Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)

Jumat

YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MERUQYAH

YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MERUQYAH

 A.  Persiapan diri:
    1. Memiliki referensi yang cukup tentang Pengobatan, Ruqyah, Jin dan Tazkiyah Nafs (Pensucian Jiwa)
    2. Banyak istighfar, do’a perlindungan & taqorrub kepada ALLaah swt
    3. Do’a-do'a  & dzikir-dzikir perlindungan perlu dilakukan juga oleh keluarga
    4. Upayakan selalu dalam keadaan berwudhu’
    5. Sebaiknya taqorrub dengan amal-amal sholih dan isti’anah kepada ALLaah swt sebelum memulai ruqyahan
    6. Tawakkal, menyerahkan hasil sepenuhnya kepada ALLaah swt

         B. Persiapan yang diruqyah :

1. Musnahkan/menutup pintu masuk Syaithan/jin: 
*  benda-benda kemusyrikan: Jimat, ‘penangkal’, penglaris, pusaka-pusaka,
* ilmu tenaga dalam (berikut atribut/panji-panjinya),
* istighfari kebiasaan yang tidak baik serta keadaan jiwa yg penakut, pemarah, sering sedih, terlalu senang canda (sering tertawa-tawa),
* gambar-gambar bernyawa dan patung, lambang-lambang kekufuran,
*   Dzikir-dzikir/wirid/sholawat yang tidak diajarkan Nabi SAW.

2. Benda-benda tersebut dibakar: bacakan ayat kursi, dibakar, dirusak, dibuang ke tempat yang tidak dijangkau orang (sehingga tidak ditemukan lagi)
3. Bila belum sempat dilakukan, maka harus sudah ada sikap penolakkan dan siap memusnahkan.
4. Bila merokok, niatkan berhenti dari merokok (setelah diruqyah biasanya sudah tidak “nikmat” lagi cita rasa rokoknya).
5. Berwudhu sebaik-baiknya
6. Tertutup auratnya.
7. Hendaknya seorang wanita bersama mahromnya, jika yang meruqyah laki-laki.


     C.  Persiapan lingkungan tempat meruqyah :
a.  Bersih dari benda-benda kemusyrikan, gambar, patung, alat-alat musik dan lambang-lambang kekufuran atau kemaksiatan. Termasuk yang ada pada perlengkapan rumah : maja, kursi, perhiasan dsb.
b.   Bila rumah tersebut ada benda-benda kemusyrikan atau hal-hal yang harus dimusnahkan atau banyak tikus/ular maka lakukan peruqyahan untuk rumah tersebut terlebih dahulu dengan cara: Bacakan ruqyah di air dalam jumlah yang cukup banyak, cipratkan/semprotkan ke sarang-sarang tikus/ular, semua sudut rumah kecuali kamar mandi/wc.



            D. Mengawali peruqyahan :
Dengan do’a-do’a pertolongan, seperti:

يَـا حَيُّ يَـا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ
Yaa hayyu yaa qoyyuum birohmatika astagiits
Wahai Yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri, dengan rahmatMu aku memohon pertolongan.”


اللّهُمَّ أَعِنَّا عَلى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a’innaa ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika.
            “Ya ALLaah bantulah kami dalam mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah yang baik    
             kepadaMu.



           E. Sering-seringlah meminta perlindungan kepada ALLAH swt dengan dzikir berikut:

اللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا أَعْلَمُهُ وَ أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعِلَمُهُ
“YA ALLAH aku berlindung kepadaMu dari menyekutukanMu dengan sesuatu yang aku ketahui dan aku memohon ampun dari (menyekutukanMu dengan sesuatu) yang aku tidak ketahui.



           F. Reaksi selama peruqyahan :
1.       Berontak/meronta-ronta/teriak/menangis,
cara : dipegangi jika perlu diikat dengan kain sehingga tidak melukai, jin tersebut ditanya, didakwahi, diperintah keluar bergabung dg jamaah jin yang shalih.
2.       Bila tidak mau menjawab dan melawan, 
cara : berikan perlakuan fisik, tekan di titik-titik refleksi  kira-kira seberat tekanan 3 sd 5 kg sambil dibacakan ayat-ayat siksa seperti Qs. Ad-Dukhon (44) : 43-50, As Shoffat (37) : 1-10 berulang-ulang. Jika jin tsb menyerah, sebaiknya (tawarkan untuk) diobati bagian yang sakit itu dg doa² yang disyariatkan, kemudian bimbing untuk bertaubat, arahkan keluar bergabung dg jamaah jin yang shalih.
3.       Diam/tidak mau berkomunikasi, 
cara : tanyakan pasien tersebut bagian mana yang terasa sakit/berat/pusing/panas/getar dsb, maka pusatkan peruqyahan di tempat tersebut, putuskan ikatan-ikatan buhulnya, tunjuk oleh pasien dengan telunjuk tauhid sambil bacakan Al-falaq dan An-Naas. Setelah itu dakwahi dan perintahkan keluar dan bergabung dengan jamaah jin yang shalih.
Jika yang dirasakan itu masih tetap di situ maka letakkan telapak tangan di lokasi yang terasa itu dan lakukan pencabutan seolah-olah ada yang melekat di tempat tersebut lalu tanyakan keadaannya setelah peruqyahan tersebut.


    G. Bantu dengan Air Ruqyah. Selama membaca bacaan ruqyah bila memungkinkan secara  bersamaan buat           air ruqyah. 
         cara: dekatkan mulut ke permukaan air dan atau letakkan salah satu telapak/jari tangan masuk ke dalam          air.


  
           H.  Yang paling perlu diingat bahwa target utama dalam Peruqyahan ini adalah : mengembalikan saudara - saudara kita tersebut dari kekeliruan Aqidah, ibadah serta akhlaqnya.


سُبْحَـانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّـا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمٌ عَلى الْمُرْسَلِيْنَ و الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِبْنَ

Jaga keikhlasan & kebersihan amal kita secara syar’i serta sabar,  Semoga kita selalu dimudahkan oleh ALLAH.

WaLLahu ‘alam bis Showwab.


H. Riyadh Rosyadi

Resep Bagi Terapis Quran

RESEP BAGI PENTERAPIS TERAPI QURAN


Menjelang, pada saat atau pasca proses terapi, sedapatnya lakukan hal-hal berikut ini: 

1.      Menghentikan/hilangkan/musnahkan segala bentuk kesiyrikan, bid’ah (amal-amal/wirid-dzikir yang tidak diajarkan oleh Nabi SAW), khurofat, takhayul, benda pusaka, gambar-gambar bernyawa, patung dan segala hal yang dapat ‘mengundang’ hadirnya gangguan atau para Jin utusan Syaithan tersebut. Hentikan olah tenaga dalam, kanuragan dsb.

CARA:
Jika yang akan dimusnahkan adalah benda-benda 
·         Dekatkan benda tersebut ke mulut, 
·         bacakan AYAT KURSI atau (Al Falaq & An Naas), 
·         ludahi beberapa kali (sebagaitadzlil/penghinaan) 
·         dibakar & dirusak
·         dibuang ke tempat yang tidak dijangkau oleh manusia.

2.      Senantiasa menutup aurat dengan sebaik-baiknya. Usahakan selalu mengikuti pengkajian tentang Islam secara rutin. Sebaik-baik ‘Ruqyah’ adalah mempelajari Islam dengan baik, meyakininya dan mengamalkannya.

3.      Usahakan selalu dalam keadaan berwudhu’ dan sholat berjama’ah di masjid (terutama laki-laki).

4.      Wiridkan setiap hari masing-masing minimal 100 x :

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ  لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْئٍ قَديْرٌ
Laa ilaaha illallooh wahdahu laa syariikalahu, lahu l-mulku wa lahu l-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir

“Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya ALLAH Yang Esa Tidak ada sekutu terhadapNya, bagiNyalah segala Kekuasaan dan bagiNyalah segala Pujian dan Dia Maha Mampu berbuat segala sesuatu”  [ HR. Bukhori & Muslim].
 


أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullooha l-ladzii laa ilaaha illa huwa l-hayyu l-qoyyuumu wa atuubu ilaih

“Aku memohon ampun kepada ALLAH yang Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya Dia semata Yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepadaNya”.  [HR. Muslim]



5. Lakukan hal-hal lainnya yang dicintai ALLAH swt dan tidak disukai syaithan dan melemahkannya :
Ø  Menahan marah
Ø  Menekan / menghilangkan kesombongan
Ø  Memperbanyak do’a di dalam sujud ketika sholat (sholat sunnah)
Ø  Berupaya sujud syukur ketika mendapatkan ‘ni’mah” dari ALLAH swt.
Ø  Berinfaq/bershodaqoh
Ø  Mengevaluasi terus terhadap niat kita (jaga keikhlasan) setiap perbuatan.

6. Segera beristighfar dari setiap kesalahan. Selalu makan – minum dengan basmalah, menggunakan tangan kanan.

7.   Berdo’a menjelang tidur / bangun tidur serta do’a-doa harian lainnya (seperti : do’a masuk-keluar rumah, kamar mandi/wc, naik kendaraan, pasar, ke tempat-tempat wisata dsb)

8.     Baca dan atau dengarkan bacaan Al-Quran sesering mungkin.

9.     Lakukan hubungan “suami-isteri” dengan menjaga adab-adabnya : do’a perlindungan sebelum berhubungan, langsung bersuci sesudahnya (min. berwudhu’), bersyukur atas anugerah ni’mah yang baru saja diberikanNya.

10. Menjaga “indera” (utamanya : Penglihatan & Pendengaran) dari hal-hal kemaksiatan yang dilarang oleh ALLAH. Segala kemaksiatan tersebut adalah hal-hal yang disenangi Syaithan.

11. Do’a minta dilapangkan kesabaran karena memohon pertolongan kepada ALLAH harus dengan kesabaran

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَبْناَ صَبْرًا وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَناَ وَ انْصُرْنَا عَلَى الْْقَوْمِ الْكاَفِرِيْنَ

Alloohumma afrigh ‘alainaa shobron wa tsabbit aqdaamanaa wa n-shurnaa ‘ala l-qoumi l-kaafiriin

“Ya ALLAH lapangkanlah bagi kami kesabaran, teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami dalam menghadapi kaum yang kafir”.



12.  Perbanyak do’a :

اللّهُمَّ أَعِنَّا عَلى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allohumma a-‘innaa ‘alaa dzikrika wa syuk-rika wa husni ‘ibaadatika
“Ya ALLAH bantulah kami dalam mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah sebaik-baiknya kepadaMu”.


13.  Upayakan selalu membantu atau mendo’akan kebaikan untuk saudara muslim lainnya sekalipun terhadap orang yang tidak menyenangi kita.



Catatan:
1.      Hal-hal di atas  adalah sebagian TUNTUNAN ajaran  ISLAM.
2.      Tetap menjaga niat dengan benar sehingga  melaksanakannya tidak karena berhubungan dengan RUQYAH semata-mata.
3.      Resep di atas juga dapat berfungsi sebagai pembentengan diri.


H. Riyadh Rosyadi