Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)

Sabtu

Seri Tanya Jawab Terapi Quran: Kasyaf

Ini merupakan pertanyaan yang diajukan oleh salah satu anggota room WA Terapi Quran yang diasuh oleh ustadz R. Rosyad.


Pertanyaan:
Assalamualaikum, Ustadz.. Apakah kasyaf ada yang datangnya dari Allah Subhanahu wa ta'ala?


Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb

Kasyaf artinya menyingkap atau mengangkat.

Maksudnya:

  • menyingkap tabir yang menutupi sehingga bisa melihat sesuatu yang ada di baliknya yang sebelumnya tidak terlihat.
  • mengangkat/menghilangkan sesuatu yang selama ini menyertai/membebani


Contoh Kasyaf di akhirat,

Firman ALLaah swt,

لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.
[QS. Qaf (50): 22]


ALLaah swt berfirman,

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ، إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri (indah). Kepada Rabbnyalah mereka melihat.
[QS al-Qiyaamah (75): 22-23]



Salah satu kalimat doa Nabi shallaLLaahu 'alaihiwasallam,

أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ

As-aluka ladzdzatan nazhor ila wajhik, wasy-syauqo ilaa liqo’ik

aku meminta kepada-Mu (ya ALLaah) kenikmatan memandang wajah-Mu (di akhirat nanti) dan aku meminta kepada-Mu kerinduan (selama di dunia ini) untuk bertemu dengan-Mu.

(HR An Nasa-i 3/54 dan 3/55, Imam Ahmad 4/264, Ibnu Hibban dalam Shahihnya 1971 dan Al Hakim dalam Al Mustadrak 1900)



ALLaah swt berfirman,

كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ

Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) pada hari kiamat benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka.
[QS al-Muthaffifin (83):15].



Contoh Kasyaf di dunia,

ALLaah swt berfirman,

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا

Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.

إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.
[QS. Al-Jinn (72): 26-27]


فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.
[QS. Al-Anbiya' (21): 84]


Kasyaf
1. Di akhirat, secara umum semua manusia akan mendapatkan kasyaf dari ALLaah swt tentang semua yang selama ini diberitakan melalui wahyu.
2. Di akhirat, secara khusus, kasyaf akan dibukakan untuk orang-orang khusus sehingga bisa melihat wajah ALLaah swt Yang Maha Agung dan Maha Mulia.
3. Di dunia tidak semua manusia mendapatkan kasyaf tentang sesuatu yang ghaib terutama ghaib yang mutlak. Hanya Rosul-Rosul ALLaah swt sajalah yang betul-betul mendapatkannya dari ALLaah swt.
4. Di dunia, kasyaf selain urusan ghaib sangat mungkin diberikan kepada selain para Rosul.
5. Seandainya ada "Kasyaf" urusan ghaib di dunia yang dialami oleh selain para Rosul ALLaah, maka kemungkinannya:
a. Tipuan syaitan.
b. Terbantu dengan jin yang ada di dalam dirinya.
c. Prosesnya di alam mimpi dan belum tentu benar.
d. Sebatas suasana perasaan yang kuat seolah ada di keadaan tertentu.
e. Sebatas isyarat atau tanda-tanda yang kadang perlu penafsiran/penjelasan lagi.

Kasyaf ghaib di dunia tidak perlu diupayakan sebagai bagian pelengkap kehidupan dan juga bukan ukuran kemuliaan di sisi ALLaah swt.

Kepatuhan dan ketaqwaan kepada ALLaah swt dengan cara mengikuti tuntunan Rasul-Nya adalah sesuatu yang dipelajari, diupayakan, diperjuangkan, dipertahankan dipertanggungjawabkan ditingkatkan terus menerus.

R. Rosyad

Jumat

Membersihkan Mulut, diantara Adab Bangun Tidur


Ada postingan yang menyebutkan seorang herbalis menganjurkan agar tidak membersihkan mulut (sikat gigi atau sejenisnya?) saat bangun tidur karena beberapa alasan yang disebutkan sebagai hasil penelitian.

Jika benar, hal ini perlu kita telaah lagi..

========

Ini perlu dikoreksi...

Diantar adab yang dicontohkan Nabi shallaLLaahu'alaihi wasallam saat bangun tidur adalah bersiwak..

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما
أَنَّهُ رَقَدَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَيْقَظَ فَتَسَوَّكَ وَتَوَضَّأَ وَهُوَ يَقُولُ
{ إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ }
فَقَرَأَ هَؤُلَاءِ الْآيَاتِ حَتَّى خَتَمَ السُّورَةَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَأَطَالَ فِيهِمَا الْقِيَامَ وَالرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ

Dari AbduLLaah bin bin Abbas radhiyaLLaahu anhumaa bahwa ia pernah bermalam di sisi RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam. Kemudian beliau bangun dan langsung bersiwak kemudian berwudlu. Lalu beliau membaca: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." Beliau membaca ayat itu hingga selesai satu surat (Ali Imran). Kemudian beliau shalat dua raka'at dengan memanjangkannya berdirinya, ruku', dan sujudnya.
(HR. Muslim: 1280).


 حَدَّثَتْنِي أُمُّ مُحَمَّدٍ أَنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْهَا
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَرْقُدُ مِنْ لَيْلٍ وَلَا نَهَارٍ فَيَسْتَيْقِظُ إِلَّا اسْتَاكَ قَبْلَ الْوُضُوءِ

Telah menceritakan kepadaku Ummu Muhmmad bahwa Aisyah bercerita kepadanya; bahwa RasuluLLaah Shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah tidur di malam hari dan tidak pula di siang hari kemudian bangun, melainkan beliau bersiwak sebelum wudhu.
(HR. Ahmad: 24112)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَنَامُ إِلَّا وَالسِّوَاكُ عِنْدَهُ فَإِذَا اسْتَيْقَظَ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ

Dari Ibnu Umar radhiyaLLaahu 'anhumaa, RasuluLLaah ShallaLLaahu 'alaihi wasallam tidak tidur kecuali siwak dibawanya dan jika beliau bangun, beliau memulai dengan bersiwak.
(HR. Ahmad: 5707)


Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersiwak hingga ke lidah dan langit-langit mulut..


عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَسْتَنُّ وَطَرَفُ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ وَهُوَ يَقُولُ عَأْ عَأْ

Dari Abu Musa radhiyaLLaahu 'anhu dia berkata; "Saya menemui RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam, sedang beliau sedang bersiwak, dan ujung siwak berada di ujung lidahnya beliau mengucapkan; Aa', Aa'.
(HR. Nasa'i: 3)

َ عَن أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَسْتَاكُ وَهُوَ وَاضِعٌ طَرَفَ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ يَسْتَنُّ إِلَى فَوْقَ

Dari Abu Musa radhiyaLLaahu 'anhu ia berkata; "Saya menemui RasuluLLaah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang bersiwak, beliau meletakkan ujung-ujung siwak pada mulutnya, lalu menggosoknya hingga mengenai langit-langit mulutnya."
(HR. Ahmad: 18903)


Jadi, cukup jelas bagaimana Nabi shallaLLaahu 'alaihi wasallam  membersihkan mulut beliau secara keseluruhan setiap bangun dari tidur. Apakah itu setelah tidur siang atau tidur malam.

Kita harus yakin bahwa petunjuk kenabian adalah lebih utama. Dan ini sekaligus menunjukkan keutamaan/keistimewaannya siwak. Jika dikaitkan dengan enzim dan segala zat yang ada di air liur, maka kita yakin sepenuhnya dengan sunnah siwak justeru akan menjadi lebih aktif dan efektif segala kebaikan dan melemah segala keburukan.

Semoga kita termasuk yg dikelompokkan dalam umat yg yakin dan bersemangat dengan sunnah-sunnah Nabinya..


R. Rosyad

Kamis

PERHATIKAN DALAM MELAKUKAN TERAPI QURAN


Dalam proses melakukan Terapi Quran, perhatikan beberapa hal berikut:

1. Sebelum Terapi:

  • Niatkan mendakwahi: diri sendiri, klien, dan siapapun makhluk yang terlibat dalam permasalahannya.
  • Lakukan proses indentifikasi, anamnesa - diagnosa.
  • Bersihkan diri dan klien dari kekeliruan. Baik berupa perbuatan maupun barang/benda.



2. Saat Terapi:

  • Jaga Niat
  • Jika kondisinya memungkinkan libatkan klien dan keluarganya dalam proses: Tuntun/Talaqqi: Baca, tiup, usap, minum air TQ, dan seterusnya. Niatkan juga untuk mengajarkan dirinya dan keluarganya (orang yang menyertainya).



3. Sesudah Terapi:

  • Jaga Niat
  • Berikan bekal
    • Nasihat: Taqwa dan keyakinan iman dan hakikat hidup sebagai ujian, termasuk hakikat sakit/permasalahan.
    • Amalan yang terjangkau mampu dikerjakan oleh klien dan keluarganya. Betul-betul diukur sesuai dengan kadar kemampuannya tetapi tetap memadai.
    • Ingatkan lagi: Bersihkan lagi: perbuatan maupun barang. Termasuk sumber ekonomi-keuangan.
  • Tutup dengan kafarah majelis.



R. Rosyad_FTQ

DOA KETIKA DIPERKIRAKAN ADA BENCANA DI SUATU TEMPAT


Dalam satu atsar diriwayatkan ..

 عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

Telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Aun dari Nafi' dari Ibnu 'Umar berkata, "Beliau berdoa: "Ya ALLaah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami." Ibnu 'Umar berkata, "Para sahabat berkata, "Juga untuk negeri Najed kami." Beliau kembali berdoa: "Ya ALLaah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami." Para sahabat berkata lagi, "Juga untuk negeri Najed kami." Ibnu 'Umar berkata, "Beliau lalu berdoa: "Disanalah akan terjadi bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk syaitan."
(HR Bukhari no 979)

ALLoohumma barik lanaa fii qoryatinaa wa fii baladinaa..
Ya ALLaah berkatilah untuk kami di kampung kami dan di negeri kami.

ALLoohumma barik lanaa fii qoryatinaa wa fii baladinaa..
Ya ALLaah berkatilah untuk kami di kampung kami dan di negeri kami.

Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin

APAPUN KEPUTUSAN YANG TERJADI

Maka Sesungguhnya Itu Adalah Ketetapan ALLaah 'azza wajalla


مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Setiap yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi ALLaah.
[QS. Al-Hadid (57): 22]


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنهما قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

Dari 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliyaLLaahu 'anhumaa berkata; "Saya pernah mendengar RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: "ALLaah telah menentukan takdir bagi semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum ALLaah menciptakan langit dan bumi.' RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam menambahkan: 'Dan arsy ALLaah itu berada di atas air."​ (HR. Muslim: 4797)


Apapun keputusan yang ALLaah swt berikan, maka semua itu baik semata dari sisiNya. Dan kemampuan kita (dengan pertolongan ALLaah) bisa "menerjemahkan" setiap peristiwa sebagai ujian hidup dengan penerjemahan yang baik - In syaaALLaah - akan memudahkan kita menjawab soal-soal ujian itu dengan se-baik-baiknya.


عن جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ أنه يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ

​Dari Jabir bin AbdiLLaah bahwa dia berkata: aku mendengar RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersbda: "Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnuzh zhon pada ALLaah. (HR. Ahmad no. 14053, Muslim juga meriwayatkan dengan redaksi وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ )


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah radhiyaLLaahu 'anhu dia berkata; "RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh ALLaah Subhanahu wa Ta'ala daripada mukmin yang lemah. Dan pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLaah dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu, maka janganlah kamu mengatakan; "Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu". Tetapi katakanlah; QoddaraLLaah wa maa syaaALLaah fa'ala 'lni sudah takdir ALLaah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata 'law' (seandainya) akan membukakan jalan bagi gangguan syaitan.'" (HR. Muslim: 4816)


Menjawab setiap soal melalui sikap hati, lisan, tulisan, pikiran dan amal perbuatan dengan jawaban terbaik. Baik per-(soal)an yang terkait langsung hubungannya dengan al-Khaaliq maupun sesama makhlukNya.


وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. [QS. Hud (11), 7]


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

(Dialah) Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. [QS. Al-Mulk (67): 2)


Marilah kita senantiasa memohon pertolongan-Nya agar diberi kemampuan yang terbaik dalam segala keadaan, menyikapinya dan menjalani tugas kehidupan...

اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

ALLaahumma a'innaa 'alaa dzikriKa wa syukriKa wa husni 'ibaadatiKa

Ya ALLaah bantulah kami untuk (selalu) mengingatMu, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada Engkau. (HR. Ibnu Daud dan Ahmad)


______________________________


SubhaanaLLaah...
Masing-masing mendapatkan soal ujian berbeda dari satu peristiwa yang sama.

Robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilaa, subhaanaKa faqinaa 'adzaaban naar.

Masing-masing berlomba memberi jawaban terbaik dari soal ujiannya.. jawaban yang terkait dengan hablun minaLLaah dan hablun minan naas..

Semoga semuanya lulus dengan jawaban terbaik dan menjadi wasilah untuk mendapatkan itqun minan naar..



R. Rosyad_FTQ

MARQIY DIUJI, RAQIY DI (P)UJI

MARQIY (yang Diruqyah) DIUJI, RAQIY (yang Meruqyah) DI PUJI


Dalam terapi, selama kiat/cara/teknik terapi tidak keluar dari ranah syar'iah-nya, maka itu bisa dijalankan dan dikembangkan. Tidak ada mutlak-mutlakkan satu kiat lebih baik atau lebih unggul apalagi lebih benar dari kiat lainnya. Sekali lagi, selama manhaj utama tidak keluar dari kaidah syar'iyyahnya, maka semua kiat/cara/teknik itu Go ahead ... monggo.... silakan.

Yang barangkali lebih tepat ungkapannya adalah masing-masing kiat itu cocok dengan keadaan yang dihadapi sehingga taqdir kesembuhannya terjadi.

Ada kalanya yang begini cocoknya pakai kiat yang ini... kalau yang begitu pakai kiat yang itu... kalau yang begono pakai kiat yang ono...
Mintalah selalu kemudahan dan petunjuk ALLaah swt..

Ada marqiy (yang di ruqyah) yang sebelumnya sudah ke sana ke mari dengan diterapi sembilan Raqiy (peruqyah) yang berbeda dan juga dengan memakai sembilan kiat/teknik terapinya masing-masing, lalu akhirnya bertemulah dengan kita sebagai Raqiy yang ke sepuluh dan kita memakai kiat/teknik yang berbeda dari sembilan Raqiy sebelumnya. Kemudian ALLaah swt memudahkan proses terapinya hingga marqiy memperoleh kesembuhannya saat di tempat kita.

Keadaan ini perlu direspon oleh hati, pikiran, lisan serta sikap kita dengan sebaik mungkin, se-ihsan mungkin selaku Raqiy yang ke sepuluh.

ALLaah swt telah menaqdirkan kita menjadi salah satu mata rantai dari rantai-rantai asbab kesembuhan marqiy.

Jika seandainya ada sepuluh 'uqdah/buhul yang membelenggu penyakit/pengganggunya, maka sebetulnya sebelum ALLaah swt mendatangkan marqiy itu ke kita, sudah ada sembilan 'uqdah yang terlepas dengan pertolongan ALLaah swt melalui ke sembilan marqiy sebelum kita. Dan ALLaah swt menempatkan kita diujungnya saja sebagai mata rantai ke sepuluh, sebagai finishing penyempurna kesembuhan dariNya.

Kita masih beruntung dilibatkan dalam proses kesembuhanNya. Yang jika tanpa kitapun ALLaah swt bisa saja menaqdirkan marqiy memperoleh kesembuhanNya melalui cara yang dikehendakiNya.

Saat kita menghadapi marqiy dengan segala persoalannya sebetulnya yang sedang diuji oleh ALLaah swt bukan hanya marqiy dan keluarganya saja, tetapi kita sebagai Raqiy juga sedang diuji..

Liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa - dalam rangka menguji kalian, siapa yang paling ihsan dalam karyanya,

Meningkatkan diri dengan berbagai ilmu dan skil adalah bagian dari amanah sebagai terapis.. Dan selalu sadar, tunduk tawadhu' dengan segala ketentuan ALLaah swt adalah keharusan untuk mencapai tingkat terbaik (Ihsan) dalam menjalani (ujian) kehidupan.


اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

​ALLaahumma a'innaa 'alaa dzikriKa wa syukriKa wa husni 'ibaadatiKa

​Ya ALLaah bantulah kami untuk (selalu) mengingatMu, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada Engkau. (HR. Ibnu Daud dan Ahmad)


R. Rosyad_FTQ

RUMAH TUSUK SATE

Tinjauan Ruqyah Syar'iyyah


Rumah tusuk sate itu (rumah yang posisinya berhadapan langsung dengan arah jalan yang arus jalannya menghadap rumah tersebut) biasanya ada di suatu pertigaan jalan.

Secara Feng Shui dan secara adat/kepercayaan tertentu dianggap sebagai rumah yang mengandung aura buruk, sial, bahaya, dan sebagainya. Sehingga diperlukan penetral dengan berbagai cara hingga ritual upacara yang itu semua lebih dekat dengan kebatilan.

Sebetulnya dalam tinjauan Ruqyah Syar'iyyah, posisi rumah seperti ini berpeluang selalu mendapat tatapan pandangan mata setiap orang yang melalui arus jalan tersebut. Dan itu berpotensi mendapatkan 'AIN terus menerus. Nah, keadaan demikian berpeluang mencelakakan/merusak rumah tersebut dan efek kelanjutannya tentu kepada penghuninya.


Solusinya:
• Dalam hal antisipasi, perlu dituliskan dengan huruf yang cukup besar tulisan MASYAA ALLAAH WA TABAARAKALLAAH yang mudah dibaca oleh setiap orang yang menatapkan pandangannya ke rumah tersebut.

• Dalam hal terapinya, bisa dengan membuat air ruqyah gangguan 'Ain. Yaitu, membacakan ayat-ayat Al-Quran dan doa dari gangguan 'Ain kemudian dihembuskan ke seember besar air, lalu semprotkan ke rumah tersebut terutama bagian yang paling sering terlihat.

WaLLaahu a'lam.


Riyadh Rosyadi

Sabtu

KOREKSI

K O R E K S I

Ada yang pernah share di suatu group..
Tulisan yang saya coret adalah bagian yang ada di tulisan tersebut yang harus dikoreksi..


Mari BIASAKAN Untuk Selalu Berpikir:
Saya Sangat Beruntung.
Seharusnya: Dengan mentaati ALLaah dan RasulNya, saya sangat beruntung.

Hidupku Penuh Berkah.
Seharusnya: Dengan selalu bertaqwa kepada ALLaah swt, hidupku penuh berkah.

Saya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini !
Seharusnya: Dengan meningkatkan ketaqwaan kepada ALLaah swt, semoga ALLaah memampukan saya mengatasi masalah ini!

Masa Depanku PASTI Cerah !
Seharusnya: Dengan menegakkan agama Islam, maka ALLaah swt menjadikan masa depanku cerah.

Hari ini Saya PASTI Penuh Semangat !
Seharusnya:
- AlhamduliLlaahilladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.
- Asbahnaa 'alaa fithrotil Islaam, wa kalimatil ikhlaash...
- ALLaahumma innaa nas-aluKa 'ilman naafi'aa, wa rizqon thoyyibaa wa 'amalan mutaqobbalaa.
- dst...

- Saya Sangat Bersyukur Pada Allah Atas Apa Yang Saya Miliki Saat ini.

Saya akan Berjuang & Berjuang Terus !
Seharusnya:
* Ya ALLaah bantulah aku, aku akan berjuang dan berjuang terus sesuai dengan tuntunanMu.

* Allah ​PASTI​ Buka Jalan !
Yaa ALLaah, ampunilah kami.. selalulah bersama kami, berikanlah jalan keluar yang penuh kebaikan kepada kami.

قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan; sesungguhnya Robbku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Surat Asy-Syu'ara (42): 62


Hidup adalah permainan pikiran, kalau kita bisa  mengelola pikiran kita, maka hidup Kita akan BAHAGIA.
Seharusnya: Hidup adalah menundukkan pikiran, hati dan amal kita sesuai dengan kehendak ALLaah swt, maka hidup kita akan bahagia.

Musuh paling kejam adalah pikiran kita.
Seharusnya: Musuh kejam adalah musuh yang nyata (syaitan). Jika musuh itu sudah masuk ke dalam pikiran kita maka pikiran itu akan merusak diri kita sendiri dan orang lain.

Sahabat paling Setia juga adalah Pikiran kita.
Seharusnya: Sahabat yang paling setia adalah iman dan orang-orang shalih, jika menetap dalam hati, pikiran dan pergaulan kita, maka kita In syaaALLaah kita selalu terjaga dlm kebaikan.


H. Riyadh Rosyadi