Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya (H.R. Bukhari)

Minggu

Merindukan yang bukan mahrom apakah ada keterlibatan jin?

Tanya-Jawab (WA Group TQ)

1. Apa hukumnya merindukan seseorang yang bukan mahrom? 
2. Dan apakah kerinduan itu ada keterlibatan jin di dalamnya? Mohon penjelasannya ustadz.


Jawab

Sesuatu itu dimulai dari niatnya.

Amal baik dihitung sebagai kebaikan jika niatnya juga baik.
Amal yang diketahuinya buruk/batil tidak bisa menjadi baik sekalipun diniatkan baik. Yang membedakan bobot antara dua keburukan yang sama diantaranya adalah adanya kesengajaan niat ataukah tidak.

Niat baik yang belum sempat terealisir sebagai tindakan kebaikan sudah dihitung seolah sudah melakukan kebaikan.
Keburukan itu blm dihitung jika masih sebagai lintasan kecuali setelah menjadi suatu amal, atau sekurangnya menjadi tekad kuat ('azzam).

Merindukan itu tergantung:
•  Dalam niat apa dan
• Dalam batas baru lintasan ataukah sudah sampai ke 'azzam?

Jika dalam niat yang mengarah kepada sesuatu yang tidak diridhai ALLaah swt maka itu tidak boleh. Harus ditahan dan atau diarahkan.
Dan jika berulang-ulang kepada suatu hal yang dilarang itu bahkan sudah sampai ke azzam, maka sangat mungkin sudah menetap gangguan jin di dalamnya.

Dan terfokusnya perhatian yang kuat atas sesuatu bisa melepas nafs seseorang kepada sesuatu itu. Jika perhatian yang kuat itu kepada sesuatu yang haram atau sesuatu yang mubah tetapi berlebihan maka nafsnya bisa menjadi tawanan syaitan.

Jika perhatian kuatnya itu bukan haram atau bukan mubah yang berlebihan tetapi lupa tidak disertai doa keberkahan, maka bisa menjadi potensi 'ain yang terlempar kepada sesuatu itu.

WaLLaahu a'lam. 

H. Riyadh Rosyadi

Jumat

Pacaran dan Kehadiran Jin

Tanya
Apakah pacaran itu ada kerjaan (syaitan) jin juga di situ?

✅ Jawaban
Jika yang dimaksud dengan pacaran itu dalam definisi berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram dalam urusan tertentu dan dalam waktu tertentu yang menyebabkan perasaan-jiwa terpaut, maka ini harus diperhatikan adab agama dalam urusan interaksi dengan lain jenis yang bukan mahram..

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ.

AbduLLaah bin Abbas radhiyaLLaahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallaLLaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama dengan mahram”
(HR. Bukhari)


أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رضي الله عنه: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-:لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

Umar bin Khaththab radhiyaLLaahu ‘anhu meriwayatkan bahwa RasuluLlaah shallaLLaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita melainkan ketiganya adalah setan"
(HR. Ahmad)

Dalam hadits di atas, jelas itu adalah sesuatu yang dilarang secara syariat dan sekaligus penjelasan adanya intervensi syaitan jin dalam interaksi tersebut.

Sebagai tambahan dan ini sudah pernah dijelaskan dalam pelatihan bahwa sebab terlepasnya nafs/sukma itu diantaranya karena ketertarikan yang amat sangat dengan sesuatu yang haram atau sesuatu yang mubah tetapi sangat berlebihan..

Dan terlepas nya nafs itu karena beberapa hal berikut:
1. Perjanjian (nasab maupun kasab)
2. Paksaan (seperti sihir)
3. Tekanan jiwa/fisik yang sangat kuat dan karena benturan kuat (seperti kecelakaan)
4. Ketertarikan dengan sesuatu yang diharamkan atau yang mubah tetapi sangat berlebihan.

WaLLaahu a'lam 

Untuk jelasnya, silakan dipelajari tautan berikut..

http://terapiquran2015.blogspot.co.id/search?q=Nafs+sukma.