Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)

Kamis

KHUTBAH ‘IEDUL ADHA 1438 H

Siklus Setahun Kita Adalah Siklus-Siklus Perjuangan



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى ~إله~ آله وصحبه أجمعين


ALLaahu Akbar 3×,  waliLLaahilhamd..
Kaum Muslimin rahimakumuLLaah,

Pagi ini Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1438 H, kita telah bersama berdiri sholat, ruku' dan sujud sebagai pernyataan patuh merendahkan diri dengan penuh kesadaran dan keikhlasan hati..

Hari ini tgl 10 Dzulhijjah dan tiga hari setelahnya nanti, kita bertakbir membesarkan nama ALLaah, tahmid-tasbih memuji dan mensucikanNya,  serta bertahlil – LAA ILAAHA ILLALLAAH - menyatakan bahwa tidak ada yang berhak disembah dan ditaati selain DIA semata.

Hari ini dan tiga hari setelahnya adalah waktu-waktu kita menyembelih hewan ternak seperti unta, sapi, kambing/domba. Sembelihan sebagai bentuk pendekatan (qurbah) diri kepada ALLaah.
Disebut idul Adha karena terkait dengan udhiyyah yang dilaksanakan diwaktu dhuha.

Ulama menyebut udhiyyah sebagai,

هِيَ مَا يُذ بَحُ مِنَ النَّعَمِ تَقَرُّبًا إِلى اللهِ تَعَاَلى مِنْ يَوْمِ ْالعِيْدِ إِلَى آخِرِ أيَّام التَّشْرِيْقِ

ialah hewan yang disembelih dari jenis hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah di hari raya Idul Adha hingga akhir hari tasyriq.“

Hewan sembelihan disebut dengan Udhiyyah الأضحية mengerjakannya disebut dengan tadh-hiyyah التضحية  dan pelaksanaannya secara agama dilakukan dalam rangka taqorrub التقرّب mendekatkan diri kepada ALLaah swt.


Taqorrub dari kata yaqrubu, qurban dan qurbaanan.

Maka Tadhiyyah adalah pengorbanan, mempersembahkan yang terbaik agar bisa mendekat kepada sumber segala kebaikan (yaitu ALLaah swt) sebagai bukti kecintaan dan kepatuhan kepadaNya.

Dan tadhiyyah dengan hewan qurban bukanlah daging dan darah hewan itu yang menjadi penghubung kita kepada ALLaah akan tetapi ketaqwaan itulah yang mengantarkan diri kita terhubung menjadi semakin dekat kepadaNya.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ

Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai ALLaah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. [QS Al-Hajj (22) ayat 37]



ALLaahu Akbar 3×,  waliLLaahilhamd
Ma’asyiral Muslimin rahimakumuLLaah..

Inilah takbir yang dengannya kita membersamai takbir-takbir saudara-saudara kita yang bergerak keluar dari wukufnya di Arafah sana.. takbir kita di sini membersamai gerak mereka ke suatu tempat yang di sana mereka melakukan aktifitas penting diantara puncak kegiatan fisik para jamaah haji, sebagai penyempurnaan napak tilas apa yang pernah dilakukan bapak para Nabi, Ibrahim ‘alihissalaam.

Simaklah penuturan sahabat yang juga diantara murid kesayangan Nabi shallaLLaahu ‘alaihi wa sallam..
Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma menceritakan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,

عن ابن عباس رضي الله عنهما رفعه إلى النبي ‘ قال :” لما أتى إبراهيم خليلُ الله المناسكَ عَرَضَ له الشيطان عند جمرة العقبة فرماه بسبع حصَيَّات حتى ساخ في الأرض ، ثم عرض له عند الجمرة الثانية فرماه بسبع حصَيَّات حتى ساخ في الأرض ، ثم عرض له عند الجمرة الثالثة فرماه بسبع حصَيَّات حتى ساخ في الأرض ” قال ابن عباس : الشيطان ترجمون ، وملة أبيكم إبراهيم تتبعون

Dari Ibnu Abbas radhiyallallahu’anhuma, beliau menisbatkan pernyataan ini kepada Nabi, “Ketika Ibrahim kekasih Allah melakukan manasik haji, tiba-tiba syaitan menampakkan diri di hadapan beliau di jumrah’Aqobah. Lalu beliau melemparinya dengan tujuh kerikil, hingga syaitan itupun terjerembab ke tanah . Syaitan itu menampakkan dirinya kembali di jumrah yang kedua, Lalu beliau melemparinya kembali dengan tujuh kerikil, hingga syaitan itupun terjerembab ke tanah. Kemudian syaitan menampakkan dirinya kembali di jumrah ketiga. Lalu beliaupun melemparinya dengan tujuh kerikil, hingga syaitan terjerembab lagi ke tanah“.

Ibnu Abbas kemudian mengatakan,

الشيطان تَرْجُمون ، ومِلَّة أَبِيْكُمْ إبراهيم تَتَّبِعون

Kalian telah merajam setan, dan bersamaan dengan itu (dengan melempar jumrah) kalian telah mengikuti (menapak tilasi) agama ayah kalian Ibrahim
(HR. Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, Shahih, Shahih At-Targhib wat Tarhib (2/17), hadits nomor 1156.)


Kaum muslimin marilah,
Takbir-takbir kita terus kita gemakan sepanjang pagi dan petang di hari ini hingga tiga hari ke depan nanti dalam rangka membesarkan ALLaah dalam seluruh kehidupan kita, memprioritaskan kepatuhan kepadaNya daripada segala bentuk kepatuhan yang tidak selaras dengan keinginanNya. Takbir-takbir kita sepanjang empat hari ini – di pagi dan petang –sekaligus menjadi pengiring lontaran-lontaran jumroh saudara-saudara kita di sana.



ALLaahu Akbar 3×,  Siklus Setahun Kita Adalah Siklus-Siklus Perjuangan
Kaum Muslimin rahimakumuLLaah,

Inilah takbir-takbir yang menghubungkan 2 hari raya kemenangan,
Yang pertama, Takbir Idul Fithri 1 Syawwal 3 bulan yang lalu., takbir merayakan kemenangan melawan hawa nafsu, takbir kemenangan terbersihkannya jiwa dari segala kotoran yang meracuninya (takbir kemenangan tazkiyyah nafs).

Dan yang kedua, Takbir hari ini, takbir kemenangan menghadapi syaitan yang memusuhi, yang menghalangi ketaatan hamba kepada Robb-nya. Takbir kemenagan yang dengan takbir itu syaitan terjerembab tidak berdaya.

Kaum muslimin, ketahuilah bahwa keduanya... hawa nafsu dan syaitan selalu menghalangi upaya kita mempersembahkan yang terbaik untuk bisa mendekatkan diri kepada ALLaah ‘Azza wajalla.

Hawa nafsu sangatlah berbahaya, sangat merugikan.,
Kemuliaan derajat di sisi ALLaah bisa berganti dengan kehinaan karena memperurutan hawa nafsu.. ALLaah swt berfirman,

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاه

Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya (yang rendah),
[Surat Al-A'raf (7) Ayat 176]

Dan orang yang sudah tenggelam dipertuhankan oleh hawa nafsunya, pasti akan sulit dikendalikan. ALLaah swt berfirman,

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

Tidakkah engkau perhatikan tentang orang yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat mengurusnya?
[Surat Al-Furqon (25) ayat 43]

Maka waspadalah diri kita dari perlawanan hawa nafsu diri kita sendiri dan waspadalah pula dari orang-orang yang telah dikalahkan oleh hawa nafsunya..

فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَىٰ

Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan dari (ayat-ayat ALlaah) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa.
[Surat Thaha (20) Ayat 16]

Adapun syaitan, marilah kita simak bagaimana ALLaah swt menjelaskannya,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Sehingga Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
[Surat Al-A'raf (7) Ayat 16-17]


وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ...... ۚ
وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka....
Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
[QS. An-Nisa (4), Ayat 119]

Karena itu, marilah pahami dan sadari serta lakukan tindakan yang tepat sebelum kita nanti menyesali diri, ALLaah swt berfirman,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala [QS. Al-Fathir (35) ayat 6]



ALLaaahu Akbar 3×,  walillaahilhamd
Jamaah rahimakumuLLaah,

Menjadi jelaslah sudah... bahwa siklus hidup kita dalam satu tahun ini diapit oleh dua momentum perjuangan untuk mendapatkan dua kemenangan yang membahagiakan, yang dengan kemenangan itu kita menjadi layak merayakannya.

(Dua momentum itu adalah) Perjuangan membersihkan jiwa, TAZKIYYATUN NAFS dan Perjuangan menghadapi musuh abadi ASY-SYAITAN..

Keduanya membutuhkan modal yaitu,
Ilmu kepahaman, keikhlasan, amal usaha yang kontinu (terus menerus-red), pengorbanan, ketaatan, keteguhan, totalitas, persaudaraan dan saling menjaga kepercayaan di kalangan kaum muslimin.

Siklus satu tahun kita adalah siklus-siklus perjuangan, bergerak usaha ke sana ke mari berupaya (bagaikan SA’I) untuk mempertahankan kehidupan diri kita dan kehidupan generasi penerus untuk selanjutnya kita jadikan hidup ini kembali kepada fitrahnya kepada hakikat jati diri kita selaku hamba ALLaah swt yang tunduk kepadaNya selamanya, bagaikan thawaf wada’, setia berada di pusat kebesaran dan keagunganNya hingga kita meninggalkan dunia.

Mengikatkan janji hingga kapanpun dan di manapun untuk tetap setia, tunduk patuh kepada titahNya sesuai tuntunan Rasul-Nya Muhammad ShallaLLaahu ‘alaihi wa sallam.

Akhirnya,
Marilah kita isi hari raya idul adha di hari ini serta tiga hari (tasyriq) sesudahnya nanti dengan takbir, tahmid-tasbih dan tahlil di setiap pagi dan petang, juga dzikir-dzikir lainnya serta doa-doa untuk diri kita dan saudara-saudara kita di manapun berada, saudara-saudara kita di tanah air ini, serta saudara-saudara di belahan dunia terutama yang sangat berharap dengan bantuan dan doa-doa dari kita semua..

Semoga Idul Adha dan hari-hari tasyriq (tiga hari sesudahnya) kita di tahun ini menjadi hari raya besar sebagaimana Hari Raya Besar yang sebenarnya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

(DO’A-DO’A)

*termasuk,
- doa untuk keselamatan negeri, kemenangan dakwah, pertolongan kepada para pejuang di berbagai negeri, keselamatan umat di berbagai negeri.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم إنه هو الغفور الرحيم،
الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر ولله الحمد
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ الْأَ عْمَالِ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Magetan, Dzulhijjah 1438 H,
H. Riyadh Rosyadi





Sabtu

SOP RID TQ

Standar Operasional Prosedur
Ruqyah Indzar Da'awi



Sehubungan masih banyak peserta pelatihan yang menanyakan cara mengatasi gejala yang dialami oleh dirinya masing-masing, maka semoga SOP yang disederhanakan ini, tidak menjadikan lebih bingung. 
Dan jika masih ada yang ingin ditanyakan khususnya tentang SOP ini, tetap dipersilakan..
_________________________________

Memahami Proses Seorang Terkena Gangguan 
(Ingat 2 faktor memberi peluang terkena infeksi virus demam berdarah):

Seseorang itu bisa terkena gangguan jin pengganggu itu mirip sebagaimana  proses seseorang terinfeksi virus demam berdarah.

Setidaknya ada 5 faktor yang menyebabkan seseorang berpeluang besar terkena infeksi, yaitu:

  1. Virus
  2. Nyamuk
  3. Gigitan nyamuk,
  4. Media atau Sarang nyamuk di sekitar calon korban
  5. Kondisi yang lemah calon korban yang terinfeksi.


Diantara kelimanya, 3 faktor pertama adalah faktor eksternal yang mengganggu. Sedangkan 2 faktor lainnya yaitu faktor keempat dan kelima adalah 2 faktor internal yang jika keduanya terdapat pada seseorang maka memberi peluang besar terkena infeksi/ gangguan.


Dua faktor Internal yang harus diperhatikan:
1. Media di sekitar korban bisa tersedia dengan cara:
  • Dibuat sendiri: faktor nasab, faktor kasab (perbuatan) maupun benda (Cek List 2)
  • Dibuat orang lain: Buhul sihir, ikatan tumbal.
 Maka perbaikannya dengan,

  • Hilangkan dengan memutus perjanjian, memutus bentuk ikatan yang menghubungkan.
  • Berhenti dan bertaubat jika itu adalah perbuatan.
  • Memodifikasi bendanya jika masih bisa dimanfaatkan dan
  • Memusnahkan bendanya jika tidak mungkin lagi dimanfaatkan.



2. Kondisi lemah si korban

  • Secara spiritual: aqidah, ibadah, akhlak
  • Secara mental: segala goncangan jiwa berupa sedih, takut, resah, khawatir, kecewa, malu, marah, benci, dendam, senang berlebihan, obsesi tinggi angan-angan dunia, dan sebagainya.

Maka perbaikannya dengan,

  • Perbaikan diri dalam beragama secara aqidah, ibadah, akhlak.
  • Pulihkan jiwa dengan menguatkan tentang iman kepada takdir.
  • Memaafkan dan meminta maaf;
  • Dilanjutkan dengan istighfar dan dzikruLLaah yang sesuai keadaannya.



4 Langkah SOP RID TQ
(Standar Operasional Prosedur)

1. Perbaiki faktor internal no 1 dan 2 tadi (media dan kondisi lemah)
2. Sempatkan bershodaqoh dengan bentuk kebaikan apapun.
    misalnya:
  • dengan mendoakan orang lain
  • dengan harta,
  • dengan ibadah-ibadah dan amal sosial lainnya

3. Lakukan RID
4. Lakukan Ikhtiar Nafs atau Terapi 'Ain



H. Riyadh Rosyadi_FTQ

Rabu

Seri Tanya Jawab Nafs: Mainan Anak-Anak

Tanya jawab salah satu anggota room TQ, Peserta Pelatihan TQ di satu daerah dengan ustadz Riyadh Rosyadi.


Tanya:
Assalamu'alaikum...ustad mau tanya; kalau anak kecil 3 tahun punya kecintaan yang sangat kepada mainan tertentu (misal pesawat) apakah itu aku berpengaruh pada sukmanya? kapan kita perlu "mengganti" kecintaannya tersebut?



Jawab:
Wa'alaikumussalaam wrwb

Secara prinsip Nafs itu harus dilindungi dan dikembangkan potensi kebaikannya. Ada 4 hal yang perlu penyikapan sesuai dengan keadaannya,

1. Setiap keadaan yang sudah berada pada sesuatu yang diharamkan/kebatilan harus dihentikan dan dibersihkan bekasnya dengan taubat dan kaffarah.

2. Setiap hal yang menuju ke arah yang diharamkan maka harus dicegah sedini mungkin dan dialihkan ke arah yang lebih aman.

3. Setiap keadaan pada sesuatu yang mubah harus dikendalikan dan diarahkan sesuai dengan bimbingan syariat.

4. Setiap keberadaan pada sesuatu yang utama kebaikannya sesuai agama harus disupport (didukung dan difasilitasi), dikembangkan secara proporsional, bertahap dan seimbang menuju puncak capaian tertingginya.

** Jika pesawat mainan itu secara karakter dan simbolnya aman, maka itu masuk kriteria 3.
Kendalikan agar tidak isrof (berlebihan dalam hal waktu dan kecintaan kepada obyek), arahkan dengan memahamkannya bahwa itu adalah teknologi sebagai anugerah ilmu ALLaah swt untuk menjadi sarana kita beribadah kepada ALLaah dan meninggikan agamaNya.

Sabtu

Tentang 'Ain, Intinya adalah Gejolak Jiwa

DAMPAK 'AIN/NAFS ADALAH NYATA
Banyak, Kuat, Cepat dan Tepatnya Bekerja

'Ain adalah salah satu penyebutannya saja


Kalau kita menyimak berbagai penjelasan dan contoh bagaimana dampak dari 'Ain/Nafs bisa berakibat mencelakakan hingga kematian dan bagaimana "teknik" terapi akibat dampak dari 'Ain/Nafs tersebut, kita bisa sedikit memahaminya.


Cepat dan tepatnya 'Ain/Nafs bekerja


حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ حُمَيْدِ بْنِ قَيْسٍ الْمَكِّيِّ أَنَّهُ قَالَ
دُخِلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنَيْ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَقَالَ لِحَاضِنَتِهِمَا مَا لِي أَرَاهُمَا ضَارِعَيْنِ فَقَالَتْ حَاضِنَتُهُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ تَسْرَعُ إِلَيْهِمَا الْعَيْنُ وَلَمْ يَمْنَعْنَا أَنْ نَسْتَرْقِيَ لَهُمَا إِلَّا أَنَّا لَا نَدْرِي مَا يُوَافِقُكَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَرْقُوا لَهُمَا فَإِنَّهُ لَوْ سَبَقَ شَيْءٌ الْقَدَرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Humaid bin Qais Al Makki berkata; "Suatu ketika dua anak Ja'far bin Abu Thalib dibawa ke hadapan Rasulullah ﷺ. Beliau bertanya kepada perawatnya: "Kenapa aku melihat keduanya sangat kurus?" penjaganya menjawab, "Wahai RasuluLLaah, penyakit 'ain telah menyerang mereka berdua dengan cepat. Tidak ada yang menghalangi kami untuk meminta mereka diruqyah, hanya saja kami tidak mengetahui apakah anda menyetujuinya.' RasuluLLaah ﷺ lalu bersabda: 'Ruqyahlah mereka, karena sesungguhnya jika ada yang dapat mendahului takdir, niscaya penyakit 'ain-lah yang akan mendahuluinya.
(HR. Malik: 1473)


عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

Dari Ibnu 'Abbas dari Nabi ﷺ bersabda: "Penyakit yang timbul dari pengaruh 'Ain memang ada. Seandainya ada yang dapat mendahului qadar, tentulah itu pengaruh pandangan mata. Karena itu apabila kamu disuruh mandi, maka mandilah!
(HR. Muslim: 4058)


Bahkan Ain/Nafs termasuk kategori kasus terbanyak Penyebab Kematian​

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ ﷺ قَالَ أَكْثَرُ مَنْ يَمُوْتُ مِنْ أُمَّتِيْ بَعْدَ قَضَاءِ اللّٰهِ وَقَدَرِهِ بِالْأَنْفُسِ يَعْنِيْ بِالْعَيْنِ

Dari sahabat Jabir radliyaLLaaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ : ​Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar ALLaah adalah karena An-Nafs yaitu Al-‘Ain.
(HR. Bukhari dlm At-Taarikh Al-Kabiir 4/360, Shahiihul-Jaami’ no. 1206).


Kisah dampak 'Ain "tidak sengaja" diniatkan dari seorang sahabat Nabi ('Amir bin Rabi'ah veteran Badr) kepada sahabat lainnya (Sahl bin Hunaif) yang nyaris "membunuh" Sahl. Adalah salah satu bukti kuat, cepat dan tepatnya 'Ain bekerja. (Hadits Malik, Ahmad, Nasai).



'Ain atau Nafs

Disebut 'Ain karena gejolak jiwa itu umumnya disalurkan lewat penglihatan. Dan penglihatan itu cepat (kecepatan cahaya) dan tepat, sesuai obyek yang dijangkaunya.
Dampak gejolak nafs (jiwa) itu bisa juga disalurkan lewat bayangan (batin)nya atau lewat kata-kata. Dan pemilik gejolak jiwa itu tidak harus berada di lokasi obyek yang menjadi sasarannya.

Ibnul Qoyyim menyebutkan,

ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية

Dan pengaruh jiwa pemilik 'ain bukan hanya dengan jalan melihat (dengan mata). Bahkan orang buta pun yang membayangkan sesuatu bisa memberi dampak dengan jiwanya itu sekalipun dia tidak melihatnya (sesuatu itu). Dan banyak kasus yang diakibatkan pemilik 'ain yang menimpa ma'yun (orang yang di'aini) dengan cara membayangkannya (mendeskripsikannya) saja tanpa melihat.



Hati-hati dengan Gejolak Jiwa

Gejolak jiwa bisa menjadi bahan bakar 'ain. Baik gejolak "positif maupun negatif".

​Gejolak Positif​ seperti: Kagum, empati, angan-angan, gembira (yang tidak disertai tabrik ungkapan/doa keberkahan)
​Gejolak negatif​ seperti: Hasad, benci, prasangka, marah, sedih, malu/minder, takut, angan-angan.

Yang keduanya (positif/negatif) itu bisa berpotensi mencelakakan bahkan kepada dirinya sendiri.

Jika gejolak jiwa yang kadang disertai ucapan atau kadang hanya membatin saja itu tersalurkan melalui pandangan mata maka itu disebut sebagai 'Ain. Jika tidak melalui media mata maka disebut ​Nafs​ (saja).

"Diantara" terapi efektifnya adalah dengan menyentuhkan "bekas" dari pihak yang terkait dengan gangguan 'ain-nya tersebut kepada dirinya. Yang terbaik adalah bekas kebaikannya. Jika tidak ada maka bekas apapun yang berasal dari bagian pihak yang terkait dengan gangguan 'ain-nya tersebut disentuhkan kepada pihak yang terkena gangguan.



Sumber 'Ain/Nafs itu ada tiga:
1. Manusia,
2. Jin,

ففي سنن النسائي عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَعَوَّذُ مِنْ عَيْنِ الْجَانِّ وَعيْنِ الإنسِ فَلَمَّا نَزَلَتِ الْمُعَوِّذَتَانِ أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَى ذَلِكَ.

Dari Abu Nadhroh dari abi Sa'id al-Khudri radhiyaLLaahu 'anhu berkata, bahwa RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam senantiasa berlindung dari kejahatan 'ain jin dan 'ain manusia. Kemudian tatkala turun dua surat perlindungan (Al-Falaq dan An-Naas) maka Nabi mengambil (beralih) kepada kedua surat itu dan meninggalkan selainnya.
(Sunan an-Nasai)


3. Hewan.

'Ain Hewan

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : الكلاب من الجن، فإذا غشيتكم عند طعامكم، فالقوا لهن فإن لها نفسا
(ذكره الإمام عبدالبر في التمهيد (14/229) والقاضي بدر الدين الشبلي في اكام المرجان في أحكام الجان)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyaLlaahu 'anhumaa bahwa beliau berkata:  anjing adalah bagian dari bangsa jin maka apabila ia mengerumunimu saat makan lemparkanlah sesuatu ke arahnya karena memiliki (pengaruh) jiwa/al-‘ain.
(Al-Imam Abdul Baarr - di kitab At-Tamhid jilid 14 hal.229, Al-Qadhi Badrud Dien Asy-Syibliy - di kitab Akaamul Marjan Fii aahkaamil Jaan)


قال ابن القيم رحمه الله تعالى
...  فمنها ما تشتدُّ كيفيتُها وتقوى حتى تؤثر في إسقاط الجنين، ومنها ما تؤثر في طمس البصر، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم في الأَبْتَر، وذي الطُّفْيَتَيْن مِنَ الحيَّات: "إنَّهمَا يَلتَمِسَان البَصَرَ، ويُسقطان الحَبَلَ". زاد المعاد (149/4).

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan :

“(Ada jenis jiwa buruk) yang kuat karakternya bisa memberi dampak menimpa membahayakan hingga membuat janin gugur dari kandungan, dan ada yang membuat mata menjadi buta, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai AL-ABTAR (ular yang pendek buntutnya/ ular buntung) dan mengenai DZU THUFYATAIN (ular yang memiliki 2 garis hitam di punggungnya)…

Diantara ular : “”Sesungguhnya dua jenis ular itu membutakan mata manusia, dan menggugurkan kandungan”.
(Zaadul Ma’aad jilid 4 hal.149).



H. Riyadh Rosyadi _ FTQ

Senin

TERAPI QURAN: Adab Dalam Bersin

Paham Dengan Yang Ghaib dan Berinteraksi Dengannya


Agama menuntun kita ber-adab dalam segala hal hingga dalam urusan bersin.

Jika seorang yang bersin mengucapkan tahmid (pujian kepada ALLaah) seperti AlhamduliLLaah, maka orang lain yang mendengarnya menyambutnya dengan tasymit (doa rahmat) seperti YarhamukaLLaah - semoga ALLaah swt merahmatimu, lalu orang yang bersin tadi membalasnya lagi dengan doa.. seperti, YahdikumuLLaah wa yushlihu baalakum - semoga ALLaah swt memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu.
Yaghfirulahu lanaa wa lakum - semoga ALLaah swt  mengampuni kami dan kalian semua.
Yarhamunnallah wa iyyaakum - semoga ALLaah swt merahmati kami dan juga kalian.

Bagaimana jika kita bersin dalam keadaan sendirian?

فقد جاء في كتاب الأدب لابن أبي شيبة قال:
بَاب مَا يَقُولُ إِذَا عَطَسَ وَحْدَهُ.. عَنْ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ:
"إِذَا عَطَسَ الرَّجُلُ وَهُوَ وَحْدَهُ فَلْيَقُلِ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، ثُمَّ لِيَقُلْ: يَرْحَمُنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ، فَإِنَّهُ يُشَمِّتُهُ مَنْ سَمِعَهُ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ"

Terdapat dalam kitab Al-Adab karya Ibnu Abi Syaibah, pada bab Apa yang dikatakan oleh orang yang bersin sendirian, Ibrahim (Al-Imam Ibrahim An-Nakho'i, seorang tokoh dari kalangan tabi'in) berkata:
"Jika seorang bersin dan dia sendirian hendaknya dia katakan: AlhamduliLLaahi Robbil 'Aalamiin, kemudian hendaklah berkata (lagi): YarhamunaLLaahu wa iyyaakum (semoga ALLaah swt merahmati kami dan juga kalian). Karena saat itu ada yang menyambut (mendoakan)nya dari kalangan makhluk ALLaah swt yang mendengarnya.


* Makhluk ALLaah yang mendengarkan bersin dan mendoakan itu bisa dari kalangan malaikat maupun jin yang shalih.
____________


Jika yang bersin itu mengucap hamdalah maka didoakan (tasymit). Jika berulang hingga ketiga atau keempat kalinya maka didoakan kesembuhan untuknya..

وعَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (يُشَمَّتُ الْعَاطِسُ ثَلَاثًا ، فَمَا زَادَ فَهُوَ مَزْكُومٌ ) رواه ابن ماجة (3704) وصححه الألباني في "صحيح سنن ابن ماجه" .

Dari Salama bin Al-Awka' radhiyaLLaahu 'anhu berkata, bersabda RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam:
"Men-tasymit-kan orang yang bersin itu tiga kali, jika lebih dari itu maka dia (yang bersin itu) terkena zukam (semacam flu).

(HR. Ibnu Majah:3704, shahih)


Jadi, boleh saja mendoakannya (setelah bersin yang ketiga atau keempat) dengan doa kesembuhan dan itu suatu kebaikan, misalnya dengan kalimat:
SyafakaLLaah atau 'AfaakaLLaah kalau yang bersin muslimah dengan kalimat SyafakiLLaah atau 'AfaakiLLaah.



H. R. Rosyad_FTQ