerita komik (manga) Jepang yang kemudian dibuatkan filmnya.
Kami tidak menampilkan gambar kedua tokoh itu, tetapi yang ingin tahu untuk mempelajari lebih dalam tentang apa itu Samurai X bisa lihat di:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Samurai_X
http://rurounikenshin.wikia.com/wiki/Kaoru_Kamiya
Dialog ini tercatat tanggal 12 Oktober 2017.
Berikut transkrip-nya setelah disetujui oleh yang bersangkutan dan setelah dirubah initial namanya dan penyesuaian redaksi tulisan tanpa mengubah makna. (Keterangan: beliau adalah seorang ibu dengan 3 anak).
________________
[12/10/2017 15:50] Mrs F: Assalaamu'alaikum.
Afwan ustadz, mengganggu...
Tanya, boleh yaaa
[12/10/2017 15:52] Mrs F: Emang saya salah ya kalau pasang Profil Picture WA tokoh kartun jepang ???
[12/10/2017 15:55] Mrs F: Saya dari SMP sudah suka film kartun Samurai X itu.
Suka dengan karakter tokoh di film itu.
Memang tidak boleh suka dengan kartun ???
[12/10/2017 15:56] Mrs F: Saya pasang Profil Pircture wa Kenshin Himura kok orang-orang pada japri protes sih...???
Salahnya di mana...?
[12/10/2017 17:13] R Rosyad: 1. Profil Picture itu bisa mewakili/menjadi bagian jati diri. Dan tokoh Kenshin di PP itu termasuk jenis lukisan makhluk bernyawa, ada hadits yang melarangnya. Malaikat (rahmat) juga tidak mau masuk tempat yang ada lukisan makhluk bernyawa.
Yang ikut memiliki apalagi "menikmati"nya akan ikut terkena masalah.
2. Tokoh yang diidolakan, secara grafis kuat "karakter"nya. Berpotensi disukai jin fasiq.
3. Cerita itu Fiksi alias rekaan fiktif/khayal dari yang membuatnya. Khayalan yang "diilhami" jin.
4. Kekuatan/katangkasan si tokoh hanya ada di dunia jin.
[12/10/2017 17:15] Mrs F: Jadi salah ya
Saya pikir cuma buat Profil Picture wa aja kan
[12/10/2017 17:15] R Rosyad: Sepertinya ada sosok yang sudah lama menyertai anda (Mrs. F) yang juga menjadikan Mrs. F menyukai dan mengidolakan si Kenshin
[12/10/2017 17:15] Mrs F: Iya ustadz, saya ganti
[12/10/2017 17:17] Mrs F: Saya suka sosok ksatria dengan samurai seperti itu
[12/10/2017 17:17] R Rosyad: Gambarnya juga didelete..
Trus koleksi-koleksi Manga-nya juga dihapus baik yang digital maupun yang komik kertas. Filmnya juga..
[12/10/2017 17:18] Mrs F: Kok sedih
[12/10/2017 17:18] Mrs F: Saya suka dan cinta sekali dengan sosok kenshin (emoticon mmenangis).
[12/10/2017 17:20] R Rosyad: BismiLLaahirrahmanirrahiim
Siapapun dirimu yang mencintai Kenshin yang sudah sejak lama ada di Mrs. F.. bertaubatlah kepada ALLaah swt..
Jadilah hambaNya yang baik, patuh, dan berjuang di jalanNya..
[12/10/2017 17:20] R Rosyad: Mrs. F akan membimbingmu..
[12/10/2017 17:20] Mrs F: (emoticon menangis banyak sekali).
[12/10/2017 17:20] Mrs F: kenapaaaaaaa....???
[12/10/2017 17:21] Mrs F: Ada jiwa kaori dalam tubuh ini
[12/10/2017 17:21] Mrs F: Kaori itu belahan jiwa Kenshin
[12/10/2017 17:22] R Rosyad: Iya Saya tahu..
Dan dirimu menempati ruang sukma/nafs Mrs F. Yang nafs Mrs. F ada di sana, di duniamu, sejak lama..
[12/10/2017 17:23] Mrs F: Trus apa salahnya aku di sini...
[12/10/2017 17:23] R Rosyad: Biarkan nafs Mrs. F kembali ke tempatnya semula.. itu fitrahnya.
Dan fitrahmu adalah kembali kepada tugas penciptaan kita, menyembah ALLaah swt.
[12/10/2017 17:24] R Rosyad: Selain bukan haknya dirimu ada di dalam diri mrs. F, kalian juga harusnya berIslam.. menyembah ALLaah swt yang telah menciptakan kita semua..
[12/10/2017 17:24] Mrs F: Aku sudah nyaman di sini
[12/10/2017 17:25] Mrs F: Aku tidak mengganggunya
[12/10/2017 17:26] R Rosyad: Kenyamananmu selama ini karena selama ini mrs. F belum paham bahwa ada yang salah menyukai kisah-kisah kalian dan masuk ke dunia kalian..
Tapi sekarang akan beda..
[12/10/2017 17:27] Mrs F: Itu karena kamu terlalu jauh ikut campur
[12/10/2017 17:27] Mrs F: Dia tidak akan tau jika kamu tidak banyak bicara
[12/10/2017 17:27] R Rosyad: BismiLLaahirrahmanirrahiim
Mrs. F, mari nyatakan dengan tegas bahwa dirimu tidak menyukai lagi semua yang ALLaah swt tidak meridhoiNya..
Istighfar, lalu nyatakan baro-ah..
[12/10/2017 17:29] R Rosyad: Istighfar...
Lalu ucapkan..
A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
Sesungguhnya Kami berlepas diri dari kalian dan dari segala yang disembah selain ALLaah
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
[12/10/2017 17:29] R Rosyad: Kembalilah kepada fitrah penciptaanmu.. Menyembah ALLaah
[12/10/2017 17:30] R Rosyad: Kaori..
Jadilah muslimah..
Ikutilah Mrs. F, nyatakan bersama pernyataan di atas itu..
[12/10/2017 17:30] R Rosyad: INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
INNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
*mINNAA BURO-AAA-U MINKUM WA MIMMAA TA'BUDUUNA MINDUUNILLAAH
[12/10/2017 17:30] Mrs F: Lalu bagaimana dengan Kenshin...?
[12/10/2017 17:31] R Rosyad: Kenshin, in syaaALLaah akan kita doakan. Semoga ALLaah swt memberinya juga hidayah..
Kemudian jadilah kalian pasangan muslim/muslimah yang berjuang di Jalan ALLaah
[12/10/2017 17:32] Mrs F: Baik, apa keuntungnnya kami mengikuti saranmu..?
[12/10/2017 17:33] R Rosyad: Kehidupan kita akan jauh lebih baik.. in syaaALLaah.
Dan akan ada kehidupan setelah dunia ini... yang sangat jauh lebih baik lagi..
[12/10/2017 17:33] R Rosyad: Dengarkan baik-baik..
(AUDIO: QS. Al-Maidah (5): 3 Alyauma akmaltu)
[12/10/2017 17:34] Mrs F: Tadinya aku ingin membawa Mrs. F ini ke jepang
[12/10/2017 17:35] Mrs F: Anak ini ingin sekali melihat bunga sakura dan gunung fuji
[12/10/2017 17:36] Mrs F: Baik... Baiklah... Saya mau ikuti saranmu
[12/10/2017 17:37] R Rosyad: Ikuti ini ...
[12/10/2017 17:38] R Rosyad: (AUDIO: TUNTUNAN SYAHADAT)
[12/10/2017 17:42] R Rosyad: Kaori, sebelum menyatakan keislamanmu
Baca dulu doa ini dulu. Sungguh-sungguh dari hatimu..
ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
Ya ALLaah lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam
ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
[12/10/2017 17:42] R Rosyad: Setelah itu nyatakanlah sungguh-sungguh dari hatimu.. ๐๐ป (AUDIO: TUNTUNAN SYAHADAT)
[12/10/2017 17:42] Mrs F: Baiklah
[12/10/2017 17:43] R Rosyad: (AUDIO: IKHTIAR NAFS)
๐๐ป
[12/10/2017 17:44] R Rosyad: Setelah itu baca ini..
Semoga nafs Mrs. F kembali ke tempatnya semula..
[12/10/2017 17:44] R Rosyad: ** sy sholat maghrib dulu..
[12/10/2017 18:07] R Rosyad: Mrs. F, PP-nya diganti yaa..
Pakai yg ada kalimat2 hikmah aja.
[12/10/2017 18:13] Mrs F: Iya baik ustadz
(Setelah sholat maghrib)
[12/10/2017 18:31] R Rosyad: Kelanjutan si Kaori tadi gimana?
[12/10/2017 18:36] Mrs F: Saya masih nyari buat ganti pp dulu, ustadz
[12/10/2017 18:58] Mrs F: Iya udah
[12/10/2017 18:58] Mrs F: Iya saya hanya ikuti aja semua petunjuk ustadz sampai selesai, lalu saya sholat maghrib
[12/10/2017 20:10] Mrs F: saya masih tidak faham, bagaimana sih ceritanya masak suka dengan tokoh kartun manga itu bisa sampai seperti itu...???
[12/10/2017 20:11] Mrs F: Apa karena terlalu menjiwai ketika menonton filmnya... terus nafsnya lepas...?
Trus bagaimana itu 'Kaori' bisa menempati ruangnya...?
[12/10/2017 20:14] Mrs F: Banyak tokoh kartun manga macam-macam, tapi tidak ada yang saya suka tuh...
Kecuali Kaori dan Kenshin saja...
Apa lagi saat SMK ada teman (beneran temen akrab sekali) namanya ARS...
Nah, yang memanggil saya pertama kali plus membiasakan saya dengan sebutan Kaori ya ARS
[12/10/2017 20:15] Mrs F: Lalu beliau minta saya memanggilnya Kenshin
[12/10/2017 20:16] Mrs F: ARS ini baik sekali kepada saya, dari awal masa orientasi siswa sampe sudah beda kelas juga kami saling support satu sama lain.
[12/10/2017 20:17] Mrs F: Semua teman-teman tahu. Teman dan guru panggil saya dengan nama kecil.
Hanya ARS yang panggil saya Kaori, kapan dan di manapun di depan siapapun.
[12/10/2017 20:19] R Rosyad: ARS itu juga penikmat manga Samurai X ?
[12/10/2017 20:20] Mrs F: Tepat sekali
[12/10/2017 20:20] Mrs F: ARS bilang...sosok dan karakter Kaori itu mirip saya
[12/10/2017 20:22] Mrs F: Sekedar tahu, saat itu ARS itu bintang di sekolah inceran semua perempuan-perempuan sampai kakak kelas mengejar dia...
Tapi ARS malah memilih saya... katanya suka karena saya sederhana dan apa adanya...
Kami cuma temenan kok tidak pacaran
[12/10/2017 20:22] Mrs F: ARS bilang nyaman deket saya... Senyaman Kenshin saat bersama Kaori
[12/10/2017 20:23] R Rosyad: Mrs. F mulai ngikuti manga itu sejak SMP kan..?
Kalau ARS juga sudah sejak lama mengikuti Samurai X, maka yang di ARS itu mungkin si Kenshin. Dan "mengenali" Kaori-nya yang di Mrs. F.
Kalo ditelusuri, kemungkinan besar ARS itu juga berlatar belakang nasab/kasab yang tidak jauh beda..
[12/10/2017 20:24] Mrs F: Kalau suka filmnya dari SMP
[12/10/2017 20:24] Mrs F: Tapi sebutan ke saya dengan nama Kaori itu saat SMK
[12/10/2017 20:24] Mrs F: Saat kamu bertemu dari awal masa orientasi siswa
[12/10/2017 20:25] R Rosyad: Iya. Begitulah prosesnya.
[12/10/2017 20:25] Mrs F: Saya juga tidak tahu mengapa ARS tidak mau memanggil saya selain nama Kaori
[12/10/2017 20:30] Mrs F: Bahkan ya... Waktu saya rambutnya panjang... ARS sampe minta saya kuncir rambut seperti Kaori, dan dia senang sekali liat saya di kuncir/jepit rambut dengan pita ala Kaori...
(padahal saya di bully oleh teman-teman krn katanya jadul dan kuno)
Tapi ARS suka dan senang sekali.
Katanya biarkan saja yang mengejek dan gak suka... Kamu cantik Kaori.
Kamu jauh lebih cantik dari mereka dan siapapun...
[12/10/2017 20:31] Mrs F: ARS itu sepertu malaikat pelindung, setiap saya butuh pertolongan, kesusahan, sedih, dan lain-lain... ARS selalu ada di samping saya...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ping...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ping...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ping...
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Ini Kaori sedih sekali
[12/10/2017 20:40] Mrs F: Saya harus bagimana ustadz...
[12/10/2017 20:41] R Rosyad: Kaori.. kamu tadi sudah bersyahadat kah?
[12/10/2017 20:41] Mrs F: Sudah
[12/10/2017 20:41] Mrs F: Aku ingin bersama Kenshin
[12/10/2017 20:42] Mrs F: Tolong pertemukan dan satukan aku dengan Kenshin
[12/10/2017 20:45] Mrs F: Iya Kaori... Tunggu sebentar... saya dan Ustadz Rosyad berusaha bantu kamu, In syaa Allah.
Kami bukan ingin menyakiti kamu
[12/10/2017 20:48] R Rosyad: Kaori, ayo kita sama-sama berdoa..
Tujukan doa ini juga kepada Kenshin yang di ARS itu..
AlhamduliLLaahi Robbil 'Aalamiin
Wash-sholaatu wassalaamu 'alaa nabiyyinaa Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shohbihii ajma'iin..
ALLoohumma yaa muqollibal quluub, tsabbit quluubanaa 'alaa diiniKa
Yaa ALLaah, yang membolak balikkan hati, tetapkanlah-mantapkanlah hati kami berada di jalan agamaMu
Yaa mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa 'alaa thoo'atiKa
Wahai Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati kami agar cenderung taat kepadaMu
ALLaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim
ALLaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim
ALLaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim
[12/10/2017 20:48] Mrs F: Gak Kaori... saya tidak bisa kalau saya yang harus datang dan menemui Kenshin. Saya juga tidak tahu dia di mana...
Biarkan ustadz yang membantu kamu ya... Dengan cara beliau... saya hanya bisa bantu doa...
Saya ikut sedih... saya bisa merasakan perasaan kamu sekarang ini... Berdoalah kepada ALLaah, semoga ALLaah menyatukan kalian...
[12/10/2017 20:49] Mrs F: Ini Kaori, ikuti saran ustadz ya, ayo kita berdoa bersama... In syaa ALLaah
[12/10/2017 20:50] R Rosyad: BismiLLaahirrahmanirrahiim
Kenshin.. kemarilah dengan kemudahan dari ALLaah..
A'uudzubiLLaahi minasy syaithaanir rajiim
Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir
Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir
Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir
Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir
Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir
Aynamaa takuunuu ya`ti bikumuLLaahu jamii'aa, innaLLaaha 'alaa kulli syai-in qodiir
[12/10/2017 20:53] R Rosyad: Kaori..
Jika Kenshin sdh di sini.. ajaklah dia untuk menerima Islam..
Perdengarkan juga audio di atas tadi ..
[12/10/2017 20:53] Mrs F: Maa syaa Allah... Saya dan Kaori bersama-sama melihat Kenshin (beberapa emoticon menangis)
[12/10/2017 20:54] Mrs F: Ayo kaori...ajaklah kenshin bersyahadat...
[12/10/2017 20:54] R Rosyad: Putarkan audio tentang Islam tadi..
(AUDIO: QS. Al- 5:3 Alyauma akmaltu)
[12/10/2017 20:55] Mrs F: Iya baik
[12/10/2017 20:55] R Rosyad: juga ini (AUDIO: DAKWAH - MA'RIFATULLAH, QS. Al-Hasyr (59): 22-24)
[12/10/2017 20:58] R Rosyad: Ajari doanya seperti tadi ...
[12/10/2017 20:58] R Rosyad: Doa lapang menerima Islam
Baca sungguh-sungguh dari hatimu..
ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
Ya ALLaah lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam
ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
ALLAAHUMMASY-ROH SHUDUURONAA LIL ISLAAM
[12/10/2017 21:00] R Rosyad: ๐๐ปKemdian bimbing dengan audio syahadat tadi..
[12/10/2017 21:00] Mrs F: Iya, tadi Kenshin sempat menolak karena belum tahu apa itu islam dan mengapa harus masuk islam
[12/10/2017 21:02] Mrs F: Alhamdulillah setelah di perdengarkan doa-doa tersebut Kenshin seperti tersentuh dan melembut...
Lalu mau mengucapkan syahadat...
[12/10/2017 21:02] Mrs F: Maa syaa Allah...
Kaori dan Kenshin sudah bersama sekarang... (emoticon menangis)
[12/10/2017 21:03] Mrs F: Wallahu'alam...ini sungguhan apa tidak sih...
Saya kok ikutan sedih terharu gini
[12/10/2017 21:03] R Rosyad: AlhamduliLLaahilladzii bini'matihii tatimmush shoolihaat..
[12/10/2017 21:03] R Rosyad: Langsung bacakan untuk ARS ikhtiar nafs...
[12/10/2017 21:04] R Rosyad: Atau ikuti audionya..
[12/10/2017 21:04] Mrs F: ARS...?
[12/10/2017 21:04] R Rosyad: Iya..
Kenshin itu menempati yang di ARS..
Ruang sukmanya selama ini ditempati Kenshin itu
[12/10/2017 21:05] Mrs F: Sama seperti kaori menempati ruang di tubuh saya ya?
[12/10/2017 21:05] R Rosyad: Dan nanti mereka berdua agar bergabung dengan jamaah jin yang sholih..
[12/10/2017 21:05] R Rosyad: Iya
[12/10/2017 21:05] Mrs F: Ya Allah... saya baru faham sekarang..
[12/10/2017 21:05] Mrs F: Terjawab sudah..
[12/10/2017 21:06] Mrs F: saya dengan ARS juga tidak mengerti selama ini... Mengapa kami bisa punya rasa dan jiwa yang sama
[12/10/2017 21:06] Mrs F: Tapi ini unik
[12/10/2017 21:06] Mrs F: Kami seperti sedang memainkan 2 tokoh dengan karakter yang bukan kami sebetulnya...
[12/10/2017 21:06] R Rosyad: Ikuti atau perdengarkan. Ajak Kenshin muslim dan Kaori muslimah itu untuk mengarahkan bacaan Ikhtiar Nafs ke ARS..
[12/10/2017 21:07] Mrs F: Iya baik
[12/10/2017 21:07] R Rosyad: Semoga semuanya kembali kepada fitrahnya
[12/10/2017 21:08] Mrs F: Pantas saja hubungan kami dekat dan akrab seolah kami sudah lama kenal dan bersama...
Ternyata ini
[12/10/2017 21:08] Mrs F: Maa syaa ALLaah laa quwwata illa biLLaah...
[12/10/2017 21:09] Mrs F: Aamiin Allahumma Aamiin
[12/10/2017 21:10] R Rosyad: Sudah dibaca / diperkenalkan audio ikhtiar nafs..?
Sekalian juga buat Mrs. F untuk ruang-ruang kosong yang lainnya..
[12/10/2017 21:10] R Rosyad: diperdengarkan
[12/10/2017 21:10] Mrs F: Iya
[12/10/2017 21:11] R Rosyad: Diulangi 2 - 3 kali..
[12/10/2017 21:11] Mrs F: Iya baik ustadz
[12/10/2017 21:27] R Rosyad: Mrs. F .. sudah ikhtiar nafs-nya?
[12/10/2017 21:28] Mrs F: Sudah ustadz, Alhamdulillah
[12/10/2017 21:29] Mrs F: Tadi saya lihat lagi gambar-gambar Kenshin dan Kaori, Kok beda
[12/10/2017 21:30] Mrs F: Gambar mereka tetap bagus saya suka.. Tapi rasanya kok datar saja begitu...biasa...
[12/10/2017 21:30] Mrs F: Tidak ada perasaan yang meluap-meluap di dada saya seperti sebelum-sebelumnya
[12/10/2017 21:33] R Rosyad: AlhamduliLLaah..
[12/10/2017 21:38] Mrs F: Mereka pergi dengan wajah yang bahagiaaaaa begitu
[12/10/2017 21:39] Mrs F: saya kok terharu ya dengab mereka..... itu nyata... Bukan kartun
[12/10/2017 21:41] Mrs F: Tadi pas saya ping..ping ustadz tadi... Kaori ini di belakang saya pakai kimono menangis-nangis minta ketemu kenshin...
Saya bingung...makanya langsung japri ustadz lagi
[12/10/2017 21:58] Mrs F: saya kan ngefans sama dia
[12/10/2017 21:58] R Rosyad: Doakan saja agar mereka bertemu dengan jamaah yang shalih, belajar agama di sana dan berdakwah sebagai bentuk syukur kepada ALLaah swt..
[12/10/2017 21:59] Mrs F: Iya ustadz, in syaa ALLaah
[12/10/2017 22:01] R Rosyad: Ngefans-nya disudahi. Karena sudah tahu hakikat sebenarnya.
Maka, dalam pendidikan anak-anak para sahabat menceritakan kisah-kisah nyata perjuangan mereka bersama Nabi di dalam dakwah dan pertempuran. Itu semua real bukan fiksi.
Rawannya cerita fiksi itu adalah adanya imajinasi dan "ilham" jin yang dimasukkan ke penulisnya, sutradaranya bahkan hingga pemerannya.
[12/10/2017 22:02] Mrs F: Iya ustadz... Sekarang sudah tidak
[12/10/2017 22:04] Mrs F: tadi saya lihat-lihat lagi pandang-pandangi lagi gambar kenshin tapi kok biasa dan datar aja, ya hanya gambar biasa... Tidak ada luapan-luapan batin (seperti didak ada jiwanya).
Tadinya tuh saya kalau lihat gambar Kenshin itu seperti melihat belahan jiwa,
Ternyata itu semua perasaannya Kaori
yang di dalam diri saya.
__________ SELESAI.
Baca juga:
Serial Tanya Jawab TQ Seputar Kartun
Tampilkan postingan dengan label Celah Syetan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celah Syetan. Tampilkan semua postingan
Sabtu
KAIDAH dan PERLAKUAN TERHADAP BENDA
Perlu dilihat/ditinjau dari:
1. Asal Bahan
Baik cara memperolehnya maupun jenis materialnya. Haq atau batil.
Contoh:
Pilihan perlakuannya:
2. Cara Memprosesnya
Apakah dengan ritual ataukah tidak.
Contoh:
Batik kuno, senjata kuno / tradisional.
Pilihan perlakuannya:
3. Fungsi
Menyerupai sesuatu yang dilarang syariat ataukah tidak.
Contoh:
Pilihan perlakuannya:
musnahkan secara total.
4. Bentuk/corak
Mengandung sesuatu yang dilarang syariat ataukah tidak.
Contoh:
Pilihan perlakuannya:
R. Rosyad
1. Asal Bahan
Baik cara memperolehnya maupun jenis materialnya. Haq atau batil.
Contoh:
- Guci. Ada yang terbuat murni dari tanah lempung; ada juga yang dicampur dengan tulang hewan.. (babi?) untuk mengeraskan.
- Senjata kuno, mรจtalnya bisa didapat lewat ilmu "menarik" secara ghaib dengan ritual tertentu.
Pilihan perlakuannya:
- Kembalikan ke alam dengan sebelumnya dirubah total dari bentuk awalnya atau
- Dikembalikan kepada kepentingan umum dan pihak tersebut bisa dipercaya.
2. Cara Memprosesnya
Apakah dengan ritual ataukah tidak.
Contoh:
Batik kuno, senjata kuno / tradisional.
Pilihan perlakuannya:
- Bacakan RID kemudian fungsikan sebagaimana mestinya dlm kebutuhan sehari-hari.
- Jika tidak bisa difungsikan sehari-hari, maka rehab dulu ke bentuk lain sehingga bisa dipakai/difungsikan sehari-hari.
3. Fungsi
Menyerupai sesuatu yang dilarang syariat ataukah tidak.
Contoh:
- souvenir (yang ternyata aslinya adalah jimat, kaligrafi berfungsi jimat sepenuhnya, bentuk sesembahan).
- asli jimat atau tolak bala
- asli sesembahan
Pilihan perlakuannya:
musnahkan secara total.
4. Bentuk/corak
Mengandung sesuatu yang dilarang syariat ataukah tidak.
Contoh:
- furnitur yang berukuran hewan/simbol kekufuran.
- guci bergambar atau berukir hewan/manusia.
- boneka/mainan berkarakter tokoh terkenal, hewan buas, mirip sekali dengan aslinya,
- kaos/sprei kain kasur sebagaimana boneka dan bersimbol kekufuran.
- pajangan yang berkarakter/bersimbol seperti di atas.
- rumah yang dipakai untuk ibadah agama lain.
- kaligrafi membentuk makhluk hidup, tercampur dengan simbol rajah/jimat.
- benda tiruan yang bentuknya seperti benda nomor (2).
Pilihan perlakuannya:
- hilangkan bagian-bagian yang tidak sesuai dengan kaidah syariat tersebut, kemudian difungsikan bendanya dalam kehidupan sehari-hari sesuai fungsinya.
- jika masih memungkinkan, rehab total dari bentuk semula menjadi bentuk lainnya yang aman dan bermanfaat.
- jika tidak memungkinkan, maka musnahkan secara total.
R. Rosyad
BATU AKIK
Batu Akik (dan Sejenisnya) Untuk Cincin Maupun Yang Masih Batu Bongkahan
Banyak kasus terkait orang yang memiliki batu akik dan sejenisnya (lak-laki maupun perempuan, tua-muda) baik sebelum saat booming batu maupun sesudahnya. Yang sempat masuk dalam data kami berjumlah ratusan orang, dan dari kami sendiri ada lebih dari 50 orang. Itu kami anggap sebagai persoalan yang perlu dipahami oleh banyak pihak terutama para terapis.
Pemilik sebagian besar tidak berkeyakinan kepada batu itu memiliki kekuatan istimewa/ghaib, mereka beralasan hanya karena senang/koleksi/hadiah. Ada yang jumlahnya satu-dua butir maupun yang koleksi jumlah banyak. Sebagian lainnya sempat memperdagangkannya.
Rata-rata pemiliknya mengalami gangguan fisik, mental-emosional, lemah ibadah, hingga kisruh rumah tangga. Kasus semakin bertambah saat booming batu satu-dua tahun terakhir ini..
Beberapa yang diterapi merasakan berkurang drastis masalahnya saat menghancurkan batu-batu koleksinya itu. Bahkan banyak yang tanpa perlu diruqyah secara khusus.
Sebagiannya lagi (dirinya/anggota keluarganya) merasa panas/nyeri saat membacakan-meniupkan ke batu-batu mereka dengan ayat kursi dan 3 QUL.
90% pemilik beragama baik dan tidak ada keyakinan sama sekali kepada batu-batu yang mereka miliki itu.
Demikian banyak dan seringnya, maka jika ada keluhan (apapun) yang kurun waktu munculnya sekitar 1 atau 2 tahun belakangan ini, biasanya diantara pertanyaan kami adalah "punya batu akik atau tidak?"
Banyak kasus terkait orang yang memiliki batu akik dan sejenisnya (lak-laki maupun perempuan, tua-muda) baik sebelum saat booming batu maupun sesudahnya. Yang sempat masuk dalam data kami berjumlah ratusan orang, dan dari kami sendiri ada lebih dari 50 orang. Itu kami anggap sebagai persoalan yang perlu dipahami oleh banyak pihak terutama para terapis.
Pemilik sebagian besar tidak berkeyakinan kepada batu itu memiliki kekuatan istimewa/ghaib, mereka beralasan hanya karena senang/koleksi/hadiah. Ada yang jumlahnya satu-dua butir maupun yang koleksi jumlah banyak. Sebagian lainnya sempat memperdagangkannya.
Rata-rata pemiliknya mengalami gangguan fisik, mental-emosional, lemah ibadah, hingga kisruh rumah tangga. Kasus semakin bertambah saat booming batu satu-dua tahun terakhir ini..
Beberapa yang diterapi merasakan berkurang drastis masalahnya saat menghancurkan batu-batu koleksinya itu. Bahkan banyak yang tanpa perlu diruqyah secara khusus.
Sebagiannya lagi (dirinya/anggota keluarganya) merasa panas/nyeri saat membacakan-meniupkan ke batu-batu mereka dengan ayat kursi dan 3 QUL.
90% pemilik beragama baik dan tidak ada keyakinan sama sekali kepada batu-batu yang mereka miliki itu.
Demikian banyak dan seringnya, maka jika ada keluhan (apapun) yang kurun waktu munculnya sekitar 1 atau 2 tahun belakangan ini, biasanya diantara pertanyaan kami adalah "punya batu akik atau tidak?"
Catt: di sini tidak terkait dengan pembahasan hukum cincin dan batu secara syariatnya.
________
Hadits Terkait dengan Cincin dan Mata Cincin
Jika dikumpulkan dari beberapa hadits tentang Nabi memakai cincin, maka bisa disimpulkan dan ditajmi' menjadi:
1. Awalnya Nabi pakai cincin dari emas/perak dengan diberi mata dari batu, memakainya di jari tangan kanan dengan batu menghadap telapak tangan. Kemudian Nabi membuangnya baik emasnya berikut batu-nya. Sambil mengatakan: "Demi ALLaah aku tidak akan memakainya lagi selama-lamanya ูุงููู ูุง ุฃูุจุณู ุฃุจุฏุง". Kemudian diikuti oleh orang-orang yang sebelumnya sempat ikut membuat dan memakainya.
2. Seandainya hadits tentang membuang cincin perak itu tidak rancu (tidak tertukar) dengan membuang cincin emas, kemungkinan besar kaitannya dengan batu yang menyertainya.
3. Saat dakwah sudah ke manca negara Nabi memakai cincin perak dengan mata dari perak juga yang bertuliskan Muhammad RasuluLLaah ู ุญู ุฏ ุฑุณูู ุงููู untuk tujuan sebagai stempel surat dan tidak pernah beliau memakainya sehari-hari.
4. Nabi menyarankan kepada laki-laki jika menginginkan pakai cincin agar memakai yang terbuat dari perak. Dan jika ingin memakaikan mata maka matanya juga dari perak dengan tidak menuliskan nama beliau.
5. Nabi melarang memakai cincin yang terbuat dari besi atau tembaga/kuningan.
____________
Beberapa Hadits tentang Cincin dan Mata Cincin.
ุญَุฏَّุซََูุง ุงَّْูููุซُ ุนَْู َูุงِูุนٍ ุนَْู ุงุจِْู ุนُู َุฑَ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู َุง
ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุงุตْุทََูุนَ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ุฐََูุจٍ ََููุงَู َْููุจَุณُُู ََููุฌْุนَُู َูุตَُّู ِูู ุจَุงุทِِู َِِّููู َูุตََูุนَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َ ุซُู َّ ุฅَُِّูู ุฌََูุณَ ุนََูู ุงْูู ِْูุจَุฑِ ََููุฒَุนَُู ََููุงَู ุฅِِّูู ُْููุชُ ุฃَْูุจَุณُ َูุฐَุง ุงْูุฎَุงุชِู َ َูุฃَุฌْุนَُู َูุตَُّู ู ِْู ุฏَุงุฎٍِู َูุฑَู َู ุจِِู ุซُู َّ َูุงَู َูุงَِّููู َูุง ุฃَْูุจَุณُُู ุฃَุจَุฏًุง ََููุจَุฐَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َُูู ْ
Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliyallahu'anhuma, bahwasanya RasuluLLaah ShallaLLaahu 'alaihiwasallam membuat cincin dari bahan emas. Cincin itu sering beliau pakai, dan beliau letakkan mata cincinnya di bagian dalam telapak tangannya. Orang-orang pun menirunya dan membuat cincin, kemudian beliau duduk diatas minbar dan mencopot cincinnya seraya mengatakan: "sesungguhnya aku selalu memakai cincin ini, dan aku meletakkan mata cincinnya di bagian dalam" kemudian beliau melemparkannya, sambil berkata: "Demi Allah, saya tidak akan memakainya selama-lamanya." Kontan para sahabat membuang cincin-cincin mereka.
(HR. Bukhari: 6160, Muslim: 3898)
ุฃَุฎْุจَุฑََูุง ู َุนْู َุฑٌ ุนَْู ุฃَُّููุจَ ุนَْู َูุงِูุนٍ ุนَِู ุงุจِْู ุนُู َุฑَ َูุงَู
ุงุชَّุฎَุฐَ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ุฐََูุจٍ َูุตََูุนَ َูุตَُّู ู ِْู ุฏَุงุฎٍِู َูุงَู َูุจََْููุง َُูู َูุฎْุทُุจُ ุฐَุงุชَ َْููู ٍ َูุงَู ุฅِِّูู ُْููุชُ ุตََูุนْุชُ ุฎَุงุชَู ًุง َُْูููุชُ ุฃَْูุจَุณُُู َูุฃَุฌْุนَُู َูุตَُّู ู ِْู ุฏَุงุฎٍِู َูุฅِِّูู َูุงَِّููู َูุง ุฃَْูุจَุณُُู ุฃَุจَุฏًุง ََููุจَุฐَُู ََููุจَุฐَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َُูู ْ
Telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ayub dari Nafi' dari Ibnu Umar dia berkata; RasuluLLaah ShallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin emas dan meletakkan batu mata cincinnya berada dalam (telapak tangannya). Suatu hari ketika beliau berkhuthbah, beliau bersabda: " Memang kemarin saya telah mempunyai cincin dan memakainya, dan kuletakkan batu matanya dalam telapak tangan, Saya demi ALLaah, tidak memakai lagi selama-lamanya." Maka beliau kemudian menanggalkannya, lalu orang-orang pun mengikutinya.
(HR. Ahmad: 6049)
َ ุนَْู ุงุจِْู ุดَِูุงุจٍ ุนَْู ุฃََูุณِ ุจِْู ู َุงٍِูู
ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุจِุณَ ุฎَุงุชَู َ ِูุถَّุฉٍ ِูู َูู ِِِููู ِِููู َูุตٌّ ุญَุจَุดٌِّู َูุงَู َูุฌْุนَُู َูุตَُّู ู ِู َّุง َِููู ََُّููู
Dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik bahwa RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin perak bermata batu Habsyi di tangan kanannya. Beliau meletakkan mata cincinnya di sebelah dalam telapak tangannya.
(HR. Muslim: 3908)
ุนَْู ุงุจِْู ุดَِูุงุจٍ َูุงَู ุญَุฏَّุซَِูู ุฃََูุณُ ุจُْู ู َุงٍِูู ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْูู
ุฃََُّูู ุฑَุฃَู ِูู َูุฏِ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู َูุฑٍِู َْููู ًุง َูุงุญِุฏًุง ุซُู َّ ุฅَِّู ุงَّููุงุณَ ุงุตْุทََูุนُูุง ุงْูุฎََูุงุชِูู َ ู ِْู َูุฑٍِู ََููุจِุณَُููุง َูุทَุฑَุญَ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฎَุงุชَู َُู َูุทَุฑَุญَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َُูู ْ
Dari Ibnu Syihab dia berkata; telah menceritakan kepadaku Anas bin Malik radhiyaLLaahu 'anhu bahwa dia pernah melihat RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin perak di tangannya selama satu hari, kemudian orang-orang pun ikut membuat cincin dari perak dan memakainya, lalu RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam pun membuang cincin tersebut dan orang-orang pun ikut membuang cincin yang mereka kenakan."
(HR. Bukhari: 5419, Muslim: 3905)
ุนَْู ุฃَุจِู ุจِุดْุฑٍ ุนَْู َูุงِูุนٍ ุนَْู ุงุจِْู ุนُู َุฑَ
ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุงุชَّุฎَุฐَ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ุฐََูุจٍ ََููุงَู ุฌَุนََู َูุตَُّู ِูู ุจَุงุทِِู َِِّููู َูุงุชَّุฎَุฐَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َ ู ِْู ุฐََูุจٍ َูุทَุฑَุญَُู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุทَุฑَุญَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َُูู ْ َูุงุชَّุฎَุฐَ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ِูุถَّุฉٍ ََููุงَู َูุฎْุชِู ُ ุจِِู ََููุง َْููุจَุณُُู
Dari Abu Bisyr dari Nafi' dari Ibnu Umar berkata, "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin emas, dan beliau menghadapkan mata cincinnya ke arah telapak tangannya. Lalu orang-orang ikut memakai cincin dari emas, maka RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam pun membuang cincinnya dan diikuti oleh mereka. Setelah itu beliau membuat cincin dari perak yang beliau gunakan untuk menstempel, dan tidak memakainya."
(HR. Nasa'i: 5197).
ุนَْู ุฃََูุณٍ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْูู
ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู ุฎَุงุชَู ُُู ู ِْู ِูุถَّุฉٍ ََููุงَู َูุตُُّู ู ُِْูู
Dari Anas radhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam memiliki cincin yang terbuat dari perak sedangkan batu cincinnya dari perak juga.
(HR. Bukhari: 5421)
ุนَْู ุณَุนِูุฏٍ ุนَْู َูุชَุงุฏَุฉَ ุนَْู ุฃََูุณِ ุจِْู ู َุงٍِูู َูุงَู
ุฃَุฑَุงุฏَ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃَْู َْููุชُุจَ ุฅَِูู ุจَุนْุถِ ุงْูุฃَุนَุงุฌِู ِ ََِูููู َُูู ุฅَُِّููู ْ َูุง َْููุฑَุกَُูู ِูุชَุงุจًุง ุฅَِّูุง ุจِุฎَุงุชَู ٍ َูุงุชَّุฎَุฐَ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ِูุถَّุฉٍ َََูููุดَ ِِููู ู ُุญَู َّุฏٌ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู
ุญَุฏَّุซََูุง َْููุจُ ุจُْู ุจََِّููุฉَ ุนَْู ุฎَุงِูุฏٍ ุนَْู ุณَุนِูุฏٍ ุนَْู َูุชَุงุฏَุฉَ ุนَْู ุฃََูุณٍ ุจِู َุนَْูู ุญَุฏِูุซِ ุนِูุณَู ุจِْู ُُูููุณَ ุฒَุงุฏَ ََููุงَู ِูู َูุฏِِู ุญَุชَّู ُูุจِุถَ َِููู َูุฏِ ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ ุญَุชَّู ُูุจِุถَ َِููู َูุฏِ ุนُู َุฑَ ุญَุชَّู ُูุจِุถَ َِููู َูุฏِ ุนُุซْู َุงَู َูุจََْููู َุง َُูู ุนِْูุฏَ ุจِุฆْุฑٍ ุฅِุฐْ ุณََูุทَ ِูู ุงْูุจِุฆْุฑِ َูุฃَู َุฑَ ุจَِูุง َُููุฒِุญَุชْ ََููู ْ َْููุฏِุฑْ ุนََِْููู
Dari Qatadah dari Anas bin Malik ia berkata, "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam ingin menulis surat untuk orang-orang di luar arab, lalu dikatakan kepada beliau, "Sesungguhnya mereka tidak mau membaca surat tanpa ada setempelnya." RasuluLLaah kemudian membuat cincin dari perak dan memberi ukiran Muhammad RasuluLLaah." Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyyah dari Khalid dari Sa'id dari Qatadah dari Anas sebagaimana makna hadits Isa bin Yunus. Namun ia menambahkan, "cincin itu tetap berada dijarinya hingga meninggal, lalu pindah ke Abu Bakar hingga meninggal, lalu pindah ke Umar hingga meninggal, lalu pindah ke tangan Utsman. Dan ketika Utsman sedang berada di dekat sumur, cincin itu jatuh. Utsman memerintahkan untuk mencarinya namun tidak ketemu."
(HR. Abu Daud: 3681)
ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงَِّููู ุจُْู ุจُุฑَْูุฏَุฉَ ุนَْู ุฃَุจِِูู
ุฃََّู ุฑَุฌًُูุง ุฌَุงุกَ ุฅَِูู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุนََِْููู ุฎَุงุชَู ٌ ู ِْู ุญَุฏِูุฏٍ ََููุงَู ู َุง ِูู ุฃَุฑَู ุนَََْููู ุญَِْููุฉَ ุฃَِْูู ุงَّููุงุฑِ َูุทَุฑَุญَُู ุซُู َّ ุฌَุงุกَُู َูุนََِْููู ุฎَุงุชَู ٌ ู ِْู ุดَุจٍَู ََููุงَู ู َุง ِูู ุฃَุฌِุฏُ ู َِْูู ุฑِูุญَ ุงْูุฃَุตَْูุงู ِ َูุทَุฑَุญَُู َูุงَู َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ู ِْู ุฃَِّู ุดَْูุกٍ ุฃَุชَّุฎِุฐُُู َูุงَู ู ِْู َูุฑٍِู ََููุง ุชُุชِู َُّู ู ِุซَْูุงًูุง
Telah menceritakan kepada kami AbduLLaah bin Buraidah dari Bapaknya berkata, "Seorang laki-laki datang menemui Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam, sementara pada jarinya terdapat cincin dari besi. Beliau bersabda: "Kenapa aku melihat perhiasan ahli neraka pada tanganmu?" laki-laki itu pun membuang cincinnya, setelah itu ia datang kembali dan di tangannya terdapat cincin dari tembaga, beliau lalu bersabda: "Kenapa aku mendapati bau berhala darimu?" laki-laki itu lalu membuang cincinnya seraya berkata, "Wahai RasuluLLaah, lalu aku harus memakai cincin dari apa?" Beliau menjawab: "Perak, dan jangan engkau genapkan (nilai cincin itu) menjadi satu mitsqal."
(HR. Nasa'i: 5100)
R. Rosyad
Baca juga (klik):
Tanya Jawab Seputar Batu.
________
Hadits Terkait dengan Cincin dan Mata Cincin
Jika dikumpulkan dari beberapa hadits tentang Nabi memakai cincin, maka bisa disimpulkan dan ditajmi' menjadi:
1. Awalnya Nabi pakai cincin dari emas/perak dengan diberi mata dari batu, memakainya di jari tangan kanan dengan batu menghadap telapak tangan. Kemudian Nabi membuangnya baik emasnya berikut batu-nya. Sambil mengatakan: "Demi ALLaah aku tidak akan memakainya lagi selama-lamanya ูุงููู ูุง ุฃูุจุณู ุฃุจุฏุง". Kemudian diikuti oleh orang-orang yang sebelumnya sempat ikut membuat dan memakainya.
2. Seandainya hadits tentang membuang cincin perak itu tidak rancu (tidak tertukar) dengan membuang cincin emas, kemungkinan besar kaitannya dengan batu yang menyertainya.
3. Saat dakwah sudah ke manca negara Nabi memakai cincin perak dengan mata dari perak juga yang bertuliskan Muhammad RasuluLLaah ู ุญู ุฏ ุฑุณูู ุงููู untuk tujuan sebagai stempel surat dan tidak pernah beliau memakainya sehari-hari.
4. Nabi menyarankan kepada laki-laki jika menginginkan pakai cincin agar memakai yang terbuat dari perak. Dan jika ingin memakaikan mata maka matanya juga dari perak dengan tidak menuliskan nama beliau.
5. Nabi melarang memakai cincin yang terbuat dari besi atau tembaga/kuningan.
____________
Beberapa Hadits tentang Cincin dan Mata Cincin.
ุญَุฏَّุซََูุง ุงَّْูููุซُ ุนَْู َูุงِูุนٍ ุนَْู ุงุจِْู ุนُู َุฑَ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู َุง
ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุงุตْุทََูุนَ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ุฐََูุจٍ ََููุงَู َْููุจَุณُُู ََููุฌْุนَُู َูุตَُّู ِูู ุจَุงุทِِู َِِّููู َูุตََูุนَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َ ุซُู َّ ุฅَُِّูู ุฌََูุณَ ุนََูู ุงْูู ِْูุจَุฑِ ََููุฒَุนَُู ََููุงَู ุฅِِّูู ُْููุชُ ุฃَْูุจَุณُ َูุฐَุง ุงْูุฎَุงุชِู َ َูุฃَุฌْุนَُู َูุตَُّู ู ِْู ุฏَุงุฎٍِู َูุฑَู َู ุจِِู ุซُู َّ َูุงَู َูุงَِّููู َูุง ุฃَْูุจَุณُُู ุฃَุจَุฏًุง ََููุจَุฐَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َُูู ْ
Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliyallahu'anhuma, bahwasanya RasuluLLaah ShallaLLaahu 'alaihiwasallam membuat cincin dari bahan emas. Cincin itu sering beliau pakai, dan beliau letakkan mata cincinnya di bagian dalam telapak tangannya. Orang-orang pun menirunya dan membuat cincin, kemudian beliau duduk diatas minbar dan mencopot cincinnya seraya mengatakan: "sesungguhnya aku selalu memakai cincin ini, dan aku meletakkan mata cincinnya di bagian dalam" kemudian beliau melemparkannya, sambil berkata: "Demi Allah, saya tidak akan memakainya selama-lamanya." Kontan para sahabat membuang cincin-cincin mereka.
(HR. Bukhari: 6160, Muslim: 3898)
ุฃَุฎْุจَุฑََูุง ู َุนْู َุฑٌ ุนَْู ุฃَُّููุจَ ุนَْู َูุงِูุนٍ ุนَِู ุงุจِْู ุนُู َุฑَ َูุงَู
ุงุชَّุฎَุฐَ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ุฐََูุจٍ َูุตََูุนَ َูุตَُّู ู ِْู ุฏَุงุฎٍِู َูุงَู َูุจََْููุง َُูู َูุฎْุทُุจُ ุฐَุงุชَ َْููู ٍ َูุงَู ุฅِِّูู ُْููุชُ ุตََูุนْุชُ ุฎَุงุชَู ًุง َُْูููุชُ ุฃَْูุจَุณُُู َูุฃَุฌْุนَُู َูุตَُّู ู ِْู ุฏَุงุฎٍِู َูุฅِِّูู َูุงَِّููู َูุง ุฃَْูุจَุณُُู ุฃَุจَุฏًุง ََููุจَุฐَُู ََููุจَุฐَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َُูู ْ
Telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ayub dari Nafi' dari Ibnu Umar dia berkata; RasuluLLaah ShallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin emas dan meletakkan batu mata cincinnya berada dalam (telapak tangannya). Suatu hari ketika beliau berkhuthbah, beliau bersabda: " Memang kemarin saya telah mempunyai cincin dan memakainya, dan kuletakkan batu matanya dalam telapak tangan, Saya demi ALLaah, tidak memakai lagi selama-lamanya." Maka beliau kemudian menanggalkannya, lalu orang-orang pun mengikutinya.
(HR. Ahmad: 6049)
َ ุนَْู ุงุจِْู ุดَِูุงุจٍ ุนَْู ุฃََูุณِ ุจِْู ู َุงٍِูู
ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุจِุณَ ุฎَุงุชَู َ ِูุถَّุฉٍ ِูู َูู ِِِููู ِِููู َูุตٌّ ุญَุจَุดٌِّู َูุงَู َูุฌْุนَُู َูุตَُّู ู ِู َّุง َِููู ََُّููู
Dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik bahwa RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin perak bermata batu Habsyi di tangan kanannya. Beliau meletakkan mata cincinnya di sebelah dalam telapak tangannya.
(HR. Muslim: 3908)
ุนَْู ุงุจِْู ุดَِูุงุจٍ َูุงَู ุญَุฏَّุซَِูู ุฃََูุณُ ุจُْู ู َุงٍِูู ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْูู
ุฃََُّูู ุฑَุฃَู ِูู َูุฏِ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู َูุฑٍِู َْููู ًุง َูุงุญِุฏًุง ุซُู َّ ุฅَِّู ุงَّููุงุณَ ุงุตْุทََูุนُูุง ุงْูุฎََูุงุชِูู َ ู ِْู َูุฑٍِู ََููุจِุณَُููุง َูุทَุฑَุญَ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฎَุงุชَู َُู َูุทَุฑَุญَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َُูู ْ
Dari Ibnu Syihab dia berkata; telah menceritakan kepadaku Anas bin Malik radhiyaLLaahu 'anhu bahwa dia pernah melihat RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin perak di tangannya selama satu hari, kemudian orang-orang pun ikut membuat cincin dari perak dan memakainya, lalu RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam pun membuang cincin tersebut dan orang-orang pun ikut membuang cincin yang mereka kenakan."
(HR. Bukhari: 5419, Muslim: 3905)
ุนَْู ุฃَุจِู ุจِุดْุฑٍ ุนَْู َูุงِูุนٍ ุนَْู ุงุจِْู ุนُู َุฑَ
ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุงุชَّุฎَุฐَ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ุฐََูุจٍ ََููุงَู ุฌَุนََู َูุตَُّู ِูู ุจَุงุทِِู َِِّููู َูุงุชَّุฎَุฐَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َ ู ِْู ุฐََูุจٍ َูุทَุฑَุญَُู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุทَุฑَุญَ ุงَّููุงุณُ ุฎََูุงุชِูู َُูู ْ َูุงุชَّุฎَุฐَ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ِูุถَّุฉٍ ََููุงَู َูุฎْุชِู ُ ุจِِู ََููุง َْููุจَุณُُู
Dari Abu Bisyr dari Nafi' dari Ibnu Umar berkata, "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam memakai cincin emas, dan beliau menghadapkan mata cincinnya ke arah telapak tangannya. Lalu orang-orang ikut memakai cincin dari emas, maka RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam pun membuang cincinnya dan diikuti oleh mereka. Setelah itu beliau membuat cincin dari perak yang beliau gunakan untuk menstempel, dan tidak memakainya."
(HR. Nasa'i: 5197).
ุนَْู ุฃََูุณٍ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْูู
ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู ุฎَุงุชَู ُُู ู ِْู ِูุถَّุฉٍ ََููุงَู َูุตُُّู ู ُِْูู
Dari Anas radhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam memiliki cincin yang terbuat dari perak sedangkan batu cincinnya dari perak juga.
(HR. Bukhari: 5421)
ุนَْู ุณَุนِูุฏٍ ุนَْู َูุชَุงุฏَุฉَ ุนَْู ุฃََูุณِ ุจِْู ู َุงٍِูู َูุงَู
ุฃَุฑَุงุฏَ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃَْู َْููุชُุจَ ุฅَِูู ุจَุนْุถِ ุงْูุฃَุนَุงุฌِู ِ ََِูููู َُูู ุฅَُِّููู ْ َูุง َْููุฑَุกَُูู ِูุชَุงุจًุง ุฅَِّูุง ุจِุฎَุงุชَู ٍ َูุงุชَّุฎَุฐَ ุฎَุงุชَู ًุง ู ِْู ِูุถَّุฉٍ َََูููุดَ ِِููู ู ُุญَู َّุฏٌ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู
ุญَุฏَّุซََูุง َْููุจُ ุจُْู ุจََِّููุฉَ ุนَْู ุฎَุงِูุฏٍ ุนَْู ุณَุนِูุฏٍ ุนَْู َูุชَุงุฏَุฉَ ุนَْู ุฃََูุณٍ ุจِู َุนَْูู ุญَุฏِูุซِ ุนِูุณَู ุจِْู ُُูููุณَ ุฒَุงุฏَ ََููุงَู ِูู َูุฏِِู ุญَุชَّู ُูุจِุถَ َِููู َูุฏِ ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ ุญَุชَّู ُูุจِุถَ َِููู َูุฏِ ุนُู َุฑَ ุญَุชَّู ُูุจِุถَ َِููู َูุฏِ ุนُุซْู َุงَู َูุจََْููู َุง َُูู ุนِْูุฏَ ุจِุฆْุฑٍ ุฅِุฐْ ุณََูุทَ ِูู ุงْูุจِุฆْุฑِ َูุฃَู َุฑَ ุจَِูุง َُููุฒِุญَุชْ ََููู ْ َْููุฏِุฑْ ุนََِْููู
Dari Qatadah dari Anas bin Malik ia berkata, "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam ingin menulis surat untuk orang-orang di luar arab, lalu dikatakan kepada beliau, "Sesungguhnya mereka tidak mau membaca surat tanpa ada setempelnya." RasuluLLaah kemudian membuat cincin dari perak dan memberi ukiran Muhammad RasuluLLaah." Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyyah dari Khalid dari Sa'id dari Qatadah dari Anas sebagaimana makna hadits Isa bin Yunus. Namun ia menambahkan, "cincin itu tetap berada dijarinya hingga meninggal, lalu pindah ke Abu Bakar hingga meninggal, lalu pindah ke Umar hingga meninggal, lalu pindah ke tangan Utsman. Dan ketika Utsman sedang berada di dekat sumur, cincin itu jatuh. Utsman memerintahkan untuk mencarinya namun tidak ketemu."
(HR. Abu Daud: 3681)
ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงَِّููู ุจُْู ุจُุฑَْูุฏَุฉَ ุนَْู ุฃَุจِِูู
ุฃََّู ุฑَุฌًُูุง ุฌَุงุกَ ุฅَِูู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุนََِْููู ุฎَุงุชَู ٌ ู ِْู ุญَุฏِูุฏٍ ََููุงَู ู َุง ِูู ุฃَุฑَู ุนَََْููู ุญَِْููุฉَ ุฃَِْูู ุงَّููุงุฑِ َูุทَุฑَุญَُู ุซُู َّ ุฌَุงุกَُู َูุนََِْููู ุฎَุงุชَู ٌ ู ِْู ุดَุจٍَู ََููุงَู ู َุง ِูู ุฃَุฌِุฏُ ู َِْูู ุฑِูุญَ ุงْูุฃَุตَْูุงู ِ َูุทَุฑَุญَُู َูุงَู َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ู ِْู ุฃَِّู ุดَْูุกٍ ุฃَุชَّุฎِุฐُُู َูุงَู ู ِْู َูุฑٍِู ََููุง ุชُุชِู َُّู ู ِุซَْูุงًูุง
Telah menceritakan kepada kami AbduLLaah bin Buraidah dari Bapaknya berkata, "Seorang laki-laki datang menemui Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam, sementara pada jarinya terdapat cincin dari besi. Beliau bersabda: "Kenapa aku melihat perhiasan ahli neraka pada tanganmu?" laki-laki itu pun membuang cincinnya, setelah itu ia datang kembali dan di tangannya terdapat cincin dari tembaga, beliau lalu bersabda: "Kenapa aku mendapati bau berhala darimu?" laki-laki itu lalu membuang cincinnya seraya berkata, "Wahai RasuluLLaah, lalu aku harus memakai cincin dari apa?" Beliau menjawab: "Perak, dan jangan engkau genapkan (nilai cincin itu) menjadi satu mitsqal."
(HR. Nasa'i: 5100)
R. Rosyad
Baca juga (klik):
Tanya Jawab Seputar Batu.
Selasa
Aku Sesuai Prasangka Hamba-Ku Kepada-Ku
Ana 'inda zhonni 'abdiy biyya
Lanjutan dari tulisan sebelumnya "KOREKSI"
Hadits Ana 'inda zhonni 'abdiy biyya itu harus disebutkan dulu secara lengkap. Karena hal tersebut dimaksudkan dengan keimanan dan keyakinan kepada ALLaah swt, berupaya selalu mendekat (taqorrub) dan mengingat (berdzikir) kepadaNya.
Husnuzh zhan kepada ALLaah swt adalah beriman dan yakin kepadaNya bahwa segala ketetapan dan keputusanNya itu adalah kebaikan semata bagi diri kita. Sehingga kita menjaga diri dengan selalu mengingatNya, mendekatkan diri dan selalu memohon pertolongan-Nya.
ุนู ุฌَุงุจِุฑَ ุจَْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู ุฃูู َُُูููู ุณَู ِุนْุชُ ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َُُูููู َูุง َูู ُูุชََّู ุฃَุญَุฏُُูู ْ ุฅَِّูุง ََُููู ُูุญْุณُِู ุงูุธََّّู ุจِุงَِّููู
Dari Jabir bin AbdiLLaah bahwa dia berkata: aku mendengar RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersbda: "Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnuzh zhon pada ALLaah.
(HR. Ahmad no. 14053, Muslim juga meriwayatkan dengan redaksi ََُููู ُูุญْุณُِู ุจِุงَِّููู ุงูุธََّّู )
Hadits-hadits terkait dengan
AKU sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ َูุงَู
َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َُُูููู ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู ุฃََูุง ุนِْูุฏَ ุธَِّู ุนَุจْุฏِู ุจِู َูุฃََูุง ู َุนَُู ุญَِูู َูุฐُْูุฑُِูู ุฅِْู ุฐََูุฑَِูู ِูู َْููุณِِู ุฐََูุฑْุชُُู ِูู َْููุณِู َูุฅِْู ุฐََูุฑَِูู ِูู ู ََูุฅٍ ุฐََูุฑْุชُُู ِูู ู ََูุฅٍ ُูู ْ ุฎَْูุฑٌ ู ُِْููู ْ َูุฅِْู ุชََูุฑَّุจَ ู ِِّูู ุดِุจْุฑًุง ุชََูุฑَّุจْุชُ ุฅَِِْููู ุฐِุฑَุงุนًุง َูุฅِْู ุชََูุฑَّุจَ ุฅََِّูู ุฐِุฑَุงุนًุง ุชََูุฑَّุจْุชُ ู ُِْูู ุจَุงุนًุง َูุฅِْู ุฃَุชَุงِูู َูู ْุดِู ุฃَุชَْูุชُُู َูุฑََْููุฉً
Dari Abu Hurairah dia berkata; Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: "ALLaah 'azza wajalla berfirman; 'Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil."
(HR. Al-Bukhari: 6586, Muslim: 4832)
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ
ุนَْู ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃََُّูู َูุงَู َูุงَู ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู ุฃََูุง ุนِْูุฏَ ุธَِّู ุนَุจْุฏِู ุจِู َูุฃََูุง ู َุนَُู ุญَْูุซُ َูุฐُْูุฑُِูู َูุงَِّููู ََُّููู ุฃَْูุฑَุญُ ุจِุชَْูุจَุฉِ ุนَุจْุฏِِู ู ِْู ุฃَุญَุฏُِูู ْ َูุฌِุฏُ ุถَุงَّูุชَُู ุจِุงََْูููุงุฉِ َูู َْู ุชََูุฑَّุจَ ุฅََِّูู ุดِุจْุฑًุง ุชََูุฑَّุจْุชُ ุฅَِِْููู ุฐِุฑَุงุนًุง َูู َْู ุชََูุฑَّุจَ ุฅََِّูู ุฐِุฑَุงุนًุง ุชََูุฑَّุจْุชُ ุฅَِِْููู ุจَุงุนًุง َูุฅِุฐَุง ุฃَْูุจََู ุฅََِّูู َูู ْุดِู ุฃَْูุจَْูุชُ ุฅَِِْููู ุฃَُูุฑُِْูู
Dari Abu Hurairah dari RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: 'ALLaah ta'ala berfirman: Aku bersama persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Demi ALLaah, ALLaah Ta'ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang di suatu tempat yang luas. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari kecil.'
(HR. Muslim: 4927)
___________________________
Banyak yang memaksakan hadits-hadits itu sebagai dalil dari teori "Anda Adalah Seperti Yang Anda Pikirkan".
Prasangka kepada ALLaah Yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya prasangka (iman, yakin, amal) berubah menjadi kekuatan pikiran.
Jika ini dibiarkan dan tidak dikembalikan kepada tempatnya lagi bisa berubah sebagi ungkapan-ungkapan yang meniadakan ALLaah swt dalam kehidupannya. Yang ada adalah semua tergantung pikiran kita sendiri. Kalau pikiran buruk maka keburukan akan mengenai kita, dan jika pikiran baik (positif) maka kebaikan akan kita dapatkan.
Padahal, hadits-hadits shahih yang terkait dengan kalimat ุฃََูุง ุนِْูุฏَ ุธَِّู ุนَุจْุฏِู ุจِู 'Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, itu berhubungan dengan:
Jadi, prasangka di situ tidak kosongan terserah manusianya mau bagaimana maka akan terjadi seperti itu.
Segala sesuatunya bi masyii-atiLLaah ุจู ุดูุฆุฉ ุงููู (dengan kehendak ALLaah) dan kita harus menyatakan itu dalam niat, pikiran, tindakan, permintaan dan harapan.
R. Rosyad
Lanjutan dari tulisan sebelumnya "KOREKSI"
Hadits Ana 'inda zhonni 'abdiy biyya itu harus disebutkan dulu secara lengkap. Karena hal tersebut dimaksudkan dengan keimanan dan keyakinan kepada ALLaah swt, berupaya selalu mendekat (taqorrub) dan mengingat (berdzikir) kepadaNya.
Husnuzh zhan kepada ALLaah swt adalah beriman dan yakin kepadaNya bahwa segala ketetapan dan keputusanNya itu adalah kebaikan semata bagi diri kita. Sehingga kita menjaga diri dengan selalu mengingatNya, mendekatkan diri dan selalu memohon pertolongan-Nya.
ุนู ุฌَุงุจِุฑَ ุจَْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู ุฃูู َُُูููู ุณَู ِุนْุชُ ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َُُูููู َูุง َูู ُูุชََّู ุฃَุญَุฏُُูู ْ ุฅَِّูุง ََُููู ُูุญْุณُِู ุงูุธََّّู ุจِุงَِّููู
Dari Jabir bin AbdiLLaah bahwa dia berkata: aku mendengar RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersbda: "Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnuzh zhon pada ALLaah.
(HR. Ahmad no. 14053, Muslim juga meriwayatkan dengan redaksi ََُููู ُูุญْุณُِู ุจِุงَِّููู ุงูุธََّّู )
Hadits-hadits terkait dengan
AKU sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ َูุงَู
َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َُُูููู ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู ุฃََูุง ุนِْูุฏَ ุธَِّู ุนَุจْุฏِู ุจِู َูุฃََูุง ู َุนَُู ุญَِูู َูุฐُْูุฑُِูู ุฅِْู ุฐََูุฑَِูู ِูู َْููุณِِู ุฐََูุฑْุชُُู ِูู َْููุณِู َูุฅِْู ุฐََูุฑَِูู ِูู ู ََูุฅٍ ุฐََูุฑْุชُُู ِูู ู ََูุฅٍ ُูู ْ ุฎَْูุฑٌ ู ُِْููู ْ َูุฅِْู ุชََูุฑَّุจَ ู ِِّูู ุดِุจْุฑًุง ุชََูุฑَّุจْุชُ ุฅَِِْููู ุฐِุฑَุงุนًุง َูุฅِْู ุชََูุฑَّุจَ ุฅََِّูู ุฐِุฑَุงุนًุง ุชََูุฑَّุจْุชُ ู ُِْูู ุจَุงุนًุง َูุฅِْู ุฃَุชَุงِูู َูู ْุดِู ุฃَุชَْูุชُُู َูุฑََْููุฉً
Dari Abu Hurairah dia berkata; Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: "ALLaah 'azza wajalla berfirman; 'Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil."
(HR. Al-Bukhari: 6586, Muslim: 4832)
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ
ุนَْู ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃََُّูู َูุงَู َูุงَู ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู ุฃََูุง ุนِْูุฏَ ุธَِّู ุนَุจْุฏِู ุจِู َูุฃََูุง ู َุนَُู ุญَْูุซُ َูุฐُْูุฑُِูู َูุงَِّููู ََُّููู ุฃَْูุฑَุญُ ุจِุชَْูุจَุฉِ ุนَุจْุฏِِู ู ِْู ุฃَุญَุฏُِูู ْ َูุฌِุฏُ ุถَุงَّูุชَُู ุจِุงََْูููุงุฉِ َูู َْู ุชََูุฑَّุจَ ุฅََِّูู ุดِุจْุฑًุง ุชََูุฑَّุจْุชُ ุฅَِِْููู ุฐِุฑَุงุนًุง َูู َْู ุชََูุฑَّุจَ ุฅََِّูู ุฐِุฑَุงุนًุง ุชََูุฑَّุจْุชُ ุฅَِِْููู ุจَุงุนًุง َูุฅِุฐَุง ุฃَْูุจََู ุฅََِّูู َูู ْุดِู ุฃَْูุจَْูุชُ ุฅَِِْููู ุฃَُูุฑُِْูู
Dari Abu Hurairah dari RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: 'ALLaah ta'ala berfirman: Aku bersama persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Demi ALLaah, ALLaah Ta'ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang di suatu tempat yang luas. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari kecil.'
(HR. Muslim: 4927)
___________________________
Banyak yang memaksakan hadits-hadits itu sebagai dalil dari teori "Anda Adalah Seperti Yang Anda Pikirkan".
Prasangka kepada ALLaah Yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya prasangka (iman, yakin, amal) berubah menjadi kekuatan pikiran.
Jika ini dibiarkan dan tidak dikembalikan kepada tempatnya lagi bisa berubah sebagi ungkapan-ungkapan yang meniadakan ALLaah swt dalam kehidupannya. Yang ada adalah semua tergantung pikiran kita sendiri. Kalau pikiran buruk maka keburukan akan mengenai kita, dan jika pikiran baik (positif) maka kebaikan akan kita dapatkan.
Padahal, hadits-hadits shahih yang terkait dengan kalimat ุฃََูุง ุนِْูุฏَ ุธَِّู ุนَุจْุฏِู ุจِู 'Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, itu berhubungan dengan:
- Mengingat ALLaah swt yang terus menerus (perlu dijabarkan lagi tentang makna berdzikir). Bersama ALLaah swt dalam niat, konsep, praktek, permintaan dan harapan.
- Taubatnya hamba kepadaNya. Pernyataan dan komitmen selalu kembali kepada ALLaah swt.
- Taqorrub kepada ALLaah swt.
Jadi, prasangka di situ tidak kosongan terserah manusianya mau bagaimana maka akan terjadi seperti itu.
Segala sesuatunya bi masyii-atiLLaah ุจู ุดูุฆุฉ ุงููู (dengan kehendak ALLaah) dan kita harus menyatakan itu dalam niat, pikiran, tindakan, permintaan dan harapan.
R. Rosyad
Sabtu
KOREKSI
K O R E K S I
Ada yang pernah share di suatu group..
Ada yang pernah share di suatu group..
Biasanya rangkaian kalimat-kalimat itu dipakai untuk mensugesti diri
Tulisan yang saya coret adalah bagian yang ada di tulisan tersebut yang harus dikoreksi..
Mari BIASAKAN Untuk Selalu Berpikir:
Saya Sangat Beruntung.
Seharusnya: Dengan mentaati ALLaah dan RasulNya, saya sangat beruntung.
Hidupku Penuh Berkah.
Seharusnya: Dengan selalu bertaqwa kepada ALLaah swt, hidupku penuh berkah.
Saya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini !
Seharusnya: Dengan meningkatkan ketaqwaan kepada ALLaah swt, semoga ALLaah memampukan saya mengatasi masalah ini!
Masa Depanku PASTI Cerah !
Seharusnya: Dengan mewujudkan ajaran agama, maka ALLaah swt menjadikan masa depanku cerah.
Hari ini Saya PASTI Penuh Semangat !
Seharusnya:
- AlhamduliLlaahilladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.
- Asbahnaa 'alaa fithrotil Islaam, wa kalimatil ikhlaash...
- ALLaahumma innaa nas-aluKa 'ilman naafi'aa, wa rizqon thoyyibaa wa 'amalan mutaqobbalaa.
- dst...
- Saya Sangat Bersyukur Pada Allah Atas Apa Yang Saya Miliki Saat ini.
Saya akan Berjuang & Berjuang Terus !
Seharusnya:
* Ya ALLaah bantulah aku, aku akan berjuang dan berjuang terus sesuai dengan tuntunanMu.
* Allah PASTI Buka Jalan !
Yaa ALLaah, ampunilah kami.. selalulah bersama kami, berikanlah jalan keluar yang penuh kebaikan kepada kami.
َูุงَู ََّููุง ۖ ุฅَِّู ู َุนَِู ุฑَุจِّู ุณََْููุฏِِูู
Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan; sesungguhnya Robbku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Surat Asy-Syu'ara (42): 62
Hidup adalah permainan pikiran, kalau kita bisa mengelola pikiran kita, maka hidup Kita akan BAHAGIA.
Seharusnya: Hidup adalah menundukkan pikiran, hati dan amal kita sesuai dengan kehendak ALLaah swt, maka hidup kita akan bahagia.
Musuh paling kejam adalah pikiran kita.
Seharusnya: Musuh kejam adalah musuh yang nyata (syaitan). Jika musuh itu sudah masuk ke dalam pikiran kita maka pikiran itu akan merusak diri kita sendiri dan orang lain.
Sahabat paling Setia juga adalah Pikiran kita.
Seharusnya: Sahabat yang paling setia adalah iman dan orang-orang shalih, jika menetap dalam hati, pikiran dan pergaulan kita, maka In syaaALLaah kita selalu terjaga dlm kebaikan.
H. Riyadh Rosyadi
Tulisan yang saya coret adalah bagian yang ada di tulisan tersebut yang harus dikoreksi..
Mari BIASAKAN Untuk Selalu Berpikir:
Seharusnya: Dengan mentaati ALLaah dan RasulNya, saya sangat beruntung.
Seharusnya: Dengan selalu bertaqwa kepada ALLaah swt, hidupku penuh berkah.
Seharusnya: Dengan meningkatkan ketaqwaan kepada ALLaah swt, semoga ALLaah memampukan saya mengatasi masalah ini!
Seharusnya: Dengan mewujudkan ajaran agama, maka ALLaah swt menjadikan masa depanku cerah.
Seharusnya:
- AlhamduliLlaahilladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.
- Asbahnaa 'alaa fithrotil Islaam, wa kalimatil ikhlaash...
- ALLaahumma innaa nas-aluKa 'ilman naafi'aa, wa rizqon thoyyibaa wa 'amalan mutaqobbalaa.
- dst...
- Saya Sangat Bersyukur Pada Allah Atas Apa Yang Saya Miliki Saat ini.
Seharusnya:
* Ya ALLaah bantulah aku, aku akan berjuang dan berjuang terus sesuai dengan tuntunanMu.
* Allah PASTI Buka Jalan !
Yaa ALLaah, ampunilah kami.. selalulah bersama kami, berikanlah jalan keluar yang penuh kebaikan kepada kami.
َูุงَู ََّููุง ۖ ุฅَِّู ู َุนَِู ุฑَุจِّู ุณََْููุฏِِูู
Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan; sesungguhnya Robbku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Surat Asy-Syu'ara (42): 62
Seharusnya: Hidup adalah menundukkan pikiran, hati dan amal kita sesuai dengan kehendak ALLaah swt, maka hidup kita akan bahagia.
Seharusnya: Musuh kejam adalah musuh yang nyata (syaitan). Jika musuh itu sudah masuk ke dalam pikiran kita maka pikiran itu akan merusak diri kita sendiri dan orang lain.
Seharusnya: Sahabat yang paling setia adalah iman dan orang-orang shalih, jika menetap dalam hati, pikiran dan pergaulan kita, maka In syaaALLaah kita selalu terjaga dlm kebaikan.
H. Riyadh Rosyadi
Rabu
Seri Tanya Jawab Nafs: Mainan Anak-Anak
Tanya jawab salah satu anggota room TQ, Peserta Pelatihan TQ di satu daerah dengan ustadz Riyadh Rosyadi.
Tanya:
Assalamu'alaikum...ustad mau tanya; kalau anak kecil 3 tahun punya kecintaan yang sangat kepada mainan tertentu (misal pesawat) apakah itu aku berpengaruh pada sukmanya? kapan kita perlu "mengganti" kecintaannya tersebut?
Jawab:
Wa'alaikumussalaam wrwb
Secara prinsip Nafs itu harus dilindungi dan dikembangkan potensi kebaikannya. Ada 4 hal yang perlu penyikapan sesuai dengan keadaannya,
1. Setiap keadaan yang sudah berada pada sesuatu yang diharamkan/kebatilan harus dihentikan dan dibersihkan bekasnya dengan taubat dan kaffarah.
2. Setiap hal yang menuju ke arah yang diharamkan maka harus dicegah sedini mungkin dan dialihkan ke arah yang lebih aman.
3. Setiap keadaan pada sesuatu yang mubah harus dikendalikan dan diarahkan sesuai dengan bimbingan syariat.
4. Setiap keberadaan pada sesuatu yang utama kebaikannya sesuai agama harus disupport (didukung dan difasilitasi), dikembangkan secara proporsional, bertahap dan seimbang menuju puncak capaian tertingginya.
** Jika pesawat mainan itu secara karakter dan simbolnya aman, maka itu masuk kriteria 3.
Kendalikan agar tidak isrof (berlebihan dalam hal waktu dan kecintaan kepada obyek), arahkan dengan memahamkannya bahwa itu adalah teknologi sebagai anugerah ilmu ALLaah swt untuk menjadi sarana kita beribadah kepada ALLaah dan meninggikan agamaNya.
Tanya:
Assalamu'alaikum...ustad mau tanya; kalau anak kecil 3 tahun punya kecintaan yang sangat kepada mainan tertentu (misal pesawat) apakah itu aku berpengaruh pada sukmanya? kapan kita perlu "mengganti" kecintaannya tersebut?
Jawab:
Wa'alaikumussalaam wrwb
Secara prinsip Nafs itu harus dilindungi dan dikembangkan potensi kebaikannya. Ada 4 hal yang perlu penyikapan sesuai dengan keadaannya,
1. Setiap keadaan yang sudah berada pada sesuatu yang diharamkan/kebatilan harus dihentikan dan dibersihkan bekasnya dengan taubat dan kaffarah.
2. Setiap hal yang menuju ke arah yang diharamkan maka harus dicegah sedini mungkin dan dialihkan ke arah yang lebih aman.
3. Setiap keadaan pada sesuatu yang mubah harus dikendalikan dan diarahkan sesuai dengan bimbingan syariat.
4. Setiap keberadaan pada sesuatu yang utama kebaikannya sesuai agama harus disupport (didukung dan difasilitasi), dikembangkan secara proporsional, bertahap dan seimbang menuju puncak capaian tertingginya.
** Jika pesawat mainan itu secara karakter dan simbolnya aman, maka itu masuk kriteria 3.
Kendalikan agar tidak isrof (berlebihan dalam hal waktu dan kecintaan kepada obyek), arahkan dengan memahamkannya bahwa itu adalah teknologi sebagai anugerah ilmu ALLaah swt untuk menjadi sarana kita beribadah kepada ALLaah dan meninggikan agamaNya.
Label:
Celah Syetan,
jiwa,
Seri Tanya Jawab,
SERIAL NAFS,
sukma
Minggu
Seri Tanya Jawab TQ: Tentang Hypno
Pertanyaan:
Assalamualaikum ustdz kalau membisikan kata-kata positif pada anak ketika baru terlelap boleh tidak?
Apakah hanya cukup membacakan 4 Qul + Qs. Al-Hasr dan doa secara lisan saja?
- Peserta TQ Cirebon-
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
- Bacakan ayat-ayat Al-Quran yang disunnahkan dan bacaan ruqyah jika diperlukan.
- Bacakan do'a-do'a apa saja yang baik tentunya dengan meminta kepada ALLaah swt.
Nasihat itu pada saat terjaga/sadar. Bukan saat tidak sadar. Seperti itu merupakan teknik Hypno. Memberi sugesti di alam bawah sadarnya.
Nasihat saat sadar dan DOA langsung maupun tidak langsung.
Tambahan dari Peserta lain:
Bu, saya pernah melakukan itu dan semenjak mengenal ruqyah/Terapi Quran saya tinggalkan. Betul kata ustadz itu teknik hypno cabang ilmu dari NLP.
Pernah di Indramayu saya ajak seorang perawat untuk ikut pelatihan dimana diantara mempelajari sugesti alam bawah sadar untuk terapi kesehatan. 3 bulan kemudian perawat ini mengalami sakit dan ketika diruqyah jin nya ngoceh masuk dari pintu sugesti alam bawah sadar. Semoga kita semua bisa menghindari hal-hal demikian.
Jawaban:
JazakaLLaah khoir untuk sharingnya pak..
Sekalipun itu ocehannya jin, yang harus diperhatikan adalah pengulangan-pengulangan yang banyak sekali ditemui dilapangan dari kasus serupa di beberapa kejadian dan tempat yang berbeda itu merupakan tanda (ayat2) bagi ulul albab.
Pertanyaan:
Doa langsung maupun tidak langsung bagimana penjabaranya ustadz?
Jawaban:
Langsung itu maksudnya saat ada anaknya baik dalam terjaga maupun tertidur. Tidak langsung itu, saat tidak ada anaknya.
Assalamualaikum ustdz kalau membisikan kata-kata positif pada anak ketika baru terlelap boleh tidak?
Apakah hanya cukup membacakan 4 Qul + Qs. Al-Hasr dan doa secara lisan saja?
- Peserta TQ Cirebon-
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
- Bacakan ayat-ayat Al-Quran yang disunnahkan dan bacaan ruqyah jika diperlukan.
- Bacakan do'a-do'a apa saja yang baik tentunya dengan meminta kepada ALLaah swt.
Nasihat itu pada saat terjaga/sadar. Bukan saat tidak sadar. Seperti itu merupakan teknik Hypno. Memberi sugesti di alam bawah sadarnya.
Nasihat saat sadar dan DOA langsung maupun tidak langsung.
Tambahan dari Peserta lain:
Bu, saya pernah melakukan itu dan semenjak mengenal ruqyah/Terapi Quran saya tinggalkan. Betul kata ustadz itu teknik hypno cabang ilmu dari NLP.
Pernah di Indramayu saya ajak seorang perawat untuk ikut pelatihan dimana diantara mempelajari sugesti alam bawah sadar untuk terapi kesehatan. 3 bulan kemudian perawat ini mengalami sakit dan ketika diruqyah jin nya ngoceh masuk dari pintu sugesti alam bawah sadar. Semoga kita semua bisa menghindari hal-hal demikian.
Jawaban:
JazakaLLaah khoir untuk sharingnya pak..
Sekalipun itu ocehannya jin, yang harus diperhatikan adalah pengulangan-pengulangan yang banyak sekali ditemui dilapangan dari kasus serupa di beberapa kejadian dan tempat yang berbeda itu merupakan tanda (ayat2) bagi ulul albab.
Pertanyaan:
Doa langsung maupun tidak langsung bagimana penjabaranya ustadz?
Jawaban:
Langsung itu maksudnya saat ada anaknya baik dalam terjaga maupun tertidur. Tidak langsung itu, saat tidak ada anaknya.
Kamis
Seri Tanya Jawab TQ: Emosi dan Marah
Pertanyaan:
Ustadz ada kasus, orang yang sering emosi dan sukanya marah-marah.
Bagaimana cara terapinya agar minimal menguranginya atau bahkan bisa hilang sama sekali?
Jawaban:
Telusuri dulu untuk mendapatkan prediksi penyebabnya. Lakukan anamnesis dengan Cek List 1 & 2 (CL 1 & 2).
Kemudian hentikan/hilangkan hal-hal yang terdapat di CL 2, setelah itu lakukan RID berdasarkan identitasnya itu.
H. Riyadh Rosyadi
Ustadz ada kasus, orang yang sering emosi dan sukanya marah-marah.
Bagaimana cara terapinya agar minimal menguranginya atau bahkan bisa hilang sama sekali?
Jawaban:
Telusuri dulu untuk mendapatkan prediksi penyebabnya. Lakukan anamnesis dengan Cek List 1 & 2 (CL 1 & 2).
Kemudian hentikan/hilangkan hal-hal yang terdapat di CL 2, setelah itu lakukan RID berdasarkan identitasnya itu.
H. Riyadh Rosyadi
Rabu
Serial Tanya Jawab TQ: Boneka Media Jin...?
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum, ustadz afwan bagaimana kalau dengan boneka anak-anak, apakah bisa juga sebagai media jin untuk menetap di boneka tersebut?
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb
Mengenai BONEKA, ada 4 ketentuan untuk menghindari berpeluang menjadi media:
1. Ada usia yang pantas memainkannya, sekitar di bawah usia SLTP
2. Bukan termasuk karakter tokoh yang diidolakan/dikenal.
Seperti: tokoh kartun, tokoh iklan, tokoh komik.
3. Bukan termasuk karakter binatang buas.
Seperti: singa, harimau, buaya, ular, beruang, dsb
4. Jika ketentuan 1 sd 3 terpenuhi, maka setelah dimainkan, simpan di tempat tertutup (kotak, kantong), jangan dipajang apalagi dijadikan teman tidur.
H. Riyadh Rosyadi
Assalamu'alaikum, ustadz afwan bagaimana kalau dengan boneka anak-anak, apakah bisa juga sebagai media jin untuk menetap di boneka tersebut?
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb
Mengenai BONEKA, ada 4 ketentuan untuk menghindari berpeluang menjadi media:
1. Ada usia yang pantas memainkannya, sekitar di bawah usia SLTP
2. Bukan termasuk karakter tokoh yang diidolakan/dikenal.
Seperti: tokoh kartun, tokoh iklan, tokoh komik.
3. Bukan termasuk karakter binatang buas.
Seperti: singa, harimau, buaya, ular, beruang, dsb
4. Jika ketentuan 1 sd 3 terpenuhi, maka setelah dimainkan, simpan di tempat tertutup (kotak, kantong), jangan dipajang apalagi dijadikan teman tidur.
H. Riyadh Rosyadi
Senin
KASUS TERBANYAK PENYEBAB KEMATIAN
AL - 'AIN
ุนَْู ุฌَุงุจِุฑٍ ุฃََّู ุฑَุณَُْูู ุงِّٰููู ๏ทบ َูุงَู ุฃَْูุซَุฑُ ู َْู َูู ُْูุชُ ู ِْู ุฃُู َّุชِْู ุจَุนْุฏَ َูุถَุงุกِ ุงِّٰููู ََููุฏَุฑِِู ุจِุงْูุฃَُْููุณِ َูุนِْْูู ุจِุงْูุนَِْูู
Dari sahabat Jabir radliyaLLaaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ๏ทบ : *Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar ALLaah adalah karena An-Nafs yaitu Al-‘Ain
(HR. Bukhari dlm At-Taarikh Al-Kabiir 4/360, Al-Hakim 3/46 no. , Al-Bazzaar dalam Kasyful-Istaar 3/403 no. 3052, Ad-Dailami 1/364 no. 1467, dan Ibnu Abi ‘Aashim 1/136 no. 311, Ath-Thayalisi ุต 242 no. 1760, dihasankan oleh Al-Albani - Shahiihul-Jaami’ no. 1206).
Pernyataan Nabi ๏ทบ adalah wahyu. Akurasi kebenarannya tidak perlu diragukan.
Analisa sebab yang sudah pasti ini tentu sangat berguna untuk langkah Preventive - Promotive - Curative (Pencegahan, Penguatan dan Pengobatan).
Hampir semua gejolak jiwa bisa menjadi bahan bakar 'ain. Baik gejolak "positif maupun negatif".
Gejolak Positif seperti: Kagum, empati, angan-angan, gembira
Gejolak negatif seperti: Hasad, prasangka, marah, sedih, malu/minder, takut, angan-angan
Yang keduanya (positif/negatif) itu bisa berpotensi mencelakakan jika tidak disertai dengan dzikruLLaah atau niat karena ALLaah dan tidak dikawal dengan rambu-rambu syariah.
Jika tersalurkannya melalui pandangan mata maka itu disebut sebagai 'Ain. Jika tidak melalui media mata maka disebut Nafs (saja).
________
ุจุณู ุงّููู ุงูุฑุญู ٰู ุงูุฑุญูู
Mari kita semua baca perlindungan kpd ALLaah dari nafs syar kita dan mentazkiyyahnya...
_______
ุฅَِّู ุงْูุญَู ْุฏَ ِِّٰููู َูุญْู َุฏُُู ََููุณْุชَุนُُِْููู ََููุณْุชَุบِْูุฑُُู، ََููุนُْูุฐُ ุจِุงِّٰููู ู ِْู ุดُุฑُْูุฑِ ุฃَُْููุณَِูุง َูู ِْู ุณَِّูุฆَุงุชِ ุฃَุนْู َุงَِููุง
Innal hamda liLLaahi, nahmaduhuu wa nasta'iinuhuu wa nastaghfiruh. Wa na'uudzubiLLaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi-aati a'maalinaa
Segala puji bagi ALLaah, kami memujiNya, memohon pertolonganNya dan memohon ampunanNya. Dan kami berlindung atas kejahatan jiwa kami dan keburukan-keburukan amal kami.
ุงَُّูููู َّ َูุงุทِุฑَ ุงูุณَّู ََูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถِ ุนَุงِูู َ ุงْูุบَْูุจِ َูุงูุดََّูุงุฏَุฉِ َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุฃَْูุชَ ุฑَุจَّ ُِّูู ุดَْูุกٍ َูู ََُِูููู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ َْููุณِู َูู ِْู ุดَุฑِّ ุงูุดَّْูุทَุงِู َูุดِุฑِِْูู َูุฃَْู ุฃَْูุชَุฑَِู ุนََูู َْููุณِู ุณُูุกًุง ุฃَْู ุฃَุฌُุฑَُّู ุฅَِูู ู ُุณِْูู ٍ
ALLAAHUMMA FAATHIROS SAMAAWAATI WAL ARDHI, 'AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAADAH, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAH, A'UUDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII, WA MIN SYARRISY SYAITHAANI WA SYIRKIHI WA AN AQTARIFA 'ALAA NAFSII SUU-AN AU AJURROHU ILAA MUSLIM
Ya ALLaah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha mengetahui perkara yang ghaib, serta yang nampak, Robb segala sesuatu dan Pemiliknya, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafs-ku, kejahatan syaitan dan sekutunya dan (aku berlindung) melakukan keburukan atas diriku atau (keburukan yang) aku antarkan kepada seorang muslim.
(HR. Tirmidzi: 3452)
* Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini.
________
ูฑُّٰูููู َّ ุขุชِ ุฃَُْููุณََูุง ุชََْููุงَูุง، َูุฒََِّّููุง َูุฃَْูุชَ ุฎَْูุฑُ ู َْู ุฒََّูุงَูุง، ุฃَْูุชَ ََُِّููููุง َูู ََْููุงَูุง.
ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.
Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah penguasanya.
______
H. Riyadh Rosyadi
ุนَْู ุฌَุงุจِุฑٍ ุฃََّู ุฑَุณَُْูู ุงِّٰููู ๏ทบ َูุงَู ุฃَْูุซَุฑُ ู َْู َูู ُْูุชُ ู ِْู ุฃُู َّุชِْู ุจَุนْุฏَ َูุถَุงุกِ ุงِّٰููู ََููุฏَุฑِِู ุจِุงْูุฃَُْููุณِ َูุนِْْูู ุจِุงْูุนَِْูู
Dari sahabat Jabir radliyaLLaaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ๏ทบ : *Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar ALLaah adalah karena An-Nafs yaitu Al-‘Ain
(HR. Bukhari dlm At-Taarikh Al-Kabiir 4/360, Al-Hakim 3/46 no. , Al-Bazzaar dalam Kasyful-Istaar 3/403 no. 3052, Ad-Dailami 1/364 no. 1467, dan Ibnu Abi ‘Aashim 1/136 no. 311, Ath-Thayalisi ุต 242 no. 1760, dihasankan oleh Al-Albani - Shahiihul-Jaami’ no. 1206).
Pernyataan Nabi ๏ทบ adalah wahyu. Akurasi kebenarannya tidak perlu diragukan.
Analisa sebab yang sudah pasti ini tentu sangat berguna untuk langkah Preventive - Promotive - Curative (Pencegahan, Penguatan dan Pengobatan).
Hampir semua gejolak jiwa bisa menjadi bahan bakar 'ain. Baik gejolak "positif maupun negatif".
Gejolak Positif seperti: Kagum, empati, angan-angan, gembira
Gejolak negatif seperti: Hasad, prasangka, marah, sedih, malu/minder, takut, angan-angan
Yang keduanya (positif/negatif) itu bisa berpotensi mencelakakan jika tidak disertai dengan dzikruLLaah atau niat karena ALLaah dan tidak dikawal dengan rambu-rambu syariah.
Jika tersalurkannya melalui pandangan mata maka itu disebut sebagai 'Ain. Jika tidak melalui media mata maka disebut Nafs (saja).
________
ุจุณู ุงّููู ุงูุฑุญู ٰู ุงูุฑุญูู
Mari kita semua baca perlindungan kpd ALLaah dari nafs syar kita dan mentazkiyyahnya...
_______
ุฅَِّู ุงْูุญَู ْุฏَ ِِّٰููู َูุญْู َุฏُُู ََููุณْุชَุนُُِْููู ََููุณْุชَุบِْูุฑُُู، ََููุนُْูุฐُ ุจِุงِّٰููู ู ِْู ุดُุฑُْูุฑِ ุฃَُْููุณَِูุง َูู ِْู ุณَِّูุฆَุงุชِ ุฃَุนْู َุงَِููุง
Innal hamda liLLaahi, nahmaduhuu wa nasta'iinuhuu wa nastaghfiruh. Wa na'uudzubiLLaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi-aati a'maalinaa
Segala puji bagi ALLaah, kami memujiNya, memohon pertolonganNya dan memohon ampunanNya. Dan kami berlindung atas kejahatan jiwa kami dan keburukan-keburukan amal kami.
ุงَُّูููู َّ َูุงุทِุฑَ ุงูุณَّู ََูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถِ ุนَุงِูู َ ุงْูุบَْูุจِ َูุงูุดََّูุงุฏَุฉِ َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุฃَْูุชَ ุฑَุจَّ ُِّูู ุดَْูุกٍ َูู ََُِูููู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ َْููุณِู َูู ِْู ุดَุฑِّ ุงูุดَّْูุทَุงِู َูุดِุฑِِْูู َูุฃَْู ุฃَْูุชَุฑَِู ุนََูู َْููุณِู ุณُูุกًุง ุฃَْู ุฃَุฌُุฑَُّู ุฅَِูู ู ُุณِْูู ٍ
ALLAAHUMMA FAATHIROS SAMAAWAATI WAL ARDHI, 'AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAADAH, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAH, A'UUDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII, WA MIN SYARRISY SYAITHAANI WA SYIRKIHI WA AN AQTARIFA 'ALAA NAFSII SUU-AN AU AJURROHU ILAA MUSLIM
Ya ALLaah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha mengetahui perkara yang ghaib, serta yang nampak, Robb segala sesuatu dan Pemiliknya, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafs-ku, kejahatan syaitan dan sekutunya dan (aku berlindung) melakukan keburukan atas diriku atau (keburukan yang) aku antarkan kepada seorang muslim.
(HR. Tirmidzi: 3452)
* Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini.
________
ูฑُّٰูููู َّ ุขุชِ ุฃَُْููุณََูุง ุชََْููุงَูุง، َูุฒََِّّููุง َูุฃَْูุชَ ุฎَْูุฑُ ู َْู ุฒََّูุงَูุง، ุฃَْูุชَ ََُِّููููุง َูู ََْููุงَูุง.
ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.
Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah penguasanya.
______
H. Riyadh Rosyadi
Rabu
Seri Tazkiyatun Nafs: Zhan (Kecurigaan)
ุฅَِّูุงُูู
ْ َูุงูุธَّู
BERHATI-HATILAH TERHADAP ZHAN
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง ุงุฌْุชَِูุจُูุง َูุซِูุฑًุง ู
َِู ุงูุธَِّّู ุฅَِّู ุจَุนْุถَ ุงูุธَِّّู ุฅِุซْู
ٌ ۖ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan zhan (kecurigaan), karena sebagian dari zhan itu dosa. [QS. Al-Hujurat (49): 12]
Zhan menjadi celah besar terbukanya pintu syaithan. Dan syaithan adalah makhluk ALLaah yang paling fasiq. Karenanya di ayat yang keenamnya ALLaah swt berfirman agar kita meredam apapun lintasan berita yang berpotensi membuka celah zhan dengan melakukan tabayyun dan berbaik sangka,
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง ุฅِْู ุฌَุงุกَُูู
ْ َูุงุณٌِู ุจَِูุจَุฅٍ َูุชَุจََُّูููุง ุฃَْู ุชُุตِูุจُูุง َْููู
ًุง ุจِุฌََูุงَูุฉٍ َูุชُุตْุจِุญُูุง ุนََٰูู ู
َุง َูุนَْูุชُู
ْ َูุงุฏِู
َِูู
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
[QS. Al-Hujurat (49): 6]
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ุฑَุถَِู ุงُّููู ุนَُْูู
ุฅَِّูุงُูู
ْ َูุงูุธََّّู َูุฅَِّู ุงูุธََّّู ุฃَْูุฐَุจُ ุงْูุญَุฏِْูุซِ، َููุงَ ุชَุญَุณَّุณُْูุง، َููุงَ ุชَุฌَุณَّุณُْูุง، َููุงَ ุชََูุงَูุณُْูุง، َููุงَ ุชَุญَุงุณَุฏُْูุง، َููุงَ ุชَุจَุงุบَุถُْูุง، َููุงَ ุชَุฏَุงุจَุฑُْูุง، َُُْْูููููุง ุนِุจَุงุฏَ ุงَููู ุฅِุฎَْูุงًูุง َูู
َุง ุฃَู
َุฑَُูู
ْ، ุงْูู
ُุณِْูู
ُ ุฃَุฎُْู ุงْูู
ُุณِْูู
ِ، ูุงَ َูุธِْูู
ُُู، َููุงَ َูุฎْุฐُُُูู، َููุงَ َูุญِْูุฑُُู، ุงูุชََّْููู ََُูููุง، ุงูุชََّْููู َُูููุง -ُูุดِْูุฑُ ุฅَِูู ุตَุฏْุฑِِู- ุจِุญَุณْุจِ ุงู
ْุฑِุฆٍ ู
َِู ุงูุดَّุฑِّ ุฃَْู َูุญِْูุฑَ ุฃَุฎَุงُู ุงْูู
ُุณِْูู
َ، ُُّูู ุงْูู
ُุณِْูู
ِ ุนََูู ุงْูู
ُุณِْูู
ِ ุญَุฑَุงู
ٌ ุฏَู
ُُู َูุนِุฑْุถُُู َูู
َุงُُูู، ุฅَِّู ุงَููู ูุงَ َْููุธُุฑُ ุฅَِูู ุฃَุฌْุณَุงู
ُِูู
ْ، َููุงَ ุฅَِูู ุตَُูุฑُِูู
ْ، ََِْูููู َْููุธُุฑُ ุฅَِูู ُُْูููุจُِูู
ْ َู ุฃَุนْู
َุงُِููู
ْ
“Dari Abu Hurairah dari Nabi ๏ทบ beliau bersabda: Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah saling mendiamkan atau kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba ALLaah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Taqwa itu di sini, takwa itu di sini.” Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. “Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya ALLaah tidak melihat ke jasad kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.”
(HR. ِAl-Bukhari no. 6066 dan Muslim no. 6482)
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ุฑَุถَِู ุงُّููู ุนَُْูู
ุฅَِّู ุงَููู ุชَุฌَุงَูุฒَ ِูุฅُู
َّุชِู ู
َุง ุญَุฏَุซَุชْ ุจِِู ุฃَُْููุณََูุง ู
َุง َููู
ْ َูุชَََّููู
ُْูุง ุฃَْู َูุนْู
َُْููุง ุจِِู
Dari Abu Hurairah dari Nabi ๏ทบ beliau bersabda: Sesungguhnya ALLaah memaafkan bagi umatku apa yang terlintas di jiwa mereka selama mereka tidak membicarakan atau melakukannya.”
(HR. Bukhari no. 2528 dan Muslim no. 327)
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
- َูุงَู ุฃَุชَุฏْุฑَُูู ู
َุง ุงْูุบِูุจَุฉُ. َูุงُููุง ุงَُّููู َูุฑَุณُُُููู ุฃَุนَْูู
ُ. َูุงَู ุฐِْูุฑَُู ุฃَุฎَุงَู ุจِู
َุง َْููุฑَُู. َِููู ุฃََูุฑَุฃَْูุชَ ุฅِْู َูุงَู ِูู ุฃَุฎِู ู
َุง ุฃَُُููู َูุงَู ุฅِْู َูุงَู ِِููู ู
َุง ุชَُُููู ََููุฏِ ุงุบْุชَุจْุชَُู َูุฅِْู َูู
ْ َُْููู ِِููู ََููุฏْ ุจََูุชَُّู
Dari Abu Hurairah radhiyaLLaahu ‘anhu, RasuluLLaah ๏ทบ bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “ALLaah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi ๏ทบ, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.”
(HR. Muslim no. 2589).
________
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berdasarkan pendapat mayoritas ulama, menukil dari Al-Mahdawi, bahwa zhan yang buruk terhadap orang yang lahiriahnya baik tidak dibolehkan. Sebaliknya, tidak berdosa berzhan yang jelek kepada orang yang lahiriahnya jelek.
(Al Jami’ li Ahkamil Qur`an, 16/218)
Ibnu Hubairah Al-Wazir Al-Hanbali berkata, “Demi Allah, tidak halal berbaik sangka kepada orang yang menolak kebenaran, tidak pula kepada orang yang menyelisihi syariat.”
(Al-Adabus Syar’iyyah, 1/70)
Al-Imam An-Nawawi berkata menjelaskan ucapan Al-Khaththabi tentang zhan yang dilarang dalam hadits,
“Zhan yang diharamkan adalah zhan yang terus menetap pada diri seseorang, terus mendiami hatinya, bukan zhan yang sekadar terbetik di hati lalu hilang tanpa bersemayam di dalam hati. Karena zhan yang terakhir ini di luar kemampuan seseorang. Sebagaimana yang telah lewat dalam hadits bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memaafkan umat ini dari apa yang terlintas di hatinya selama ia tidak mengucapkannya atau ia bersengaja.”
(Al-Minhaj, 16/335)
Sufyan rahimahullahu berkata, “Zhan yang mendatangkan dosa adalah bila seseorang berzhan dan ia membicarakannya. Bila ia diam /menyimpannya dan tidak membicarakan nya maka ia tidak berdosa.”
Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata bahwa zhan yang dilarang adalah zhan yang murni /tidak beralasan, tidak dibangun di atas asas dan tidak didukung dengan bukti.
(Ikmalul Mu’lim bi Fawa`id Muslim, 8/28)
H. Riyadh Rosyadi
Seri Tanya Jawab TQ: Law of Attraction
Tanya Jawab ustadz Riyadh Rosyad dengan anggota group WA Terapi Quran.
Tanya:
๐ญ Ada teori seperti ini yang banyak dianut dan dipraktekkan bahkan oleh sebagian "terapis muslim"
Apa-apa yang anda pikirkan dan anda percayai pikiran anda itu sendiri, maka itu benar adanya dan akan terjadi kenyataan untuk diri anda dan orang lain yang ingin anda buat percaya atas tindakan dan pikiran anda tersebut.
Bagaimana ini?
✅ Maaf,
Saran saya, jangan pakai teori itu,
Nanti tanpa sadar kita bisa "terperangkap" dalam talbis dan syubhat. Suatu saat bisa terbawa kepada "peniadaan" kepada ALLaah swt. Itu teori yang "mereka" (New Age Movement) kembangkan melengkapi MIND CONTROL mereka terhadap dunia.
Betul, bahwa mereka (kebatilan) mencari jalan masuknya dalam mempengaruhi melalui pikiran, perasaan (takut, sedih, marah, senang), dan angan-angan. Jika "gate" itu terbuka, maka mudah bagi mereka masuk. Begitulah kerja sihir (termasuk gendam/hypno), 'ain/nafs. Mereka menebar teori itu agar kita semua ikut masuk ke dalamnya. Bahwa semua terjadi karena apa yang difikirkan.
Mereka juga ingin "bersembunyi" di balik "pengabaian" fikiran.
Sihir itu dampak dari kita memikirkannya... 'Ain itu dampak dari kita memikirkannya....
Gangguan jin itu akibat dari kita memikirkannya....
Sakit ini dan itu akibat dari dampak kita memikirkannya....
Akhirnya, mereka ingin agar semuanya menganghap bahwa syaithan itu ada karena dipikirkan....
Sebaiknya kita jangan ikut mempopulerkannya yang nanti orang yang kurang bekal paham dan imannya meyakini bahwa fikirannyalah yang menentukan "nasib" dirinya.
Sekali lagi, itu sama sekali bukan teori kita.
Adapun panduan kita adalah sebagaimana dalam hadits berikut,
ุนَْู ุฃَุจِู ุงْูุนَุจَّุงุณِ ุนَุจْุฏِ ุงِููู ุจِِْู ุนَุจَّุงุณٍٍٍِ ุฑَุถَِู ุงُููู ุนَُْููู َุง َูุงَู : ُْููุชُ ุฎََْูู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َْููู ًุง ، ََููุงَู
َูุง ุบَُูุงู ُ ! ุฅِِّูู ุฃُุนَِّูู َُู َِููู َุงุชٍ :
ุงِุญَْูุธِ ุงَููู َูุญَْูุธَْู ، ุงِุญَْูุธِ ุงَููู ุชَุฌِุฏُْู ุชُุฌَุงََูู ، ุฅِุฐَุง ุณَุฃَْูุชَ َูุงุณْุฃَِู ุงَููู ، َูุฅِุฐَุง ุงุณْุชَุนَْูุชَ َูุงุณْุชَูุนِْู ุจِุงِููู. َูุงุนَْูู ْ ุฃََّู ุงْูุฃُู َّุฉَ َِููุงุฌْุชَู َุนَุชْ ุนََูู ุฃَْู ََْูููุนَُูู ุจِุดَْูุกٍ ؛ َูู ْ ََْูููุนَُْูู ุฅَِّูุง ุจِุดَْูุกٍ َูุฏْ َูุชَุจَُู ุงُููู ََูู، َู ุฅِِู ุงุฌْุชَู َุนُْูุง ุนََูู ุฃَْู َูุถُุฑَُّْูู ุจِุดَْูุกٍ ؛ َูู ْ َูุถُุฑَُّْูู ุฅَِّูุง ุจِุดَْูุกٍ َูุฏْ َูุชَุจَُู ุงُููู ุนَََْููู ، ุฑُِูุนَุชِ ุงْูุฃََْููุงู ُ َูุฌََّูุชِ ุงูุตُّุญُُู». ุฑََูุงُู ุงูุชِّุฑْู ِุฐُِّู ، ََููุงَู : ุญَุฏِْูุซٌ ุญَุณٌَู ุตَุญِِูุญٌ.
َِููู ุฑَِูุงَูุฉٍ ุบَْูุฑِ ุงูุชِّุฑْู ِุฐِِّู : ุงِุญَْูุธِ ุงَููู ุชَุฌِุฏُْู ุฃَู َุงู ََู ، ุชَุนَุฑَّْู ุฅَِูู ุงِููู ِูู ุงูุฑَّุฎَุงุกِ َูุนْุฑَِْูู ِูู ุงูุดِّุฏَّ ุฉِ. َูุงุนَْูู ْ ุฃََّู ู َุงุฃَุฎْุทَุฃََู ؛ َูู ْ َُْููู ُِููุตِْูุจََู ، َูู َุง ุฃَุตَุงุจََู ؛ َูู ْ َُْููู ُِููุฎْุทِุฆََู ، َูุงุนَْูู ْ ุฃََّู ุงَّููุตْุฑَ ู َุนَ ุงูุตَّุจْุฑِ، َูุฃََّู ุงَْููุฑَุฌَ ู َุนَ ุงَููุฑْุจِ ، َูุฃََّู ู َุนَ ุงْูุนُุณْุฑِ ُูุณْุฑًุง.
Dari Abul ‘Abbaas ‘Abdullah bin ‘Abbaas RadhiyaLLaahu 'anhuma , ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi ๏ทบ, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah ALLaah, niscaya ALLaah akan menjagamu. Jagalah ALLaah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada ALLaah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada ALLaah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan ALLaah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ALLaah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.
(HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata, Hadits ini hasan shahih)
Dalam riwayat selain at-Tirmidzi disebutkan, Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah ketika senang, maka Dia akan mengenalmu ketika susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.
(HR At-Tirmidzi 2516, Ahmad 307, Ath-Thabrani 11243, Al-Hakim 541, Al-Baihaqi 192, Abu Ya'la 2549, Ibnu Sunni 245 - Shahih).
____
๐ญ Bagaimana kalau dengan prasangka baik hasilnya BAIK, prasangka buruk hasilnya SESUATU YANG TIDAK DIHARAPKAN??
✅ Bukan prasangka/perasaannya yang menghasilkan sepertu itu.. Sebagaimana juga bukan obat yang menyembuhkan..
Setiap kaidah, ALLaah swt selalu memberi kepastian bahwa semuanya harus dengan niat/motivasi, cara dan tujuannya hanya "karena dan kepada ALLaah swt". Tidak boleh "kosongan".
Hukum zhon itupun harus ada ALLah swt di sana. Husnuzh zhan itu dengan dan kepada ALLaah swt, semntara su-uzh zhan kepada ALLaah swt dilarang. Berprasangka kepada makhluk mutlak harus berdasarkan prasangka kepada ALLaah swt.
Doa itu dimohonkan dengan penuh takut dan harap merendahkan diri tidak berdaya, tidak boleh (seolah) memastikan..
ุงุฏْุนُูุง ุฑَุจَُّูู ْ ุชَุถَุฑُّุนًุง َูุฎَُْููุฉً ۚ ุฅَُِّูู َูุง ُูุญِุจُّ ุงْูู ُุนْุชَุฏَِูู
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [QS. Al- A'raf (7): 55]
Bahwa yakin dikabulkan dalam berdoa adalah keharusan sebagai bagian PRASANGKA BAIK kepada ALLaah swt dan dengan bekal pemahaman terhadap hakikat dan jenis pengabulan doa itu sendiri...
LoA (Law of Attraction) itu teori mereka. Nggak perlulah kita pakai.
Kaidah agama kita sudah jauh lebih lengkap dan kokoh.
Doa itu pasti dikabulkan selama masih dalam prasangka baik kpd ALLaah swt bahwa akan dikabulkan.
Sementara bentuk dan kapan pengabulannya adalah otoritas ALLaah swt.
ََููุงَู ุฑَุจُُّูู ُ ุงุฏْุนُِููู ุฃَุณْุชَุฌِุจْ َُููู ْ ۚ ุฅَِّู ุงَّูุฐَِูู َูุณْุชَْูุจِุฑَُูู ุนَْู ุนِุจَุงุฏَุชِู ุณََูุฏْุฎَُُููู ุฌَََّููู َ ุฏَุงุฎِุฑَِูู
Dan Robb kalian berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [QS. Ghafir (40): 60]
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ุฑَุถَِู ุงُّٰููู ุนَُْูู ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงู
ุงُุฏْุนُูุง ุงَููู َูุฃَْูุชُู ْ ู َُُِْْููููู ุจِุงْูุฅِุฌَุงุจَุฉِ.
Dari Abu Huraitah RadhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi ๏ทบ bersabda,
Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan engkau merasa yakin akan dikabulkannya do’a.
(HR At-Tirmidzi 3479, Hasan shahih)
ٍ ุนَْู ุฃَุจِู ุณَุนِูุฏٍ ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู: “ู َุง ู ِْู ู ُุณِْูู ٍ َูุฏْุนُู ุจِุฏَุนَْูุฉٍ َْููุณَ َِูููุง ุฅِุซْู ٌ ََููุง َูุทِูุนَุฉُ ุฑَุญِู ٍ ุฅَِّูุง ุฃَุนْุทَุงُู ุงَُّููู ุจَِูุง ุฅِุญْุฏَู ุซََูุงุซٍ ุฅِู َّุง ุฃَْู ุชُุนَุฌََّู َُูู ุฏَุนَْูุชُُู َูุฅِู َّุง ุฃَْู َูุฏَّุฎِุฑََูุง َُูู ِูู ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ َูุฅِู َّุง ุฃَْู َูุตْุฑَِู ุนَُْูู ู ِْู ุงูุณُّูุกِ ู ِุซََْููุง”، َูุงُููุง: ุฅِุฐًุง ُْููุซِุฑُ َูุงَู: “ุงَُّููู ุฃَْูุซَุฑُ” (ุฑูุงู ุฃุญู ุฏ ูกู ูงู ูฉ).
Dari Abu Sa’id berkata; Nabi ๏ทบ bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan tali silaturrahim, kecuali ALLaah akan memberinya tiga kemungkinan :
- disegerakan pengabulan doanya (di dunia ini), atau
- disimpan pahalanya untuknya untuk (diberikan) di akhirat,
- atau ia dijauhkan dari keburukan yang setara nilainya”.
Para sahabat berkata: “Jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja”, beliau bersabda: “ALLah memiliki yang lebih banyak (sebagai balasan dan pengkabulan”. (HR. Ahmad 10709).
H. Riyadh Rosyadi
Tanya:
๐ญ Ada teori seperti ini yang banyak dianut dan dipraktekkan bahkan oleh sebagian "terapis muslim"
Apa-apa yang anda pikirkan dan anda percayai pikiran anda itu sendiri, maka itu benar adanya dan akan terjadi kenyataan untuk diri anda dan orang lain yang ingin anda buat percaya atas tindakan dan pikiran anda tersebut.
Bagaimana ini?
✅ Maaf,
Saran saya, jangan pakai teori itu,
Nanti tanpa sadar kita bisa "terperangkap" dalam talbis dan syubhat. Suatu saat bisa terbawa kepada "peniadaan" kepada ALLaah swt. Itu teori yang "mereka" (New Age Movement) kembangkan melengkapi MIND CONTROL mereka terhadap dunia.
Betul, bahwa mereka (kebatilan) mencari jalan masuknya dalam mempengaruhi melalui pikiran, perasaan (takut, sedih, marah, senang), dan angan-angan. Jika "gate" itu terbuka, maka mudah bagi mereka masuk. Begitulah kerja sihir (termasuk gendam/hypno), 'ain/nafs. Mereka menebar teori itu agar kita semua ikut masuk ke dalamnya. Bahwa semua terjadi karena apa yang difikirkan.
Mereka juga ingin "bersembunyi" di balik "pengabaian" fikiran.
Sihir itu dampak dari kita memikirkannya... 'Ain itu dampak dari kita memikirkannya....
Gangguan jin itu akibat dari kita memikirkannya....
Sakit ini dan itu akibat dari dampak kita memikirkannya....
Akhirnya, mereka ingin agar semuanya menganghap bahwa syaithan itu ada karena dipikirkan....
Sebaiknya kita jangan ikut mempopulerkannya yang nanti orang yang kurang bekal paham dan imannya meyakini bahwa fikirannyalah yang menentukan "nasib" dirinya.
Sekali lagi, itu sama sekali bukan teori kita.
Adapun panduan kita adalah sebagaimana dalam hadits berikut,
ุนَْู ุฃَุจِู ุงْูุนَุจَّุงุณِ ุนَุจْุฏِ ุงِููู ุจِِْู ุนَุจَّุงุณٍٍٍِ ุฑَุถَِู ุงُููู ุนَُْููู َุง َูุงَู : ُْููุชُ ุฎََْูู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َْููู ًุง ، ََููุงَู
َูุง ุบَُูุงู ُ ! ุฅِِّูู ุฃُุนَِّูู َُู َِููู َุงุชٍ :
ุงِุญَْูุธِ ุงَููู َูุญَْูุธَْู ، ุงِุญَْูุธِ ุงَููู ุชَุฌِุฏُْู ุชُุฌَุงََูู ، ุฅِุฐَุง ุณَุฃَْูุชَ َูุงุณْุฃَِู ุงَููู ، َูุฅِุฐَุง ุงุณْุชَุนَْูุชَ َูุงุณْุชَูุนِْู ุจِุงِููู. َูุงุนَْูู ْ ุฃََّู ุงْูุฃُู َّุฉَ َِููุงุฌْุชَู َุนَุชْ ุนََูู ุฃَْู ََْูููุนَُูู ุจِุดَْูุกٍ ؛ َูู ْ ََْูููุนَُْูู ุฅَِّูุง ุจِุดَْูุกٍ َูุฏْ َูุชَุจَُู ุงُููู ََูู، َู ุฅِِู ุงุฌْุชَู َุนُْูุง ุนََูู ุฃَْู َูุถُุฑَُّْูู ุจِุดَْูุกٍ ؛ َูู ْ َูุถُุฑَُّْูู ุฅَِّูุง ุจِุดَْูุกٍ َูุฏْ َูุชَุจَُู ุงُููู ุนَََْููู ، ุฑُِูุนَุชِ ุงْูุฃََْููุงู ُ َูุฌََّูุชِ ุงูุตُّุญُُู». ุฑََูุงُู ุงูุชِّุฑْู ِุฐُِّู ، ََููุงَู : ุญَุฏِْูุซٌ ุญَุณٌَู ุตَุญِِูุญٌ.
َِููู ุฑَِูุงَูุฉٍ ุบَْูุฑِ ุงูุชِّุฑْู ِุฐِِّู : ุงِุญَْูุธِ ุงَููู ุชَุฌِุฏُْู ุฃَู َุงู ََู ، ุชَุนَุฑَّْู ุฅَِูู ุงِููู ِูู ุงูุฑَّุฎَุงุกِ َูุนْุฑَِْูู ِูู ุงูุดِّุฏَّ ุฉِ. َูุงุนَْูู ْ ุฃََّู ู َุงุฃَุฎْุทَุฃََู ؛ َูู ْ َُْููู ُِููุตِْูุจََู ، َูู َุง ุฃَุตَุงุจََู ؛ َูู ْ َُْููู ُِููุฎْุทِุฆََู ، َูุงุนَْูู ْ ุฃََّู ุงَّููุตْุฑَ ู َุนَ ุงูุตَّุจْุฑِ، َูุฃََّู ุงَْููุฑَุฌَ ู َุนَ ุงَููุฑْุจِ ، َูุฃََّู ู َุนَ ุงْูุนُุณْุฑِ ُูุณْุฑًุง.
Dari Abul ‘Abbaas ‘Abdullah bin ‘Abbaas RadhiyaLLaahu 'anhuma , ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi ๏ทบ, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah ALLaah, niscaya ALLaah akan menjagamu. Jagalah ALLaah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada ALLaah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada ALLaah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan ALLaah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ALLaah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.
(HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata, Hadits ini hasan shahih)
Dalam riwayat selain at-Tirmidzi disebutkan, Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah ketika senang, maka Dia akan mengenalmu ketika susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.
(HR At-Tirmidzi 2516, Ahmad 307, Ath-Thabrani 11243, Al-Hakim 541, Al-Baihaqi 192, Abu Ya'la 2549, Ibnu Sunni 245 - Shahih).
____
๐ญ Bagaimana kalau dengan prasangka baik hasilnya BAIK, prasangka buruk hasilnya SESUATU YANG TIDAK DIHARAPKAN??
✅ Bukan prasangka/perasaannya yang menghasilkan sepertu itu.. Sebagaimana juga bukan obat yang menyembuhkan..
Setiap kaidah, ALLaah swt selalu memberi kepastian bahwa semuanya harus dengan niat/motivasi, cara dan tujuannya hanya "karena dan kepada ALLaah swt". Tidak boleh "kosongan".
Hukum zhon itupun harus ada ALLah swt di sana. Husnuzh zhan itu dengan dan kepada ALLaah swt, semntara su-uzh zhan kepada ALLaah swt dilarang. Berprasangka kepada makhluk mutlak harus berdasarkan prasangka kepada ALLaah swt.
Doa itu dimohonkan dengan penuh takut dan harap merendahkan diri tidak berdaya, tidak boleh (seolah) memastikan..
ุงุฏْุนُูุง ุฑَุจَُّูู ْ ุชَุถَุฑُّุนًุง َูุฎَُْููุฉً ۚ ุฅَُِّูู َูุง ُูุญِุจُّ ุงْูู ُุนْุชَุฏَِูู
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [QS. Al- A'raf (7): 55]
Bahwa yakin dikabulkan dalam berdoa adalah keharusan sebagai bagian PRASANGKA BAIK kepada ALLaah swt dan dengan bekal pemahaman terhadap hakikat dan jenis pengabulan doa itu sendiri...
LoA (Law of Attraction) itu teori mereka. Nggak perlulah kita pakai.
Kaidah agama kita sudah jauh lebih lengkap dan kokoh.
Doa itu pasti dikabulkan selama masih dalam prasangka baik kpd ALLaah swt bahwa akan dikabulkan.
Sementara bentuk dan kapan pengabulannya adalah otoritas ALLaah swt.
ََููุงَู ุฑَุจُُّูู ُ ุงุฏْุนُِููู ุฃَุณْุชَุฌِุจْ َُููู ْ ۚ ุฅَِّู ุงَّูุฐَِูู َูุณْุชَْูุจِุฑَُูู ุนَْู ุนِุจَุงุฏَุชِู ุณََูุฏْุฎَُُููู ุฌَََّููู َ ุฏَุงุฎِุฑَِูู
Dan Robb kalian berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [QS. Ghafir (40): 60]
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ุฑَุถَِู ุงُّٰููู ุนَُْูู ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงู
ุงُุฏْุนُูุง ุงَููู َูุฃَْูุชُู ْ ู َُُِْْููููู ุจِุงْูุฅِุฌَุงุจَุฉِ.
Dari Abu Huraitah RadhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi ๏ทบ bersabda,
Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan engkau merasa yakin akan dikabulkannya do’a.
(HR At-Tirmidzi 3479, Hasan shahih)
ٍ ุนَْู ุฃَุจِู ุณَุนِูุฏٍ ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู: “ู َุง ู ِْู ู ُุณِْูู ٍ َูุฏْุนُู ุจِุฏَุนَْูุฉٍ َْููุณَ َِูููุง ุฅِุซْู ٌ ََููุง َูุทِูุนَุฉُ ุฑَุญِู ٍ ุฅَِّูุง ุฃَุนْุทَุงُู ุงَُّููู ุจَِูุง ุฅِุญْุฏَู ุซََูุงุซٍ ุฅِู َّุง ุฃَْู ุชُุนَุฌََّู َُูู ุฏَุนَْูุชُُู َูุฅِู َّุง ุฃَْู َูุฏَّุฎِุฑََูุง َُูู ِูู ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ َูุฅِู َّุง ุฃَْู َูุตْุฑَِู ุนَُْูู ู ِْู ุงูุณُّูุกِ ู ِุซََْููุง”، َูุงُููุง: ุฅِุฐًุง ُْููุซِุฑُ َูุงَู: “ุงَُّููู ุฃَْูุซَุฑُ” (ุฑูุงู ุฃุญู ุฏ ูกู ูงู ูฉ).
Dari Abu Sa’id berkata; Nabi ๏ทบ bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan tali silaturrahim, kecuali ALLaah akan memberinya tiga kemungkinan :
- disegerakan pengabulan doanya (di dunia ini), atau
- disimpan pahalanya untuknya untuk (diberikan) di akhirat,
- atau ia dijauhkan dari keburukan yang setara nilainya”.
Para sahabat berkata: “Jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja”, beliau bersabda: “ALLah memiliki yang lebih banyak (sebagai balasan dan pengkabulan”. (HR. Ahmad 10709).
H. Riyadh Rosyadi
Minggu
Kesedihan Disukai Syaithan
ูููู ุงุจู ุงูููู
:
ุงูุญุฒู ูุถุนู ุงูููุจ، ู ูููู ุงูุนุฒู
ููุถุฑ ุงูุฅุฑุงุฏุฉ ، ููุง ุดูุก ุฃุญุจ ุฅูู ุงูุดูุทุงู ู
ู ุญุฒู ุงูู
ุคู
ู..
ูุฐูู ุงูุฑุญูุง ูุงุณุชุจุดุฑูุง ูุชูุงุกููุง ูุฃุญุณููุง ุงูุธู ุจุงููู ูุซููุง ุจู
ุง ุนูุฏ ุงููู ูุชููููุง ุนููู ูุณุชุฌุฏูู ุงูุณุนุงุฏุฉ ูุงูุฑุถุง ูู ูู ุญุงู
: Ibnu Qayyim berkata
Kesedihan itu melemahkan hati, melumpuhkan azam (tekad), dan mengendurkan keinginan, dan tidak ada yang lebih disukai syaithan kecuali kesedihan seorang mukmin. Maka berbahagialah, bergembiralah, optimislah, berbaik sangkalah kepada ALLaah, percayalah kepada-Nya, dan tawakkal-lah, maka akan kau temukan
kebahagiaan dan keridhaan dalam segala hal
ุงَُّูููู
َّ ุฅَِّูุง َูุนُูุฐُ ุจَِู ู
ِْู ุงَْููู
ِّ َูุงْูุญَุฒَِู َََููุนُูุฐُ ุจَِู ู
ِْู ุงْูุนَุฌْุฒِ َูุงَْููุณَِู ََููุนُูุฐُ ุจَِู ู
ِْู ุงْูุจُุฎِْู ูุงْูุฌُุจِْู ََููุนُูุฐُ ุจَِู ู
ِْู ุบََูุจَุฉِ ุงูุฏَِّْูู ََْูููุฑِ ุงูุฑِّุฌَุงِู
Ya ALLaah kami berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dan kami berlindung pada-Mu dari kelemahan dan sifat malas, dan kami berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan pengecut, dan aku berlindung pada-Mu dari hutang yang tak mampu ditanggung serta kesewenangan orang. (HR. Abu Dawud)
____________
ู
ู ูุชุงุจ "ุทุฑูู ุงููุฌุฑุชูู ูุจุงุจ ุงูุณุนุงุฏุชูู" ูุฅุจู ุงูููู
Dari Kitab "Thariiqul Hijratayni wa Baabus sa'aadatain" oleh Ibnul Qoyyim
Langganan:
Postingan (Atom)

