Melihat jin dalam keadaan terjaga
Pembahasan ini dikecualikan terhadap para Nabi dan para Rasul sholawatuLLaah wa salaamuhu 'alaihim.
ALLaah swt berfirman,
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat *yang kamu tidak bisa melihat mereka*. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
(QS. Al-A'raf, Ayat 27)
Berkata Imam Asy-Syafi'i rahimahuLLaah,
من زعم أنه يرى الجن رددنا شهادته إلا أن يكون نبياً
Barangsiapa yang mengaku dirinya bisa melihat jin (dalam bentuk asli/ghaibnya), maka kami tolak kesaksiannya kecuali dia seorang nabi.
(Kitab Fathul Bari: 4/ 489).
A• Jika,
1. Yang melihat jin itu ada banyak (3 org atau lebih), sebagaimana peristiwa
- Iblis di Darun Nadwah sebagai sosok Syaikh dari Nejd (ada perselisihan riwayat).
- Iblis di perang badr sbg sosok Suroqoh bin Malik
2. Yg bercerita adalah org yg betul2 bisa dipercaya spt:
- Abu Hurairah radhiyaLLaahu 'anhu saat menangkap / memergoki syaitan yg mencuri harta zakat
- Ubay bin Ka'ab radhiyaLLaahu 'anhu saat menangkap / memergoki jin yg mencuri kurma
- Abu Ayyub Al-Anshori radhiyaLLaahu 'anhu menangkap / memergoki jin yg mencuri kurma
➡ Maka Kemungkinan jin yang terlihat itu adalah jin yg tasyakul (merubah bentuk) dlm wujud fisik di alam manusia.
B• Jika, yg mengaku melihat dlm keadaan terjaga hanya 1 org yg hidup di zaman ini, maka kemungkinan besar di dalam diri orang tersebut terdapat jin-nya yang didapatnya melalui salah satu atau kombinasi di berikut ini:
1. Jalur nasab leluhurnya
2. Jalur kasab ilmu yg dipelajari
3. Sihir
Jin yang dilihat manusia itu tidak tasyakul dlm bentuk fisik di alam manusia. Tetapi manusia itu "bisa melihat" jin di alamnya (di alam jin) baik dalam wujud aslinya maupun wujud tasyakulnya (tasyakul ghaibnya).
* "bisa melihat" di sini bisa dalam bentuk lain: merasakan, mendengar, mencium aroma.
Keadaan manusia yang demikan biasanya bisa diketahui dengan menelusuri riwayat hidupnya dan memeriksa tanda2 lainnya.
(Bisa pakai Cek List).
WaLLaahu a'lam
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Cek list. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Cek list. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Kamis
Minggu
Buku Ikhtiar Terapi Quran
MILIKI SEGERA untuk Membantu MEMUDAHKAN PROSES TERAPI QURAN Kita, Keluarga, dan Komunitas kita.
Telah siap cetakan kedua
Buku Ikhtiar Terapi Quran - ITQ
Buku Ikhtiar Terapi Quran - ITQ
Disertai penambahan isi dari cetakan pertama.
Isi Buku ITQ:
1. Wazhifah Terapi Quran
2. Wazhifah (Dzikir Pagi Petang)
3. Identifikasi dengan Cek List 1 dan 2
4. RID (Ruqyah Indzar Da'awi)
5. Terapi 'Ain Majhul ('Ain Yang Tidak Diketahui Sumbernya)
6. Ikhtiar Nafs (Pembebasan, Pembersihan, dan Pengembalian Nafs)
Isi Buku ITQ:
1. Wazhifah Terapi Quran
2. Wazhifah (Dzikir Pagi Petang)
3. Identifikasi dengan Cek List 1 dan 2
4. RID (Ruqyah Indzar Da'awi)
5. Terapi 'Ain Majhul ('Ain Yang Tidak Diketahui Sumbernya)
6. Ikhtiar Nafs (Pembebasan, Pembersihan, dan Pengembalian Nafs)
halaman: 145
berat: 75 gram
harga normal: Rp. 20.000; (belum termasuk ongkir)
Dapatkan diskon menarik untuk pembelian dalam jumlah banyak.
Diskon mulai 10% untuk pembelian 10 ekps atau lebih.
Diskon mulai 10% untuk pembelian 10 ekps atau lebih.
Cara mendapatkan:
Kirim wa/sms sesuaikan format pemesanan: Pesan - Jumlah Pesanan - Nama Lengkap - Alamat Lengkap - (beserta kelurahan, kecamatan, dan kodepos) - No. HP dan WA
Kirim wa/sms sesuaikan format pemesanan: Pesan - Jumlah Pesanan - Nama Lengkap - Alamat Lengkap - (beserta kelurahan, kecamatan, dan kodepos) - No. HP dan WA
Kirim ke wa Admin Buku ITQ +62 895-6279-13029
Rekening Buku ITQ;
a.n Mince
BSM no Rek 7071245588
a.n Mince
BSM no Rek 7071245588
Note:
* Bagi yang sudah mengirim uang untuk pemesanan di tahap awal dan belum terkirim bukunya, maka tidak dikenai perubahan harga, hanya dikenai penambahan untuk biaya ongkos kirimnya saja.
* Silakan menghubungi admin di atas.
R. Rosyad
* Bagi yang sudah mengirim uang untuk pemesanan di tahap awal dan belum terkirim bukunya, maka tidak dikenai perubahan harga, hanya dikenai penambahan untuk biaya ongkos kirimnya saja.
* Silakan menghubungi admin di atas.
R. Rosyad
Sabtu
SOP RID TQ
Standar Operasional Prosedur
Ruqyah Indzar Da'awi
Sehubungan masih banyak peserta pelatihan yang menanyakan cara mengatasi gejala yang dialami oleh dirinya masing-masing, maka semoga SOP yang disederhanakan ini, tidak menjadikan lebih bingung.
Dan jika masih ada yang ingin ditanyakan khususnya tentang SOP ini, tetap dipersilakan..
_________________________________
Memahami Proses Seorang Terkena Gangguan
(Ingat 2 faktor memberi peluang terkena infeksi virus demam berdarah):
Seseorang itu bisa terkena gangguan jin pengganggu itu mirip sebagaimana proses seseorang terinfeksi virus demam berdarah.
Setidaknya ada 5 faktor yang menyebabkan seseorang berpeluang besar terkena infeksi, yaitu:
Diantara kelimanya, 3 faktor pertama adalah faktor eksternal yang mengganggu. Sedangkan 2 faktor lainnya yaitu faktor keempat dan kelima adalah 2 faktor internal yang jika keduanya terdapat pada seseorang maka memberi peluang besar terkena infeksi/ gangguan.
Dua faktor Internal yang harus diperhatikan:
1. Media di sekitar korban bisa tersedia dengan cara:
2. Kondisi lemah si korban
Maka perbaikannya dengan,
H. Riyadh Rosyadi_FTQ
Ruqyah Indzar Da'awi
Sehubungan masih banyak peserta pelatihan yang menanyakan cara mengatasi gejala yang dialami oleh dirinya masing-masing, maka semoga SOP yang disederhanakan ini, tidak menjadikan lebih bingung.
Dan jika masih ada yang ingin ditanyakan khususnya tentang SOP ini, tetap dipersilakan..
_________________________________
Memahami Proses Seorang Terkena Gangguan
(Ingat 2 faktor memberi peluang terkena infeksi virus demam berdarah):
Setidaknya ada 5 faktor yang menyebabkan seseorang berpeluang besar terkena infeksi, yaitu:
- Virus
- Nyamuk
- Gigitan nyamuk,
- Media atau Sarang nyamuk di sekitar calon korban
- Kondisi yang lemah calon korban yang terinfeksi.
Diantara kelimanya, 3 faktor pertama adalah faktor eksternal yang mengganggu. Sedangkan 2 faktor lainnya yaitu faktor keempat dan kelima adalah 2 faktor internal yang jika keduanya terdapat pada seseorang maka memberi peluang besar terkena infeksi/ gangguan.
Dua faktor Internal yang harus diperhatikan:
1. Media di sekitar korban bisa tersedia dengan cara:
Maka perbaikannya dengan,
- Dibuat sendiri: faktor nasab, faktor kasab (perbuatan) maupun benda (Cek List 2)
- Dibuat orang lain: Buhul sihir, ikatan tumbal.
- Hilangkan dengan memutus perjanjian, memutus bentuk ikatan yang menghubungkan.
- Berhenti dan bertaubat jika itu adalah perbuatan.
- Memodifikasi bendanya jika masih bisa dimanfaatkan dan
- Memusnahkan bendanya jika tidak mungkin lagi dimanfaatkan.
2. Kondisi lemah si korban
- Secara spiritual: aqidah, ibadah, akhlak
- Secara mental: segala goncangan jiwa berupa sedih, takut, resah, khawatir, kecewa, malu, marah, benci, dendam, senang berlebihan, obsesi tinggi angan-angan dunia, dan sebagainya.
Maka perbaikannya dengan,
- Perbaikan diri dalam beragama secara aqidah, ibadah, akhlak.
- Pulihkan jiwa dengan menguatkan tentang iman kepada takdir.
- Memaafkan dan meminta maaf;
- Dilanjutkan dengan istighfar dan dzikruLLaah yang sesuai keadaannya.
4 Langkah SOP RID TQ
(Standar Operasional Prosedur)
1. Perbaiki faktor internal no 1 dan 2 tadi (media dan kondisi lemah)
2. Sempatkan bershodaqoh dengan bentuk kebaikan apapun.
misalnya:
3. Lakukan RID
4. Lakukan Ikhtiar Nafs atau Terapi 'Ain
(Standar Operasional Prosedur)
1. Perbaiki faktor internal no 1 dan 2 tadi (media dan kondisi lemah)
2. Sempatkan bershodaqoh dengan bentuk kebaikan apapun.
misalnya:
- dengan mendoakan orang lain
- dengan harta,
- dengan ibadah-ibadah dan amal sosial lainnya
3. Lakukan RID
4. Lakukan Ikhtiar Nafs atau Terapi 'Ain
H. Riyadh Rosyadi_FTQ
Minggu
Seri Tanya Jawab: Terapi Quran Untuk Rumah dan Tempat Usaha
Pertanyaan:
Assalamualaikum Afwan ustada saya mau bertanya, bagaimana melakukan Terapi Quran untuk rumah? syukron sebelumnya.
- Peserta TQ Ambon -
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Idealnya khatamkan Al-Baqoroh dengan bacaan cukup keras. Sambil buat air ruqyah Al-Baqoroh → setiap satu halaman terbaca tiupkan ke air (bisa satu galon penuh).
Bisa baca bersama-sama (beberapa orang), dibagi sejumlah yang membaca, dengan cara berurutan atau jika waktu terbatas, bisa dibaca bersamaan. Dengan tetap meniupkan ke air setiap satu halaman selesai.
Air tersebut disemprotkan ke seluruh penjuru rumah/kantor/tempat usaha, dan bisa diminum seluruh anggota keluarga.
Tetapi sebagaimana materi kita, Secara Praktek,
1. Sebelum membacakan ayat-ayat Al-Quran atau doa-doa kesembuhan, maka perbanyaklah mohon ampunan kepada ALLaah swt dengan mengakui dosa kesalahan itu di hadapanNya atas segala perbuatan yang keliru. Dan terhadap orang/makhluk lain meminta dan memberi maaf.
→ Lakukanlah kewajiban-kewajiban terkait dengan upaya menghilangkan kezaliman sebagaimana di atas.
2. Menghentikan perbuatan/amalan yang keliru dan memusnahkan segala barang yang tidak diridhai / tidak disukai ALLaah swt, yang malaikatNya juga tidak menyukai itu. Dan jika ALLaah swt dan para malaikatNya tidak menyukai semua itu maka sebaliknya itu adalah segala hal yang disukai syaitan.
(Silakan lihat Cek List 2)
3. Iringi dengan perbuatan baik yang diridhai ALLaah swt, seperti shodaqoh.
4. Membacakan ayat-ayat Al-Quran dengan memohon agar ALLaah swt Yang Maha Meyembuhkan berkenan memberikan kesembuhanNya/solusi-Nya.
H. Riyadh Rosyadi
Assalamualaikum Afwan ustada saya mau bertanya, bagaimana melakukan Terapi Quran untuk rumah? syukron sebelumnya.
- Peserta TQ Ambon -
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Idealnya khatamkan Al-Baqoroh dengan bacaan cukup keras. Sambil buat air ruqyah Al-Baqoroh → setiap satu halaman terbaca tiupkan ke air (bisa satu galon penuh).
Bisa baca bersama-sama (beberapa orang), dibagi sejumlah yang membaca, dengan cara berurutan atau jika waktu terbatas, bisa dibaca bersamaan. Dengan tetap meniupkan ke air setiap satu halaman selesai.
Air tersebut disemprotkan ke seluruh penjuru rumah/kantor/tempat usaha, dan bisa diminum seluruh anggota keluarga.
Tetapi sebagaimana materi kita, Secara Praktek,
1. Sebelum membacakan ayat-ayat Al-Quran atau doa-doa kesembuhan, maka perbanyaklah mohon ampunan kepada ALLaah swt dengan mengakui dosa kesalahan itu di hadapanNya atas segala perbuatan yang keliru. Dan terhadap orang/makhluk lain meminta dan memberi maaf.
→ Lakukanlah kewajiban-kewajiban terkait dengan upaya menghilangkan kezaliman sebagaimana di atas.
2. Menghentikan perbuatan/amalan yang keliru dan memusnahkan segala barang yang tidak diridhai / tidak disukai ALLaah swt, yang malaikatNya juga tidak menyukai itu. Dan jika ALLaah swt dan para malaikatNya tidak menyukai semua itu maka sebaliknya itu adalah segala hal yang disukai syaitan.
(Silakan lihat Cek List 2)
3. Iringi dengan perbuatan baik yang diridhai ALLaah swt, seperti shodaqoh.
4. Membacakan ayat-ayat Al-Quran dengan memohon agar ALLaah swt Yang Maha Meyembuhkan berkenan memberikan kesembuhanNya/solusi-Nya.
H. Riyadh Rosyadi
Kamis
Seri Tanya Jawab TQ: Emosi dan Marah
Pertanyaan:
Ustadz ada kasus, orang yang sering emosi dan sukanya marah-marah.
Bagaimana cara terapinya agar minimal menguranginya atau bahkan bisa hilang sama sekali?
Jawaban:
Telusuri dulu untuk mendapatkan prediksi penyebabnya. Lakukan anamnesis dengan Cek List 1 & 2 (CL 1 & 2).
Kemudian hentikan/hilangkan hal-hal yang terdapat di CL 2, setelah itu lakukan RID berdasarkan identitasnya itu.
H. Riyadh Rosyadi
Ustadz ada kasus, orang yang sering emosi dan sukanya marah-marah.
Bagaimana cara terapinya agar minimal menguranginya atau bahkan bisa hilang sama sekali?
Jawaban:
Telusuri dulu untuk mendapatkan prediksi penyebabnya. Lakukan anamnesis dengan Cek List 1 & 2 (CL 1 & 2).
Kemudian hentikan/hilangkan hal-hal yang terdapat di CL 2, setelah itu lakukan RID berdasarkan identitasnya itu.
H. Riyadh Rosyadi
Senin
Seri Tanya Jawab TQ: Manfaat Ruqyah, Kesurupan/Kemasukan
Pertanyaan:
1. Gangguan jin kafir, syetan yang bagaimana sehingga perlu dilakukan ruqyah? Berlaku Juga kah itu untuk Ustadz, syeikh, alim ulama bahkan roqi itu sendiri?
2. Apakah semua penyakit yang diderita manusia perlu dirukyah?
3. Apakah semua penyakit selalu ada gangguan/intervensi jin kafir dan syetan?
Di solo, ada yang tidak percaya ada orang kesurupan/kemasukan, dengan alasan: dari mana kamu tahu? Kapan kamu melihatnya?
Sementara ada yang mengajak diskusi mereka tidak berkenan..
Terima kasih atas jawabannya...
====
Jawaban:
1. Ruqyah Syar'iyyah itu untuk perlindungan, penguatan, penjagaan serta pengobatan.
▫ Kalau sudah disebut Syaitan, maka itu jelas sekali pasti MUSUH NYATA ( ٌعَدُوٌّ مُبِيْن), Level Fasiq tertinggi dan Kafir secara mutlak.
Syaitan meniatkan, merencanakan, melaksanakan permusuhannya (mengganggu, menyakiti, merusak, melemahkan, menghancurkan, mengalahkan serta mengajak untuk bergabung bersama mereka).
Semua itu dilakukan secara berorganisasi dan mereka mengevaluasi atas pekerjaannya.
▫Jin pengganggu ada yang bergabung resmi sebagai syaitan dan ada juga yang tidak.
Ada juga yang mengganggu karena merasa terganggu/tersakiti (walaupun dengan alasan yang belum tentu benar), ada yang memang utusan resmi syaitan dan ada yang ikut-ikutan karena kepentingan pribadi/keluarganya.
Jadi, ada yang kafir, ada yang bodoh sehingga mudah diperalat dan ada yang fasiq (tahu itu keliru tapi dikerjakan juga, tahu itu benar tapi sengaja tidak diikuti).
▫ Nabi Muhammad ﷺ mencontohkan dan mengajari kita semua untuk senantiasa melakukan perlindungan terhadap segala hal.
Dilakukannya:
📝 Ada yang rutin pagi-petang,
📝 Ada yang saat melakukan aktifitas tertentu,
📝 Ada yang saat berada di tempat tertentu, dan sebagainya.
📝 Juga melakukan tindakan Ruqyah jika terkena gangguan.
Demikian para sahabat radhiyaLLaahu 'anhum juga melakukan dan mengajarkannya dan seterusnya...
Tabi'in dan tabi'ut tabi'in juga......dan seterusnya...
hingga kita semua tidak terkecuali perlu mengikut jalan beliau.
Yang disebut di pertanyaan itu, semuanya perlu mengikuti RasuluLLaah ﷺ.
2. Menurut saya, iya.
Bahwa semua penyakit itu perlu ruqyah. Bacakanlah Al-Quran dan doa-doa yang disyariatkan.
Jika diputuskan dengan terapi lainnya tetap bacakanlah Al-Quran.
Ruqyah Syar'iyyah itu sebagaimana yang dicontohkan Nabi adalah juga untuk semua kategori gangguan.
Gejala fisik, non fisik (jiwa/pikiran), racun, luka-luka, sihir, 'ain dan gangguan jin pada umumnya.
Saran kami, sertakan Ruqyah bersama metode dan teknik terapi apapun.
Dan pahami hakikat sakit, hakikat terapi dan hakikat kesembuhan.
Keduanya, terapis dan yang diterapi perlu selalu memahami dan menghayatinya.
3. Tidak selalu.
Tetapi bahwa syaitan ingin selalu mencelakakan kita di setiap keadaan dan waktu, itu sudah pasti.
Sehingga "peluang"-nya kita celaka karena ada intervensi mrk di sana juga besar.
Saran saya, sebagaimana di atas tadi, coba dibantu dengan Cek List (atau teknik lainnya) untuk menganalisa setiap keluhan penyakit yang ada apakah ada intervensi ataukah tidak.
Jika patut diduga maka teknik Ruqyah Syar'iyyah perlu dilakukan.
Dan sebaiknya secara terapi holistik untuk sakit apapun perlu dilakukan.
___________
Bagi yang tidak percaya adanya kesurupan jin, sebetulnya mudah saja.
Ajak ke klinik terapi, dan agar menanyakan langsung kepada beberapa orang yang diterapi atau keluarganya.
Orang seperti itu sama halnya dengan tidak percaya adanya penyebab gondongan itu adalah "virus parotitis epidemika" dengan alasan karena dia tidak melihatnya langsung virus itu.
Padahal virus itu dikenali oleh ahli yang mengetahuinya dan tahu cara kerjanya, diuraikan tanda-tandanya jika sudah menyerang, dijelaskan kelemahannya untuk bisa menyembuhkan.
Kemudian dirumuskan formula vaksin untuk menetralisirnya serta anjuran pola hidup untuk pemulihan dan sekaligus pencegahannya.
Kemudian informasi yang lengkap itu "bisa dipercaya" untuk dipelajari dan disebarluaskan untuk upaya pencegahan dan pengobatan di masyarakat luas.
Kurang lebihnya sama seperti itu terkait dengan gangguan jin/'ain.
Wallahua'lam
H. Riyadh Rosyadi
1. Gangguan jin kafir, syetan yang bagaimana sehingga perlu dilakukan ruqyah? Berlaku Juga kah itu untuk Ustadz, syeikh, alim ulama bahkan roqi itu sendiri?
2. Apakah semua penyakit yang diderita manusia perlu dirukyah?
3. Apakah semua penyakit selalu ada gangguan/intervensi jin kafir dan syetan?
Di solo, ada yang tidak percaya ada orang kesurupan/kemasukan, dengan alasan: dari mana kamu tahu? Kapan kamu melihatnya?
Sementara ada yang mengajak diskusi mereka tidak berkenan..
Terima kasih atas jawabannya...
====
Jawaban:
1. Ruqyah Syar'iyyah itu untuk perlindungan, penguatan, penjagaan serta pengobatan.
▫ Kalau sudah disebut Syaitan, maka itu jelas sekali pasti MUSUH NYATA ( ٌعَدُوٌّ مُبِيْن), Level Fasiq tertinggi dan Kafir secara mutlak.
Syaitan meniatkan, merencanakan, melaksanakan permusuhannya (mengganggu, menyakiti, merusak, melemahkan, menghancurkan, mengalahkan serta mengajak untuk bergabung bersama mereka).
Semua itu dilakukan secara berorganisasi dan mereka mengevaluasi atas pekerjaannya.
▫Jin pengganggu ada yang bergabung resmi sebagai syaitan dan ada juga yang tidak.
Ada juga yang mengganggu karena merasa terganggu/tersakiti (walaupun dengan alasan yang belum tentu benar), ada yang memang utusan resmi syaitan dan ada yang ikut-ikutan karena kepentingan pribadi/keluarganya.
Jadi, ada yang kafir, ada yang bodoh sehingga mudah diperalat dan ada yang fasiq (tahu itu keliru tapi dikerjakan juga, tahu itu benar tapi sengaja tidak diikuti).
▫ Nabi Muhammad ﷺ mencontohkan dan mengajari kita semua untuk senantiasa melakukan perlindungan terhadap segala hal.
Dilakukannya:
📝 Ada yang rutin pagi-petang,
📝 Ada yang saat melakukan aktifitas tertentu,
📝 Ada yang saat berada di tempat tertentu, dan sebagainya.
📝 Juga melakukan tindakan Ruqyah jika terkena gangguan.
Demikian para sahabat radhiyaLLaahu 'anhum juga melakukan dan mengajarkannya dan seterusnya...
Tabi'in dan tabi'ut tabi'in juga......dan seterusnya...
hingga kita semua tidak terkecuali perlu mengikut jalan beliau.
Yang disebut di pertanyaan itu, semuanya perlu mengikuti RasuluLLaah ﷺ.
2. Menurut saya, iya.
Bahwa semua penyakit itu perlu ruqyah. Bacakanlah Al-Quran dan doa-doa yang disyariatkan.
Jika diputuskan dengan terapi lainnya tetap bacakanlah Al-Quran.
Ruqyah Syar'iyyah itu sebagaimana yang dicontohkan Nabi adalah juga untuk semua kategori gangguan.
Gejala fisik, non fisik (jiwa/pikiran), racun, luka-luka, sihir, 'ain dan gangguan jin pada umumnya.
Saran kami, sertakan Ruqyah bersama metode dan teknik terapi apapun.
Dan pahami hakikat sakit, hakikat terapi dan hakikat kesembuhan.
Keduanya, terapis dan yang diterapi perlu selalu memahami dan menghayatinya.
3. Tidak selalu.
Tetapi bahwa syaitan ingin selalu mencelakakan kita di setiap keadaan dan waktu, itu sudah pasti.
Sehingga "peluang"-nya kita celaka karena ada intervensi mrk di sana juga besar.
Saran saya, sebagaimana di atas tadi, coba dibantu dengan Cek List (atau teknik lainnya) untuk menganalisa setiap keluhan penyakit yang ada apakah ada intervensi ataukah tidak.
Jika patut diduga maka teknik Ruqyah Syar'iyyah perlu dilakukan.
Dan sebaiknya secara terapi holistik untuk sakit apapun perlu dilakukan.
___________
Bagi yang tidak percaya adanya kesurupan jin, sebetulnya mudah saja.
Ajak ke klinik terapi, dan agar menanyakan langsung kepada beberapa orang yang diterapi atau keluarganya.
Orang seperti itu sama halnya dengan tidak percaya adanya penyebab gondongan itu adalah "virus parotitis epidemika" dengan alasan karena dia tidak melihatnya langsung virus itu.
Padahal virus itu dikenali oleh ahli yang mengetahuinya dan tahu cara kerjanya, diuraikan tanda-tandanya jika sudah menyerang, dijelaskan kelemahannya untuk bisa menyembuhkan.
Kemudian dirumuskan formula vaksin untuk menetralisirnya serta anjuran pola hidup untuk pemulihan dan sekaligus pencegahannya.
Kemudian informasi yang lengkap itu "bisa dipercaya" untuk dipelajari dan disebarluaskan untuk upaya pencegahan dan pengobatan di masyarakat luas.
Kurang lebihnya sama seperti itu terkait dengan gangguan jin/'ain.
Wallahua'lam
H. Riyadh Rosyadi
Jumat
Urgensi Tahapan Mengisi Cek List dalam Terapi
Setiap Penanganan Terapi, Perlu Dilakukan
Manfaatkan Cek List untuk Terapi apapun
Anamnesis adalah:
Mencari data informasi yang dibutuhkan dalam rangka mengidentifikasi gejala, kemungkinan penyebab, kurun waktu...dsb.
Untuk mengukur jenis dan level stadium masalahnya.
Melalui tanya jawab kepada yang bersangkutan atau melalui orang lain, pengamatan baik perilaku maupun tempat tinggal.
Diagnosis yaitu:
Peng-identifikasi-an. Menentukan jenis gangguan dan stadiumnya, serta menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan masalahnya.
Prognosis adalah:
Membuat perkiraan ke depan terkait jangka waktu terapi, tindakan-tindakan yang perlu diambil, kemungkinan-kemungkinan pasca tindakan dan hal-hal lainnya yang perlu dilakukan oleh klien yang diterapi dalam rangka menunjang proses terapinya sendiri.
Sebagiannya perlu disampaikan ke klien agar lebih memiliki kesiapan waktu, mental-spiritual dan sebagainya.
H. Riyadh Rosyadi
Manfaatkan Cek List untuk Terapi apapun
Anamnesis adalah:
Mencari data informasi yang dibutuhkan dalam rangka mengidentifikasi gejala, kemungkinan penyebab, kurun waktu...dsb.
Untuk mengukur jenis dan level stadium masalahnya.
Melalui tanya jawab kepada yang bersangkutan atau melalui orang lain, pengamatan baik perilaku maupun tempat tinggal.
Diagnosis yaitu:
Peng-identifikasi-an. Menentukan jenis gangguan dan stadiumnya, serta menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan masalahnya.
Prognosis adalah:
Membuat perkiraan ke depan terkait jangka waktu terapi, tindakan-tindakan yang perlu diambil, kemungkinan-kemungkinan pasca tindakan dan hal-hal lainnya yang perlu dilakukan oleh klien yang diterapi dalam rangka menunjang proses terapinya sendiri.
Sebagiannya perlu disampaikan ke klien agar lebih memiliki kesiapan waktu, mental-spiritual dan sebagainya.
H. Riyadh Rosyadi
Kamis
RID Edisi Ringkas
Ruqyah Indzar Da'awi (RID)
Meruqyah dengan metode memberi peringatan dakwah
بسم اللّٰه الرحمٰن الرحيم
CARA 1
Identitas:
alamat/posisinya di tubuh kita,
profesi/yang dikerjakannya,
asal/sumber datangnya (nasab-kasab-sihir)
Dengan diawali Basmalah, panggil/serulah para makhluk ALLaah swt itu sesuai dengan identitasnya yang sudah tergali itu.
Dengan diawali Basmalah, panggil/serulah para makhluk ALLaah swt itu sesuai dengan identitasnya yang sudah tergali itu.
Beri penjelasan awal sebagaimana Qs. Al-mukminun (23): 115-118;
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Afahasibtum
annamaa kholaqnaa kum ‘abatsawwa annakum ilaynaa laa tur ja’uun
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Fata’aalaLLaahul
malikul haq Laa ilaa ha illa huwa robbul ‘arsyil kariim
Maka Maha Tinggi ALLaah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada ilah selain Dia, Robb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.
وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
Wa mayyad’u
ma’aLLaahi ilaa han a khoro laa burhaa na lahu bihi fainnamaa hisaabuhu ‘inda
robbih, innahu laa yuflikhul kaafiruun.
Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping ALLaah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Robb-nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Wa qurrobbighfir war
ham wa anta khoyrurroohimiin
Dan katakanlah: "Ya Robb-ku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik".
Dan katakanlah: "Ya Robb-ku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik".
2. PERLINDUNGAN
Jiwa kita dan para jin-nya sesuai dengan analisa identifikasi
Masing-masing bacaan berikut ditiupkan ke telapak tangan lalu diusapkan ke seluruh tubuh,
* Alfatihah,
*Ayat kursi Qs. Al-Baqoroh (2): 225;
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
* Qs. Al-Isra' (17):45 (3 kali)
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا
Wa idzaa qoro’tal qur aana ja’alnaa baynaka
wa baynalladziina laa yu’minuuna bil aa khiroti hijaaban mastuuroo
Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,
* Qs. Al-Kahfi (18): 97, (3 kali)
فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا
Famas thoo’uu
ayyadzharuuhu wamastathoo’u lahu naqbaa
Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
*Qs. Fatir (35): 43 (3 kali)
اسْتِكْبَارًا فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ ۚ فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ الْأَوَّلِينَ ۚ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلًا
Istikmaarong fil
ardhi wa makrossayyi, wa laa ya hiiqul makrussayyi’ illaa bi ahlih, fahal
yangdzuruuna illa sunnatal awwaliin, falantajidu lisunnatiLLaahi tabdhiila, wa
lantajida lisunnatiLLaahi takhwiila.
Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.
Ajak juga para jin-nya
4. MEMUTUS AKSES-HUBUNGAN
*Awali dengan blocking akses
Qs. Al-Baqoroh (2): 18;
صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
Shummum bukmum ‘umyun
fahum laa yarji’un
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).
...صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
Shummum
bukmum ‘umyun fahum laa ya’qiluun
...Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.
Qs. At-Taubah (9): 1;
بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Baroo
atumminaLLaahi warosuulihi ilalladziina ‘aahadtum minal musyrikiin
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ
Idz tabarro
alladziinattubi’uu minalladziinattaba’uu waroawul ‘adzaaba wataqotto’at bihimul
asbaab
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
Qs. Al-Mumtahana (60): 4;
…. إِنَّا بُرَآءُ
مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ….
Innaa buroaaa-u minkum wa mim maa ta’buduuna minduuniLLaah
…."Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari
daripada apa yang kamu sembah selain Allah,”….
Qs. Yunus (10): 81-82;
فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ
Falammaa
alqow qoola muusaa maa ji’tumnihisshr innaLLaaha sayubtiluh, innaLLaaha laa
yushlihu ‘amalal mufsidiin
Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya" Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.
وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
WayuhiqquLLaahulhaqqo
bikalimaatihi wa law karihal mujrimuun
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).
فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ
Faalqoo muusaa
‘ashoohu faidzaa hiya talqofu maa ya’fikuun
Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
Qs. Al-Anbiya (21): 30;
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Awalam yarolladziina
kafaruu annassamaawaati wal ardho kaa nataa rotqongfafataqnaa humaa, wa
ja’alnaa minal maai kulla syay in hayyi, afalaa yu’minuun
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
5. MENDAKWAHI
Dengan ditadabburi, baca berulang:
- Alfatihah,
- Ayat kursi (Qs. Al-Baqoroh: 255)
- Ayat-ayat pilihan tertentu sesuai dengan identitas yang diketahui
- 3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas)
6. MENGAJAK BERISLAM
Gunakan telunjuk tauhid, tuntun mereka membaca:
6. MENGAJAK BERISLAM
Gunakan telunjuk tauhid, tuntun mereka membaca:
Dua Kalimat
Syahadat
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ
Asyhadu an-Laa ilaaha illaLLaah
wa Asyhadu anna Muhammadar RasuuluLLaah
“Saya bersaksi
bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa
Muhammad adalah utusan Allah.”
Kalimat
Ridha
رَضِيْتُ
بِاللهِ رَبًّا، وَ بِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَ رَسُوْلاً،
Rodhiitu
biLLaahi Robbaa, wabil Islaami diinaa, wabi Muhammadin nabiiyaw wa rosuulaa
Aku rela
ALLaah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai nabi dan
Rasulku
Doa
Hasanah
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Robbanaa aatinaa fid
dun-yaa Hasanah wa Fil aakhiroti Hasanah wa qinaa 'adzaaban naar
“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di
dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa
neraka.”
[Qs. Al-Baqarah (2): 201]
- Yaitu jamaah yang taat ibadah, mempelajari agama dan berdakwah/berjuang di jalan ALLaah).
- Ajak berdoa dalam Qs. Al-Kahfi (18): 10;
... رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Robbanaa aatina milladunka
rokhmatawwahayyi’lanaa min amrinaa rosyadaa
"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".
- Doa keluar: BismiLLaahi tawakkalnaa 'alaLLaah....dst
- Ucapan salam.
- Perintahkan keluar.
______
______
* pakai telunjuk tauhid yang tadi untuk memutus/membuka/mengupas buhul-buhul yang mengikat/mengunci para jin itu di dalam tubuh..
Cara 2
Setelah tahap langkah 1 dan 2,
Lalu minta yang bersangkutan amalkan F492 itu.
Formula 492 artinya:
Formula 492 artinya:
4 adalah dzikir yang 4 sebagaimana di wazifah ma'tsurat, masing-masing minimal 100x.
- AstaghfiruLLaah haladzi Laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaih.
- Laa ilaaha illaLLoohu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qodir.
- Tasbih tahmid tahlil takbir
- Sholawat ibrahimiyyah tasyahud akhir
9 adalah Qs. At-Taubah ayat 1 dan Qs. Al-Baqoroh (2) ayat 166; sebagai ayat pemutus ikatan
بَرَآءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۤ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Baroo atumminaLLaahi
warosuulihi ilalladziina ‘aahadtum minal musyrikiin
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
[Qs. At-Taubah (9): 1].
إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ
Idz tabarro alladziinattubi’uu minalladziinattaba’uu waroawul ‘adzaaba wataqotto’at bihimul asbaab
Idz tabarro alladziinattubi’uu minalladziinattaba’uu waroawul ‘adzaaba wataqotto’at bihimul asbaab
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
[Qs. Al-Baqoroh (2): 166]
2 adalah membaca Qs. Al-Baqoroh
Jika terlalu berat bagi yang bersangkutan membaca semua surat Al-Baqoroh, diringkas saja menjadi 10 ayat surat Al-baqoroh yang disunnahkan.
* Ayat 1 sd 5
* Ayat Kursi (255) + dua ayat sesudahnya (256-257)
* Dua ayat terakhir (284-286)
H. Riyadh Rosyadi
Label:
metode indzar Da'awiyyah,
metode ruqyah,
RID,
Ruqyah,
Tahapan Ruqyah mandiri,
Terapi AlQuran,
Terapi Quran
Selasa
Seri Tanya Jawab Seputar Nafs (Bagian 2)
Tanya jawab ustadz Riyadh Rosyadi dengan anggota group whatssApp Terapi Quran.
Tanya (1):
[25/7 13.20] :
Assalamualaikum saya mau bertanya tentang nafs, saya sudah baca blog terapi al quran (terapiquran2015.bogspot.com), saya mau tanya tentang nafs.
1. Bermimpi tentang seseorang yang dekat dengan kita atau misalnya orang yang kita sukai, itu termasuk bisikan nafs kan?
2. Apakah itu juga gangguan jin karena terlalu memikirkan sesuatu dengan begitu berat hingga menyebabkan salah satu nafs hilang dan terbawa mimpi?
Jawab (1):
[25/7 13.25] R. Rosyad:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
1. Alam mimpi adalah alam nafs.
Salah satu type mimpi itu karena kuatnya interaksi jia (nafs) kita di saat terjaga. Apakah karena sangat suka, sangat takut, sedih, marah, malu dst bisa muncul keadaan nafs kita di alam mimpi. Contohnya termasuk yang ditanyakan itu.
2. Belum tentu itu gangguan jin. Tetapi bisa ganguan jin bisa juga gangguan nafs itu sendiri.
3. Ada juga kombinasi antara nafs khobits (kotor) dengan jin kafir/fasiq dalam dirinya yang mengendalikan nafs khobits itu.
Yang jelas, jika interaksi nafs di alam jaga (bukan tidur) berlatar belakang hal yang tidak sesuai syariat maka unsur yang terlibat adalah jin kafir/fasiq dan atau nafs yang kotor.
WaLLaahu a'lam.
___________________
Tanya (2):
[25/7 13.31] :
1. Misalnya ada orang yang kita kagumi kemudian nasehat dan perkataannya selalu teringat bahkan terbawa mimpi.
2. Ustadz interaksi jiwa itu bagaimana? Maksud saya apakah ada banyak jiwa? Atau mungkinkah ada interaksi jiwa antara dua orang?
Jawab (2)
[25/7 13.40] R. Rosyad:
1. Selama kagum dalam batas syariat dan materi nasihatnya juga sesuai, maka itu interaksi nafs (dalam mimpi) yang boleh-boleh saja.
2. Tergantung yang muncul. Kalau contohnya seperti di atas itu, kalau sosok orgnya juga muncul maka bisa jadi itu interaksi antar nafs tapi bisa jadi sosok orang itu adalah jin yang menyerupainya.
__________________
Tanya (3)
[25/7 13.31] :
1. Apa bedanya gangguan jin dengan gangguan nafs?
2. Apakah orang gila berarti kehilangan nafs?
Jawab (3)
[25/7 13.45] R. Rosyad:
1. Gangguan secara mimpi atau bukan mimpi?
Kalau ganguan mimpi: hampir tidak bisa dibedakan. Karena jin bisa saja menyerupai wujud manusia.
Kalau gangguan di alam bukan mimpi:
a. kalau gangguan jin, ciri-ciriya seperti yang banyak diuraikan dalam Cek List (http://terapiquran2015.blogspot.co.id/2015/07/penting-untuk-dipelajari-bagi-peruqyah.html?m=1)
b. kalau gangguan nafs, tergantung apakah nafs dirinya yang terganggu atau ada gangguan dari nafs orang lain, perlu penelusuran terhadap kasusnya.
2. Iya, orang gila itu jiwanya lepas (mgkin ditawan, atau tercecer) dan ruang sukma/nafs-nya ditempati oleh jin.
______________
Tanya (4)
[25/7 13.49] :
Maksud dari gangguan dari nafs orang lain seperti apa ya?
Apakah maksudnya ada orang yang lagi sensitif kemudian mempengaruhi emosi orang sekitarnya?
Jawab (4)
[25/7 14.03] R. Rosyad:
Pernah malaikat Jibril 'alaihis salaam meruqyah RasuluLLaah ﷺ, kemudian beliau menyampaikan kepada para sahabat. Kemudian kalimat ruqyah itu dikenal sebagai Ruqyah Jibril. Kalimat ruqyah tsb diantaranya yg diriwayatkan oleh sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyaLLaahu 'anhu berikut.
بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْس أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ
Dengan menyebut Nama ALLaah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki. Semoga ALLaah menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama ALLaah, aku mengobatimu dengan meruqyahmu.
(HR.Muslim no. 2186)
Jika orang tersebut disadarinya atau tidak memiliki nafs yang jahat, maka dengan pancaran pandangan mata maupun secara batin (jawa: mbatin) yang disertai dengki atau kagum (tapi tidak disertai doa/menyebut nama ALLaah) atau marah maka itu bisa mencelakakan pihak lain (makhluk hidup ataupun barang) yang ditujunya.
_________________
Tanya (5)
[25/7 14.21] :
Ustadz bagaimana mengenali seseorang memiliki nafs yang jahat? atau sifat nafs itu memang selalu berubah berubah?
Jawab (5)
[25/7 14.37] R. Rosyad:
Mengenali Nafs jahat (syarr atau khobits) itu dari kecenderungannya ke arah perbuatan fujur dan suu`.
ALLaah swt berfirman,
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) fujurnya (keburukan/tdk sesuai dg syariat) dan ketakwaannya.
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
[Qs. Asy-Syams (91) :7-10]
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan aku (Yusuf) tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafs itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafs yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.
(12:53)
Pengaruh nafs syarr/khobits sepertu itu bisa didapat melalui jalur nasab, kasab, dan lingkungan (interaksi pergaulan, teman) yang semuanya mengarah kepada kemaksiatan dan kelalaian.
-- Nafs syarr/khobits dari seseorang yang saat sekarangnya (sadarnya) berada dalam fujur dan suu` maka kita perlu membentengi diri secara khusus dari orang tersebut baik dengan ilmu dan akhlaq maupun dengan Dzikir/doa.
-- Sedangkan pengaruh nafs syarr/khobits dari seseorang yang karena masa lalunya (dari nasab, kasabnya) maka kita perlu membantu mentazkiyyah org tersebut dengan cara:
1. Tadzkirah (mengingatkan) dan taushiyyah (nasihat) untuk terus membersihkan diri dan untuk sering mendoakan orang lain,
2. Mendoakan atau meruqyahnya,
3. Menutup pintu-pintu prasangka buruk terhadap dirinya.
WaLLaahu a'lam
H. Riyadh Rosyadi
Tanya (1):
[25/7 13.20] :
Assalamualaikum saya mau bertanya tentang nafs, saya sudah baca blog terapi al quran (terapiquran2015.bogspot.com), saya mau tanya tentang nafs.
1. Bermimpi tentang seseorang yang dekat dengan kita atau misalnya orang yang kita sukai, itu termasuk bisikan nafs kan?
2. Apakah itu juga gangguan jin karena terlalu memikirkan sesuatu dengan begitu berat hingga menyebabkan salah satu nafs hilang dan terbawa mimpi?
Jawab (1):
[25/7 13.25] R. Rosyad:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
1. Alam mimpi adalah alam nafs.
Salah satu type mimpi itu karena kuatnya interaksi jia (nafs) kita di saat terjaga. Apakah karena sangat suka, sangat takut, sedih, marah, malu dst bisa muncul keadaan nafs kita di alam mimpi. Contohnya termasuk yang ditanyakan itu.
2. Belum tentu itu gangguan jin. Tetapi bisa ganguan jin bisa juga gangguan nafs itu sendiri.
3. Ada juga kombinasi antara nafs khobits (kotor) dengan jin kafir/fasiq dalam dirinya yang mengendalikan nafs khobits itu.
Yang jelas, jika interaksi nafs di alam jaga (bukan tidur) berlatar belakang hal yang tidak sesuai syariat maka unsur yang terlibat adalah jin kafir/fasiq dan atau nafs yang kotor.
WaLLaahu a'lam.
___________________
Tanya (2):
[25/7 13.31] :
1. Misalnya ada orang yang kita kagumi kemudian nasehat dan perkataannya selalu teringat bahkan terbawa mimpi.
2. Ustadz interaksi jiwa itu bagaimana? Maksud saya apakah ada banyak jiwa? Atau mungkinkah ada interaksi jiwa antara dua orang?
Jawab (2)
[25/7 13.40] R. Rosyad:
1. Selama kagum dalam batas syariat dan materi nasihatnya juga sesuai, maka itu interaksi nafs (dalam mimpi) yang boleh-boleh saja.
2. Tergantung yang muncul. Kalau contohnya seperti di atas itu, kalau sosok orgnya juga muncul maka bisa jadi itu interaksi antar nafs tapi bisa jadi sosok orang itu adalah jin yang menyerupainya.
__________________
Tanya (3)
[25/7 13.31] :
1. Apa bedanya gangguan jin dengan gangguan nafs?
2. Apakah orang gila berarti kehilangan nafs?
Jawab (3)
[25/7 13.45] R. Rosyad:
1. Gangguan secara mimpi atau bukan mimpi?
Kalau ganguan mimpi: hampir tidak bisa dibedakan. Karena jin bisa saja menyerupai wujud manusia.
Kalau gangguan di alam bukan mimpi:
a. kalau gangguan jin, ciri-ciriya seperti yang banyak diuraikan dalam Cek List (http://terapiquran2015.blogspot.co.id/2015/07/penting-untuk-dipelajari-bagi-peruqyah.html?m=1)
b. kalau gangguan nafs, tergantung apakah nafs dirinya yang terganggu atau ada gangguan dari nafs orang lain, perlu penelusuran terhadap kasusnya.
2. Iya, orang gila itu jiwanya lepas (mgkin ditawan, atau tercecer) dan ruang sukma/nafs-nya ditempati oleh jin.
______________
Tanya (4)
[25/7 13.49] :
Maksud dari gangguan dari nafs orang lain seperti apa ya?
Apakah maksudnya ada orang yang lagi sensitif kemudian mempengaruhi emosi orang sekitarnya?
Jawab (4)
[25/7 14.03] R. Rosyad:
Pernah malaikat Jibril 'alaihis salaam meruqyah RasuluLLaah ﷺ, kemudian beliau menyampaikan kepada para sahabat. Kemudian kalimat ruqyah itu dikenal sebagai Ruqyah Jibril. Kalimat ruqyah tsb diantaranya yg diriwayatkan oleh sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyaLLaahu 'anhu berikut.
بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْس أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ
Dengan menyebut Nama ALLaah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki. Semoga ALLaah menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama ALLaah, aku mengobatimu dengan meruqyahmu.
(HR.Muslim no. 2186)
Jika orang tersebut disadarinya atau tidak memiliki nafs yang jahat, maka dengan pancaran pandangan mata maupun secara batin (jawa: mbatin) yang disertai dengki atau kagum (tapi tidak disertai doa/menyebut nama ALLaah) atau marah maka itu bisa mencelakakan pihak lain (makhluk hidup ataupun barang) yang ditujunya.
_________________
Tanya (5)
[25/7 14.21] :
Ustadz bagaimana mengenali seseorang memiliki nafs yang jahat? atau sifat nafs itu memang selalu berubah berubah?
Jawab (5)
[25/7 14.37] R. Rosyad:
Mengenali Nafs jahat (syarr atau khobits) itu dari kecenderungannya ke arah perbuatan fujur dan suu`.
ALLaah swt berfirman,
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) fujurnya (keburukan/tdk sesuai dg syariat) dan ketakwaannya.
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
[Qs. Asy-Syams (91) :7-10]
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan aku (Yusuf) tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafs itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafs yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.
(12:53)
Pengaruh nafs syarr/khobits sepertu itu bisa didapat melalui jalur nasab, kasab, dan lingkungan (interaksi pergaulan, teman) yang semuanya mengarah kepada kemaksiatan dan kelalaian.
-- Nafs syarr/khobits dari seseorang yang saat sekarangnya (sadarnya) berada dalam fujur dan suu` maka kita perlu membentengi diri secara khusus dari orang tersebut baik dengan ilmu dan akhlaq maupun dengan Dzikir/doa.
-- Sedangkan pengaruh nafs syarr/khobits dari seseorang yang karena masa lalunya (dari nasab, kasabnya) maka kita perlu membantu mentazkiyyah org tersebut dengan cara:
1. Tadzkirah (mengingatkan) dan taushiyyah (nasihat) untuk terus membersihkan diri dan untuk sering mendoakan orang lain,
2. Mendoakan atau meruqyahnya,
3. Menutup pintu-pintu prasangka buruk terhadap dirinya.
WaLLaahu a'lam
H. Riyadh Rosyadi
Langganan:
Postingan (Atom)
