Tampilkan postingan dengan label serial doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serial doa. Tampilkan semua postingan
Sabtu
Seri Ramadhaniyah TQ: Berbuka Dengan cara Nabi
Jika ada, Ruthab (kurma basah),
Jika tidak ada, Tamr (kurma kering),
Jika tidak ada, meneguk air bening (water)
Tentunya dengan tangan kanan, diawali Basmalah dan ditutup dengan doa berbuka puasa.
Doa Berbuka Puasa
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَال :
َ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
RasuuluLLaah ﷺ jika berbuka, beliau berdoa :
Dhahabazh-dzama-u wab tallatil-‘uruuqu wa tsabbatal-ajru in syaa ALLaah
“Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, in syaa ALLaah”
(HR Abu Dawud 2010)
Setelah itu sholat.
Baru kemudian makan makanan lainnya.
Sebelumnya jangan lupa berdoa dan juga mendoakan saudara-saudara muslim lainnya.
عَنْ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Dari Anas bin Malik berkata; dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuka dengan beberapa ruthab (kurma yang belum masak) sebelum melakukan shalat, jika tidak dengan air maka dengan beberapa kurma, dan apabila tidak ada kurma maka beliau meneguk air beberapa kali.
(HR. Abu Dawud: 2009, At-Tirmidzi: 632, Ahmad: 12215)
H. Riyadh Rosyadi
Jumat
Pondasi Dasar: Menjadikan Quran sebagai Syifa
Menjadikan Quran sebagai Syifa
QS. Al-Isra' (17): 18
BismilLaahir Rahmaanir Rahiim
Pokok Pembahasan menjadikan Al-Quran sebagai penyembuh adalah Quran Surat Al-Isra (17) ayat 82:
Dari ayat di atas, paling tidak ada tiga hal untuk menjadikan Al-Quran sebagai penyembuh:
1. PAHAM
Bahwa Al-Quran diturunkan oleh ALLaah swt Yang Maha Menyembuhkan.
2. YAKIN
Bahwa ada jaminan penyembuhan yang ALLaah swt pastikan.
3. MENGHILANGKAN KEDZALIMAN
Menghilangkan baik yang ada pada diri sendiri maupun pihak lain.
a. Yang ada pada diri sendiri
Baik zalim terhadap ALLaah swt, diri sendiri, maupun makhluk ALLaah swt lainnya.
Yang harus dilakukan: mohon ampunan kepada ALLaah swt dan meminta maaf kepada makhluk-Nya.
b. Yang berasal dari pihak lain
1. dari nasab
Yang harus dilakukan:
- Memohonkan ampunan untuk mereka yang beriman,
- Memohon kepada ALLaah swt berkenan memutus perjanjian/ikatan batil yang pernah mereka lakukan.
2. dari yang posisinya di atas kita
Yang harus dilakukan: menasehatinya dengan kalimat haq secara hikmah.
3. dari yang di bawah pengaruh kita
Yang harus dilakukan: dengan amar ma'ruf - nahy munkar
4. dari yang sejajar dengan kita
Yang harus dilakukan: tawashow bil haq bis shobri wal bil marhamah
YAKIN
Yakin bahwa ALLaah swt menyembuhkan, maknanya bahwa kesembuhan yang diminta kepada ALLaah swt itu sudah ada di sisiNya:
* apakah diserahkan di dunia sebagai ujian kebaikan, ataukah
* diserahkan di akhirat sebagai pemberian besar tidak terhingga, ataukah
* sebagai pencegah balà/keburukan yang setara dengan bobot permintaannya.
*Adapun inti dari TERAPI adalah Perubahan diri menuju kebaikan yang ALLaah swt ridhai.
Itu prinsip-prinsip penting.
Secara praktek,
1. Sebelum membacakan ayat-ayat Al-Quran atau doa-doa kesembuhan,
Perbanyaklah mohon ampunan kepada ALLaah swt dengan mengakui dosa kesalahan itu di hadapanNya atas segala perbuatan yang keliru.
Dan terhadap orang/makhluk lain meminta dan memberi maaf.
Lakukanlah kewajiban-kewajiban terkait dengan upaya menghilangkan kezaliman sebagaimana di atas.
2. Musnahkan segala barang yang tidak diridhai/tidak disukai ALLaah swt, yang malaikatNya juga tidak menyukai itu.
Jika ALLaah swt dan para malaikatNya tidak menyukai semua itu, maka sebaliknya itu adalah segala hal yang disukai syaitan.
3. Iringi dengan perbuatan baik yang diridhai ALLaah swt, seperti shodaqoh.
4. Membacakan ayat-ayat Al-Quran dengan memohon agar ALLaah swt Yang Maha Meyembuhkan berkenan memberikan kesembuhanNya.
QS. Al-Isra' (17): 18
BismilLaahir Rahmaanir Rahiim
Pokok Pembahasan menjadikan Al-Quran sebagai penyembuh adalah Quran Surat Al-Isra (17) ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi syifaà dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
Dari ayat di atas, paling tidak ada tiga hal untuk menjadikan Al-Quran sebagai penyembuh:
1. PAHAM
Bahwa Al-Quran diturunkan oleh ALLaah swt Yang Maha Menyembuhkan.
2. YAKIN
Bahwa ada jaminan penyembuhan yang ALLaah swt pastikan.
3. MENGHILANGKAN KEDZALIMAN
Menghilangkan baik yang ada pada diri sendiri maupun pihak lain.
a. Yang ada pada diri sendiri
Baik zalim terhadap ALLaah swt, diri sendiri, maupun makhluk ALLaah swt lainnya.
Yang harus dilakukan: mohon ampunan kepada ALLaah swt dan meminta maaf kepada makhluk-Nya.
b. Yang berasal dari pihak lain
1. dari nasab
Yang harus dilakukan:
- Memohonkan ampunan untuk mereka yang beriman,
- Memohon kepada ALLaah swt berkenan memutus perjanjian/ikatan batil yang pernah mereka lakukan.
2. dari yang posisinya di atas kita
Yang harus dilakukan: menasehatinya dengan kalimat haq secara hikmah.
3. dari yang di bawah pengaruh kita
Yang harus dilakukan: dengan amar ma'ruf - nahy munkar
4. dari yang sejajar dengan kita
Yang harus dilakukan: tawashow bil haq bis shobri wal bil marhamah
—————————————
YAKIN
Yakin bahwa ALLaah swt menyembuhkan, maknanya bahwa kesembuhan yang diminta kepada ALLaah swt itu sudah ada di sisiNya:
* apakah diserahkan di dunia sebagai ujian kebaikan, ataukah
* diserahkan di akhirat sebagai pemberian besar tidak terhingga, ataukah
* sebagai pencegah balà/keburukan yang setara dengan bobot permintaannya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال
اُدْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ.
Dari Abu Hurairah RadhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,
Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan engkau merasa yakin akan dikabulkannya do’a.
(HR At-Tirmidzi 3479, Hasan shahih)
ٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا”، قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ قَالَ: “اللَّهُ أَكْثَرُ” (رواه أحمد ١٠٧٠٩).
Dari Abu Sa’id berkata; Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan tali silaturrahim, kecuali ALLaah akan memberinya tiga kemungkinan;
- disegerakan pengabulan doanya (di dunia ini), atau
- disimpan pahalanya untuknya untuk (diberikan) di akhirat,
- atau ia dijauhkan dari keburukan yang setara nilainya”.
Para sahabat berkata: “Jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja”, beliau bersabda: “ALLah memiliki yang lebih banyak (sebagai balasan dan pengkabulan”
(HR. Ahmad 10709).
Itu prinsip-prinsip penting.
—————————————
Secara praktek,
1. Sebelum membacakan ayat-ayat Al-Quran atau doa-doa kesembuhan,
Perbanyaklah mohon ampunan kepada ALLaah swt dengan mengakui dosa kesalahan itu di hadapanNya atas segala perbuatan yang keliru.
Dan terhadap orang/makhluk lain meminta dan memberi maaf.
Lakukanlah kewajiban-kewajiban terkait dengan upaya menghilangkan kezaliman sebagaimana di atas.
2. Musnahkan segala barang yang tidak diridhai/tidak disukai ALLaah swt, yang malaikatNya juga tidak menyukai itu.
Jika ALLaah swt dan para malaikatNya tidak menyukai semua itu, maka sebaliknya itu adalah segala hal yang disukai syaitan.
3. Iringi dengan perbuatan baik yang diridhai ALLaah swt, seperti shodaqoh.
4. Membacakan ayat-ayat Al-Quran dengan memohon agar ALLaah swt Yang Maha Meyembuhkan berkenan memberikan kesembuhanNya.
———————————
H. Riyadh Rosyadi
Label:
dimensi Ruqyah,
Doa,
metode indzar Da'awiyyah,
penting diketahui peruqyah,
perhatikan dalam meruqyah,
Pondasi Dasar,
RID,
serial doa,
Terapi AlQuran,
Terapi Quran
Serial Doa Terapi Quran: Doa Mengajar (dan Belajar)
DOA MENGAJAR DAN BELAJAR
اللهم إنا نسئلك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا...
Alloohumma innaa nas-aluKa 'ilman naafi'aa, wa rizqon thoyyibaa, wa 'amalan mutaqobbalaa
Ya Allah kami meminta pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang thoyyib serta amal yang Engkau terima
_______
اللهم إنا نعوذبك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع ومن نفس لا تشبع ومن دعوات لا يستجاب لها
Alloohumma innaa na'uudzubiKa min 'ilmin laa yanfa' wa min qolbin laa
yakhsya' wa min nafsin laa tasyba' wa min da'awaatin laa yustajaabu
lahaa
Yaa Allah kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak
bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari (dorongan) nafsu yang tidak
pernah kenyang dan dari doa-doa yang tidak dikabulkan.
___________
اللهم انفعنا بما علمتنا وعلمنا ما ينفنا وزدنا علما من عندك
Alloohumman fa'naa bimaa 'alamtanaa, wa 'allimnaa ma yanfa'unaa, wa zidnaa 'ilman min 'indiKa
Ya Allah jadikanlah bermanfaat dari ilmu yang telah Engkau
ajarkan, ajarilah kami ilmu-ilmu yang bermanfaat serta tambahkanlah ilmu dari
sisiMu
___________
ربنا زدنا علما وارزقنا فهما
Robbanaa zidnaa 'ilmaa, warzuqnaa fahmaa
Ya Robb, tambahkanlah kepada kami ilmu dari sisiMu dan berilah kami rizqi pemahaman(nya)
__________
اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
Alloohumma arinal haqqo haqqon warzuqnat tibaa'ah, wa arinal baathila baathilan warzuqnaj tinaabah
Yaa Allah perlihatkanlah kepada kami bahwa yang benar itu kebenaran yang sesungguhnya dan beri kami kemauan-kemampuan untuk mengikutinya.
Dan perlihatkanlah bahwa yang batil itu sungguh batil dan beri kami kemauan-kemampuan meninggalkannya.
__________
رب اشرح لي صدري و يسرلي أمري واحلل عقدة من لساني يفقهوا قولي
Robbisy-rohliy shodriy wa yassirliy amriy wahlul 'uqdatan min lisaaniy yafqohuu qowliy
Ya Robb, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah ikatan pada lidahku agar mereka memahami perkataanku
__________
H. Riyadh Rosyadi
Langganan:
Postingan (Atom)