Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)

Senin

KASUS TERBANYAK PENYEBAB KEMATIAN

AL - 'AIN



عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ ﷺ قَالَ أَكْثَرُ مَنْ يَمُوْتُ مِنْ أُمَّتِيْ بَعْدَ قَضَاءِ اللّٰهِ وَقَدَرِهِ بِالْأَنْفُسِ يَعْنِيْ بِالْعَيْنِ

Dari sahabat Jabir radliyaLLaaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ : *Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar ALLaah adalah karena An-Nafs yaitu Al-‘Ain

(HR. Bukhari dlm At-Taarikh Al-Kabiir 4/360, Al-Hakim 3/46 no. , Al-Bazzaar dalam Kasyful-Istaar 3/403 no. 3052, Ad-Dailami 1/364 no. 1467, dan Ibnu Abi ‘Aashim 1/136 no. 311, Ath-Thayalisi ص 242 no. 1760, dihasankan oleh Al-Albani - Shahiihul-Jaami’ no. 1206).



Pernyataan Nabi ﷺ adalah wahyu. Akurasi kebenarannya tidak perlu diragukan.
Analisa sebab yang sudah pasti ini tentu sangat berguna untuk langkah Preventive - Promotive - Curative (Pencegahan, Penguatan dan Pengobatan).


Hampir semua gejolak jiwa bisa menjadi bahan bakar 'ain. Baik gejolak "positif maupun negatif".

Gejolak Positif seperti: Kagum, empati, angan-angan, gembira
Gejolak negatif seperti: Hasad, prasangka, marah, sedih, malu/minder, takut, angan-angan


Yang keduanya (positif/negatif) itu bisa berpotensi mencelakakan jika tidak disertai dengan dzikruLLaah atau niat karena ALLaah dan tidak dikawal dengan rambu-rambu syariah.

Jika tersalurkannya melalui pandangan mata maka itu disebut sebagai 'Ain. Jika tidak melalui media mata maka disebut Nafs (saja).

________


بسم اللّه الرحمٰن الرحيم

Mari kita semua baca perlindungan kpd ALLaah dari nafs syar kita dan mentazkiyyahnya...

_______

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

Innal hamda liLLaahi, nahmaduhuu wa nasta'iinuhuu wa nastaghfiruh. Wa na'uudzubiLLaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi-aati a'maalinaa

Segala puji bagi ALLaah, kami memujiNya, memohon pertolonganNya dan memohon ampunanNya. Dan kami berlindung atas kejahatan jiwa kami dan keburukan-keburukan amal kami.




اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

ALLAAHUMMA FAATHIROS SAMAAWAATI WAL ARDHI, 'AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAADAH, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAH, A'UUDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII, WA MIN SYARRISY SYAITHAANI WA SYIRKIHI WA AN AQTARIFA 'ALAA NAFSII SUU-AN AU AJURROHU ILAA MUSLIM

Ya ALLaah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha mengetahui perkara yang ghaib, serta yang nampak, Robb segala sesuatu dan Pemiliknya, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafs-ku, kejahatan syaitan dan sekutunya dan (aku berlindung) melakukan keburukan atas diriku atau (keburukan yang) aku antarkan kepada seorang muslim.

(HR. Tirmidzi: 3452)
* Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini.

________

ٱللّٰهُمَّ آتِ أَنْفُسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَّكِّهَا فَأَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

ALLaahumma aati anfusanaa taqwaahaa, wa zakkihaa fa Anta khoiru man zakkaahaa, Anta waliyyuhaa wa mawlaahaa.

Ya ALLaah berikan kepada jiwa kami ketaqwaannya, bersihkanlah jiwa kami dan Engkaulah yang mampu membersihkan dengan sebaik-baiknya. Engkaulah pelindung jiwa dan Engkaulah penguasanya.

______

H. Riyadh Rosyadi

Minggu

CERITA IMAGINER: DEMO ALAM GHAIB

Dari Mana Sumber Air Yang Akan Kita Minum...?



Dalam satu group diskusi, muncul pembahasan tentang Hypno, SEFT dan tenaga dalam.

Setelah penyampaian-penyampaian argumentasi dari berbagai pihak, saya berinisiatif menulis ini. Mudah-mudahan membantu kita mudah memahaminya.
_______



Tanya:
Jika ada orang kehausan di siang hari, dihadapankan kepadanya dua gelas water/ماء/air bening, gelas A berasal dari air kamar mandi dan gelas B diambil dari air minum kemasan yang baru dibuka segelnya. Jika orang itu tidak diberitahu sumber air kedua gelas itu, gelas manakah yang kemungkinan diambil lalu diminumnya?

Jawab:
Bisa jadi gelas A atau gelas B, bisa juga keduanya jika dia kurang dengan satu gelas.

Tanya:
Mengapa begitu?

Jawab:
Karena bagi umumnya orang haus, yang penting adalah hilang hausnya.

Tanya:
Seandainya orang itu tahu bahwa gelas A berasal dari air kamar mandi, apakah dia tetap akan meminumnya sekalipun hausnya belum hilang dengan satu gelas air?

Jawab:
Saya kira jika dia berakal sehat, tentu tidak akan meminumnya, mengambilnya saja tidak akan.

Tanya:
Mungkinkah dia mau meminumnya jika ditawari sejumlah uang untuk meminum air gelas A itu?

Jawab:
Saya yakin tidak akan. Jika dia masih berakal sehat, orang itu lebih baik menahan rasa hausnya daripada harus meminum air gelas A.

Tanya:
Bagaimana jika org itu diberi gelas C yang isinya separuh air gelas A dan separuh air gelas B, apakah dia juga akan meminumnya?

Jawab:
Jika dia tidak tahu (tidak diberitahu) sumbernya, kemungkinan dia akan meminumnya.

Tanya:
Mengapa?

Jawab:
Karena dia tidak bisa membedakan air di ketiga gelas itu dengan panca inderanya. Bagi orang itu air di ketiga gelas itu terlihat sama.
Dan yang lebih penting bagi dirinya adalah hilang rasa hausnya.

Tanya:
Bakteri patogen dan unsur-unsur kimia/logam berbahaya di gelas A dan C bagi orang itu tidak terlihat, dan saat dia meminumnya belum tentu langsung menderita sakit. Apakah masih perlu kita beritahu sumber air di ketiga gelas itu, sementara orang itu terlihat sangat haus sekali?

Jawab:
Harus diberitahu. Kasihan dia walaupun hanya segelas dua gelas, walaupun dia belum merasakan langsung sakitnya. Karena ini terkait dengan pemahaman dan sikap hidup selanjutnya dari orang itu yang orientasinya hanya hasil, yang penting hilang hausnya. Padahal dalam keseharian dia berhadapan dengan banyak hal yang tidak kasat mata (ghaib) yang sebetulnya perlu dia ketahui juga asal usul sumber pengambilannya. Karena segala hal yang sifatnya ghaib/abstrak itu perlu ditelusuri asal usul sumbernya untuk menjamin keselamatan dirinya, keluarganya dan orang lain di sekitarnya.
Dan kita yang tahu asal usul sumber ketiga air itu harus memberitahukannya.

Tanya:
Kalau orang itu sudah kita beritahu tetapi tetap ngotot meminum air di gelas A dan C itu, bagaimana?

Jawab:
Kalau itu anakmu atau orang yang dibawah tanggung jawabmu langsung, yaa cegahlah sekalipun dengan pukulan dan paksaan. Karena kamu tahu bahayanya.
Kalau orang lain yang di luar kewenanganmu, yaa sampaikan pesan-pesan tadi, nasehati dan doakan semoga ALLaah swt membukakan pintu hidayah untukNya. Entah dengan segera tersadar dengan nasihat ataukah harus dengan mengalami peristiwa-peristiwa pahit yang akan dialaminya kemudian menyadarkannya, ataukah dengan cara yang hanya ALLaah swt mengetahuinya.
_____

Urusan ghaib seperti itu harus di sandarkan kpd ALLaah swt. Dan RasulNya ﷺ sudah mengajarkan Al-Quran yang isinya adalah kalimat/kata-kata tetapi punya kekuatan besar dan terjamin sebagai penyembuh (Syifa'). Mengapa kita yang beriman kepada ALLaah tidak cukup memakai itu? Dan Nabi ﷺ mengarahkan beberapa sahabatnya yang dulu sebelum ber-Islamnya sebagai pakar mantera (kata-kata ajaib yang memiliki efek dalam dunia nyata) agar menghentikan segala yang bersumber dari kebatilan untuk kemudian beralih kepada yang sesuai dengan nilai-nilai tauhid, yang sesuai syari'at ALLaah swt.
______
Demikian, selesailah cerita Tanya-Jawab Imaginer, Demo Alam Ghaib


H. Riyadh Rosyadi