Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)
Tampilkan postingan dengan label Qorin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qorin. Tampilkan semua postingan

Jumat

Seri Tanya Jawab: QORIN (5)

PERTANYAAN:

1. Apakah 1 manusia dikawal 4 malaikat? 2 di depan belakang, 2 raqib atid?

2. Apakah 1 manusia dikawal 1 jin qarin permanen + jin usil + jin nasab + jin kiriman?



JAWABAN:

MALAIKAT QORIN

Paling tidak ada dua jenis Malaikat Qorin:

1. Yang permanen, yang sejak awal penciptaan manusia sudah menjadi paket bersama jin qorin (qorin syaitan). Membisikkan kebaikan.


2. Yang bertugas khusus dalam situasi khusus menguatkan dan menghibur bagi mukmin yang beristiqomah saja [QS. Fushilat (41): 30].


3. Yang bertugas kepada siapapun manusia, sebagai pencatat amal dan penjaga. Dalam Tafsir Ibnu Katsir malaikat yang menyertai dalam tugas ini ada 4.

Terdiri dari:
2 malaikat pencatat [QS. Qaf (50): 17-18]
2 Malaikat hafazhah-penjaga [QS. Ar-Ra'd (13): 11].


إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.
Tiada suatu lafazh yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
[ QS. Qaf (50) :17-18]

--- nama malaikat itu bukan Raqib dan 'Atid. Tetapi nama sifat/tugasnya yang selalu mengawasi dan selalu hadir.



 لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah ALLaah.
[QS. Ar-Ra'd (13): 11]


أي للعبد ملائكة يتعاقبون عليه حرس بالليل وحرس بالنهار يحفظونة من الأسواء والحادثات كما يتعاقب ملائكة آخرون لحفظ الأعمال من خير أو شر ملائكة بالليل وملائكة بالنهار فاثنان عن اليمين والشمال يكتبان الأعمال صاحب اليمين يكتب الحسنات وصاحب الشمال يكتب السيئات وملكان آخران يحفظانه ويحرسانه واحد من ورائه وآخر من قدامه فهو بين أربعة أملاك بالنهار وأربعة آخرين بالليل بدلا حافظان وكاتبان كما جاء في الصحيح "يتعاقبون فيكم ملائكة بالليل وملائكة بالنهار ويجتمعون في صلاة الصبح وصلاة العصر فيصعد إليه الذين باتوا فيكم فيسألهم وهو أعلم بكم كيف تركتم عبادي ؟ فيقولون أتيناهم وهم يصلون وتركناهم وهم يصلون"

وفي الحديث الآخر "إن معكم من لا يفارقكم إلا عند الخلاء وعند الجماع فاستحيوهم وأكرموهم"


Maksudnya, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga hamba ALLaah secara bergiliran, ada yang di malam hari, ada pula yang di siang hari untuk menjaganya dari hal-hal yang buruk dan marabahaya. Sebagaimana bergiliran pula kepadanya malaikat-malaikat lainnya yang bertugas mencatat semua amal baik dan amal buruknya; mereka menjaganya secara bergiliran, ada yang di malam hari, ada yang di siang hari —yaitu di sebelah kanan dan sebelah kirinya— bertugas mencatat semua amal perbuatan hamba yang bersangkutan. Malaikat yang ada di sebelah kanannya mencatat amal-amal baiknya, sedangkan yang ada di sebelah kirinya mencatat amal-amal buruknya.

Selain dari itu ada dua malaikat lain lagi yang bertugas menjaga dan memeliharanya; yang satu ada di belakangnya, yang lain ada di depan. Dengan demikian, seorang hamba dijaga oleh empat malaikat di siang harinya, dan empat malaikat lagi di malam harinya secara bergantian, yaitu malaikat yang menjaga dan yang mencatat, seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih:

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ، فَيَصْعَدُ إِلَيْهِ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بكم: كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ: أَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَتَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ (متفق عليه)

Malaikat-malaikat di malam hari dan malaikat-malaikat di siang hari silih berganti menjaga kalian, dan mereka berkumpul di waktu salat Subuh dan salat Asar. Maka naiklah para malaikat yang menjaga kalian di malam hari, lalu Tuhan Yang Maha Mengetahui keadaan kalian menanyai mereka, "Dalam keadaan apakah kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Mereka (para malaikat malam hari) menjawab, "Kami datangi mereka sedang mereka dalam keadaan salat dan kami tinggalkan mereka sedang mereka dalam keadaan salat."
(Muttafaqun ‘alaih)


Di dalam hadist lain disebutkan:

إِنَّ مَعَكُمْ مَنْ لَا يُفَارِقَكُمْ إِلَّا عِنْدَ الْخَلَاءِ وَعِنْدَ الْجِمَاعِ، فَاسْتَحْيُوهُمْ وَأَكْرِمُوهُمْ

Sesungguhnya bersama kalian selalu ada malaikat-malaikat yang tidak pernah berpisah dengan kalian, terkecuali di saat kalian sedang berada di kakus dan ketika kalian sedang bersetubuh, maka malulah kalian kepada mereka dan hormatilah mereka.
(HR At-Tirmidzi dari Ibnu Umar, Dhaif)


وقال علي بن أبي طلحة عن ابن عباس في قوله "له معقبات من بين يديه ومن خلفه يحفظونه من أمر الله" والمعقبات من الله هي الملائكة

وقال عكرمة عن ابن عباس "يحفظونه من أمر الله" قال ملائكة يحفظونه من بين يديه ومن خلفه فإذا جاء قدر الله خلوا عنه

وقال مجاهد ما من عبد إلا له ملك موكل يحفظه في نومه ويقظته من الجن والإنس والهوام فما منها شيء يأتيه يريده إلا قال له الملك: وراءك إلا شيء أذن الله فيه فيصيبه

Ali ibnu Abu Thalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah [QS. Ar-Ra'd (13): 11]". Yang bergiliran dari Allah adalah para malaikat-Nya.

Ikrimah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: "mereka menjaganya atas perintah Allah. [QS. Ar-Ra'd (13): 11]" Para malaikat itu ditugaskan untuk menjaganya di depan dan di belakangnya. Apabila takdir Allah telah memutuskan sesuatu terhadap hamba yang bersangkutan, maka para malaikat itu menjauh darinya.

Mujahid mengatakan bahwa tiada seorang hamba pun melainkan ada malaikat yang ditugaskan untuk menjaganya di saat ia tidur dan di saat ia terbangun, yakni menjaganya dari kejahatan jin, manusia, dan hewan buas. Tiada sesuatu pun dari makhluk itu yang datang kepada hamba yang bersangkutan dengan tujuan untuk memudaratkannya, melainkan malaikat penjaga itu berkata kepadanya, "Pergilah ke belakangmu!" Kecuali apabila ada sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah, maka barulah dapat mengenainya.


H. Riyadh Rosyadi

Seri Tanya Jawab: QORIN (4)



PERTANYAAN:

Pertanyaan selanjutnya yang sering ditanyakan seputar qorin...

1. Qorin jin/malaikat itu ada di dalam tubuh apa di luar ?

2. Jika didalam tubuh, benarkan jin qorin tidak akan akan pergi walau di Ruqyah berkali kali.




JAWAB:

1. Kalau yang dimaksudkan itu adalah Qorin yang permanen Jin dan malaikat maka tidak ada penjelasan khususnya keberadaannya apakah
di luar/di dalam.

Yang dijelaskan adalah tugasnya, yaitu memerintahkan atau membisikkan saja.

Tetapi jika dianalisa secara kemampuan, sama saja jin qorin itu dengan jin pada umumnya yang bisa masuk.



Akan tetapi karena fungsinya sebagai qorin sebagaimana qorin malaikat, maka khusus jin qorin posisinya tidak menetap di dalam diri manusia sebagaimana malaikat qorin yang juga tidak menetap dalam diri manusia.

Tetapi keduanya diberikan akses tetap, yaitu (menurut saya) tempat yang diaksesnya adalah Fuad yang secara materialnya adalah di Qolb.

Jika ketaatan kepada ALLaah swt dan dilandasi keikhlasan ada pada seseorang maka qorin malaikat semakin mendekat dan menyukai karena harumnya ketaatan dan keikhlasan tersebut.

Dan qorin jin (syaitan) akan menjauh dan melemah. Tetapi dia (qorin jin) ini akan "berjuang" mendekat lagi, mengintip segala celah yang tersedia. Demikian pula sebaliknya.


Berkata Ibnu Abbas,

الشَّيْطاَنُ جَاثِمٌ عَلَى قَلْبِ ابْنِ ادَمَ فَإِذَا سَهاَ وَ غَفَلَ وَسْوَسَ فَإِذاَ ذَكَرَاللهَ خَنَسَ

Setan memantau hati anak Adam, jika dia lalai dan lengah, setanpun menggodanya (memberi waswasah), dan jika dia berdzikir kepada Allah, maka setanpun menjauh.
(Tafsir Ibnu Katsir 4/575)


_______________
*** tambahan..
Akses terhadap Fu-aad (materialnya: Qolb) ini sebagaimana akses terhadap informasi yang dilihat dan didengar.

Melalui penglihatan (materilanya: Mata) dan melalui pendengaran (materialnya: Telinga).


Bandingkan tiga ayat berikut:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati (fu-aad), agar kamu bersyukur.
[QS. An-Nahl (16): 78]


وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati (fu-aad), semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
[QS. Al-Isra (17): 36]


وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati (qolb), tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
[QS. Al-A'raf (7): 179]



H. Riyadh Rosyadi

Seri Tanya Jawab: QORIN (3)

PERTANYAAN

1. Jika ada di dalam tubuh, benarkah jin qorin tidak akan akan pergi walau di Ruqyah berkali kali.

2. Kemudian pernah mendengar jin yang dalam tubuh manusia pun sesuai kemampuannya. Maksudnya dari sekian banyak jin yang ada, ada yang jadi pemimpinnya. Pernah dengar perselisihan jin nasab pada seorang anak. Jin nasab ayah dan ibu berebut ingin menguasai anak tersebut. Apakah justru kedua jin nasab tersebut atau jin lainnya dibawah pengaruh jin qorin?

3. Jadi apakah JIN QORIN INI MENJADI SUMBER SEGALA KERUKSAKAN ?




JAWABAN:
Ada beberapa hal yang perlu untuk memahaminya dulu,

1. Jin Qorin permanen itu tidak terikat
Jin Qorin (jenis) ini tidak ada perjanjian apapun yang mengikatkan dirinya dengan manusia yang didampinginya selain dia merupakan utusan resmi syaitan yang telah ditetapkan serta tidak terpisahkan hingga kematian manusianya.


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنْ الشَّيَاطِينِ قَالُوا وَأَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ

Dari Ibnu Abbas, ia berkata; RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali telah disertai dengan qarinnya (pendampingnya) dari syaitan." mereka bertanya; "Bagaimana denganmu wahai RasuluLLaah?" beliau menjawab; "Ya (begitu pula aku). namun ALLaah telah menolongku terhadapnya sehingga dia tunduk (pendapat lain: memeluk Islam)."
(HR. Ahmad: 2209).


Sedangkan jin-jin lain yang tidak permanen (lihat penjelasan tentang Quronaa`) menyertai atau bisa masuk ke dalam diri manusia karena:
- kasab kesalahan,
- karena ikatan perjanjian atau
- karena ada celah ruang kosong dalam diri manusia itu (apapun motifnya dan alasan jin itu masuk, misalkan: dendam, senang, dan sebagainya).



2. Jin Qorin yang permanen itu tidak menetap di dalam diri (fu-aad),

jika membaik jiwa manusianya dalam ketaqwaan maka jin qorin itu menjauh dan melemah.

Ruqyah Syar'iyyah bisa menjauhkan jin qorin itu (hanya untuk sementara), kemudian dia (qorin ini) berupaya kembali lagi.

Di sinilah diantara perlunya membangun jiwa-jiwa dalam ketaqwaan.



3. Jika ada jin-jin lain (yang bukan qorin permanen) yang masuk atau "terikat" di dalam tubuh manusia kemudian dilakukan terapi (Quran, Bekam, Herbal thoyyib, dsb) dan kemudian efeknya "mengenai" jin itu maka jin itulah yang bereaksi di dalam dan dirasakan oleh manusianya.

Dan bukanlah jin qorin yang permanen.



4. Dan jika jin yang di dalam itu tidak mau/tidak bisa keluar maka perlu sekali mengetahui sebabnya.

Dan itulah gunanya mencari data dan menggalinya di awal proses terapi (pelajari tentang: Anamnesis, Diagnosis, Prognosis).



5. Jin nasab termasuk yang tidak permanen. Ada di dalam atau menyertai karena adanya ikatan perjanjian.

Dan bahwa seseorang itu mendapat dorongan fujur karena keberadaan jin/syaitan qorinnya.

Akan tetapi alasan/sebab keberadaan jin nasab itu bukan terkait langsung dengan qorin-qorin manusianya tetapi dari ikatan perjanjian di masing-masing jalur leluhurnya.

Apakah dari jalur ayah atau jalur ibunya atau dari keduanya.

Kasus di atas menunjukkan si anak memiliki "wadah besar" yang diperlukan oleh kedua jalur jin nasabnya.

Kemungkinan dikehendaki oleh masing-masing jalur itu untuk menempati posisi kepemimpinan  (raja/ratu atau pasangan raja-ratu).

Dan itu artinya hulu balangnya ikut menyertai sebagai penjaga-penjaga sang raja/ratu atau pasangan raja-ratu).

Karena kuat-lemahnya jin Qorin (permanen) itu dipengaruhi oleh keadaan iman taqwa seseorang, jadi sumber kerusakan itu buka di jin qorinnya tetapi di ......... siapakah?


Simak QS. Qaf (50): 27-29

قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ
قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ
مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

Qorin (jin) yang menyertainya berkata : "Ya Robb kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh".
Allah berfirman: "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu".
Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.

Yang satu fungsi (fu-aad) dan yang satu materialnya (qolb)..

Lihat perbandingan di 3 ayat di atas.


WaLLaahu a'lam



H. Riyadh Rosyadi

Seri Tanya Jawab: QORIN (2)



PERTANYAAN:
Qorin atau pendamping kita dari jin dan malaikat apakah bisa berebut mana yang lebih dominan mempengaruhi kita ke arah baik dan buruk tergantung ikhtiar kita termasuk yang dari golongan jin?

Atau haruskah malaikat yang kita upayakan dominan di kita agar kita cenderung baik atau kah bisa dua-duanya mempengaruhi kebaikan terhadap kita ustadz?



✅  JAWABAN:
1. Mereka tetap selalu melakukan sesuai tugasnya:
Jin Qorin membisikkan yang buruk/jahat dan Malaikat Qorin membisikkan yang baik/benar.


2. Faktor dari manusianya akan berpengaruh kepada daya tangkap terhadap kedua bisikan itu.

Ada dua faktor dari manusia: Niat/dorongan dan amal perbuatan.

Jika sesuai dengan yang ALLaah swt senangi maka pengaruh Malaikat Qorin menguat dan bertambah, saat itu Jin Qorin menjauh dan lemah.


3. Tapi Jin Qorin berusaha kuat menambah gangguannya.

Jika pintu-pintu gangguan itu terbuka maka masuklah rekan-rekan Jin Qorin (dari jenis jin pengganggu lainnya) untuk membantu kerja sesuai targetnya melemahkan nafs manusia itu dan menyimpangkan jalannya.
Masuk ke arah fujur.


4. Jika manusia itu kokoh dan istiqomah maka ALLaah swt mengokohkan dengan malaikat khusus yang diturunkan untuk urusan khusus tersebut QS. Fushilat (41): 30-31.


5. Maka yang selalu kita minta adalah istiqomah di jalanNya. Itulah kalimat: IHDINASH SHIROOTHOL MUSTAQIIM.



H. Riyadh Rosyadi

Seri Tanya Jawab: QORIN (1)



PERTANYAAN

1. Setiap orang memiliki saudara dari bangsa jin, namanya Qorin. Sedulur kembar, dalam terminologi Jawa. Qorin cenderung mengajak ke arah jelek.

2. Pertanyaannya; setelah diruqyah dan dinyatakan bersih kemana kah si Qorin? Kalau kita mati kemana kah nasib si Qorin?




JAWAB
▪ Jangan disebut "saudara". Qorin - قرين - itu bukan akhun - أخ .
Qorin bisa diartikan sebagai "penyerta, teman, pendamping". Maksudnya yang selalu menyertainya. Baik menyertainya secara:
1. Mutlak (permanen) sebagai paket penciptaan maupun
2. Muqoyyad, jika syaratnya memenuhi


Penjelasan no 2:

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman pendamping (qorin) yang selalu menyertainya.
[QS. Az-Zukhruf (43): 36]


وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya (qorinnya), maka syaitan itu adalah teman pendamping (qorin) yang seburuk-buruknya.
[QS. Az-Zukhruf (43): 38]


وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ

Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman (quronaa` - jamak dari qorin) yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.
[QS. Fushilat (41): 25]

Beberapa Tafsir (Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Ath-Thobari) menyebutkan Quronaa` itu adalah syaitan-syaitan manusia dan jin.

Bagi mukmin khususnya yang istiqomah maka teman khusus yang mendampinginya diturunkan kepadanya. Memang ALLaah swt tidak menyebutkannya sebagian qorin tetapi tugasnya adalah menemaninya, menguatkan dan membelanya. Syaratnya beriman yang beristiqomah.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Robb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".


نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
[QS. Fushilat (41): 30-31]




Penjelasan no 1:

Adapun qorin yang sudah menjadi "paket" penciptaan manusia terdiri dari dua jenis, yaitu syaitan jin dan malaikat. Dan itu permanen hingga akhir hayat kita.

Diantara tujuannya adalah: menguji, memberikan dorongan/bisikan kebaikan maupun kejahatan. Kita sendiri yang mengeksekusinya sesuai dengan sistem nilai, keputusan dan tindakan yang "kita himpun" selama hidup.

ALLaah swt menaqdirkan setiap manusia terlahir disertai dengan penyertanya (qorinnya) dari dua jenis dan dari dua aspek kecenderungan yang mempengaruhi jiwanya..


وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
[QS. Ash-Shams (91): 7-8]


حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي مَنْصُورٌ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنْ الْجِنِّ وَقَرِينُهُ مِنْ الْمَلَائِكَةِ قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَإِيَّايَ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِحَقٍّ

Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan telah menceritakan kepadaku Manshur dari Salim bin Abu Al Ja'd dari ayahnya dari AbduLLaah (bin Mas'ud) ia berkata;

RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang pun dari kalian melainkan telah disertakan untuknya qarin (pendamping) dari jin dan qarin dari malaikat." Mereka berkata; Kepada engkau juga (qorin dari jin), wahai RasuluLLaah? Beliau bersabda: "Demikian pula denganku, namun ALLaah menolongku atasnya sehingga ia tidak menyuruhku selain terhadap kebenaran."
[HR. Ahmad: 3466]

Dan dalam riwayat lain, juga dari Ibnu Mas'ud radhiyaLLaahu 'anhu, RasuluLLaah shallaLLaahu 'alaihi wasallam bersabda,

 قَالَ وَإِيَّايَ لَكِنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيْرٍ

 "Demikian pula denganku, namun ALLaah menolongku atasnya lalu ia masuk tunduk (sebagian mengartikan "Islam"), maka dia tidak menyuruhku selain terhadap kebaikan."
[HR. Ahmad: 3611]


▪ Setelah kita meninggal, mereka kembali ke "kesatuannya". Bisa jadi bertugas lainnya sebagai tugas umum atau tugas khusus, tidak lagi menjadi Qorin seseorang.

WaLLaahu a'lam.



H. Riyadh Rosyadi

Selasa

Seri Tanya Jawab Terapi Quran

QORIN


Tanya Jawab ustadz Riyadh Rosyadi dengan anggota group whatsapp Terapi Quran yang beliau asuh.


Tanya
[26/7 14.05] :
Assalamu'alaikum, Ustadz saya mau tanya apakah jin qorin bisa berada dalam tubuh kita atau jin qorin tersebut hanya ada di sekitar kita? JazakaLLah atas jawabannya. Wassalam


Jawab
[26/7 14.28] R. Rosyad:
Wa'alaikumussalaam wrwb.

Sebelumnya perlu dipahami bahwa qorin yang dimaksudkan adalah makhluk yang menyertai kita. Dan qorin itu tidak hanya dari jenis (syaitan) jin tetapi juga dari jenis malaikat.


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنْ الْجِنِّ وَقَرِينُهُ مِنْ الْمَلاَئِكَةِ، قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ وَإِيَّايَ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلاَ يَأْمُرُنِي إِلاَّ بِخَيْرٍ

Dari AbduLLaah bin Mas'ud radhiyaLLaahu 'anhu beliau berkata, bersabda RasuluLLaah ﷺ,  "Tidaklah seorangpun di antara kalian kecuali disertakan padanya qorin dari kalangan jin dan qorin dari kalangan malaikat". Para sahabat bertanya: “Kepada emgkau juga wahai RasuluLLaah?”. Beliau menjawab: “Juga kepada saya, tetapi ALLaah ﷻ membantuku atas dirinya sehingga dia Islam. Maka dia (qorin jin itu) tidak memerintahkanku kecuali dengan kebaikan.
(HR. Muslim no. 2814, Ahmad no. 3770)


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلشَّيْطَانِ لَمَّةً بِابْنِ آدَمَ وَلِلْمَلَكِ لَمَّةً فَأَمَّا لَمَّةُ الشَّيْطَانِ فَإِيعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيبٌ بِالْحَقِّ وَأَمَّا لَمَّةُ الْمَلَكِ فَإِيعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيقٌ بِالْحَقِّ فَمَنْ وَجَدَ ذَلِكَ فَلْيَعْلَمْ أَنَّهُ مِنَ اللَّهِ فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ اْلأُخْرَى فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ثُمَّ قَرَأَ الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمْ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ َالاَيَةَ

Dari ‘AbduLLaah bin Mas’ud Radhiyallahu 'anhu, dia berkata: RasuluLLaah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya setan memiliki bisikan pada manusia, malaikat juga memiliki bisikan. Bisikan setan  menjanjikan keburukan dan mendustakan kebenaran. Sedangkan bisikan malaikat  menjanjikan kebaikan dan mempercayai kebenaran. Barangsiapa mendapatkannya, maka ketahuilah bahwa itu dari ALLaah ﷻ, kemudian hendaklah dia memuji ALLaah ﷻ . Dan barangsiapa mendapatkan yang lain, maka hendaklah dia berlindung kepada ALLaahﷻ dari setan yang dilaknat”. Kemudian Nabi ﷺ membaca ayat:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَآءِ

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) Qs. Al-Baqarah (2): 268
(HR. Tirmidzi, no. 2988, shahih).


Berdasarkan penjelasan hadits di atas, sepertinya qorin jin itu sebagaimana juga qorin malaikat adanya di luar tubuh. Walaupun demikian tdk menutup kemungkinan dia juga bisa masuk ke dalam tubuh manakala terbuka celahnya utk itu.

WaLLaahu a'lam

H. Riyadh Rosyadi