Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)

Kamis

RID Edisi Ringkas

Ruqyah Indzar Da'awi (RID)
Meruqyah dengan metode memberi peringatan dakwah






بسم اللّٰه الرحمٰن الرحيم


CARA 1

1. ANALISA DAN IDENTIFIKASI

Anamnesis - Diagnosis. Pergunakan Cek List 1 & 2.

Identitas:
alamat/posisinya di tubuh kita, 
profesi/yang dikerjakannya, 
asal/sumber datangnya (nasab-kasab-sihir)


Dengan diawali Basmalah, panggil/serulah para makhluk ALLaah swt itu sesuai dengan identitasnya yang sudah tergali itu.

Beri penjelasan awal sebagaimana Qs. Al-mukminun (23): 115-118;



أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Afahasibtum annamaa kholaqnaa kum ‘abatsawwa annakum ilaynaa laa tur ja’uun
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?


فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Fata’aalaLLaahul malikul haq Laa ilaa ha illa huwa robbul ‘arsyil kariim
Maka Maha Tinggi ALLaah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada ilah selain Dia, Robb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.





وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

Wa mayyad’u ma’aLLaahi ilaa han a khoro laa burhaa na lahu bihi fainnamaa hisaabuhu ‘inda robbih, innahu laa yuflikhul kaafiruun.
Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping ALLaah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Robb-nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.


وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Wa qurrobbighfir war ham wa anta khoyrurroohimiin
Dan katakanlah: "Ya Robb-ku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik".




2. PERLINDUNGAN

Jiwa kita dan para jin-nya sesuai dengan analisa identifikasi
Masing-masing bacaan berikut ditiupkan ke telapak tangan lalu diusapkan ke seluruh tubuh,

* Alfatihah,

*Ayat kursi Qs. Al-Baqoroh (2): 225;

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.




* 4 Qul, (Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas)


* Qs. Al-Isra' (17):45 (3 kali)


وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا

Wa idzaa qoro’tal qur aana ja’alnaa baynaka wa baynalladziina laa yu’minuuna bil aa khiroti hijaaban mastuuroo

Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,




* Qs. Al-Kahfi (18): 97, (3 kali)



فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا

Famas thoo’uu ayyadzharuuhu wamastathoo’u lahu naqbaa
Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.




*Qs. Fatir (35): 43 (3 kali)


اسْتِكْبَارًا فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ ۚ فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ الْأَوَّلِينَ ۚ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلًا

Istikmaarong fil ardhi wa makrossayyi, wa laa ya hiiqul makrussayyi’ illaa bi ahlih, fahal yangdzuruuna illa sunnatal awwaliin, falantajidu lisunnatiLLaahi tabdhiila, wa lantajida lisunnatiLLaahi takhwiila.
Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.





3. ISTIGHFAR DAN TAUBAT

Ajak juga para jin-nya



4. MEMUTUS AKSES-HUBUNGAN

*Awali dengan blocking akses

Qs. Al-Baqoroh (2): 18;
صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

Shummum bukmum ‘umyun fahum laa yarji’un
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).




Qs. Al-Baqoroh (2): 171;
...صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Shummum bukmum ‘umyun fahum laa ya’qiluun

...Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.



* Putus/cabut/batalkan perjanjian/tugas


Qs. At-Taubah (9): 1;


بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Baroo atumminaLLaahi warosuulihi ilalladziina ‘aahadtum minal musyrikiin 

(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).





Qs. Al-Baqoroh (2): 166;


إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

Idz tabarro alladziinattubi’uu minalladziinattaba’uu waroawul ‘adzaaba wataqotto’at bihimul asbaab
 (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.




Qs. Al-Mumtahana (60): 4;
…. إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ….
Innaa buroaaa-u minkum wa mim maa ta’buduuna minduuniLLaah

…."Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah,”….



Qs. Yunus (10): 81-82;

فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ
Falammaa alqow qoola muusaa maa ji’tumnihisshr innaLLaaha sayubtiluh, innaLLaaha laa yushlihu ‘amalal mufsidiin
Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya" Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.


وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
WayuhiqquLLaahulhaqqo bikalimaatihi wa law karihal mujrimuun
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).



Qs. Ash-Shu'ara (26): 45;

فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ
Faalqoo muusaa ‘ashoohu faidzaa hiya talqofu maa ya’fikuun
Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.



Qs. Al-Anbiya (21): 30;

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Awalam yarolladziina kafaruu annassamaawaati wal ardho kaa nataa rotqongfafataqnaa humaa, wa ja’alnaa minal maai kulla syay in hayyi, afalaa yu’minuun
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?


2 Qul (Al-Falaq dan An-Naas)



5. MENDAKWAHI
Dengan ditadabburi, baca berulang:

- Alfatihah, 
- Ayat kursi (Qs. Al-Baqoroh: 255) 
- Ayat-ayat pilihan tertentu sesuai dengan identitas yang diketahui
- 3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas)



6. MENGAJAK BERISLAM


Gunakan telunjuk tauhid, tuntun mereka membaca:


Dua Kalimat Syahadat

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ
Asyhadu an-Laa ilaaha illaLLaah
wa Asyhadu anna Muhammadar RasuuluLLaah
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”



Kalimat Ridha 

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَ بِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَ رَسُوْلاً،
Rodhiitu biLLaahi Robbaa, wabil Islaami diinaa, wabi Muhammadin nabiiyaw wa rosuulaa
Aku rela ALLaah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai nabi dan Rasulku



Doa Hasanah 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Robbanaa aatinaa fid dun-yaa Hasanah wa Fil aakhiroti Hasanah wa qinaa 'adzaaban naar

Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” 

[Qs. Al-Baqarah (2): 201]


7. MENGAJAK BERGABUNG DALAM JAMAAH YANG BAIK

- Yaitu jamaah yang taat ibadah, mempelajari agama dan berdakwah/berjuang di jalan ALLaah).
- Ajak berdoa dalam Qs. Al-Kahfi (18): 10;

... رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Robbanaa aatina milladunka rokhmatawwahayyi’lanaa min amrinaa rosyadaa

"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".




8. MENUNTUNNYA KELUAR
- Doa keluar: BismiLLaahi tawakkalnaa 'alaLLaah....dst
- Ucapan salam. 
- Perintahkan keluar.

______

* pakai telunjuk tauhid yang tadi untuk memutus/membuka/mengupas buhul-buhul yang mengikat/mengunci para jin itu di dalam tubuh..






Cara 2
Setelah tahap langkah 1 dan 2,
Lalu minta yang bersangkutan amalkan F492 itu.

Formula 492 artinya:
4 adalah dzikir yang 4 sebagaimana di wazifah ma'tsurat, masing-masing minimal 100x.

  1. AstaghfiruLLaah haladzi Laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaih.
  2. Laa ilaaha illaLLoohu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qodir.
  3. Tasbih tahmid tahlil takbir
  4. Sholawat ibrahimiyyah tasyahud akhir





9 adalah Qs. At-Taubah ayat 1 dan Qs. Al-Baqoroh (2) ayat 166; sebagai ayat pemutus ikatan

للَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Baroo atumminaLLaahi warosuulihi ilalladziina ‘aahadtum minal musyrikiin 

(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
[Qs. At-Taubah (9): 1]. 



إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ
Idz tabarro alladziinattubi’uu minalladziinattaba’uu waroawul ‘adzaaba wataqotto’at bihimul asbaab
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
[Qs. Al-Baqoroh (2): 166]



2 adalah membaca Qs. Al-Baqoroh
Jika terlalu berat bagi yang bersangkutan membaca semua surat Al-Baqoroh, diringkas saja menjadi 10 ayat surat Al-baqoroh yang disunnahkan.
* Ayat 1 sd 5
* Ayat Kursi (255) + dua ayat sesudahnya (256-257)
* Dua ayat terakhir (284-286)


Jika terasa ada sesuatu, dakwahi hingga akhir selesai tahapan.




H. Riyadh Rosyadi

Rabu

Bukan MAHDHOH dan bukan TAWQIFIYYAH



Pekerjaan,

Ada orang yang setiap hari mengurus telur-telur ayam agar menetas kemudian bayi-bayi ayam itu dipindahkan ke tempat khusus.. Padahal Nabi tidak pernah melakukan itu dan tidak setiap orang melakukan itu.

Ada orang yang setiap hari mengurus telinga-telinga manusia, mata manusia, jantung manusia... Padahal Nabi tidak pernah melakukan itu dan tidak setiap orang melakukan itu.

Ada orang beternak lebah dan menguasai perlebahan dan segala hasil-hasil dari lebah. Setiap hari bergaul dengan lebah. Dan untuk dapatkan hasil terbaik dia lakukan banyak hal tentang kehidupan lebah, karakter hasil-hasil lebah, karakter dan keadaan makhluk yang mengkonsumsi produk lebah, dan seterusnya.. Padahal Nabi tidak memerintahkan orang itu bergaul dengan lebah sampai seperti itu dan tidak semua orang melakukannya.

Ada orang setiap hari membekami minimal 20 orang, Dan dia tekuni dan lakukan segala hal tentang bekam. Titik-titik efektifnya, karakter orang-orang yang dibekam, sayatan dan jarum, tebal/tipisnya kulit, sifat dan karakter darah yang terambil, setiap hari ngurusi itu..  Padahal Nabi tidak pernah membekam (hanya memberi arahan berbekam) dan tidak semua orang melakukan pembekaman.

Ada orang yang setiap harinya meruqyah, padahal Nabi dan para sahabat tidak melakukannya setiap hari dan tidak semua orang melakukan seperti yang dilakukannya itu.

Ada orang yang setiap harinya ada di penjara mendakwahi para napi terutama mantan preman dan napi kejahatan narkoba. Mereka yang insaf digabungkan, dibersihkan dan dibina menjadi para da'i yang siap diterjunkan untuk berdakwah khususnya di kalangan preman dan narkobais. Orang itu setiap hari berhadapan dengan para preman dan narkobais. Sementara Nabi tidak mengerjakan dakwahnya setiap hari selalu menghadapi semacam preman dan pecandu kemaksiatan. Dan tidak pula dilakukan oleh kebanyakan para da'i lainnya.

Sebagaimana kita tidak (setiap saat) berperang menghadapi lawan bersenjata, padahal Nabi dan para sahabat beliau demikian banyak peperangan yang dialaminya. Yang di dalam sejarah terhitung total peperangan di zaman Nabi ada 27 kali dari usia kenabian yang 23 tahun. Artinya kalau dirata-rata setiap 10 bulan lebih sedikit terjadi peperangan.

Selama bukan kategori mahdhoh (ibadah/ritual khusus) dan bukan kategori tawqifiyyan (doktrinal baku tidak boleh ada kreasi), maka apa-apa yang dikerjakan Nabi tidak mutlak harus terjadi dan tidak mutlak harus kerjakan.
Demikian pula apa-apa yang tidak dikerjakan Nabi tidak mutlak tidak boleh kita kerjakan.

Selama bukan mahdhoh dan bukan tawfiqiyyah maka itu boleh. Ukurannya adalah:
- tidak melanggar rambu/kaidah syariat,
- bermanfaat dan
- tidak membahayakan (diri dan pihak lain).

Dan jika yang bukan mahdhoh dan bukan tawqifiyyah itu ingin dinilai sebagai amal shalih yang bernilai badah, maka lakukanlah dengan niat ikhlas karena ALLaah swt semata.


Keterangan:
Mahdhoh dan Tawqifiyyah misalnya:
Thaharah, Shalat fardhu dan waktu-waktu pelaksanaannya, puasa & waktu-waktu puasa, ketentuan zakat, susunan surat dan ayat-ayat Al-Quran, Tata cara Umrah, Haji dan waktunya.....dan sebagainya.
______


Ada 5 kelompok orang yang membersihkan sampah,

Kelompok 1:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya tidak setiap hari.

Kelompok 2:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari.

Kelompok 3:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari di tempat pembuangan yang aman.

Kelompok 4:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari di tempat pembuangan yg aman dan didaur ulang untuk bisa dimanfaatkan lagi.

Kelompok 5:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari di tempat pembuangan yang aman dan didaur ulang untuk bisa dimanfaatkan menjadi alat/formula pembersih sampah.


Silakan dilakukan dengan kemampuan terbaik.
Dan jika ingin dinilai sebagai amal shalih yang bernilai badah, maka lakukanlah dengan niat ikhlas karena ALLaah swt semata.



H. Riyadh Rosyadi

Senin

RID Edisi Lengkap

Tata Cara Meruqyah dengan Metode Indzar Da'awiy (Memberi Peringatan - Dakwah)


RID atau Ruqyah Indzar Da'awiy merupakan suatu metode meruqyah dengan memberikan peringatan-peringatan dakwah, baik kepada jin nya maupun kepada manusia-nya sehingga dapat memahami celah-celah dan cara mengatasinya.

Berikut merupakan Tata cara RID Edisi Lengkap:

1. Persiapan Diri Peruqyah, Persiapan yang Diruqyah dan Persiapan Lingkungan Tempat Ruqyah.

Persiapan diri peruqyah:

  • Terus membekali diri dg referensi yang cukup tentang Pengobatan, Ruqyah, Jin dan Tazkiyah Nafs (pensucian Jiwa)
  • Banyak istighfar, do’a perlindungan & taqorrub kepada Allah swt
  • Doa-doa dan dzikir-dzikir perlindungan perlu dilakukan juga oleh keluarga
  • Upayakan selalu dalam keadaan berwudhu’
  • Sebaiknya taqorrub dengan amal-amal sholih dan isti’anah (memohon pertolongan) kepada ALLAH swt sebelum memulai peruqyahan
  • Tawakkal, menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah swt



Persiapan yang diruqyah:
  • Musnahkan / tutup pintu-pintu masuk Syaithan/jin. Misalnya
  1. Benda-benda kemusyrikan, (Jimat, ‘penangkal’, penglaris, pusaka-pusaka). 
  2. Ilmu tenaga dalam (berikut atribut/panji-panjinya), 
  3. jiwa yang penakut, pemarah, sering sedih, terlalu senang canda (sering tertawa-tawa), 
  4. gambar-gambar bernyawa dan patung, 
  5. lambang-lambang kekufuran, 
  6. dzikir-dzikir/wirid-wirid/sholawat-sholawat yang tidak diajarkan Nabi.

  • Benda-benda tersebut dibakar: 
  1. bacakan ayat kursi, 
  2. dibakar, dirusak atau dibuang ke tempat yang tidak dijangkau orang (sehingga tidak ditemukan lagi)

  • Bila belum sempat dilakukan, maka harus sudah ada sikap penolakkan dan siap memusnahkan.
  • Bila merokok, niatkan berhenti dari merokok (setelah diruqyah biasanya sudah tidak “nikmat” lagi cita rasa rokoknya).
  • Berwudhu sebaik-baiknya
  • Tertutup auratnya.
  • Hendaknya seorang wanita bersama mahramnya jika yang meruqyah laki-laki.


Persiapan lingkungan tempat meruqyah:

  • Bersih dari benda-benda kemusyrikan, gambar, patung, alat-alat musik dan lambang-lambang kekufuran atau kemaksiatan. Termasuk yang ada pada perlengkapan rumah: meja, kursi, perhiasan dan sebagainya.
  • Bila rumah tersebut ada benda-benda kemusyrikan atau hal-hal yang harus dimusnahkan atau banyak tikus/ular maka lakukan peruqyahan untuk rumah tersebut terlebih dahulu cara: 
          -  Bacakan ruqyah di air dalam jumlah yang cukup banyak,
          -  Cipratkan/semprotkan ke sarang-sarang tikus/ular,
          -  Semua sudut rumah kecuali kamar mandi/wc.


2. Berniat untuk memperbaiki dan membersihkan diri, mendakwahi diri dan para jin (makhluk Allah swt) agar bersama-sama bertaubat dan mentauhidkan Allah swt.



3. Bersama-sama memohon ampunan Allah swt, memohon diberikan taqwa dan tazkiyyah, memohon dimudahkan prosesnya.

Baca Istighfar beberapa kali,

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ
ASTAGHFIRULLOOHA L-LADZII LAA ILAAHA ILLA HUWA L-HAYYU L-QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIH
Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain DIA yang Maha Hidup dan Sendiri (mengurus makhlukNya) serta aku bertaubat kepadaNya.


اللّهُمَّ أَعِنَّا عَلى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a’innaa ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika.
“Ya ALLAH bantulah kami dalam mengingatMu, bersyukur dan beribadah sebaik-baiknya kepada Engkau”.


يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ نسْتَغِيْثُ، أَصْلِح لنا شأننا كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنا إِلَى أنفسنا طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yaa Hayyu yaa Qoyyum bi rahmatika nastaghiits, ash-lih lanaa sya'nii kullahu wa laa takilnaa ilaa anfusinaa thorfata 'ainin
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu kami minta pertolongan, perbaikilah segala urusan kami dan jangan diserahkan kepada kami sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya).


اللهم آت أنفسنا تقواها وزكها فأنت خير من زكاها، أنت وليها و مولاها
ALLoohumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa anta khoiru man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa mawlaahaa
Ya Allah berilah kepada jiwa kami ini ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa ini dan Engkaulah sebaik-baik yang membersihkannya, Engkaulah pelindungnya dan Engkaulah penguasanya.


4. Berlindung dengan kalimat-kalimat perlindungan.

Baca ta'awudz dengan penuh yakin dan tawakkal kepada Allah swt

Baca Qs. Al-Mu'minum (23): 98-98

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan"

وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.


Baca Qs. Al-A'raf (7): 196,

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ
Sesungguhnya pelindungku adalah ALLah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh. 


Baca Qs. Al-Maidah (5): 55-56,

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah ALLaah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk kepada ALLaah

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَDan barangsiapa menjadikan ALLaah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya HizbuLLaah itulah yang pasti menang.

** silakan ditambah dengan doa-doa perlindungan yang lainnya **




5. Mulai peringatan dan ajakan Dakwah.


  • Awali dengan Tahmid dan Sholawat dalam khutbah


Contoh:

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Innal hamda lillah nahmaduhu wa nastagfiruh wa naudzu billahi minsyuruuru anfusinaa wa min syai’ati a’malina. Mayyahdillah fala mudillalah wamayyudlil fala hadialah. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah. 


Sesungguhnya pujian itu milik Allah, kita memuji-Nya, dan kita minta pertolongan-Nya, dan kita memohon ampunan kepada-Nya, dan kita mohon lindungan kepada-Nya, dari keburukan diri kita, dan dari kejahatan amal-amal kita, siapa yang ditunjuki Allah, maka tidak ada yang bias menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain ALLaah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad saw adalah utusan ALLaah.



  • Lanjutkan dengan shalawat, pilih bacaan shalawat Ibrahimiyah
  • Lalu mulai serukan kepada para jin
Jika diketahui identitasnya, panggil sesuai jenisnya
misal:

  1. bela diri, tenaga dalam - sebutkan perguruannya, 
  2. kelompok-kelompok dzikir yang tidak masyru' (disyari'atkan), 
  3. dari sumber nasab jalur ayah/ibu, 
  4. dari sihir dengan alasan apapun (sihir pelet mahabbah/perceraian/mandul/merusak ekonomi/sakit dsb), 
  5. jin dari 'ain atau jiwa hasad.


Panggil juga sesuai letak posisinya di tubuh orang yang diruqyah (termasuk diri kita jika ruqyah mandiri).

Contoh:
Yaa ma'syarol Jin yang kalian ada di tubuh saudara (orang) ini... (jika  memungkinkan sebutkan nama-namanya),
Kalian yang masuk dengan alasan apapun,
yang masuk karena terikat dengan perjanjian dan perintah yang bersumber dari perguruan bela diri ....., dari perjanjian yang dilakukan oleh orang-orang tuanya terdahulu, dari....., ......dst..
Kalian yang ada di kepalanya, di mata-telinga-hidung-lidahnya, di lehernya, di bahunya, di punggungnya, di dadanya, di perutnya, di jantungnya, di ginjalnya, di rahimnya, di prostatnya (dan lain-lain sebutkan organ tubuhnya).
Dengar baik-baik. Buka pendengaran dan hati kalian..
Berkumpul semuanya... Berkumpul di tempat kalian masing-masing dengan tenang. Dengar ini... Dengar Allah swr berfirman.
أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِير

Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Qs. Al-Baqoroh (2): 148]


Bangun semua!!!
Dengarkan...!!
Jangan ada satupun yang bersembunyi..
dengar semua, dengar baik-baik..

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ
Di mana saja kalian berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh [Qs. An-Nisa (4): 78]


Dengar baik-baik seruan ini. Buka hati kalian..
إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ
"Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai muslim yang berserah diri kepad Allah." [Qs. An-Naml (27): 30-31]


Proses Pembebasan Jin dari ikatan-ikatan yang batil dan yang sesat
Yaa ma'syarol jinn...!!
Kami menyeru kepada kalian agar sungguh-sungguh bertaubat kepada Allah swt.
Bebaskan diri kalian dari segala ikatan perjanjian atau ikatan yang memerintahkan kepada kekeliruan yang sesat dan menyesatkan.
Kami memohon kepada  Allah swt agar membebaskan kalian dari segala ikatan perjanjian yang memerintahkan kepada kesesatan itu. Kami memohon kepada Allah swt agar memutus semua perjanjian dan buhul-buhul batil itu semua.
Buka pendengaran dan hati kalian...
Yaa Allah, putuskanlah semua ikatan-ikatan yang memerintahkan mereka itu dalam perintah kebatilan. Batalkanlah semuanya yaa Allaah...
(Baca berulang-ulang, minimal 3x)
Ta'awudz...
بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka). [Qs. At-Taubah (9): 1].

Ta'awudz...
 إِنَّا بُرَءآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَه
Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari daripada segala yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai (kecuali) kalian beriman kepada Allah saja. [Qs. Al-Mumtanah (60): 4]

Ta'awudz..

فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ
Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan membatalkannya" Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.
Ulang-ulangi
إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ
sesungguhnya Allah akan membatalkannya

وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).
[Qs. Yunus (10): 81-82]



Proses Dakwah
Yaa ma'syarol jinn,
semoga kalian beruntung terbebas dari belenggu yang memaksa dan mengikat kalian.
Dengar baik-baik dan buka hati kalian. Rasakan getar kebenaran dalam hati kalian terhadap firman Allah swt ini
Ta'awudz
(Baca beberapa kali ayat ini)
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku (Allah swt)
مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ
Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. [Q. Az-Zariyat (51): 56-58]
Yaa ma'syarol jinn,
Sadarilah bahwa yang kalian lakukan selama ini adalah kekeliruan besar..
Dengar ini, buka hati kalian...

Ta'awudz,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

 فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya tidak akan menang orang-orang yang kafir itu.

Ulang-ulangi kalimat:
إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
Sesungguhnya tidak akan menang orang-orang yang kafir itu.

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik" [Qs. Al-Mu'minun (23): 115-118].

Yaa ma'syarol jinn,
Semua perjanjian batil kalian itu akan dituntut oleh Allah swt.
Segeralah bertaubat.
Simak baik-baik,
buka hati kalian....
Ta'awudz,
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. [Qs. Al- An'am (6): 128].



Ajakan Bertaubat dan BerIslam
Yaa ma'syarol jinn..
Marilah memohon ampunan kepada Allah swt atas kekeliruan selama ini..
Ikuti... Ikuti...
Ikuti bersama istighfarnya manusia (jika mmgkinkan sebutkan nama-nama orang yang diruqyah itu masing-masing).
Ikuti oleh kalian masing-masing..
(Bacakan beberapa kali dan tunggu waktu mereka mengikutinya). Jika tidak terdengar, tetap bacakan dengan niat serta cara menuntun.
أستغفر الله العظيم و أتوب إليه
AstaghfiruLLaahl 'azhiim wa atuubu ilaih
Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, dan aku bertaubat kepadaNya.

Mari ikuti dari hati kalian, masing-masing berdoa dengan doa ini
(Ulangi 3x)
اللهم إهدنا الصراط المستقيم
Allaahumma ihdinash shiroothol mustaqiim
Ya Allah, tunjukilah kami jalan yg lurus, jalan yg benar.
Yaa Ma'syarol jinn
Berimanlah kepada Allah swt dan RasulNya sebagaimana dulu telah beriman pembesar-pembesar jin diantara kalian, lalu Allah swt memuliakan mereka di dunia dan akhirat.
Mereka beriman dengan penuh yakin dan keikhlasan.
Merekapun berjuang di jalan Allah mengaharap ridha dan surga Allah swt.
Semoga Allah swt perlihatkan sejarah ini dengan nyata kepada kalian, dan semoga kalian melihat posisi mereka yang penuh kebaikan itu sebagaimana Allah swt menjadikannya kepada kita semua.
Dengar ini baik-baik, lihat dengan hati kalian.. Lihat dengan hati kalian.. Lihat dengan hati kalian..
Ta'awudz,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ
Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ
Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءُ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Dan barang siapa yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan bisa melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata".
[Qs. Al-Ahqof (46): 29-32]

Ya ma'syarol jinn,
Marilah dari hati kalian yang paling dalam, penuh keikhlasan, nyatakanlah ke-Islam-an kalian.
Menjadi hamba Allah swt yang hanya kepadaNya kita menyembah dan hanya kepadaNya kita memohon pertolongan.
Dan menjadi pengikiut setia Rasulullaah (utusan Allah) yaitu Nabi Muhammad saw.
Ikuti pernyataan ini...
Nyatakankanlah... Masing-masing menyatakan ini
بسم الله الرحمن الرحيم
BismiLLaahir rahmaanir rahiim

أشهد أن لا اله الا الله
و أشهد أن محمدا رسو ل الله
Asyhadu an Laa ilaaha illaLLaah
Wa asyhadu anna Muhammadar RasuuluLLaah (3x)
aku bersaksi, aku berjanji bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah
dan aku bersaksi, aku berjanji bhwa Muhammad itu adalah utusan Allah

Baca,
رضيت بالله ربا
وبالإسلام دينا
و بمحمد نبيا ورسولا
Rodhiitu biLLaahi Robaa
Wabil Islaami diinaa
Wabi Muhammadin Nabiyyaw waRosuulaa
(3x)

Baca doa,
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)"  [Qs. Ali- Imron (3): 8]

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Ya Rabb kami terimalah dari (ke-Islaman) kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". [Qs. Al-Baqoroh (2): 127]

وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [Qs. Al-Baqoroh (2): 128]

ُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". [Qs. Al-Baqoroh (2): 201]




Proses PengIslaman (Tahap Awal) Selesai.
Ajak para jin dan orang yang diruqyah itu untuk sujud syukur kepada  Allah swt.
Sekaligus untuk mengecek apakah memang sungguh-sungguh benar keIslamannya.
Karena yang belum beriman akan sulit bersujud sebagaimana Iblis pimpinan Syaitan itu menolak sujud.
Dan dengan itu mengkondisikan jin-jin lainnya yang belum Islam menjadi semakin lemah.
Setelah itu bacakan diantara ayat-ayat Sajadah,
Sambil lihat reaksinya.
Jika menolak, berarti itu belum (masih ada yang belum) bertaubat dan beriman.
Tapi jika tenang dan khusyu' maka -In syaaALLaah- betul-betul beriman. 
Contoh ayat sajadah,
وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama."
فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ ۖ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Maka rasakanlah oleh kalian (siksa ini) disebabkan kalian melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kalian (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kalian kerjakan.

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.
[Qs. As-Sajdah (32): 13-15]

Lalu ajaklah untuk sujud tilawah..



Tahap berikutnya,
Bisa bertanya kepada orang tersebut apakah lokasi-lokasi yang tadinya sakit sudah tidak sakit lagi?
Dan apakah ada lokasi yang masih terasa sakit?
Maka, sampaikan kepada para jin itu
-- Yaa ma'syarol jinn, kalian yang sudah mendapatkan kemudahan hidayah dari Allah swt ...
Apakah yang kalian dapatkan sekarang?
Bagaimana keadaan hati kalian sekarang?
Bagaimana keadaan fisik kalian sekarang?
Warna kulit kalian?
Rambut kalian?
Dan bagaimana pakaian yang Allah swt berikan kepada kalian?
Mereka yang wujud seperti manusia perempuan semoga Allah swt berikan kepada kalian  penutup aurat yang sempurna. 
Jika ada yang belum menerimanya, istighfarlah karena belum sungguh-sungguh dan ikhlas saat berIslam tadi. 
Mintalah kepada Allah...
Baca 3x
اللهم ارزقنا لباس التقوى
Allaahummarzuqnaa libaasat taqwaa
Yaa Allah, berilah kami rizqi pakaian taqwa.


Ucapkanlah syukur kalian semua kepada Allah,
Ucapkanlah...


الحمد لله رب العالمين
"Alhamdulillaahi Robbil 'Aalamiin."



Bagi kalian yang belum berIslam,
Yaa Ma'syarol jinn...
Lihatlah...
Saksikanlah mereka yang sudah beriman itu.
Ikutilah...!
Buka akal dan hati kalian..
Dengarkan ini
Ta'awudz,
Baca 3x

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِyang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. [Qs. Az-Zumar (39): 18]


** lihat lagi proses

>> [Ajakan bertaubat dan berIslam.. di atas]

Sampai di sini, Indzar Dakwah tahap pertama dicukupkan.
Ajak mereka mengambil semua buhul-buhul (tali, paku, pasak, lem, jarum, batu, dan sebagainya) yang terpasang di dalam diri orang yang diruqyah.

Perintahkan mereka memegangnya dan mencabutnya.
Yaa Ma'syarol Jinn, cabut dan ambillah semua buhul-buhul yang mengikat kalian dan yang dipasang selama ini oleh kalian dan kelompok kalian yang batil dulu itu.

Masing-masing pegang semua apapun wujudnya, apakah pisau, paku, jarum, tali, rantai, pasak, batu, lem atau apapun bentuknya, cabut dan musnahkan.

Pegang masing-masing oleh kalian, dan baca

اللهم أبطل هذا السحر بقوتك يا جبار السماوات والأرض
ALLaahumma abthil haadzaas sihro biquwwatiKa yaa jabbaros samaawaati wal ardhi.
Ya Allah, batalkan (semua bentuk) sihir ini wahai Yang perkasa penguasa langit dan bumi.

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيئ في الأىض ولا في السمآء وهو السميع العليم
BismiLLaahilladzii Laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi walaa fis samaa-i wahuwas samii'ul 'aliim
Dengan nama Allah yang beserta namaNya tidak ada suatupun yang (bisa) mencelakakan baik di langit maupun di bumi dan DIA Maha Mendengat lagi Maha Mengetahui.

لا حول ولا قوة إلا بالله
Laa hawla walaa quwwata illaa biLLaah
Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (daya dan kekuatan) ALLaah.

Pegang yang kuat, dan baca
بسم الله.. الله أكبر...!!
BismiLLaahi, ALLaahu Akbar..!

Cabut...!!
Ulangi..
بسم الله.. الله أكبر...!!
BismiLLaahi, ALLaahu Akbar..!

Cabut...!!Ulangi..
بسم الله.. الله أكبر...!!

BismiLLaahi, ALLaahu Akbar..!
Cabut...!!
Semua barang2 itu dipegang, lalu mohon kpd Allah agar dimusnahkan. Baca, ikuti

 بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيئ في الأىض ولا في السمآء وهو السميع العليم

BismiLLaahilladzii Laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi walaa fis samaa-i wahuwas samii'ul 'aliim

بسم الله.. الله أكبر...!!
BismiLLaahi, ALLaahu Akbar..!

TIUP..!!
بسم الله.. الله أكبر...!!
BismiLLaahi, ALLaahu Akbar..!

TIUPKAN!!
بسم الله.. الله أكبر...!!
BismiLLaahi, ALLaahu Akbar..!
TIUPKAN!!



Jika proses itu sudah dirasa cukup dan tidak ada lagi, maka perintahkan kepada para jin itu untuk keluar.

Nasehati agar bergabung dengan jama'ah Jin muslim yang baik keIslamannya. Taat dalam ibadah, rajin menuntut ilmu agama, dan selalu siap dalam berjuang di jalan Allah swt bersama para tentara Allah swt yang ada di langit dan di bumi.

Bacakan kepada mereka..
Mohon kepada Allah swt agar mereka (para jin itu) diperlihatkan tentara-tentaraNya.

Ta'awudz,
(Baca 3x)
وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Qs. Al-Fath (48): 7]
Mohon kepada Allah swt agar dikirimkan jin-jin shalih yang menjemput mereka untuk bergabung dengan jamaah jin tersebut.

Lalu ajarilah salam, lalu minta segera keluar..

Ucapkanlah salam lalu keluar...

Semoga Allah swt memudahkan dan memberkahi kalian..
Assalaamu'alaikum...
warohmatuLLaahi...
wabarokaatuh

Segeralah keluar... Semuanya keluar.. Semuanya keluar...

Tunggu sambil membaca Al-fatihah untuk diri kita, untuk yang diruqyah dan untuk para jin itu semoga mendapatkan kemudahan dan keberkahan ayat-ayatNya..

Setelah selesai, tanyakan:
Apa yang dirasakan,
Apakah sebelumnya berat/panas/sakit lalu kemudian hilang?
Apakah lebih ringan?
Lebih lapang?
Lebih jelas pandangan/penglihatan?

Apa saja yang dirasakan selama proses tadi.
- apa ada yang (mugkin) dilihat....
- apakah masih terasa sesuatu yang mengganjal/sakit/tidak enak.... Di mana posisinya...?



Jika masih ada yang terasa..

Beri nasihat agar teliti kembali segala kebiasaan yang tidak baik. Yang itu bisa mengundang masuknya jin.
Periksa koleksi barang-barang pribadinya, hobinya, tanyangan kesukaannya, buku bacaannya, suara yang sering didengarnya, dsb.

Tingkatkan ibadah, amal salih lainnya, shodaqohnya, birrul walidayn nya...
Tingkatkan mempelajari ilmu agamanya..
____________


Lalu minta yang bersangkutan amalkan F942 itu.

Formula 942 artinya:
9 adalah Qs. At-Taubah ayat 1 dan Qs. Al-Baqoroh (2): 166 sebagai ayat pemutus ikatan
للَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
[Qs. At-Taubah (9): 1]. 

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.


4 adalah dzikir yang 4 sebagaimana di wazifah ma'tsurat masing-masing minimal 100x.
  1. AstaghfiruLLaah haladzi Laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaih.
  2. Laa ilaaha illaLLoohu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qodir.
  3. Tasbih tahmid tahlil takbir
  4. Sholawat ibrahimiyyah tasyahud akhir
2 adalah membaca Qs. Al-Baqoroh
Jika terlalu berat bagi yang bersangkutan membaca semua surat Al-Baqoroh, diringkas saja menjadi 10 ayat surat Al-baqoroh yang disunnahkan.
* Ayat 1 sd 5
* Ayat Kursi (255) + dua ayat sesudahnya (256-257)
* Dua ayat terakhir (284-286)
 Lalu ditambah 3 QUL (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) masing-masing tiga kali.
Tiupkan setiap bacaan itu ke permuaan air minum.
Untuk diminum, dicampur sebagai bilasan mandi dan disemprotkan disemua penjuru rumah, lemari, kasur termasuk kolongnya.

Perhatikan sprei agar tidak bergambar makhluk bernyawa (tokoh) atau simbol kekufuran (lambang-lambang yang terselip kekufuran).




Semoga bermanfaat,
Dan semoga Allah memudahkan prosesnya.


** Bisa digunakan untuk Ruqyah Mandiri.




H. Riyadh Rosyadi